Wagub Idris Perjuangkan Bantuan BLK Komunitas Pesantren

0
125
Dirjen Pembinaan Vokasi dan Produktivitas Kemenaker, Budi Hartawan (kiri) bersama Wagub Idris Rahim (tengah), melihat hasil praktek mahasiswa di Laboratorium Las Politeknik Gorontalo, Senin (21/6/2021). (Foto : Haris)

KOTA GORONTALO, Kominfo – Pertemuan dengan Direktur Jenderal Pembinaan Vokasi dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), Budi Hartawan, dimanfaatkan oleh Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim untuk memperjuangkan agar Provinsi Gorontalo memperoleh bantuan pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas pesantren.

“Alhamdulillah ada peluang pesantren di Gorontalo memperoleh bantuan pembangunan BLK. Kita diminta untuk segera mengajukan proposalnya,” kata Idris saat diwawancarai usai penandatangan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) dan penyerahan kopian sertifikat lahan pembangunan BLK di ruang kerja Wagub Gorontalo, Senin (21/6/2021).

Kemenaker mengalokasikan anggaran pembangunan BLK Komunitas pesantren sebesar Rp1 miliar. Anggaran tersebut akan digunakan untuk pembangunan gedung BLK sebesar Rp500 juta, dan Rp500 juta untuk peralatan.

“Syaratnya, tanah untuk pembangunan BLK harus milik sendiri dengan luas minimal 280 meter persegi. Insya Allah ini bisa kita penuhi untuk beberapa pesantren di Gorontalo,” ujar Wagub.

Dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Gorontalo, Dirjen Pembinaan Vokasi dan Produktivitas Kemenaker bersama Wagub Idris Rahim dan sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah meninjau lahan pembangunan BLK Gorontalo. Kemenaker akan segera merealisasikan pembangunan BLK Gorontalo yang akan dimulai pada bulan Juli 2021.

Wagub juga mengajak Dirjen Pembinaan Vokasi dan Produktivitas Kemenaker untuk melihat langsung aktivitas di laboratorium Politeknik Gorontalo (Poligon). Idris berharap Poligon bisa menjadi mitra Kemenaker khususnya untuk pemanfaatan laboratorium.

Artikel Terkait  Wagub Pantau PTM Terbatas di SMAN 1 Kota Gorontalo

“Jika BLK Gorontalo sudah berfungsi, Kemenaker akan bekerja sama dengan Poligon untuk penggunaan laboratorium,” tandas Idris.

Pewarta : Haris

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini