RS Gorontalo Tangani Covid-19 Penuh, Pemda Jalankan Skenario B

0
497
Kunjungan Gubernur Rusli ke rumah sakit – rumah sakit beberapa waktu lalu, dalam rangka memantau ketersediaan kamar rawat inap dan ketersediaan oksigen jika covid-19 di Gorontalo mengalami lonjakan. (Dok:Kominfo)

Kota Gorontalo, Kominfo – Rumah Sakit di Gorontalo dilaporkan penuh menampung pasien covid-19. Untuk mengantisipasi hal tersebut, baik Pemerintah Kota Gorontalo dan Pemprov Gorontalo menjalankan skenario B yang telah dipersiapkan yakni menambah jumlah gedung dan tempat tidur.

Wali Kota Gorontalo Marten Taha menjelaskan, saat ini Rumah Sakit Aloei Saboe menambah satu gedung dengan kapasitas 90 pasien khusus tangani covid-19. Ruangan khusus sebelumnya berjumlah 118 tempat tidur sudah penuh.

“BOR rumah sakit tiga hari terakhir ini meningkat luar biasa. Kita sudah menambah jumlah tempat tidur, bahkan menambah satu gedung kurang lebih 90-100. Kemarin sudah mencapai 86,21 persen,” kata Marten.

Hal senada diungkapkan oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie. RS dr. Hasri Ainun Habibie disiapkan sepenuhnya untuk penanganan covid-19.

“Kita putuskan semalam, RS Ainun kita jadikan rumah sakit covid-19 semua. Kurang lebih 200 tempat tidur. Ini sedang dikaji oleh tim saya,” ucapnya.

Dihubungi terpisah, Direktur RS Ainun Habibie dr. Fitriyanto Rajak menjelaskan kondisi tempat tidur covid-19 berjumlah 83. Jumlah itu sudah penuh dan sudah ditambah menjadi 30 tempat tidur sehingga total 113. Hingga saat ini sudah terisi 98 tempat tidur.

“Arahan dari Bapak Gubernur kita siapkan lagi gedung untuk covid-19. Jadi gedung timur yang tadinya melayani pasien anak, neuro dan penyakit dalam kita pindah ke sayap barat. Di situ asa 37 tempat tidur sehingga kalo ditotal bisa 150 tempat tidur,” bebernya.

Artikel Terkait  Wujudkan Indonesia Bebas Pasung, Pemprov Gorontalo Edukasi Masyarakat

Untuk mengantisipasi penumpukan pasien di RS Aloei Saboe dan RS Ainun, Gubernur Rusli meminta pemda kabupaten dan kota selektif melayani pasien. Pasien covid-19 dengan gejala sedang sebisa mungkin dirawat di rumah sakit di kabupaten masing-masing. Jika bergejala berat baru dirujuk di rumah sakit rujukan covid-19.

Pewarta : Isam

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini