>
Selasa, 13 Agustus 2019 21:06

BPBD Berbagi Daging Kurban 2 Ekor Sapi

GORONTALO - Pegawai di lingkungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo berbagi sesama melalui pembagian daging kurban.

Dua ekor sapi disembelih di instansi ini dan dagingnya dibagikan kepada 70 orang di sekitar kantor BPBD, Selasa (13/8/2019).

“Iduladha tahun ini hanya menyembelih 2 ekor sapi dan dagingnya sebagian dibagikan kepada 70 orang masyarakat dari kelurahan Ipilo,” kata Sumarwoto, Kepala BPBD Provinsi Gorontalo.

Sumarwooto menjelaskan pemotongan hewan kurban ini merupakan syariat Agama Islam dan juga  mengasah kepekaan sosial pegawai BPBD.

“Ini juga memberi outcome terhadap masyarakat sekitar atas kehadiran BPBD di kelurahan Ipilo,” ujar Sumarwoto.

Selesai pembagian daging kurban, pegawai BPBD memasak sate dan soup iga yang disantap ramai-ramai.

Sumarwoto berucap masakan mereka tidak istimewa tapi jadi enak karena dimasak dan dimakan bersama-sama. suasana ini yang mahal.

“Mari senantiasa kita bangun, kita jaga suasana kekeluargaan, saling menghormati dan saling membantu,’ pungkas Sumarwoto.

 

Pewarta : Iswandi Jusuf - BPBD

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Konsep penyelenggaraan Gorontalo Karnaval Karawo 2019 dipaparkan kepada organisasi Perangkat Daerah (OPD), pemerintah kabupaten/kota, desainer busana, dan sejumlah sanggar seni di Provinsi Gorontalo.

Paparan konsep Gorontalo Karnaval Karawo gelar untuk memberi pemahaman yang baik tentang penyelenggaraan kegiatan tahunan kjepariwisataan nasional ini. Gorontalo Karnaval Karawo merupakan salah satu dari 100 kegiatan yang masuk dalam Calendar of Event (CoE) nasional yang ditetapkan Kementerian Pariwisata.

“Tahun ini penyelenggaraannya berbeda, tidak tunggal, akan ada banyak kegiatan dan melibatkan banyak orang dalam rangkaian Gorontalo Karnaval Karawo,” kata Rifli katili, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo yang memimpin pertemuan, Selasa (13/8/2019).

Rangkaian kegiataan kepariwisataan terbesar di Provinsi Gorontalo ini antara lain lomba mokarawo, Karawo Fashion Contest, Mokarawo handmade, Gorontalo Culinary Expo, Celebes Tourism Meeting dan karnaval yang aka dihadiri ribuan orang dan wisatawan.

“OPD yang ikut dalam Gorontalo Karnaval Karawo ini pendaftaran paling lambat 15 september 2019,” ujar Rifli Katili.

Sementara itu analis Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo, La Ode M Arief Akbar memaparkan kegiatan karnaval yang akan dimulai dari Lapangan Taruna Remaja melewati jalan Nani Wartabone dan finish di gedung lama Bank Indonesia.

“Jaraknya sekitar 2 km, ini lebih pendek dari pada karnaval lainnya seperti di Jember Fashion Carnival yang jaraknya 3,7 km,” kata La Ode M Arief Akbar.

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata, Ivonela Reane Larekeng menjelaskan Gorontalo Karnaval karawo kali ini mengambil tema Wonderful of Celebes. Digunakannya tema ini karema sulaman karawo dapat dapat diaplikasikan pada produk kain yang digunakan pada kebudayaan-kebudayaan yang ada di Pulau Sulawesi.

“Sulaman karawo dapat menghiasi semua busana daerah di Sulawesi. Daerah-daerah lain bisa mengaplikasikan sulaman ini untuk mempercantik dan memperkaya budaya daerah,” papar ivonela Larekeng.

Yang menarik pada kegiatan ini adalah pesta kuliner tradisional yang akan melibatkan pelaku usaha makanan tradisional. Mereka akan menggelar produknya yang khas. Kuliner merupakan salah satu dari 16 unsur ekonomi kreatif yang juga dikembangkan oleh Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo.

Selain itu ada Celebes Tourism Meeting yang akah dihadiri para gubernur di Pulau Sulawesi. Rencananya pertemuan ini akn dibuka oleh Menteri Pariwisata.

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

 

GORONTALO - Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo menerima mahasiswa magang Institut Agama Islam Negeri Sultan Amai Jurusan Manajemen Pendidikan Islam, Selasa (13/8/2019).

Mahasiswa magang Institut Agama Islam Negeri Sultan Amai ini berjumlah 13 orang dengan dosen pembimbing Salman Alade, diterima oleh Kepala Dinas Yosep Koton dan Sekretaris Dinas Fauzi Makruf.

Salman Alade menjelaskan tujuan magang ini di samping program dari fakultas juga untuk melatih kemampuan mahasiswa di bidang manajemen yang sesungguhnya.

“Kami mengucapkan selamat datang dan ucapan terima kasih kepada para peserta magang di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan,” kata Yosep Koton

Kepada peserta  yosep menyampaikan tugas pokok dan fungsi Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo adalah  dalam rangka peningkatan sumber daya manusia.

“Dinas Kearsipan dan Perpustakaan masih kekurangan SDM terutama dalam mengolah data baik di bidang kearsipan maupun bidang perpustakaan, dengan hadirnya mahasiswa magang selama 2 bulan ke depan akan dapat membantu dalam pengolahan data, di samping itu akan membantu mahasiswa magang tentang manajemen.

Yosep berharap mahasiswa peserta magang bisa melaksanakan tugas ini dengan baik. Ke-13 orang ini nantinya akan didistribusi ke masing-masing bidang dan sekretariat dan akan ada mentornya.

Sekreatris Dinas Fauzi makruf menyampaikan peserta magang akan dibagi kelompok yang beranggota 5 orang di bidang arsip dengan mentornya Reyni Mohamad selanjutnya 5 orang di bidang perpustakaan dengan mentornya Erna Harmain dan 3 orang disekertariat dengan mentornya Yudaya Pratidina Pakaya.

 

Pewarta : Suleman - Dinas Kearsipan dan Perpustakaan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - DPRD Provinsi Gorontalo menggelar rapat paripurna dalam rangka pembicaraan tingkat II terhadap usul perubahan Peraturan DPRD nomor 1 tahun 2018 tentang Tata Tertib DPRD dipimpin Wakil Ketua I DPRD Conny Gobel.

Rapat paripurna ini diikuti pimpinan dan anggota DPRD bertempat di ruang sidang.

Dalam rapat ini dibahas perubahan Peraturan Tata Tertib DPRD, pembaasannya yang dimulai pada 22 Juli 2019 dilanjutkan dengan Pembentukan Pansus. Selain itu Rancangan Perubahan Tata Tertib telah dikonsultasikan serta permohonan fasilitasi kembali kepada Menteri Dalam Negeri.

Rapat diawali laporan Pansus Perubahan Peraturan DPRD nomor 1 tahun 2018 tentang Tata Tertib yang dibacakan  AW Thalib.

Dalam laporannya AW Talib menjabarkan perubahan Peraturan DPRD nomor 1 tahun 2018 tentang Tata Tertib DPRD ini telah dilakukan berdasarkan ketentuan perundang-undangan termasuk diantaranya mengacu pada PP nomor 12 tahun 2018 dan Peraturan DPRD nomor 1 tahun 2018.

“Pada aspek substansif, perubahan Peraturan Tata Tertib DPRD Ini terkait penyesuaian fungsi dan tugas DPRD dalam penyusunan Propemperda, yang disesuaikan dengan ketentuan Permendagri nomor 120 tahun 2018 tentang perubahan atas Permendagri tentang pembentukan produk hukum daerah,’ kata AWTalib, Selasa (13/8/2019).

Dalam rapat ini juga dibahas pengaturan pembahasan rancangan Perda oleh Panitia Khusus DPRD, terhadap proses ranperda yang belum selesai dibahas dan tindaklanjutnya, membuka ruang penugasan bagi Bapemperda untuk melanjutkan pembahasan Ranperda yang belum selesai di tingkat Panitia Khusus dengan pengaturan masa waktu penugasan tersebut paling lama 6 bulan.

Selain itu penyesuaian jumlah anggota Badan Musyawarah DPRD dan Badan Anggaran, yang semula berjumlah 22 orang dilakukan penyesuaian menjadi 23 orang.

Hal lain adalah pengaturan penggunaan tanda keanggotaan DPRD, proses penggantian anggota Badan Kehormatan dan hal Lain yang dapat meningkatkan pelaksanaan fungsi, tugas dan wewenang DPRD.

“Dalam proses perubahan Peraturan DPRD Provinsi Gorontalo nomor 1 tahun 2018 Ini, telah dilakukan fasilitasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Dirjen OTDA, yang secara teknis oleh Direktorat Produk Hukum Daerah, sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri nomor : 188.34/4125/Otda,” papar AW Thalib

 

Pewarta : M Yani Uno – Sekretariat DPRD

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia, Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo, Polda Gorontalo, Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah XXI Provinsi Gorontalo, Dinas Perhubungan Kota Gorontalo dan Jasaraharja menggelar Aksi bersih-bersih perlengkapan Lalu Lintas Jalan (Sipantas Jalan).

Kegiatan Sipantas Jalan ini adalah salah satu bagian Kegiatan Pekan Nasional Keselamatan Jalan Tahun 2019 yang dilaksanakan secara serentak pada Selasa (13/8/2019).

Sipantas digelar pada 4 titik lokasi yakni ruas jalan simpang 5 Telaga –  HB Yassin -  Nani Wartabone - Jalaludin Tantu - Pelabuhan Penyebrangan Kota Gorontalo, ruas jalan simpang 5 Telaga – AA Wahab - Patung Doa Limboto,  ruas Jalan Patung Doa Limboto - Bundaran Bandara Jalaludin Isimu, dan ruas Jalan Isimu - simpang 3 Molingkapoto Gorontalo Utara.

“Tujuan kegiatan ini untuk mengembalikan fungsi perlengkapan jalan dengan membersihkan tiang penyangga perlengkapan jalan yang banyak ditemukan tempelan stiker, memangkas ranting pohon yang menutupi rambu lalu lintas dan membersihkan cermin tikungan agar lebih berfungsi dengan baik,” kata M Jamal Nganro, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo.

Selain itu bersih-bersih fasilitasw keselamatan jalan ini untuk meningkatkan keselamatan lalu lintas jalan dan memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa perlengkapan jalan adalah bagian dari fasilitas keselamatan yang harus dipelihara dan dijaga bersama.

Dari hasil kegiatan tersebut banyak didapati fasilitas perlengkapan jalan, baik rambu maupun apill ditempeli berbagai macam stiker iklan dan reklame.

Hal ini selain mengotori rambu juga melanggar ketentuan serta merubah fungsi dari alat perlengkapan jalan tersebut. Di sisi lain keberadaan iklan dan reklame ini juga mengganggu fungsi dari rambu-rambu tersebut dalam rangka memberi petunjuk untuk meningkatkan rasa aman bagi warga masyarakat.

“Kami mengimbau masyarakat pelaku usaha untuk tidak memasang iklan dalam bentuk apapun pada fasilitas perlengkapan jalan yang terpasang, agar terwujud transportasi yang tertib, aman dan selamat di Provinsi Gorontalo,” kata M Jamal Nganro.

 

Pewarta : Monika Oktaviarini - Dinas Perhubungan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO –  Untuk meningkatkan pemahaman pencegahan dan penanganan anak korban stigmatisasi, radikalisme dan tindak pidana terorisme, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Provinsi  Gorontalo menggelar sosialisasi.

Sosialisasi yang digelar ini adalah kebijakan perlindungan anak dari radikalisme dan tindak pidana terorisme bagi tokoh agama, tokoh masyarakat, pendidik, organisasi kemasyarakatan dan media massa di Provinsi Gorontalo.

Sejumlah narasumber dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak hadir dalam kegiatan ini, antara lain Asisten Deputi perlindungan Anak Berhadapan Dengan Hukum, Hasan,  Asisten Deputi Konflik Sosial  Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Ponco Respati Nugroho dan Direktur Bina Ketahanan Remaja BKKBN, Eka Sulistia Hardiningsih.

“Anak merupakan generasi, asset, pemilik masa depan bangsa dan negara. Karenanya kemajuan Bangsa dan Negara Indonesia ditentukan oleh pembinaan sejak dini.  orang tua, keluarga dan masyarakat diorientasikan untuk bertanggung jawab menjaga dan memelihara hak asasi anak sesuai dengan kewajiban yang dibebankan berdasarkan ketentuan perundang-undangan,” kata Risjon Sunge, Kepala Dinas PP dan PA Provinsi Gorontalo, Selasa (13/8/2019).

Risjon Sunge menyampaikan bahwa radikalisme dapat menjadi ancaman anak secara berkelanjutan dari sisi pemahaman agama, bermasyarakat, hingga tumbuh kembangnya. Pemerintah Provinsi Gorontalo menilai terorisme merupakan masalah yang menuntut perhatian semua pihak karena mengancam kehidupan masyarakat, khusunya terhadap anak-anak.

Hingga saat ini belum terlihat indikasi jaringan terorisme yang melibatkan anak sebagai pelaku, korban atau saksi di Provinsi Gorontalo. Namun pemerintah mewaspadai berbagai hal yang dapat mengancam terjadinya terorisme.

“Keluarga yang paling utama, orang tua sebagai unsur utama dalam pembinaan, pengawasan, memberikan nilai budi pekerti yang baik terhadap anak,’ ujar Eka Sulistia Hardiningsih.

Dalam sosialisasi yang diikuti 100 orang peserta ini dihadiri Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan Dinas Sosial Provinsi Gorontalo Nurhayati Olii, Kepala Seksi Pemenuhan Hak Perempuan Ferdy  Rus Modanggu.

 

Pewarta : Yoan Thalib – Dinas PP dan PA

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo bersama Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XXI Gorontalo menggelar rapat koordinasi rencana gerakan bersih-bersih fasilitas keselamatan Lalu Lintas Angkutan Jalan.

Rapat koordinasi ini dipimpin oleh Kepala Balai BPTD Wilayah XXI, Handjar Dwiantoro bertempat di Terminal Dungingi, Kota Gorontalo yang dihadiri Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo, Dinas Perhubungan Kabupaten/Kota, Jasa Raharja dan BPTD Wilayah XXI Gorontalo.

Dalam sambutannya, Kepala balai BPTD Wilayah XXI menyampaikan bahwa gerakan bersih-bersih fasilitas keselamatan Lalu Lintas Angkutan Jalan harus rutin dilaksanakan, dimana fasilitas keselamatan yang ada merupakan fasilitas umum yang digunakan untuk masyarakat Sehingga masyarakat merasakan kenyamanan.

“gerakan bersih- bersih fasilityas keselamatan ini dilakukan dalam rangka menyambut Hari Perhubungan Nasional Tahun 2019,” kata Handjar Dwiantoro.

Handjar Dwiantoro merinci Gerakan permbersihan fasilitas keselamatan LLAJ terbagi atas 4 tim, tim 1 akan melakukan pembersihan di sepanjang jalan dari pelabuhan  penyebrangan Kota Gorontalo sampai Simpang 5 Telaga.

Tim 2 akan melakukan pembersihan sepanjang jalan dari simpang 5 Telaga sampai patung berdoa Kabupaten Gorontalo, Tim 3 akan melakukan pembersihan sepanjang jalan dari patung berdoa Limboto sampai patung BJ Habibie Isimu. Dan tim 4 akan melakukan pembersihan sepanjang jalan dari bundaran Isimu sampai simpang 3 Molingkapoto Gorut.

“Agar kegiatan tersebut berjalan lancar maka perlu adanya kerjasama antar unsur-unsur terkait,” ujar Handjar Dwiantoro.

Berkenaan dengan aksi bersih-bersih fasilitas keselamatan LLAJ, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo, M Jamal Nganro mengapresiasi kegiatan ini sebagai bentuk pola sinergitas yang melibatkan seluruh stakeholder Perhubungan.

“Subhanallah, kegiatan yang sederhana namun tetap mulia dan sangat bermanfaat ini perlu dilestarikan secara berkala,” kata M Jamal Nganro.

 

Pewarta : M Idfi Banggu – Dinas Perhubungan

Dipublikasikan pada Kota Gorontalo

GORONTALO – Alur pergerakan (migrasi) hiu paus atau whale shark (Rhincodon typus) mendapat perhatian khusus pada pada Focus Discussion Group (FGD) atau diskusi terpumpun pada Rencana Aksi Nasional (RAN) Hiu Paus 2021-2025 yang diselenggarakan oleh Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut (KKHL) yang bekerjasama dengan Conservation International (CI) Indonesia di aula Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Gorontalo.

“Ada 7 poin hasil rumusan Rencana Aksi Nasional hiu paus yang dilaksanakan di Gorontalo,” kata Muhidin Jailani, Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Gorontalo, Selasa (13/8/2019).

Rumusan RAN ini merupakan hasil dari dinamika selama diskusi dengan pesereta para pemangku kepentingan, pemerintah, masyarakat, organisasi non-pemerintah dan perguruan tinggi.

Hiu paus adalah raksasa pengelana samudera yang secara periodik menyinggahi peraiaran Desa Botubarani. Keberadaan ikan ini menjadi daya tarik wisata paling tinggi dan mampu mendatangkan wisatawan mancanegara dan nusantara secara signifikan. Sejak diketahui adanya hiu paus ini jumlah kunjungan wisatawan ke Goronatlo terus meningkat.

Upaya pelestarian satwa ini menjadi penting karena hiu paus adalah hewan yang dilindungi, juga memberi manfaat kepada pengembangan pariwisata Gorontalo. Banyak nelayan dan masyarakat sekitar yang mendapat penghasilan dari menyewakan perahu, membuat kantin makanan, menyewakan peralatan selam atau snorkling atau menjadi pemandu wisata.

Diskusi yang dimoderatori Subhan Watihelu, Kepala Seksi Pelestarian Jenis Ikan Dilindungi Direktorat Konservasi Keanekaragaman Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akhirnya menyepakati 7 poin yang akan dibawa ke kementerian.

Selain alur pergerakan atau migrasi hiu paus, dalam forum konsultasi publik ini juga menyepakai 6 hal lainnya yang menjadi pokok pikiran para peserta.

Keenam hal tersebut adalah hiu paus merupakan merupakan ikan yang terancam punah dengan karakteristik yang khas sehingga perlu penanganan khusus untuk menjaga kelestariannya, pelibatan masyarakat yang kuat untuk menjaga kelestarian hiu paus termasuk meningkatkan kapasitas dan pengaturan wisata berbasis masyarakat.

Kawasan konservasi hiu paus di Gorontalo perlu didorong percepatan pengelolaannnya  terutama melalui penyusunan rencana pengelolaan dan zonasi  untuk memitigasi ancaman antropogenik, RAN hiu paus ini perlu disusun dalam rangka pengelolaan hiu paus secara lestarik dan berkelanjutan. Forum konsultasi public siap mendukung kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam implementasi aksi yang tertuang dalam RAN hiu paus. Mendorong dokumen RAN hiu paus untuk ditetapkan melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan

“Rusmusan RAN hiu paus ini akan ditindaklanjuti dengan pertemuan 6 negara, Indonesia, Malaysia, Philipina, Papua Nugini, Timur Leste dan Soloman Aline pada 16-18 September 2019 di Gorontalo,” ujar Sofyan Puloo, Kepala Bidang pengembangan Destinasi Pariwisata Provinsi Gorontalo.

Rumusan RAN hiu paus ini ditandatangani oleh perwakilan konsultasi publik Syaiful Umar, Kepala Dinas Perikanan Bone Bolango dan Abraham Sianipar perwakilan Conservation International (CI) Indonesia.

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Sebanyak 16 ekor sapi kurban disembelih Dinas Pertanian pada Hari Raya Idul Adha,penyembelihan ini dilakukan pada Senin (12/8/2019).

Hewan kurban ini dikumpulkan oleh iuran setiap Aparat Sipil Negara (ASN) maupun Pegawai Tidak Tetap (PTT) di lingkungan Dinas Pertanian. Setiap orang mengumpulkan sejumlah uang tertentu setiap bulannya untuk dibelikan sapi pada saat Hari Raya Idul Adha.

“Kami mengumpulkan iuran setiap bulan atau dengan cara langsung menyetorkan ke panitia kurban Dinas Pertanian,” kata Sekretaris Dinas Pertanian, Reliyanto Mamonto.

Setiap perayaan Hari Raya Idul Adha, Dinas Pertanian tidak pernah absen dalam penyembelihan hewan kurban, selain itu sebagai ungkapan rasa syukur atas terlaksananya ibadah haji.

Sebelumnya sapi yang akan di kurbankan sudah melalui tahap pemeriksaan kesehatan hewan oleh Dinas Pertanian melalui tenaga teknis dan dokter hewan. Kepala Seksi Kesehatan hewan dan Kesmavet, drh Fenny Rimporok menjelaskan semua sapi telah dilakukan pemeriksanaan kesehatan dan dinyatakan layak untuk dijadikan hewan kurban.

Pelaksanaan penyembelihan Hewan dilakukan serentak di 4 tempat yang berbeda, yakni di halaman Dinas Pertanian sebanyak 8 ekor, di halaman Balai Perlindungan Tanaman sebanyak 4 ekor, di Bidang Hortikultura 2 ekor dan di BPPSBP sebanyak 2 ekor.

Untuk pembagian daging kurban ini  dibagi 1 kelompok sebanyak 7 orang dan seluruh ASN, PTT, Cleaning Service, Security dan Masyarakat Sekitar akan mendapatkan pembagian berupa kupon yang dapat ditukarkan langsung dari hasil penyembelihan.

 

Pewarta : Oman Moningka – Dinas Pertanian

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

 

SUWAWA – Menindaklanjuti instruksi Gubernur Gorontalo Rusli Habibie untuk membangun jembatan Molintogupo secara permanen beberapa waktu lalu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Gorontalo melakukan peninjauan ke lokasi.

Peninjauan ini dilakukan oleh Handoyo Sugiharto, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) didampingi Kepala Bidang Bina Marga Abdul Fandit Ahmad, Kepala Seksi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Zulkarnain Habibie serta Kepala Seksi Pembangunan Jalan dan Jembatan Suratman Giu, Senin (12/08/2019)

“Tadi pagi kami sudah meninjau secara bersama-sama dengan PUPR Bone Bolango ini bagian dari rencana pembangunan Jembatan Molintogupo. Pembangunnya sudah masuk dalam rencana kerja (Renja) tahun 2020” Kata Handoyo Sugiharto.

Menurut Handoyo Sugiharto, posisi Jembatan Molintogupo terletak pada lengkungan sungai yang dapat merusak fisik jembatan, sehingga titik koordinat untuk pembangunan jembatan yang baru nanti akan berubah.

“Titik koordinatnya akan digeser, karena lokasi jembatan lama berada pada lengkungan sungai yang mengakibatkan terjadinya turbolensi aliran air Sungai Bone, ini membahayakan,” jelas  Handoyo Sugiharto

Dari hasil peninjauan, Handoyo Sugiharto memaparkan lokasi pembangunan Jembatan Moluntogupo akan digeser 500 meter dari titik jembatan yang lama dan menunggu kajian serta evaluasi teknis.

“Dengan jarak sekitar 500 meter ke arah barat atau hilir didapati sutu lokasi yang lurus dengan bentang 2×35 meter atau sekitar 70 meter. Nah itu kita akan hitung untuk pembangunan jembatan beton dengan panjang sekitar 70 meter,” kata Handoyo Sugiharto.

HAndoyo juga berharap Pemda Kabupaten Bone Bolango dapat memfasilitasi  pengadaan lahan sehubungan dengan lokasi pembangunan Jembatan Molintogupo yang baru, karena berada pada lokasi  Pompa Air Tanpa Mesin (PATM) dan ujung luarnya ke arah Desa Molintogupo.

“Pemerintah dan masyarakat Kecamatan Suwawa Selatan berterima kasih kepada pak Gubernur Gorontalo Rusli Habibie atas perhatiannya untuk membangunan jembatan Molintogupo, kami mendukung dengan sepenuhnya karena ini akan dinikmati oleh masyarakat dua kecamatan” kata Oktavianus Tangahu, Camat suwawa selatan

 

Pewarta : Yudi – Dinas PUPR

Dipublikasikan pada Kabupaten Bone Bolango
© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo