>

GORONTALO –Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Provinsi  Gorontalo memberikan penguatan Tim Pencegahan Napza Berbasis Masyarakat (TPPNBM) kepada 25 orang yang.

Ke25 orang ini terdiri dari pengurus dan anggota Tim Pencegahan Penyalahgunaan Napza Berbasis Masyarakat (TPPNBM) Kelurahan Siendeng Kecamatan Hulonthalangi Kota Gorontalo.

Selama sehari, 29 Mei 2019 peserta dilatih dan dibekali pengetahuan untuk pencegahan Napza di Rumah Singgah Ummu Syahidah Provinsi Gorontalo.

Pembekalan ini  dibuka oleh Iskandar Misilu , Sekertaris Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Provinsi  Gorontalo. Iskandar Misilu dalam sambutannya menyampaikan korban penyalahgunaan Napza  identik dengan mereka yang bekerja di bawah tekanan dan mengutamakan stamina.

“Melalui Dinas Sosial secara berkesimbunngan melakukan pencegahan dan penanganan Napza, hal ini dilakukan sedini mungkin untuk mengoptimalkan dan memaksimalkan pemberantasan penyalahgunaan Napza, “ kata Iskandar Misilu.

Dibentuknya Tim Pencegahan Penyalahgunaan Napza Berbasis Masyarakat(TPPNBM) Kelurahan yang direkrut dari tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda kelurahan Siendeng ini diharapkan memiliki kinerja yang meningkat untuk mencegah peredaran Narkoba di kalangan masyarakat tingkat lokal.

TPPNBM juga diharapkan memberikan bekal pengetahuan dan wawasan kepada tokoh masyarakat/pemuda dan tokoh agama untuk mengurangi angka kejadian penyalahgunaan Napza.

 

Pewarta : Yoan Talib – Dinas Sosial

Dipublikasikan pada Kota Gorontalo

GORONTALO – Sebanyak 40 orang mengikuti bimbingan teknis Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Tingkat Provinsi Gorontalo Tahun 2019 di Hotel Damhil  Kota Gorontalo.

Bimbingan teknis Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) yang dilaksanakan Dinas Sosial Pemberdayaan perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Gorontalo ini dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan dasar tentang  PSM.

Pengetahuan yang menjadi bekal petugas di lapangan ini meliputi pengenalan, pemahaman, dan pendalaman informasi dasar yang berkaitan dengan Pekerja Sosial Masyarakat secara khusus dan penyelenggara kesejahteraan sosial pada umumnya.

“Pekerja Sosial Masyarakat harus selalu melakukan identifikasi masalah dengan tokoh masyarakat dan petugas sosial lainnya,” kata Risjon Kujiman Sunge, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Gorontalo, Jumat (31/5/2019).

Risjon Kujiman Sunge menambahkan pembekalan para Pekerja Sosial Masyarakat ini telah dilaksanakan pada 15- 16 Mei 2019 lalu dan berharap peserta sudah dapat mempraktekkan keterampilan dan pengetahuannya.

PSM juga dituntut memiliki data PMKS di masing-masing wilayah kerja dan wajib untuk melaksanakan penyuluhan sosial.

“Harapan dari kegiatan ini adalah PSM mampu meningkatkan koordinasi dan mensinergikan program, meningkatkan pemahaman tupoksi sebagai relawan sosial, mampu membangun jaring kerja dengan TKSK atau instansi lainnya, tidak pilih kasih dalam azas keimbangan dan kesamaan dalam pemberian bantuan, kata Kepala Bidang Kelembagaan dan Kemitraan Dinas Sosial Provinsi Gorontalo, Achmad Isnayani RM Taba.

Peserta yang mendapat bimbingan teknis ini berasal dari kabupaten kota di Provinsi Gorontalo.

Dalam kegiatan ini juga hadir Kepala seksi Pekerja sosial dan Pengembangan SDM dan kesejahteraan Sosial, Sumarno Hasan.

 

Pewarta : Yoan Talib – Dinas Sosial

Dipublikasikan pada Kota Gorontalo

KOTA GORONTALO, Humas – Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim kembali dipercaya untuk menjabat sebagai Komisaris Wilayah (Komwil) Alkhairaat Provinsi Gorontalo untuk masa khidmat tahun 2019-2024. Pada periode sebelumnya tahun 2013-2018, Wagub Gorontalo dua periode tersebut juga menduduki posisi sebagai Ketua Komwil Alkhairaat Gorontalo.

Pengurus Komwil Alkhairaat Provinsi Gorontalo masa khidmat 2019-2024 dilantik dan dikukuhkan oleh Sekretaris Jenderal Pengurus Besar (PB) Alkhairaat, Ridwan Yalidjama, di aula rumah jabatan Wakil Gubernur Gorontalo, Kamis (30/5/2019).

Dalam sambutannya Sekjen PB Alkhairaat mengatakan ada tiga hal yang sudah hampir hilang dalam perhimpunan Alkhairaat, yaitu hilangnya kaderisasi, hilangnya konsolidasi, dan rapuhnya kelembagaan. Ridwan menegaskan, organisasi apa saja jika ketiga hal itu sudah mulai hilang, maka pasti tidak akan berkembang.

“Alkhairaat itu punya militansi, tapi itu dulu. Sekarang zaman berubah dari orientasi keilmuan, akhlak dan kemandirian, menjadi orientasi materialistis. Ini tantangan yang dihadapi oleh pengurus Komwil Alkhairaat Gorontalo yang baru untuk memperkuat kelembagaan Alkhairaat,” ujar Sekjen Alkhairaat.

Ridwan menilai dari seluruh kepengurusan Alkhairaat di daerah, Komwil dan Komisariat Daerah (Komda) Alkhairaat di Provinsi Gorontalo termasuk dalam kelembagaan organisasi yang baik.

“Ini bukan mengada-ada, karena Islam mengajarkan kepada kita untuk mengatakan yang sebenarnya walaupun itu pahit,” tegasnya.

Sementara itu Ketua Komwil Akhairaat Provinsi Gorontalo, Idris Rahim, bertekad untuk mengembangkan Alkhairaat sesuai dengan misinya sebagai organisasi yang fokus pada bidang pendidikan, keagamaan, sosial dan dakwah.

“Langkah pertama tentunya kita akan mengevaluasi permasalahan yang dihadapi Komwil Alkhairaat, kemudian mencari solusi atas permasalahan itu yang ditetapkan melalui program kerja Komwil,” tutur Idris.

Secara defacto, Alkhairaat yang didirikan pada tahun 1930 oleh Habib Idrus bin Salim Aljufrie atau akrab disapa dengan panggilan Guru Tua, saat ini sudah ada di 18 provinsi di Indonesia. Sedangkan secara dejure, Alkhairaat ada di 23 provinsi di seluruh Indonesia.

Pewarta : Haris - Humasprov

Dipublikasikan pada Kota Gorontalo

GORONTALO – Bandar udara Jalaluddin Tantu Gorontalo akan mengoptimalkan sistem keamanan bandara dan penerbangan sebagai upaya peningkatan kualitas layanan selama arus mudik dan balik Idulfitri 2019 ini.

Bandar udara Jalaluddin Tantu Gorontalo merupakan salah satu dari 36 bandara yang ditunjuk sebagai titik pengendalian angkutan lebaran.

Pernyataan ini disampaikan oleh Kolonel (Lek) Power Sihaloho, Kepala Bandara Udara Jalaluddin Tantu Gorontalo.

Menurut Kolonel (Lek) Power Sihaloho angkutan lebaran tahun ini dilaksanakan selama 16 hari, mulai 29 Mei hingga 13 Juni 2019. Puncak arus lebaran diperkirakan terjadi pada 30-31 Mei.

Pada masa tersebut, Kolonel (Lek) Power Sihaloho juga meminta perhatian semua pihak untuk meninjau dan memastikan kemampuan dan kapasitas operasinal bandara terkait fasilitas, personal dan persediaan.

“Kami juga memperhatikan semua pelayanan di area sisi uadar termasuk overlay mulai 29 Mei sampai dengan 13 Juni,” kata Power Sihaloho, Kamis (30/5/2019).

Beberapa hal lain yang menjadi perhatiannya yang disampaikan saat apel angkutan lebaran di bandara Jalaluddin Tantu Rabu lalu, adalah memastikan tingkat keselamatan keamanan serta pelayanan bandara terkait operasi pesawat udara, penumpang dan barang.

Konsistensi pemeriksaan keamanan terhadap penumpang dan barang harus sesuai prosedur, termasuk memasang lampu penerangan yang cukup dan tidak membahayakan keselamatan penerbangan pada area yang gelap di daerah keamanan terbatas.

“Kami juga melakukan publikasi notam apabila dilakukan perpanjangan atau pun perubahan sementara jam operasional bandara terkait jadwal penerbangan selama angkutan udara lebaran ini,” jelas Power Sihaloho.

Pada apel angkutan lebaran di bandara ini juga dihadiri Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo, Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) Gorontalo, Kantor  Kesehatan Pelabuhan Kelas III, kantor BMKG, Balai Karantina Pertanian Kelas II, Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I, PT Angkasa Pura Suport, Kantor Unit Angkasa Pura Logistik, Garuda Indonesia, Lion Air, Citilink, Koperdjal Angkasa, dan Basarnas.

 

Pewarta : Monika Oktaviarini - Perhubungan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Pemerintah Provinsi Gorontalo meminta penerapan ticketing kapal penyeberangan (fery) menggunakan system online.

Permintaan ini disampaikan oleh Jamal Nganro, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo saat memimpin Apel gelar pasukan Posko Terpadu Angkutan Lebaran 1440 H/2019, Rabu lalu

Permintaan ini berdasar hasil evaluasi pelaksanaan angkutan lebaran tahun 2018, terdapat beberapa hal yang menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk ditingkatkan dalam pelayanan terhadap pemudik di pelabuhan penyeberangan.

Penerapan Sistem ticketing online ini diharapkan akan mengurangi penumpukan penumpang di pelabuhan. Sistem ini diharapkan membuat masyarakat pengguna kapal fery  lebih nyaman dalam melakukan pemesanan.

“Jangan sampai masyarakat menumpuk berjubel-jubel saat memesan tiket di pelabuhan penyeberangan,” kata Jamal Nganro, Kamis (30/5/2019).

Perhatian Pemerintah Provinsi Gorontalo ini juga diharapkan akan meningkatkan kualitas pelayanan terhadap pemudik di pelabuhan penyeberangan. Warga yang menggunakan moda angkutan laut ini merupakan warga yang ada di sekitar Teluk Tomini.

Jamal juga meminta para petugas mengedepankan kesabaran dan memberikan pelayanan, serta senantiasa memposisikan diri sebagai pelayan masyarakat yang dapat diandalkan.

Tahun 2019 ini upaya yang dilakukan adalah penjualan tiket dilakukan H-3 sebelum kapal berangkat, pada saat angkutan lebaran (H-7 hingga H+7) setiap hari ada layanan kapal fery sehingga masyarakat tidak perlu khawatir tidak dapat mudik.

 

Pewarta : Monika Oktaviarini - Perhubungan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo mengadakan Apel Gelar Pasukan Posko Terpadu Angkutan Lebaran 1440 H/2019, Rabu (29/5/2019).

Apel akbar yang digelar di Pelabuhan Penyeberangan Gorontalo ini diikuti oleh sejumalh instansi, antara lain Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah  XXI Provinsi Gorontalo, KSOP Kelas III Gorontalo, Polsek KP3 Gorontalo, Perwakilan dari unsur TNI/POLRI, Basarnas, KKP Gorontalo, serta stakeholder lainnya.

Dalam kegiatan ini, Jamal Nganro Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo bertindak selaku pembina apel.

Dalam sambutannya, Jamal Nganro mengatakan salah satu tujuan dibentuknya Posko Angkutan Lebaran Terpadu tahun 2019 adalah untuk memantapkan koordinasi antarpetugas instansi terkait serta pihak-pihak di luar pemerintah, termasuk asosiasi dan lembaga masyarakat yang terlibat langsung dalam penyelenggaraan angkutan lebaran.

Periode Posko Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2019 ini dimulai pada H-7-H+7, dari 29 Mei hingga 13 Juni 2019 atau selama 16 hari .

Jamal Nganro menjelaskan sebagai  tindak lanjut  Instruksi Presiden Nomor 3 tahun 2004 tentang Koordinasi Penyelenggaraan Angkutan Lebaran Terpadu, Kementerian Perhubungan sebagai koordinator pusat bersama dengan seluruh stakeholder terkait.

Semua unsur ini terlibat dari persiapan awal melalui koordinasi, evaluasi, kajian-kajian dan survey-survey lapangan bersama, semua itu untuk mewujudkan penyelenggaraan angkutan lebaran yang lebih baik.

Tagline angkutan lebaran kali ini adalah mudik bareng asyik lancar,” kata Jamal Nganro, Kamis (30/5/2019).

Untuk mewujudkan “mudik bareng asyik lancar“ pemerintah telah membuat beberapa kebijakan-kebijakan dalam hal pengaturan lalu lintas dan angkutan yang akan diterapkan. semua kebijakan ini berorientasi kepada semangat dan kepentingan yang lebih besar bagi masyarakat, agar pelaksanaannya berjalan dengan baik.

“Aparat petugas di lapangan diharapkan dapat melaksanakan tugas dengan baik, sehingga dapat memberikan kontribusi yang optimal untuk kelancaran angkutan lebaran,” ujar Jamal Nganro.

Para petugas ini harus mengedepankan kesabaran dan memberikan pelayanan, serta senantiasa memposisikan diri sebagai pelayan masyarakat yang dapat diandalkan.

 

Pewarta : Monika Oktaviarini - Perhubungan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Ada yang unik dari program pasar murah yang dikemas dalam Bakti Sosial dan NKRI Peduli yang ke 109 kali ini.

Jika sebelumnya disetiap pelaksanaan NKRI peduli masyarakat hanya bisa menikmati satu di antara dua program (pasar murah atau santunan baznas) kali ini 1500 masyarakat kurang mampu yang ada di Kecamatan Kota Timur dan sebagian masyarakat Kabupaten Bone Bolango, dimanjakan dengan pasar murah sekaligus santunan dari baznas.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menyampaikan khusus untuk hari ini, Pemprov sengaja menghadirkan program pasar murah sekaligus masyarakat mendapatkan santunan dari baznas. Nantinya uang itu untuk dibelanjakan di pasar murah dan subsidi serba 5000 rupiah.

“Jadi hari ini beruntunglah masyarakat yang ada di Kota Timur dan sekitarnya, mendapatkan program serba lima ribu dan santunan baznas masing masing Rp100 ribu dan ini akan terus kita lanjutkan sampai akhir masa jabatan saya,” Kata Gubernur pada pelaksanaan Bakti Sosial dan NKRI Peduli yang dirangkaikan dengan Safari Ramadan di Kecamatan Kota Timur, Rabu, (29/5/2019).

Gubernur dua periode ini juga tak lupa berpesan kepada masyarakat yang hadir, untuk tidak percaya dan tidak menyebarkan segala macam isu atau berita hoaks. Menurutnya akhir akhir ini media sosial di Indonesi sedang krisis akan maraknya berita berita hoaks utamanya terkait pemilu 17 April Yang lalu

 “Hindari berita berita hoaks, pintar pintarlah memilih dan memilah informasi. Saya yakin masyarakat gorontalo tidak mudah ditipu. Pesta demokrasi sudah usai, siapapun yang terpilih harus dihormati dan dihargai sebagai bagian dari proses demokrasi di Indonesia khususnya di Provinsi Goronralo,”tandasnya.

Dalam pasar murah tersebut bahan pokok yang disubsidi berupa beras 7,5 ton, minyak kelapa 1.500 liter, gula pasir 1,5 ton, telur 15.000 butir, dan ikan segar 750 kg.

 

Pewarta : Echin-Humas

Dipublikasikan pada Kota Gorontalo

GORONTALO – Sebanyak 30 kaum dhuafa menerima bantuan dari Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radio Republik Indonesia (RRI) Gorontalo yang diserahkan oleh Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim.

Penyerahan bantuan ini dilakukan di halaman RRI Gorontalo, Rabu (29/5/2019).

Bantuan yang diserahkan merupakan sumbangan dari masyarakat pendengar dan pemerhati RRI Gorontalo yang dikemas melalui program Puasa Orang Susah (POS).

“Bantuan ini merupakan sumbangsih seluruh pendengar dan pemerhati RRI Gorontalo yang peduli dengan saudara-saudara kita yang kurang mampu dan sedang menjalankan ibadah puasa,” kata Ahmad Bahri, Kepala RRI Gorontalo.

Ahmad Bahri menjelaskan, penerima bantuan program POS diperoleh melalui observasi oleh tim liputan RRI Gorontalo. Untuk menemukan warga yang layak dibantu, tim liputan POS bahkan harus rela berjalan kaki dengan jarak yang cukup jauh, menyeberangi sungai, bahkan hingga mendaki perbukitan di pedesaan yang ada di wilayah Provinsi Gorontalo.

“Tidak ada hasil rekayasa. Kriteria pertama harus berpuasa dan benar-benar orang yang kurang mampu,” jelasnya.

Sementara itu Wagub Idris Rahim dalam sambutannya pada kesempatan itu mengapresiasi program POS RRI Gorontalo. Menurutnya, program yang pertama kali digagas pada tahun 2007 tersebut sangat membantu pemerintah daerah dalam mengentaskan kemiskinan di Provinsi Gorontalo.

Bahkan melihat besarnya hasil sumbangan yang terkumpul, Idris menyarankan agar RRI Gorontalo dapat membuat program-program lainnya yang mampu menggalang sumbangan dari masyarakat yang kemudian disalurkan kepada warga yang membutuhkan bantuan.

 “Saya melihat kepercayaan masyarakat kepada RRI cukup besar. Oleh karena itu saya berharap RRI terus berperan menyampaikan informasi dan mengajak masyarakat untuk saling peduli dan membantu sesama,” tandas Idris.

Sejak dimulai pada awal Ramadan 1440 Hijriah hingga ditutup pada tanggal 27 Mei 2019, total sumbangan program POS berupa uang tunai sebanyak Rp160.288.500, beras 5.965 kg, gula 781 kg, telur 1.296 butir, dan minyak goreng 264 liter. Selain itu ada juga beberapa jenis bahan pokok lainnya seperti mie instan, susu kaleng, ikan kaleng, teh, kopi, serta makanan siap saji.

Keseluruhan bantun itu dibagikan kepada 30 kaum dhuafa, masing-masing menerima uang tunai sebesar Rp5,3 juta, beras 200 kg, gula pasir 25 kg, minyak goreng 10 kg, serta bahan pokok lainnya.

 

Pewarta : Haris - Humas

Dipublikasikan pada Kota Gorontalo

LIMBOTO – Sebanyak 4 bus di Terminal Isimu Kabupaten Gorontalo mendapat inspeksi keselamatan lalu lintas dan angkutan lebaran (Rampcheck) oleh Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo.

Rampcheck H-7 ini merupakan yang kedua kalinya dilakukan dalam menyongsong arus mudik dan arus balik Hari Raya Idulfitri. Sebelumnya, pada H-15 Dinas Perhubungan dan instansi terkait juga melakukan hal yang sama.

“Rampcheck di Terminal Isimu ini yang kedua kali setelah sebelumnya dilakukan pada H-15. Kami ingin memastikan masyarakat yang mudik dengan kendaraan angkutan umum terjamin keselamatan, kemanan dan kenyamannya,” kata kata Jamal Nganro, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo, Rabu  (29/5/2019).

Inspeksi ini dilakukan Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo bersama Direktorat Lalu Lintas dan Direktorat Narkoba Polda Gorontalo, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XXI dan Petugas Penguji Kendaraan Bermotor (IPKBI).

Pada hari yang sama, Dinas Perhubungan juga melakukan inspeksi keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan di Terminal Dungingi, Kota Gorontalo.

Total kendaraan yang diperiksa di Terminal Dungingi sebanyak 12 unit, yang terdiri tujuan Bitung Sulawesi Utara 5 unit, tujuan Manado Sulawesi Utara  2 unit, tujuan Kotamobagu Sulawesi Utara  2 unit, tujuan Palu Sulawesi Tengah 2 unit, dan tujuan Anggrek (angkutan perintis) 1 unit.

Dari 12 unit kendaraan di Terminal Dungingi Kota Gorontalo, petugas menyatakan semuanya laik jalan.

Jamal Nganro menjelaskan pelaksanaan ramcheck ini meliputi 3 tahapan, tahap awal dilaksanakan pada H-15, rampcheck kedua H-7, dan terakhir pada H-3.

 

Pewarta : Monika Oktaviarini - Dishub

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo

GORONTALO - Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo melaksanakan buka bersama yang diikuti oleh para pejabat administrator, pengawas, pelaksana dan seluruh Aparat Sipil Negara (ASN), Pegawai Tidak Tetap (PTT).

Buka puasa  pada Rabu (29/5/2019) ini juga dirangkaikan dengan penyerahan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi PTT di aula dinas.

“Buka puasa bersama ini untuk mempererat tali silaturrahim bagi keluarga besar dinas arpus,” kata Yosep P Koton, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo.

Yosep P Koton mengungkapkan, di bulan Ramadan ini ASN telah menyisihkan rezeki untuk diberikan kepada PTT, nilainya tidak seberapa akan tetapi semangat kebersamaannya yang luar biasa.

“PTT tidak mendapatkan alokasi THR tapi ASN dengan ikhlas berbagi dengan mereka,” ujar Yosep P Koton.

Buka puasa bersama ini diisi dengan ceramah agama yang disampaikan oleh Ustad H Abdul Karim Tudje, seorang mubalig kawakan di Gorontalo. Dalam tausiyahnya,  Abdul Karim Tudje mengatakan pada bulan yang penuh berkah ini selayaknya manusia saling berbagi kepada saudaranya kurang mampu.

Sikap saling bantu ini juga harus dilakukan di luar bulan Ramadan sehingga keberkahan rezeki terus berlimpah. Memberi sedekah tidak akan mengurangi harta, bahkan harta akan semakin bersih dan berlimpah.

Pewarta : Suleman - Dinas Arpus

Dipublikasikan pada Kota Gorontalo
© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo