>

GORONTALO – Ayo cicipi pangan lokal Gorontalo yang khas dan gratis di stand pameran arena Gorontalo Karnaval Karawo, Kota Gorontalo.

Pameran makanan ini merupakan dukungan Dinas Pangan untuk mengenalkan produk makanan yang menjadi salah satu dari 16 subsektor ekonomi kreatif dalam upaya mendukung program Pemerintah Provinsi Gorontalo.

Keikutsertaan Dinas Pangan ini untuk menyukseskan dan mengenalkan pangan lokal ciri khas Gorontalo. Beragam kue dan sajian makanan pangan  lokal ini dibagi secara gratis ke pengunjung di stand pameran, Sabtu (5/10/2019).

Sutrisno, Kapala Dinas Pangan Provinsi Gorontalo mengatakan program gelar pangan sangat bermanfaat untuk pengunjung, mereka dapat mengetahui cara mengolah pangan lokal dengan berbagai macam varian produk seperti kue tradisional dan sajian makanan lainnya.

“Olahan pangan lokal memiliki nilai tambah ekonomi yang umumnya diciptakan oleh kaum perempuan. Penambahan nilai ini dapat meningkatkan nilai jual yang pada gilirannya akan meningkatkan kesejahteraan,” kata Sutrisno.

Sutrisno mengingatkan, menu pangan lokal harus memperhatikan kandungan nilai gizi yang seimbang dan aman untuk dikonsumsi.

Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan, Zakiya Beserewan selaku penanggung jawab pameran Gelar Pangan  menuturkan di stand ini juga akan dijual berbagai macam produk sagela dan aneka pangan organik salah satunya pangan lokal dari sagu Diniyohu yang akan disajikan gratis kepada pengunjung di stand gelar pangan..

“Silakan berkunjung ke arena pameran, kami juga menyediakan berbagai macam produk sagela dan aneka pangan organik” ujar Zakiya Beserewan.

 

Pewarta : Hariman - Dinas Pangan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

BOALEMO – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Gorontalo terus memastikan layanan infrastruktur jalan terus ditingkatkan, termasuk di daerah pinggiran yang jauh dari ibu kota provinsi.

Pemerataan layanan infrastruktur hingga ke pelosok ini merupakan perwujudan visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Gorontalo.

Salah satunya adalah pembangunan ruas jalan Tangkobu-Pentadu di Kabupaten Boalemo.

 

Bahkan Kepala Bidang Bina Marga PUPR Provinsi Gorontalo, Abdul Fandit Ahmad sudah melakukan peninjauan dan pengawasan di beberapa pekerjaan peningkatan ruas jalan provinsi di daerah ini pada pertengahan September 2019 lalu.

“Pada Rabu (18/09/2019) kami sudah melakukan monitoring pekerjaan ruas jalan yang berada di Boalemo,” kata Abdul Fandit, Sabtu (5/11/2019).

Menurut Abdul Fandit pekerjaan Pembangunan Jalan Tangkobu-Pentadu yang Martual Check 0 persen (MC0) atau titik awal pekerjaannya yang dimulai dari Desa Bubaa dan ujungnya di desa Lito Kecamatan Paguyaman Pantai.

“Semoga pembangunan jalan ini daapt dimanfaatkan masyarakat, mendukung pekerjaan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat” ujar Abdul Fandit Ahmad.

Kepala Bidang Bina Marga ini berharap pembangunan jalan yang menggunakan anggaran APBD pada Dinas PUPR Provinsi Gorontalo, sebesar Rp7,027 miliar ini bisa bermanfaat, serta bisa menggerakkan pertumbuhan ekonomi di kecamatan Paguyaman Pantai.

“Kami selalu optimistis pembangunan jalan yang panjangnya 3180 meter ini bisa meningkatkan perekonomian serta kesejahteraan masyarakat. Karena pemerataan pembangunan infrastruktur yang merata hingga ke pelosok-pelosok merupakan wujud visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Gorontalo” papar Abdul Fandit Ahmad

 

Pewarta : Yudi – Dinas PUPR

Dipublikasikan pada Kabupaten Boalemo

GORONTALO - Farel (11) siswa SD Muhammadiyah, Kota Utara, Kota Gorontalo baru 2 hari mengiris serat lain untuk membuat sulaman karawo. Berbekal midangan, kain, jarum dan silet ia pilih serat kain yang hendak dipotong.

Sesekali seorang wanita paruh baya mengarahkan cara yang mudah untuk mengiris serat agar tidak rusak. Farel tidak sendiri, ada Nurfadila (12), dan Nisa (9) dan seorang gadis kecil yang juga sama-sama pakai seragam sekolah, mereka bergantian melakukan pengirisan, penyulaman dan mengikat serat kain.

Siswa sekolah dasar ini sedang menyelesaikan pola motif geometris di ajang Mokarawo Traditional Handmade atau lomba mengiris, menyulam dan mengikat yang diikuti banyak kelompok wanita pengrajin sulam karawo.

Para siswa ini tidak ikut lomba, keterampilan ini adalah eksibisi untuk memeriahkan Mokarawo Traditional Handmade di Bele li Mbui, salah satu rangkaian Gorontalo Karnaval Karawo (GKK).

"Kami hanya memperlihatkan bahwa pembinaan sulaman karawo pada anak-anak ini benar-benar kami lakukan," kaya Delvi Akase, staf Dinas Perindustrian Kota Gorontalo, Jumat (4/10/2019).

Delvi Akase menjelaskan sejak 2 tahun Pemerintah Kota Gorontalo melalui Dinas Perindustrian memprogramkan pembinaan sulaman karawo pada siswa sekolah dasar. Diakuinya oembinaan ini tidak intensif dengan mengenalkan kemampuan dasar membuat sulaman seperti mengiris serat lain, menyulam dan mengikat. Pekerjaannya pun masih sekitas pembuatan pola yang sederhana.

"Kami senang membuat karawo, tidak susah tapi juga tidak boleh cepat-cepat," kata Farel.

Mokarawo Traditional Handmade merupakan bagian dari pesta besar Gorontalo Karnaval Karawo, salah satu dari  100 Calendar of Event Kementerian Pariwisata.

Dalam lomba ini diikuti puluhan peserta dari kelompok-kelompok usaha sulam karawo di Gorontalo.

"Kami terus mendorong tumbuh kembangnya kerajinan tradisional Gorontalo ini melalui bidang Ekonomi Kreatif," kata Rifli Katili, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo.

Upaya pemuliaan kerajinan ini dilalukan dengan pembinaan dan pelatihan, yang pada akhir kegiatan adalah pesta kaum pengrajin karawo, Gorontalo Karnaval Karawo.

Tekad Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Pariwisata dalam memajukan kerajinan ini dilalukan dengan kolaborasi dengan berbagai instansi seperti Bank Indonesia dan Dinas Perindustrian.

"Gorontalo Karnaval Karawo adalah sarana mengenalkan sulaman ini kepada dunia," kata Ivone Reane Larekeng, Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata.

Ivone Larekeng yakin, upaya mengenalkan sulaman tradisional ini terus dilalukan melalui banyak cara, menggelar festival, promosi online dan offline dan jalur lainnya.

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Para pengrajin dan mereka yang terkait  perdagangan Sulaman Karawo saat ini sedang disibukkan dengan produksi.

Mereka harus memenuhi permintaan pasar yang terus  meningkat, termasuk pesanan dari luar Gorontalo yang terus mengantre.

"Permintaan sulaman karawo makin banyak, ada kenaikan 50 persen sejak digelar festival Gorontalo Karnanal Karawo," kata Nining Abdurahman Arif (35), Ketua Koperasi Wanita Metalik Jaya, Sabtu (5/10/2019).

Untuk memenuhi permintaan ini, ia harus menggerakkan 30 orang anggotanya, para anggota koperani ini juga dibantu keluarganya. Sehingga pekerjaan penyulaman karawo ini sesungguhnya melibatkan banyak orang.

"Memang kewalahan, tapi ini juga menyenangkan semua orang," sambung Nining Abdurrahman Arif.

Diakuinya, pasar luar daerah semakin terbuka sejak Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo dan Bank Indonesia menggelar Festival Gorontalo Karnaval Karawo. Kaum ibu di luar daerah tertarik dengan sulaman ini melalui media sosial, mereka kemudian memburunya melalui media internet.

"Mereka tertarik karena prosesnya yang rumit, mulai dari pencabutan serat kain, menyulam dan mengikatnya," kata Nining.

Jilbab adalah pesanan yang paling laris. Bunga-bunga sulaman karawo yang menghias di kain menjadi pemanis siapapun yang memakainya. Pasar jilbab karawo memang sedang bergeliat.

Jauh dari Ibu Kota Provinsi Gorontalo, Briskawati yanh warga Desa Diloato Kecamatan Paguyaman Kabupaten Boalemo menghentikan pesanan tas karawo hingga 3 bulan ke depan.

Ia dan pekerjanya tak sanggup lagi memenuhi permintaan pasar, termasuk 400 buah tas karawo pesanan dari Prancis.

"Hingga 3 bulan ke depan kami menghentikan pemesanan, kami masih fokus pada penyelesaian pesanan yang sudah ada," kata Briskawati.

Seperti sebuah lokomotif kereta api, Festival Gorontalo Karnaval Karawo ini telah membawa gerbong ekonomi para pengrajin melesat. Mereka harus memgikuti irama yang tinggi sambil meningkatkan kualitasnya.

Di Gorontalo tidak hanya Nining Abdurrahman Arif dan Briskawati, ada ribuan pengrajin yang setiap hari menekuni sulaman ini, mulai dari desainer, pengiris serat kain, dan penyulamnya. Belum terhitung mereka yang terlibat dalam jaringan perdagangannya.

Yang juga kecipratan kue ini adalah jasa ekspedisi, kuliner, juga penyedia kebutuhan bahan baku.

Roda ekonomi yang terus membaik dengan tingkat pertumbuhan di atas rata-rata nasional. Salah satu sumbangan geliat ekonomi ini berasal dari sektor pariwisata. Pariwisata Gorontalo memang sedang tumbuh, desa-desa yang memiliki potensi menganggarkan dananya untuk mempercantik diri, mengenalkan river tubing, jungle tracking, hiu paus, tarsius, pantai, mangrove, kuliner, kesenian, adat budaya hingga peninggalan masa lalu.

Potensi alam dan budaya yang dimiliki desa-desa ini bukan cerita di atas kertas, setidaknya ada 6 desa di kawasan penyangga taman nasional Bogani Nani Wartabonedi Kabupaten Bone Bolango yang mengembangkan ekowisata, juga di Kabupaten Pohuwato, Boalemo, Gorongalo Utara, dan Kabupaten Gorontalo.

Kekuatan lain yang turut mendukung pengembangan pariiwisata adalah para stakeholder seperti penerbangan, travel, hotel, jasa kepemanduan, dan pelaku usaha ekonomi kreatif. Peran dan kerjasama antarlembaga ini menghasilkan sinergi yang dibutuhkan semua pihak.

“Pariwisata memang menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi Gorontalo. Masyarakat dan pemerintah desa  juga sangat antusias mengembangkan potensinya,” kata Rifli Katili, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo.

Keseriusan pemerintah menggarap sektor pariwisata ini juga telah mengubah Gorontalo dari daerah transit wisatawan nusantara dan mancanegata menjadi daerah tujuan pariwisata. Namun jumlah kunjungan wisatawan ini harus ditingkatkan agar dapat memberi manfaat lebih beaar lagi kepada masyarakat.

“Gorontalo memiliki hiu paus, burung maleo, tarsius, babi rusa, keramahan warganya, juga adat istiadat yang memperkaya pengalaman hidup para wisatawan mancaneggara dan nusantara,” papar Rifli Katili.

Dinamika ekonomi pariwisata ini menghasilkan multiplier effect, semua yang saling terhubung langsung maupun tidak merasakan peningkatan ekonomi. Inilah pariwisata sebagai lokomotif penarik gerbong ekonomi Gorontalo.

Dinas Pariwisata menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi, di sisi mikronya geliatnya telah meningkatkan pendapatan, mengurangi pengangguran di desa-desa, dan menjalankan pemerataan kesejahteraan sebab pariwisata tidak mengenal desa atau kota, semua layak dikunjungi.

Namun sejumlah “pekerjaan rumah” masih menunggu agar pesta akbar pariwisata ini lebih menggema dan memiliki multiplier effect lebih besar. Pekerjaaan yang harus diselesaikan adalah memperpanjang waktu perhelatan dan menautkan dengan festival lain di kabupaten dan kota di daerah ini, seperti Festival Pesona Danau Limboto, Festival Pesona Otanaha, Festival Pesona Saronde, Festival Pohon Cinta, dan lainnya

Mengintegrasikan banyak festival ini tidak mudah, namun juga bukan tidak bisa. Koordinasi dan kerja sama terus menjadi jembatan komunikasi agar bisa terwujud, semuanya demi peningkatan pertumbuhan ekonomi, pengurangan pengangguran, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kami memiliki brand Gorontalo the Heart of Celebes yang menegaskan potensi besar pada kekayaan keanekaragaman hayati dan budaya, inilah pariwisata yang berkelas internasional,” kata Ivone Reane Larekeng, Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata.

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Jumat, 04 Oktober 2019 23:24

Pasar Murah Kunjungi Warga Kabila

KABILA – Pemerintah Provinsi Gorontalo kembali menggelar pasar murah untuk membantu kebutuhan pangan warga. Kali ini menyapa warga di Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango, Jumat (4/10/2019).

Warga antusias untuk membeli bahan pokok dengan harga serba Rp5.000,-. Ada delapan bahan pokok yang dijual yakni beras lima kilogram, minyak goreng satu liter, gula pasir satu kilogram dan telur 10 butir. Ada juga ikan tuna dan rempah-rempah seperti bawang merah, bawang putih serta rica masing-masing setengah kilogram.

Delapan paket sembako hanya ditebus dengan harga Rp60.000,-. Sebanyak 1.500 warga yang hadir sebelumnya sudah diberikan kupon melalui Dinas Sosial Provinsi Gorontalo.

“Saya kemarin sempat di bully, dituduh, dicurigai bahwa sembako seperti ini hanya untuk agenda politik. Saya buktikan setelah Pileg dan Pilpres saya tetap jalan terus (untuk gelar pasar murah). Jangan pernah menyakiti dan meninggalkan rakyat yang telah memilih kita,” ungkap Rusli.

Hal menarik lain dari pelaksanaan pasar murah yaitu hadirnya anggota DPR RI Idah Syahidah yang juga istri gubernur. Dirinya sedang berada di Gorontalo usai dilantik beberapa hari lalu. Rusli berharap Idah bisa memperjuangkan kepentingan rakyat khususnya menambah kuota untuk Program Keluarga Harapan (PKH).

“Saya sampaikan ke ibu jika belum ada agenda rapat kamu segera pulang, lihat kebutuhan masyarakat dan itu yang disampaikan ke pemerintah pusat. Kebutuhan PKH kita kira-kira 135 ribu KK. Tahun ini baru sekitar 65 ribu KK. Ini tugasnya ibu,” jelas Rusli.

Mantan Bupati Gorontalo Utara itu berjanji program pasar murah akan terus bergulir hingga akhir masa jabatannya tahun 2022 nanti. Selain untuk meringankan beban pangan warga, pasar murah diharapkan dapat menekan inflasi atau lonjakan harga pangan di pasaran.

Dipublikasikan pada Kabupaten Bone Bolango

GORONTALO – Event pariwisata Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) yang kesembilan kalinya dilaksanakan oleh Pemprov Gorontalo bekerja sama dengan Kantor Perwakilan BI Gorontalo, selain untuk mempromosikan Karawo sebagai sulaman khas Gorontalo, ini juga sebagai ajang untuk menggali kreativitas pengrajin melalui berbagai lomba. Salah satunya lomba Mo “Karawo” Tradisional Handmade yang diselenggarakan di gedung Bele Li Mbui, Jumat (4/10/2019).

Sekda Darda Daraba yang membuka kegiatan tersebut mengatakan, lomba ini mengajak para pengrajin untuk meningkatkan keterampilan dalam rangka mendesain, mengiris, menyulam, dan mengikat.

“Keempatnya ini pasti membutuhkan keterampilan. Kalau keterampilan ini selalu di asah terus menerus maka karawo ini saya pastikan tidak kalah dengan kain kain lainnya,” kata Sekda

Darda berharap perlombaan ini bisa memberikan efek yang baik.

“Kalau ini bisa bagus, bisa meningkatkan keterampilan ibu ibu, bisa memperlihatkan hasil yang memuaskan. Tentunya kalau dipasarkan bisa laku di pasar lokal maupun internasional yang dampaknya bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat Gorontalo itu sendiri,” harap Darda.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Rifli Katili mengatakan lomba Mo “Karawo” Tradisional Handmade merupakan kegiatan yang ke empat dari rangkaian pelaksanaan Gorontalo Karnaval Karawo 2019 yang mengusung tema “Wonderful Celebes”.

Kegiatan ini diharapkan agar para pengrajin ini menemukan pola yang baru sesuai dengan kebutuhan pasar dan layak untuk dijual. Sebab kenapa? Karena Karawo ini tidak lagi milik orang Gorontalo tapi sudah meluas hingga ke manca negara.

 “Ini tentunya satu kebanggaan untuk kita semua,” ujar Rifli

Rifli juga mengatakan, ada yang menarik dari lomba ini, selain diikuti 44 pengrajin Karawo dari kabupaten kota se Provinsi Gorontalo, lomba ini juga mengikut sertakan anak-anak Sekolah Dasar dan SMK.

“Mereka (anak sekolah) bukan peserta tapi diikutkan untuk memotivasi anak-anak yang tujuannya agar mereka punya inovasi , kreativitas dan tidak terpaku pada motiv dan pola yang lama,” tandas Rifli.

Untuk penilaian lomba ini dilihat dari aspek keindahan mengiris, keindahan menyulam dan keindahan mengikat.

 

Pewarta: Nova - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

 

LIMBOTO – Untuk mewujudkan keinginan petani Kabupaten Gorontalo, Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), melaksanakan sejumlah pembangunan jalan yang menunjang kegiatan usaha pertanian.

Pembangunan jalan yang berada di Kabupaten Gorontalo tersebut sebanyak 7 ruas, yang tersebar di beberapa desa yakni Desa Bongomeme, Botumoputi, Pangadaa, Barakati, Ulapato A, Ulapato B dan Diloniyohu.

Ketujuh ruas jalan tersebut memiliki ukuran panjang dan lebar jalan yang bervariasi, sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan ketersedian anggaran yang ada pada Dinas PUPR Provinsi Gorontalo.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Provinsi Gorontalo, Yuliana Rivai menuturkan, tujuan pembangunan jalan usaha tani selain untuk mewujudkan keinginan petani juga untuk mempermudah mengangkut hasil pertanian dan meningkatkan hasil pertanian.

“Pembangunan jalan usaha tani ini, memang merupakan aspirasi dari masyarakat khususnya para petani. Tujuan utamanya adalah untuk memfasilitasi transportasi pada kawasan pertanian, serta memperlancar mobilitas alat dan mesin pertanian, pengangkutan sarana produksi untuk menuju lahan pertanian, dan mengangkut hasil produksi pertanian dari lahan menuju tempat penyimpanan, tempat pengolahan atau pasar,”kata Yuliana Rivai, Kamis (3/10/2019).

Untuk anggaran pembangunannya, Yuliana menjelaskan bahwa sumbernya berasal dari APBD dan APBD-P tahun 2019 yang ada pada Dinas PUPR Provinsi Gorontalo.

“Anggarannya itu bersumber dari APBD dan APBD-P tahun 2019 yang ada pada Dinas PUPR, selain itu ada juga salah satu ruas jalan usaha tani yang pekerjaannya kita swakelolakan dengan TNI,” ungkap Yuliana.

Dengan adanya pembangunan sejumlah ruas jalan usaha tani di Kabupaten Gorontalo, Kabid Cipta Karya itu berharap dapat bermanfaat untuk masyarakat petani.

“Semoga pembangunan jalan pertanian ini memberi manfaat khususnya bagi para petani, karena pembangunan infrastruktur yang merata hingga ke pelosok merupakan salah satu dari program unggulan Gubernur dan Wakil Gubernur Gorontalo.” tuturnya.

Pewarta : Yudi – Dinas PUPR

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo

GORONTALO – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mengurus perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM) atau sekarang disebut Smart SIM. Smart SIM yang diperpanjang yaitu jenis SIM C kendaraan roda dua dan SIM B2 untuk kendaraan alat berat.

Gubernur Rusli memanfaatkan jasa mobil SIM keliling yang mampir di rumah jabatan, Jumat (4/10/2019). Rusli diambil foto dan rekam sidik jari dan tanda tangannya. Untuk pengurusan SIM B2 Gubernur Rusli diarahkan ke Satlantas Polres Gorontalo Kota.

“Alhamdulillah hari ini saya bisa memperpanjang SIM. Sekarang pelayanannya sudah cukup bagus, bahkan sekarang sudah ada pelayanan SIM mobile untuk melayani perpanjangan SIM C dan SIM A,” ucap Rusli.

Mantan Bupati Gorontalo Utara itu menghimbau kepada masyarakat pengguna jalan untuk tidak lalai mengurus administrasi berkendara. Rusli mengaku pernah mendapati sejumah orang yang tidak memiliki SIM masuk ke rumah rumah warga untuk menghindari razia polisi.

“SIM itu kan surat izin mengemudi jadi harus punya izin agar tidak berurusan dengan polisi. Saya juga menghimbau agar mentaati seluruh rambu-rambu lalu lintas. Apalagi sopir angkutan kota karena mereka membawa penumpang,” imbuhnya.

Sementara itu, Kasi SIM Polda Gorontalo Kompol Wawan Andi Susanto mengemukakan, Smart SIM yang diluncurkan oleh Korlantas Mabes Polri 22 September lalu memiliki berbagai keunggulan. Selain sebagai bukti kemampuan mengendarai, Smart SIM merekam data perilaku pengemudi.

 “Jadi di dalam smart sim ini berisi data data forensik kepolisian, kedua berisi data perilaku pengemudi dan yang ketiga ada chip e-money yang bisa digunakan untuk membayar tol atau pembayaran online lainnya,” tuturnya.

Wawan menyebut penerapan Smart SIM di Gorontalo sudah menjangkau semua daerah. Meski begitu, bagi pengendara yang SIM lamanya masih berlaku tetap diakui. Pengurusan Smart SIM bisa dilakukan paling lambat dua minggu sebelum masa berlaku SIM lama berakhir.

 

Pewarta: Isam-Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – sumarwoto, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo memberi materi pada Workshop Pengkajian Kebutuhan PascaBencana (Jitupasna) yang diselenggarakan oleh BPBD Kabupaten Gorontalo Utara di Training Center Hotel Damhil Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Kamis (3/10/2019).

Dalam Paparanya Sumarwoto menjelaskan kebijakan Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam penanggulangan bencana yakni memberikan layanan informasi bencana kepada masyarakat, layanan pencegahan dan kesiapsiagaan bencana.

“Kami juga memberikan bantuan evakuasi dan pertolongan korban bencana dan melaksanakan rehabilitasi dan rekonstruksi serta pemulihan korban bencana baik fisik maupun non fisik,” kata Sumarwoto.

Lebih jauh dijelaskan 5 hal lingkup pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi yakni mulai dari sektor pemukiman, infrastruktur dan sosial,  ekonomi produktif dan multisektor.

Penangananan Bencana harus melibatkan multisektor dan sampai tingkat pemerintahan terbawah di desa atau kelurahan.

Kegiatan Jitupasna membutuhkan bantuan dan keterlibatan dinas teknis untuk menghitung dampak kerugian yang diakibatkan oleh bencana.

Diakhir penyampaiannya, Sumarwoto mengharapkan seluruh stakeholder untuk aktif berperan serta dalam upaya penanggulangan bencana.

“Partisipasi aktif dalam penanggulangan kebencanaan insyaallah bernilai ibadah, salam tangguh, salam kemanusiaan,” ujar Sumarwoto.

 

Pewarta : Iswandi Jusuf - BPBD

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Ada yang manarik dari sajian Karawo Fashion Contest, hadirnya sulaman karawo yang dikombinasi dengan teknik air brush dan batik melalui goresan canting.

Inilah karya Mursidahwaty, peneliti dari Jurusan Seni Rupa dan Disain Universitas Negeri Gorontalo.

Karya busana yang tidak lazim ini merupakan ini merupakan hasil riset 

Teknik airbrush lazimnya digunakan untuk mewarnai kendaraan bermotor, kali ini kehadirannya menjadi pemanis busana bersanding dengan sulaman karawo dan batik.

"Ini hasil penelitian yang diinspirasi dari kehidupan sehari-hari," kata Mursidahwaty, Kamis (3/10/2019).

Perjumpaan teknik airbrush, lenggak-lenggok canting membatik, dan jelujur benang dalam serat kain karawo membentuk kombinasi karawo yang unik, dan bercita-rasa pribadi.

"Semua berasal dari kain putih, ketiga teknik digunakan dalam kain ini, maka sentuhannya sangat pribadi," papar Mursidahwaty.

Karawo Fashion Contest menjadi barometer kemajuan sulaman karawo. 

Kreatifitas selalu menemukan jalannya menjadi penegas kombinasi ketiga teknik ini, tak terduga, memikat dan fashionable.

Ajang adibusana tahunan ini merupakan salah satu rangkaian Gorontalo Karnaval Karawo, salah satu Calendar of Event Kementerian Pariwisata yang digelar di Gorontalo.

Agenda pariwisata ini telah menjadi motor kreatifitas untuk mengembangkan ekonomi.

Para pengrajin sulaman banjir pesanan, semua berpesta merayakan peningkatan apresiasi sulaman karawo ini.

"Melalui Karawo Fashion Contest, sulaman tradisional Gorontalo dikenal luas ke Indonesia, bahkan dunia," kata Rifli Katili, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo.

 

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo