>

GORONTALO – Marten Taha dan Ryan Kono dilantik Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Gorontalo masa jabatan 2019-2024.

Pelantikan yang dihadiri ribuan orang ini dilakukan di rumah jabatan Gubernur Gorontalo, Minggu (2/06/2019).

Dalam sambutannya Rusli Habibie berpesan kepada Marten Taha dan Ryan Kono untuk menyempurnakan pembangunan di periode kedua kepemimpinannya.

“Banyak persoalan Kota Gorontalo yang masih belum selesai dan belum tuntas pada periode kepemimpinan Bapak Marten Taha dan Charles Budi Doku, mudah-mudahan pekerjaan rumah yang belum terselesaikan tersebut akan selesai pada periode kedua”, kata Rusli Habibie.

Beberapa hal yang disoroti Rusli adalah masalah kemiskinan, pengangguran, pemukiman, kemacetan, infrastruktur jalan dan drainase.

“Masalah kemiskinan, pengangguran, pemukiman, kemacetan, masalah infrastruktur jalan dan drainase yang hampir setiap saat ketika hujan menjadi masukan dan kritikan bahkan tak jarang masyarakat datang ketempat saya untuk mengeluhkannya”, papar Rusli Habibie.

Di akhir sambutannya Rusli Habibie atas nama Presiden dan Pemerintah Provinsi Gorontalo mengucapkan selamat kepada Marten Taha dan Ryan Kono.

Marten Taha dilantik berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri nomor 131.75-8493 tahun 2018, tentang pengangkatan Wali Kota Gorontalo. Sementara, Ryan Kono berdasar pada Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri nomor 132.75-8494 tahun 2018, tentang pengangkatan Wakil Wali Kota Gorontalo.

 

Pewarta : Gina – Humas 

Dipublikasikan pada Kota Gorontalo

GORONTALO – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menyatakan sikap kerasnya terhadap maraknya penyakit masyarakat (pekat) di daerah. Salah satunya dengan berkomitmen untuk menertibkan tempat hiburan malam, hotel-hotel, kos-kosan yang diduga menjadi tempat praktek minuman keras dan prostitusi terselubung.

Penegasan tersebut disampaikan Rusli Habibie saat menggelar sahur bersama Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, aktivitis mahasiswa serta sejumlah wartawan bertempat di Warung Upnormal, Kota Gorontalo, Minggu dini hari (2/5/2019).

“Tolong teman-teman mahasiswa bantu kami memberantas penyakit masyarakat ini. Saya bahkan tadi sudah bicara dengan Forkopimda lebih ekstrim, kalo perlu kita bongkar (tempat-tempat maksiat). Saya yang akan pimpin sendiri. Kita bongkar tempat maksiat yang diduga, mohon maaf ini, diduga dibekingi oleh oknum-oknum tertentu,” tegas Rusli.

Sebagai kepala daerah, Rusli mengaku saat bertanggungjawab terkait dengan maraknya praktek miras, narkoba dan seks bebas di Gorontalo. Menurutnya, sudah cukup upaya himbauan dan kampanye yang selama ini ia gaungkan untuk memerangi penyakit masyarakat di daerah yang dikenal dengan sebutan “Serambi Madinah”.

 “Ini Provinsi Gorontalo mulai ramai. Ekonomi tumbuh pesat, fasilitas mulai tumbuh berkembang. Ini menjadi konsekuensi dari kota yang maju. Tapi saya tidak mentolelir apabila dibarengi dengan hal-hal negatif tadi. Saya sebagai gubernur sangat bertanggungjawab dan tidak mentolelir hal-hal yang dapat merusak generasi muda,” imbuhnya.

Sebagai langkah awal, pihaknya meminta kepada Sekretaris Daerah untuk menggelar pertemuan dengan unsur Forkopimda di dalamnya ada Polda, Korem, Kejaksaan dan Pengadilan Tinggi. Ia optimis jika jajaran Forkopimda satu komitmen untuk memerangi penyakit masyarakat di Gorontalo.

 

Pewarta: Isam-Humas

Dipublikasikan pada Kota Gorontalo

GORONTALO – Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie mengaku prihatin melihat kondisi Lemabga Pemasyarakatan yang sudah tidak layak ditempati. Selain karena bangunannya yang sudah tua, Lapas Gorontalo juga sudah melebih kapasitas hunian yang sudah mencapai 600 orang.

Kondisi ini diungkap Rusli Habibie saat berbuka puasa bersama dengan 600 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kota Gorontalo, Sabtu (1/6/2019).

“Semua masyarakat saya perhatikan, termasuk kalian juga. Karena di Lapas Gorontalo ada 600-an orang, lapas ini menjadi sempit. Saya membayangkan, kalian tidur berdesak-desakan, tidak ada kipas angin juga,” kata Rusli Habibie.

Gubernur Rusli menjelaskan, buka bersama ini merupakan wujud perhatian dan kepedulian pemerintah terhadap warga binaan. Bagi Rusli, status tahanan maupun narapidana tidak menghilangkan status mereka sebagai bagian dari warga Gorontalo

 “Hari ini sudah memasuki Ramadan yang ke 27. Alhamdulillah kita semua masih diberikan kesehatan oleh Allah. Kalian warga binaan walaupun bermasalah, tapi masih tetap menjadi bagian masyarakat Indonesia, masyarakat Gorontalo, yaitu masyarakat saya juga. Jadi sampai kapanpun perhatian pemerintah kepada kalian akan tetap sama dengan masyarakat pada umumnya,” kata Rusli Habibie.

Untuk membangun lapas yang baru, Gubernur Rusli berjanji akan memprioritaskan pada APBD 2020 mendatang. Hal itu dilakukan mengingat lahan hibah di Kelurahan Hutuo, Kecamatan Limboto sudah sejak 4 tahun terakhir dihibahkan ke Kemenkumham namun belum kunjung dibangun lapas baru. Di lahan tersebut baru dibangun Lapas Khusus untuk perempuan.

“Saya menilai cukup lama Kemenkumham RI mengucurkan anggaran untuk membangun Lapas Hutuo, saya berinisiatif akan mengucurkan anggaran lagi melalui APBD Provinsi Gorontalo. Tahun depan kita mulai dulu untuk pembangunan pagar keliling selanjutnya akan kita terus pacu pembangunananya,” ungkapnya.

Selain buka puasa bersama, Gubernur Rusli juga memberikan santunan kepada warga binaan. Santuan senilai Rp100.000 per orang itu berasal dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Gorontalo.

 

Pewarta : Echin - Humas

Dipublikasikan pada Kota Gorontalo

GORONTALO - Wartawan di daerah harus meningkatkan kemampuan jurnalistiknya dan melengkapi diri dengan sertifikasi profesi. Selain sebagai syarat menjalankan profesi jurnalistik, sertifikasi dinilai penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia para kuli tinta.

Dukungan ini disampaikan oleh Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie saat bertemu sejumlah wartawan dan tokoh masyarakat pada sahur bersama di warung Upbnormal Kota Gorontalo, Minggu (2/6/2019).

“Alhamdulillah hari ini saya menyerahkan secara simbolis sertifikat Uji Kompetensi Wartawan kepada tiga orang wartawan anggota PWI. Saya kira ini menjadi hal yang baik untuk peningkatan kualitas wartawan di Gorontalo,” terang Rusli Habibie usai acara Sahur Bareng.

“Kabarnya tahun ini sertifikasi wartawan semakin diperketat. Salah satunya bagi narasumber berhak menolak diwawancarai jika wartawan tersebut tidak atau belum tersertifikasi. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi teman-teman media,” kata Rusli Habibie.

Rusli berharap dengan semakin berkembangnya industri media di Gorontalo maka semakin mendorong proses penyampaian informasi yang baik, benar dan edukatif kepada masyarakat.

Media dipandang sangat membantu peran pemerintah untuk mensosialisasikan program pemerintahan dan pembangunan. Di sisi lain, media juga diharapkan bisa menjadi mata dan telinga untuk membawa aspirasi masyarakat.

 

Pewarta: Isam - Humas

Dipublikasikan pada Kota Gorontalo

KOTA GORONTALO, Humas – Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim bertindak sebagai inspektur upacara peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2019 tingkat Provinsi Gorontalo.

Upacara yang diikuti oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo, unsur TNI, Polri, dan pelajar, berlangsung di lapangan Museum Purbakala Provinsi Gorontalo, Sabtu (1/6/2019).

Wagub Idris Rahim saat membacakan sambutan tertulis Pelaksana Tugas Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengatakan bahwa Pancasila merupakan suatu anugerah Tuhan Yang Maha Esa yang tiada tara untuk bangsa Indonesia.

 “Pancasila adalah dasar negara, ideologi negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia. Berkat Pancasila, Indonesia tetap eksis baik sebagai bangsa maupun negara,” kata Idris.

Lebih lanjut diutarakannya, peringatan Hari Lahir Pancasila merupakan momentum sejarah yang bertujuan untuk merefleksikan, mengamalkan dan mengamankan nilai-nilai Pancasila secara terus menerus.

“Dengan merayakan kelahiran Pancasila, kita bangun kebersamaan dan harapan untuk menyongsong kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik. Kita Indonesia, Kita Pancasila,” pekik Wagub Idris Rahim penuh semangat diakhir sambutannya.

Upacara Hari Lahir Pancasila tingkat Provinsi Gorontalo diikuti oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Gorontalo, unsur TNI, Polri, pelajar. Bertindak sebagai perwira upacara Indra Putra Pradipta, Kasubag Pembauran dan Wawasan Kebangsaan Badan Kesbangpol Provinsi Gorontalo. Komandan upacara Reymond Male Bilondatu, Kasubag Tata Usaha Pimpinan Sekretariat Daerah Provinsi Gorontalo.

 

Pewarta : Haris - Humas

Dipublikasikan pada Kota Gorontalo

GORONTALO – Ribuan warga yang ingin menyaksikan meriahnya tumbilatohe tumpah ruah memadati Jalan Tribrata di Kelurahan Ipilo, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo, Jumat (31/5/2019).

Tumbilatohe atau malam pasang lampu merupakan tradisi masyarakat Gorontalo yang dilaksanakan pada tiga malam terakhir Ramadan. Tradisi yang diperkirakan sudah berlangsung sejak abad ke-15 ini menggunakan lampu tradisional berupa botol bekas minuman berenergi yang beri minyak tanah dan sumbu. Seiring perkembangan zaman, penggunaan lampu hias listrik telah digunakan untuk menambah semarak tumbilatohe.

Seperti halnya di Jalan Tribrata tersebut, jutaan lampu hias listrik dipasang membentang pada tiang-tiang bambu dan tali yang didekorasi sedemikian rupa, sehingga memberi kesan jalan tersebut beratapkan lampu hias. Sedangkan di samping kanan dan kiri sepanjang ruas jalan itu dihiasi dengan lampu botol tradisional.

“Kegiatan ini sudah kami laksanakan sejak tahun 2017. Tujuannya untuk melestarikan budaya dan sekaligus menjadikan Kelurahan Ipilo sebagai destinasi wisata religi di Kota Gorontalo,” jelas Ketua Panitia Pelaksana, Abdul Wahab Rahim.

Sementara itu Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim saat mencanangkan tumbilatohe di lokasi tersebut mengapresiasi kreativitas dan semangat warga di Kelurahan Ipilo dalam menyemarakkan dan melestarikan tradisi Gorontalo.

 “Semangat dan kemandirian warga ini yang harus terus didorong untuk lestarinya warisan budaya Gorontalo,” tandasnya.

 

Pewarta : Haris - Humas

Dipublikasikan pada Kota Gorontalo

KWANDANG  –Pemerintah Provinsi Gorontalo mengalokasikan anggaran untuk program strategis di wilayah segitiga startegis Gorontalo, Paguyaman dan Kwandang senilai Rp123,7 miliar.

Program di 3 daerah ini meliputi pengembangan sektor pariwisata, pengembangan kawasan industri Gorontalo, Paguyaman, dan Kwandang (Gopandang), serta pengembangan pelabuhan Kwandang.

Program besar pembangunan ini dipaparkan oleh Wakil Gubernur Gorontalo, Idris Rahim saat menghadiri buka puasa bersama yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) di rumah jabatan Bupati Gorut, Jumat (31/5/2019).

Idris Rahim menganggap dengan silaturrahim dan menjalin hubungan harmonis yang antara Pemerintah Provinsi Gorontalo dan Pemerintah kabupaten/kota akan membantu penyelenggaraan tugas-tugas pemerintahan.

“Momentum buka puasa bersama ini kami jadikan sarana untuk mempererat silaturrahim antara Pemprov Gorontalo dengan jajaran Pemkab Gorut,” kata Idris Rahim usai buka puasa bersama dan shalat magrib berjamaah.

Idris Rahim juga memaparkan begitu banyak program pembangunan yang dialokasikan oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo ke kabupaten/kota, termasuk di Kabupaten Gorontalo Utara.

“Semua ini membutuhkan koordinasi, sinergitas, dan keterpaduan, sehingga tugas dan fungsi pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat dalam berjalan dengan baik,” ujar Idris Rahim.

 “Alhamdulillah pada hari ke-26 Ramadan ini Pak Idris Rahim bisa berbuka puasa bersama dengan jajaran Pemerintah Gorontalo Utara. Mudah-mudahan kehadiran beliau bisa membawa berkah dan rahmat dari Allah SWT untuk Kabupaten Gorontalo Utara,” ucap Bupati Indra Yasin pada pertemuan tersebut.

Sebelum menghadiri buka puasa bersama, pada kunjungan kerjanya ke Kabupaten Gorontalo Utara, Idris Rahim bersama rombongan menghadiri dan menyerahkan bantuan kepada 1.1.50 warga kurang mampu pada bakti sosial NKRI Peduli yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Gorontalo di Kecamatan Kwandang,

 

Pewarta : Haris - Humas

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo Utara

TILAMUTA – Sebanyak 1 juta lampu botol berbahan bakar minyak tanah dinyalakan oleh Pemerintah Kabupaten Boalemo guna memeriahkan tradisi tumbilatohe di Kabupaten Boalemo.

Tradisi pasang lampu tradisional pada tiga malam terakhir Bulan Ramadan itu dipusatkan di obyek wisata Pantai Bolihutuo, Kecamatan Botumoito, Boalemo, Jumat (31/5/2019).

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie dan sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah hadir dan membuka pelaksanaan Festival Tombilatohe tersebut.

Pembukaan ditandai dengan pemasangan lampu oleh Gubernur Rusli, Bupati Boalemo Darwis Moridu, Wabub Anas Jusuf serta pimpinan Forkopimda.

“Tradisi ini dijaga terus oleh pemerintah daerah setiap tahun. Tahun ini untuk Boalemo dipusatkan di Pantai Bolihutuo. Kabupaten dan kota lain dipusatkan di daerah masing-masing,” kata Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie.

Salah satu upaya yang dilakukan Pemeruntah Provinsi Gorontalo agar malam pasang lampu tetap terjaga yakni dengan membagikan minyak tanah secara cuma cuma ke kabupaten dan kota. Tahun ini pemprov melalui Dinas Pariwisata membagikan 14.000 liter minyak tanah.

“Sekarang kan minyak tanah sudah langka, jadi setiap tahunnya kita siapkan dan disebar ke pemda, masjid-masjid dan sejumlah titik pelaksanaan tumbilatohe,” ujar Rusli Habibie.

Sementara itu,  Bupati Boalemo Darwis Moridu optimis jika Boalemo akan menjadi pemenang Festival Tumbilatohe tahun 2019. Prestasi yang sudah diraih selama dua tahun terakhir.

“Insyaallah tahun ini bisa juara I lagi. Apalagi tahun ini disaksikan langsung oleh Gubernur Rusli Habibie,” tutur Darwis Moridu.

Selain 1 juta lampu yang dinyalakan, Boalemo juga menyiapkan 200 Perahu Bagan dan perahu nelayan kecil yang ikut menyalakan lampu di bibir pantai. Gemerlap lampu ini menambah keunikan tumbilotohe di Boalemo.

“Festival Tumbilotohe adalah pemikat wisatawan Nusantara dan Mancanegara, ini kekayaan tradisi Gorontalo yang masih lestari hingga kini,”  kata Nancy Lahay, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo.

Semangat menjaga tradisi oleh masyarakat ini bersambung dengan kebijakan pemerintah yang membantu pengembangan tumbilotohe sebagai atraksi pariwisata yang memikat.

“Festival Pesona Tumbilotohe sudah menjadi kalender pariwisata tetap yang setiap tahun semakin meriah, semakin menarik wisatawan dari berbagai daerah, juga mancanegara,” papar Ivone Larekeng, Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Provinsi Gorontalo.

 

Pewarta : Isam - Humas

Dipublikasikan pada Kabupaten Boalemo

LIMBOTO - Dalam rangka mempersiapkan Angkutan Udara Lebaran Tahun 2019/1440 H Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara Kelas I Djalaluddin Gorontalo menggelar apel pembukaan posko angkutan lebaran Tahun 2019/1440 H.

Apel yang dilaksanakan pada Rabu (29/5/2019) ini dihadiri Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo beserta jajaran, Kepolisian, BMKG, Jasa Raharja, Basarnas dan instansi terkait lainnya.

Bandara Djalaluddin merupakan salah satu bandara yang ditunjuk sebagai titik pengendalian dari total 36 titik di seluruh Indonesia.

Pada kesempatan itu pula Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo melakukan peninjauan posko angkutan lebaran di Bandara Djalaluddin untuk memastikan kesiapan posko dan sarana prasarana yang ada di Bandara Djalaluddin.

“Kami harapkan tahun ini pelayanan di Bandara Djalaluddin semakin baik dari tahun-tahun sebelumnya dengan mengedepankan 3S + 1C yaitu Safety (keselamatan), Security (keamanan),  Service (pelayanan) dan Compliance (kepatuhan),” kata Jamal Nganro, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo.

Jamal Nganro menambahkan apa yang sudah baik akan tingkatkan dan apa yang menjadi kekurangan pada tahun lalu akan evaluasi dan diperbaiki, agar angkutan lebaran dapat berjalan lancar, dibutuhkan sinergitas antar instansi pemerintah dan juga dukungan masyarakat.

“Alhamdulillah tahun ini kita didukung kurang lebih 500 personil yang terdiri dari Pemerintah Daerah, Kepolisian, BMKG dan Basarnas yang siap bertugas selama 16 hari masa angkutan lebaran yaitu tanggal 29 Mei s.d 13 Juni 2019,” jelas Jamal Nganro.

Untuk meningkatkan pelayanan, posko angkutan lebaran Bandara Djalaluddin juga dilengkapi dengan informasi yang dibutuhkan masyarakat,  salah satunya adalah informasi mengenai tarif batas atas dan batas bawah kelas ekonomi sesuai dengan ketentuan KM 106 Tahun 2019.

“Dengan keberadaan posko angkutan lebaran ini, kami memberikan ruang yang seluas-luasnya kepada masyarakat pengguna jasa transportasi udara untuk menyampaikan permasalahan atau hal-hal yang dirasa kurang untuk dicarikan solusi yang terbaik dan kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan keberadaan posko ini dengan sebaik-baiknya,” tambah Jamal Nganro.

 

Pewarta : Monika Oktaviarini - Perhubungan

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo

GORONTALO –Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Provinsi  Gorontalo memberikan penguatan Tim Pencegahan Napza Berbasis Masyarakat (TPPNBM) kepada 25 orang yang.

Ke25 orang ini terdiri dari pengurus dan anggota Tim Pencegahan Penyalahgunaan Napza Berbasis Masyarakat (TPPNBM) Kelurahan Siendeng Kecamatan Hulonthalangi Kota Gorontalo.

Selama sehari, 29 Mei 2019 peserta dilatih dan dibekali pengetahuan untuk pencegahan Napza di Rumah Singgah Ummu Syahidah Provinsi Gorontalo.

Pembekalan ini  dibuka oleh Iskandar Misilu , Sekertaris Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Provinsi  Gorontalo. Iskandar Misilu dalam sambutannya menyampaikan korban penyalahgunaan Napza  identik dengan mereka yang bekerja di bawah tekanan dan mengutamakan stamina.

“Melalui Dinas Sosial secara berkesimbunngan melakukan pencegahan dan penanganan Napza, hal ini dilakukan sedini mungkin untuk mengoptimalkan dan memaksimalkan pemberantasan penyalahgunaan Napza, “ kata Iskandar Misilu.

Dibentuknya Tim Pencegahan Penyalahgunaan Napza Berbasis Masyarakat(TPPNBM) Kelurahan yang direkrut dari tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda kelurahan Siendeng ini diharapkan memiliki kinerja yang meningkat untuk mencegah peredaran Narkoba di kalangan masyarakat tingkat lokal.

TPPNBM juga diharapkan memberikan bekal pengetahuan dan wawasan kepada tokoh masyarakat/pemuda dan tokoh agama untuk mengurangi angka kejadian penyalahgunaan Napza.

 

Pewarta : Yoan Talib – Dinas Sosial

Dipublikasikan pada Kota Gorontalo
© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo