>

JAKARTA  - Sebanyak 7 karya budaya masyarakat Gorontalo lolos ke sidang penetapan warisan budaya takbenda yang dilaksanakan Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta.

Ketujuh budaya takbenda itu adalah Upiya Karanji, Molonthalo, Mohunthingo, Ilabulo, Tiliaya, Tidi Lo O'ayabu dan Tepa Tonggo.

“Lolosnya 7 budaya Gorontalo ini berlangsung semalam, tahun ini kami mengusulkan 12 budaya takbenda Gorontalo untuk ditetapkan sebagai warisan budaya takbenda,” kata Melly Mohamad, Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo di Hotel Milenium Jakarta, Jumat (16/8/2019).

Sampai dengan tahun 2018 sudah 23 warisan budaya masyarakat Gorontalo yang mendapat pengakuan dari Direktorat Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Melly Mohamad menjelaskan, untuk memperoleh pengakuan dari Pemerintah Pusat, proses penetapannya dilaksanakan melalui tahapan yang panjang, yaitu kajian ilmiah, narasi pendukung, video dan dokumentasi serta sidang paparan oleh masing–masing daerah dengan menyertakan maestro.

Lolosnya 7 budaya Gorontalo dikawal oleh tim dari Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo seperti guru besar Universitas Negeri Gorontalo Karmin Baruadi, Kepala Bidang Kebudayaan Melly Mohamad dan Kepala Seksi Pembinaan Bahasa dan Tradisi Daerah Affandy Lakoro, serta tokoh budaya Mohamad Ichsan untuk memperkuat usulan warisan budaya takbenda sebagai warisan budaya yang ada di Gorontalo.

Tahun 2019, Provinsi Gorontalo mengusulkan 12 warisan budaya takbenda, Upiya Karanji, Molonthalo, Mohunthingo, Tidi Lo o'ayabu, Ilabulo, Tiliaya, Modutu, Tinilo Paita, Tepa Tonggo, Uyilahe, Kukisi Karawo dan Tari Elengge.

“Dari 12 karya budaya yang diusulkan 2 diantaranya ditolak yaitu Modutu dan Tinilo Paita karena dianggap bagian dari warisan budaya tak benda yang sudah ditetapkan tahun 2018, sedangkan 3 lainnya Uyilahe, Kukisi Karawo dan Tari Elengge masih ditangguhkan untuk diusulkan kembali tahun depan karena masih minim kajian dan belum memenuhi dua generasi,” ujar Melly Mohamad.

Sementara 7 karya budaya yang lolos ke sidang adalah Upiya Karanji, Molonthalo, Mohunthingo, Ilabulo, Tiliaya, Tidi Lo O'ayabu dan Tepa Tonggo.

“Setelah melewati sidang pemaparan dan penguatan oleh tokoh budaya, Alhamdulillah semuanya lolos sebagai warisan budaya takbenda Indonesia. Selanjutnya seluruh karya budaya akan ditetapkan dalam perayaan dan penyerahan sertifikat, sehingga sampai dengan saat tercatat ada 30 warisan budaya takbenda Gorontalo yang tercatat di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia,” ujar Affandy Lakoro, Kepala Seksi Pembinaan Bahasa dan Tradisi Daerah.

 

Pewarta : PPID Dinas Dikbudpora

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

SUWAWA – Sebagai tindak lanjut dari Workshop Sistem Pengawasan Teknis (SIWASTEK) yang dilaksanakan oleh kementrian Agraria dan Tata Ruang (ATR) Direktorat Jendral (Ditjen) Pengendalian Tata Ruang di Manado beberapa waktu lalu, Bidang Tata Ruang dan Pertanahan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Panataan Ruang (PUPR) Provinsi Gorontalo melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) di beberapa kabupaten selama 2 hari, yaitu hari Rabu (14/8/2019) di Kabupaten Gorontalo Utara dan Kamis (15/8/2019) di Kabupaten Bone Bolango

“Kegiatan SIWASTEK adalah Penyelenggaraan Penataan Ruang yang merupakan salah satu hal penting untuk menjaga agar pemanfaatan ruang tetap berada di koridor yang tepat,” kata Kepala Bidang Tata Ruang dan Pertanahan, Sultan Kalupe di sela-sela Bimtek SIWASTEK, Kamis (15/8/2019)

Pada Pasal 3 Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, penyelenggaraan penataan ruang bertujuan untuk mewujudkan ruang aman, nyaman, produktif dan berkelanjutan berlandaskan wawasan nusantara dan ketahanan nasional. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan pengawasan terhadap kinerja penyelenggaraan penataan ruang, sekaligus sebagai upaya meningkatkan kualitas kinerja penyelenggaraan penataan ruang.

“Tujuan dilaksanakannya pengawasan teknis ini untuk menjamin tercapainya tujuan penyelenggaraan penataan ruang serta untuk meningkatkan kepatuhan publik dan pemerintah daerah terhadap penataan ruang” jelas Sultan Kalupe.

Sultan juga menembahkan bahwa aplikasi SIWASTEK bidang penataan ruang ini sangatlah dibutuhkan untuk melihat kesesuaian tata ruang dengan pelaksanaan dilapangan dan dokumen-dokumen tata ruang kota dan kabupaten, juga dapat melihat ketersedian dokumen tata ruang baik itu dokumen perda tata ruang maupun dokumen rencana-rencana tata ruang yang lain, seperti rencana rinci dan rencana sektoral yang mendukung pelaksanaan kebijakan penataan ruang daerah.

“nah dalam sistem ini akan terbaca bagaimana pemenuhan-pemenuhan oleh kabupaten kota dan sejauh mana upaya-upaya yang telah dilakukan kabupaten kota, dalam rangka menjamin perencanaan tata ruang ini terlaksana sesuai dengan amanat dari pada perda, tentang tata ruang wilayah kabupaten dan kota” Imbuhnya

Sultan berharap pada akhir bulan ini khususnya provinsi gorontalo, semua sudah terinput pada SIWASTEK sehingga bisa dievaluasi oleh pusat capain-capain terkait panataan ruang didaerah.

 

Pewarta : Yudi - PUPR

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

TABONGO – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Gorontalo Handoyo Sugiharto yang didampingi Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Romen S Lantu, Kepala Seksi Sungai Rawa Pantai dan Danau Molan Taludio serta pengawas serta direksi meninjau secara langsung pekerjaan penanggulangan banjir Limehe yang berada di Desa Limehe Kecamatan Tabongo Kabupaten Gorontalo, Kamis (15/8/2019)

Peninjauan dilakukan karena pekerjaan ini akan selesai. Peninjuan ini juga untuk memeriksa kualitas dan kesesuaian dengan kontrak yang sudah disepakati sebelum pekrjaan diserahkan ke dinas.

“Peninjauan ini kegiatan Bidang SDA, yang merupakan salah satu kewajiban kita untuk melihat langsung pekerjaan yang ada di lokasi, karena ini sudah mengajukan pekerjaan 100 persen selesai, kami akan bayarkan 100 persen tapi perlu harus diperiksa langsung di lapangan oleh Kepala Dinas, tim teknis, PPTK,” kata Romen S Lantu, dan Kepala Bidang SDA.

Romen  S Lanti juga memaparkan bahwa pekerjaan penanggulangan banjir Sungai Limehe telah dilaksanakan sejak beberapa bulan yang lalu, dan saat ini pekerjaannya hampir 100 persen atau sudah mencapai 90 persen dari target yang pekerjaan yaitu 210 hari.

Saluran ini mmeiliki panjang 240 meter lebar 6 meter dan untuk normalisasi sungai sepanjang 1,5 kilometer dengan menggunakan anggaran APBD tahun 2019 lebih dari Rp1 miliar.

“Pekerjaan ini bertujuan untuk normalisasi sungai yang ada di Limehe, jika tidak dilakukan normalisasi akan terjadi banjir setiap masuk musim penghujan. Dampaknya pada masyarakat yang ada di bantaran sungai. Adanya program ini mudah-mudahan tidak ada banjir lagi,” ujar Romen Lanti.

Romen S Lantu menambahkan jika pekerjaannya sudah 100 persen, pihaknya akan melakukan pemeriksaan kembali dengan Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Dearah (TP4D).

Pewarta – Yudi/PUPR

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo

GORONTALO – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Gorontalo menggelar serah terima jabatan (Sertijab) pejabat eselon 3 dan 4 yang disaksikan Kepala Dinas PUPR Provinsi Gorontalo, Handoyo Sugiharto.

Handoyo Mengucapakan selamat kepada para pejabut baru dan mengucapkan terima kasih kepada pejabat lama atas kerja keras dan dedikasi yang telah diberikan kepada dinas PUPR.

Handoyo juga menjelaskan bahwa pergantian dilakukan merupakan hal yang biasa bagi ASN dengan tujuan agar ada penyegaran dan akan ada inovasi-inovasi yang baru untuk kedepan.

“sertijab seperti ini merupakan hal biasa, ini penyegaran. Pesan Gubernur Rusli Habibie bahwa pejabat yang dilantik harus memiliki inovasi, jangan hanya yang biasa-biasa” jelas Handoyo Sugiharto.

Ia meminta kepada para pejabat eselon 3, 4 dan seluruh staf agar lebih terpadu dalam menyelesaikan setiap pekerjaan yang ada.

“Kami minta pekerjaan jalan jangan hanya Bina Marga, mulai sekarang lebih terpadu. Contohnya untuk merekontruksi jalan Andalas kita butuh Pak Romen untuk mengkaji genangan air, Pak Romen butuh tata ruang, Pak Sultan juga harus tahu jalan-jalan tersebut kena kawasan hutan lindung atau kawasan lainnya dan kita juga perlu Balai Uji Material untuk menguji kualitas jalan dan bangunan,” lanjut Handoyo

Kepala dinas PUPR itu juga berharap kepada para kepala bidang untuk lebih membina kerja sama dan persaudaraan antara sesama.

“Mari bina kerja sama yang baik dan persaudaraan antarsesama agar mampu melaksanakan tugas dengan baik,” pungkas Handoyo.

 

Pewarta : Yudi - PUPR

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO  – Untuk meneladani semangat juang para pahlawan dalam merebut kemerdekaan, para insan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Gorontalo bekerja mengisi kemerdekaan sesuai bidangnya.

Pekerjaan ini harus sesuai dengan visi Pemerintah Provinsi Gorontalo, yang menjadi pemandu arah pembangunan, yaitu pembangunan infrastruktur yang unggul, berkualitas dan merata.

Demikian pernyataan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Gorontalo, Handoyo Sugiharto dalam memaknai peringatan hari kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Rabu (14/8/2019)

Keseriusan Dinas PUPR untuk memeriahkan hari kemerdaan,17 Agustus tersebut, terlihat dari keterlibatan seluruh Aparatur negeri (ASN) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) untuk menata setiap sudut ruangan dengan ragam atribut merah putih.

Warna menyolok ini memberi semangat dan energi untuk melaksanakan tugas keseharian. Merah putih adalah kekuatan untuk melayani masyarakat, bekerja dengan standar yang baku dan mendorong untuk berprestasi.

“Keikutsertaan kami dalam memeriahkan kemerdekaan dengan merias kantor, seluruh bidang kami siapkan, ada yang merias ruang kerja, ruang musik, ruang olah raga dan untuk lebih memeriahkannya kita juga akan mengadakan kegiatan lainnya seperti lomba antar bidang” kata Handoyo Sugiharto.

Dinas PUPR mengadakan beragam lomba antarbidang untuk menciptakan suasana kekekluargaan dan keharmonisan, dinas ini juga menyulap ruang kerja dan kantor semeriah mungkin untuk diikutsertakan dalam lomba menata ruang kerja antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-provinsi Gorontalo.

“Apa yang kami laksanakan ini berasal dari rasa gembira, dengan semangat proklamasi kami berharap PUPR bisa meraih juara 1 lomba merias atau menata ruangan tingkat OPD” ujar Handoyo Sugiharto.

 

Pewarta : Yudi - PUPR

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Sebanyak 32 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Gorontalo tahun 2019 dikukuhkan oleh Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim di aula rumah jabatan Gubernur Gorontalo, Kamis (15/8/2019).

Pengukuhan ditandai dengan pengucapan ikrar oleh seluruh anggota Paskibraka dan pemasangan kendit oleh Wagub Idris Rahim kepada anggota Paskibraka atas nama Dandi Radjiman, siswa SMK Negeri 2 Paguyaman, Kabupaten Boalemo. Kendit merupakan tanda kecakapan yang dililitkan di pinggang setiap anggota Paskibraka.

 “Kita semua mendoakan agar para anggota Paskibraka Provinsi Gorontalo dapat melaksanakan tugasnya untuk menaikkan dan menurunkan bendera pada upacara memperingati ulang tahun ke-74 Republik Indonesia,” kata Idris saat diwawancarai usai upacara pengukuhan.

Dengan didasari oleh disiplin dan ketekunan selama mengikuti latihan, Idris berharap Paskibraka dapat mengemban amanah yang dipercayakan di pundak mereka. Menurut Wagub, kesuksesan pelaksanaan upacara peringatan ulang tahun Republik Indonesia sangat ditentukan oleh keberhasilan anggota Paskibraka dalam menaikkan dan menurunkan bendera Merah Putih.

“Bendera Merah Putih adalah simbol kemerdekaan bangsa Indonesia. Para pejuang kemerdekaan telah mengorbankan harta serta jiwa dan raganya untuk berkibarnya Merah Putih di bumi pertiwi ini. Saya berharap semangat ini ditunjukkan oleh putra putri terbaik kita untuk mengibarkan bendera Merah Putih pada peringatan ulang tahun Republik Indonesia,” tutur Wagub.

Hingga saat pengukuhan, belum diputuskan anggota Paskibraka yang akan bertugas sebagai pembawa baki bendera, serta pengerek dan pengibar bendera Merah Putih. Penanggung jawab Paskibraka Provinsi Gorontalo, Aswin Pahrin menjelaskan bahwa untuk menentukan petugas tersebut panitia dan tim pelatih masih akan melakukan rapat internal.

“Penetapan petugas pembawa baki, komandan kelompok dan anggota Paskibraka yang termasuk dalam kelompok delapan nanti akan kita tetapkan pada rapat internal panitia bersama tim pelatih,” ujar Aswin.

Anggota Paskibraka Provinsi Gorontalo terdiri dari utusan Kota Gorontalo sebanyak 13 orang, Kabupaten Gorontalo delapan orang, Bone Bolango 4 orang, Pohuwato dan Gorontalo Utara masing-masing tiga orang, serta Kabupaten Boalemo satu orang.

 

Pewarta : Haris - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

LIMBOTO – Masalah sampah di Provinsi Gorontalo sudah mulai menghawatirkan. Data di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Talumelito di Kabupaten Gorontalo setiap tahun rata-rata menampung 30.000 ton sampah.

Rinciannya tahun 2016 sebanyak 31.128 ton, 2017 sebanyak 29.749 ton dan tahun 2018 sebanyak 33.910 ton. Data itu tidak termasuk sampah yang ada di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di tiap kabupaten/kota.

 “TPA Talumelito melayani sampah dari seluruh wilayah Kota Gorontalo, sebagian dari Bone Bolango yakni kecamatan Kabila, Tilongkabila dan Suwawa serta Kabupaten Gorontalo untuk kecamatan Telaga Cs, Limboto dan Limboto Barat,” jelas Kepala UPTD TPA Talumelito Agus Dama, Kamis (15/8/2019).

Akibat dari produksi sampah yang cukup tinggi tersebut selter atau tempat  penampungan sampah di TPA Talumelito nyaris penuh. Dari empat selter yang ada, tiga di antaranya sudah ditutup. Selter 4 dengan luas 2,1 hektar dan kedalaman 9 meter tinggal menyisakan sedikit ruang kosong.

“Tiga selter sebelumnya sudah kami timbun. Sampah plastik sebagian diambil oleh pemulung, sebagian lagi kami olah jadi kerajinan kreatif. Sampah organik kami olah jadi pupuk kompos,” imbuh Agus.

Besarnya volume sampah tersebut belum diimbangi dengan teknologi yang cukup baik untuk mengurangi sampah. Ia mencontohkan, jenis plastik sisa bungkusan atau tas kresek selain tidak diminati oleh penampung juga sulit untuk diurai menjadi bahan daur ulang.

“Kekurangan kita di sini pak mesin pencacah plastik. Di sini plastik kresek banyak sekali tapi hanya ditimbun. Tidak ada proses setengah jadi yang bisa bernilai jika dijual kembali,” tandasnya.

Beberapa peralatan lain yang dibutuhkan yakni mesin pengepres kardus. Sampah kardus biasanya memakan kubikasi selter yang cukup luas jika tidak ditekan. Selain itu, mesin pencetak bak telur dibutuhkan untuk memanfaatkan sampah kardus yang masuk di menjadi barang yang bernilai jual.

 

Pewarta: Isam - Humas

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo
Kamis, 15 Agustus 2019 23:23

TPA Talumelito Sumbang PAD Rp1,8 Miliar

LIMBOTO – Pengelolaan keuangan daerah di Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Tempat Pengelolaan Akhir (TPA) Talumelito di kecamatan Telaga Biru Kabupaten Gorontalo berjalan cukup efektif.

UPT Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Gorontalo itu tahun 2018 lalu menerima alokasi APBD sebesar Rp2,1 miliar namun mampu menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp1,8 miliar.

 “PAD itu terkumpul dari KJP (Kompensasi Jasa Pelayanan) dan KDN (Kompensasi Dampak Negatif) yang dipungut dari pemerintah kabupaten/kota selama satu tahun. KJP nilainya Rp47.551 per ton sampah dan Rp7.127 per ton,” tutur Kepala UPTD TPA Talumelito Agus Dama, Kamis (15/8/2019).

Lebih lanjut Agus menjelaskan, TPA Talumelito tahun 2018 lalu menampung 33.932 ton sampah. Angka itu 80 persennya “disumbang” oleh Kota Gorontalo, lima persen dari Bone Bolango dan 15 persen dari Kabupaten Gorontalo.

Banyaknya volume sampah itu tidak berbanding dengan fasilitas yang dimiliki oleh TPA Talumelito. Mereka hanya mengandalkan proses pengomposan atau daur ulang sampah organik menjadi pupuk kompos dan daur ulang gelas plastik menjadi souvenir kreatif.

 “Di tempat kami pak souvenir kreatif ini hanya dikerjakan oleh empat tenaga honorer. Mereka mendaur ulang bekas koran menjadi miniatur kapal, rumah adat dan barang lain. Ada juga tas dari bekas plastik deterjen, keranjang dari bekas plastik minuman ringan dan lainnya,” jelas Moh Zen Botutihe menimpali.

Untuk mengurangi volume sampah yang masuk di TPA, ia berharap ada transfer ilmu kreatif kepada ibu-ibu rumah tangga di beberapa daerah. Hal itu juga dimaksudkan untuk meningkatkan pendapatan warga untuk memanfaatkan sampah dengan 3R Reduse, Recycle, dan Reuse.

Pewarta: Isam - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Dalam rangka memeriahkan HUT ke-74 Proklamasi, Pemerintah Provinsi Gorontalo menggelar "Gorontalo Open Tournamen” yang mempertandikan 3 cabang lomba diantaranya Bulu tangkis, sepak takraw dan tenis meja.

Lomba berlangsung selama 2 hari, 13-14 Agustus 2019 bertempat di PPLP Gorontalo. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga, Dinas Pertanian dan Dinas BMD Dukcapil Provinsi Gorontalo sebagai Koordinator Lomba di Bidang Olahraga.

Sebagai juara untuk kategori tenis meja pemula, juara 1 SMPN 1 Telaga, juara 2 SDN 5 Telaga dan juara 3 masing-masing MTnN Kota Gorontalo dan SDN 3 Telaga.

Tenis meja kategori umum, juara 1 PTM Telaga, juara 2 Kota Gorontalo, juara 3 masing-masing SMKN 1 Limboto dan Kabupaten Gorontalo.

Dari cabang olahraga bulu tangkis kategori ganda putra Juara 1 PB Konami, juara 2 PB Smart dan juara 3 masing-masing PB Smart dan PB Billioners.

Sementara cabang olahraga sepak takraw, juara 1 diraih oleh RRC Telaga, juara 2 PPLP Gorontalo dan juara 3 masing-masing KS 87 Telaga Jaya dan Dragon Botupingge.

Pewarta : PPID Dinas Dibudpora

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Kerja keras Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo untuk menggaungkan Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) disambut para pemangku kepentingan pariwisata, salah satunya adalah Garuda Indonesia, perusahaan penerbangan terbaik ini ikut mendukung pelaksanaan even tahunan pariwisata ini.

Kamis (15/8/2019), Octavianus Tampi, Branch Manager Garuda Indonesia Gorontalo bersama salah seorang staf Indah Abidin mendatangi Kantor Dinas Pariwisata. Mereka ingin mengetahui lebih banyak tentang GKK ini dan terlibat dalam promosinya.

Kedatangan mereka diterima oleh Kepala Dinas Pariwisata, Rifli Katili. Rifli Katili menjelaskan secara detail rencana pelaksanaan GKK yang diperkirakan akan menyedot banyak wisatawan lokal, nusantara, dan mancanegara.

“GKK adalah salah satu dari 100 event pariwisata tahunan nasional yang akan mendatangkan banyak wisatawan ke Gorontalo. Kegiatan ini akan banyak mendatangakn wisatawan ke Gorontalo,” kata Rifli Katili.

Rifli Katili berharap Garuda Indonesia dapat terlibat dalam promosi GKK yang akan digelar 2-6 Oktober 2019.

“Selama ini Garuda Indonesia sudah mmepromosikan obyek wisata Gorontalo melalui situs resmi Garuda Indonesia, ke depan akan dilakukan hal serupa untuk mendukung kemajuan pariwisata Gorontalo,” kata Octavianus Tampi.

Komunikasi awal antara Garuda Indonesia dan Dinas Pariwisata ini akan menjadi langkah yang baik dalam pengembangan pariwisata, terutama peran Garuda Indonesia dalam pelayanan penerbangan dari dan ke Gorontalo.

 

Pewarta : Yulindawaty Rauf - Dinas Pariwisata

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo