>

GORONTALO – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie bersyukur pelaksanaan ibadah di Bulan Ramadan oleh umat muslim berjalan lancar. Hal itu terlihat dari situasi keamanan yang kondusif selama Ramadan.

“Kita patut bersyukur bahwa Ramadan hingga Idulfitri saat ini berjalan aman, lancar, damai dan sukses. Masyarakat merayakan Idulfitri dengan penuh suka cita. Saya mengajak masyarakat untuk mensyukuri nikmat ini, insyaallah akan berlipat kenikmatan yang kita akan terima” ujar Rusli Habibie usai menggelar silaturahmi lebaran ke sejumlah tokoh Gorontalo, Rabu (5/6/2019).

Selain masalah keamanan, Rusli juga menyebut ketersediaan sembako selama Ramadan berjalan lancar. Tidak ada lonjakan harga kebutuhan pokok yang signifikan karena intens dilakukan pasar murah di tiap daerah.

 “Listrik juga alhamdulillah tidak pernah padam, BBM tersedia, elpiji dan lain-lain,” imbuhnya.

Selain menggelar open house di rumah jabatan, Gubernur Rusli didampingi sejumlah pimpinan OPD bersilaturrahmi ke sejumlah tokoh daerah. Kunjungan dilakukan di kediaman mantan Wali Kota Gorontalo Alm. Medi Botutihe, mantan Wakil Gubernur Sulawesi Utara Hasan Abas Nusi, Ketua DPRD Paris A. Jusuf, Sekda Darda Daraba dan berakhir di rumah jabatan Wagub Idris Rahim.

 

Pewarta : Isham - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Hari Raya Idulfitri 1440 Hijriyah dimanfaatkan oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie dan jajaran pimpinan OPD untuk bersilaturahmi ke tokoh masyarakat Gorontalo, Rabu malam, (5/6/2019).

Gubernur yang didampingi Ketua TP PKK Idah Syahidah mengawali safari Idulfitri ke kediaman mantan Walikota Gorontalo Alm Medi Botutihe di Kelurahan Dulalowo Timur, Kecamatan Kota Tengah.

Rombongan sudah ditunggu oleh istri almarhum ibu Hadijah Suratinoyo dan keluarga besarnya. Rusli Habibie dan rombongan dijamu makan malam. Semua larut dalam kebahagian dan kehangatan lebaran.

Selanjutnya, gubernur mendatangi kediaman mantan Wakil Gubernur Sulawesi Utara Hasan Abas Nusi di Jalan HB Jasin, Kelurahan Tomulabutao, Kecamatan Dungingi.

Dari tokoh sepuh Gorontalo itu, gubernur mendapatkan wejangan dan nasihat dalam melanjutkan pembangunan di daerah.

“Alhamdulillah malam ini saya bisa bersilaturahmi Idul Fitri dengan para tokoh masyarakat Gorontalo. Ini sudah menjadi tradisi yang rutin saya lakukan setiap lebaran,” kata Rusli Habibie.

Gubernur Gorontalo dua periode itu melanjutkan silaturahmi ke rumah jabatan (rujab) Ketua DPRD Paris A. Jusuf dan Rujab Sekretaris Daerah Darda Daraba.

Safari Ramadan, berakhir di rumah jabatan Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim di jalan Yusuf Hasiru, Kelurahan Tanggikiki, Kecamatan Sipatana.

Wagub Idris Rahim bersama ibu Nurinda Rahim sudah menunggu rombongan dengan berbagai panganan khas lebaran. Gubernur dan pimpinan OPD juga berkesempatan menyumbang suara diiringi orgen yang sudah disiapkan oleh tuan rumah.

Rencananya, Kamis besok pimpinan daerah kembali menggelar open house di rujab masing-masing. Diagendakan para bupati/wali kota akan datang pada silaturrahmi tersebut.

 

Pewarta : Isham - Humas

Dipublikasikan pada Kota Gorontalo

GORONTALO – Rasa bahagia tak bisa disembunyikan dari wajah Darda Daraba, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Gorontalo.

Pasalnya Idulfitri kali ini adalah pengalaman hidup yang sangat berkesan. Darda Daraba untuk pertama kalinya menggelar open house sebagai Sekda di Gorontalo.

Kedatangan tamu-tamu disambutnya dengan riang, menemani ngobrol dan sesekali terlihat tertawa, pemandangan yang membahagiakan bagi semua tamu yang hadir.

Keakraban dan ketulusan terpancar dari silaturahmi ini. Semuanya bergembira di hari yang fitri ini.

Keakraban silatirahmi Idulfitri di rumah dinas Sekda ini dihadiri pimpinan OPD, instansi vertikal, akademisi, Danrem 133 Nani Wartabone, keluarga serta masyarakat.

Sekda Darda mengakui sangat bahagia, karena di lebaran tahun ini suasana kekeluargaan begitu dirasakan baik bersama keluarga, para pimpinan OPD, instansi vertikal serta masyarakat.

 “Tahun ini merupakan tahun pertama saya berlebaran di Gorontalo. Alhamdulillah ini merupakan karunia Allah SWT, saya bisa menikmati suasana lebaran bersama masyarakat Gorontalo dan posisi saya sebagai sekretaris daerah. Sayapun bahagia sekali, karena suasananya sangat kekeluargaan sekali,” kata Darda Daraba, Rabu (5/6/2019).

Darda Daraba juga mengucapkan rasa terima kasihnya karena selama Ramadan, suasana di Provinsi Gorontalo aman kondusif.

Open House di rumah jabatan sekda akan dilaksanakan selama dua hari yaitu tanggal 5-6 Juni 2019.

 

Pewarta : Nova - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menggelar “open house” perayaan Hari Raya Idul Fitri bertempat di rumah jabatan gubernur, Rabu, (5/6/2019).

Pimpinan dan staf organisasi perangkat daerah (OPD), pengurus partai politik dan masyarakat sekitar datang untuk bersilaturahmi dan menyantap hidangan yang disediakan. Open house ini menjadi tradisi tahunan gubernur setiap perayaan hari Raya Idul Fitri.

“Ini tradisi tahunan setiap lebaran idul fitri. Pimpinan OPD, forkopimda, instansi vertikal, perguruan tinggi, perbankan, swasta dan masyarakat umum datang bersilaturahim,” kata Rusli

Gubernurpun berharap, silahturrahim seperti ini hendaknya tidak hanya dilaksanakan pada Idul Fitri saja, tetapi harus dipupuk dan dipelihara secara terus menerus

Sebelum menggelar open house, gubernur bersama keluarga dan pimpinan OPD terkait, melaksanakan sholat Id di Masjid Agung Baiturrahim, Kota Gorontalo. Rencananya open house ini akan berlangsung hingga besok hari yang dijadwalkan untuk bupati/wali kota.

 

Pewarta : Echin - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Hari Raya Idulfitri 1440 Hijriyah yang jatuh pada 5 Juni 2019 disambut dengan penuh suka cita oleh umat Islam di seluruh dunia, tidak terkecuali di Provinsi Gorontalo.

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie bersama keluarga melaksanakan salat di Masjid Agung Baiturrahim, Kota Gorontalo. Sementara Wakil Gubernur Idris Rahim dan keluarga melakukan salat di Lapangan Taruna Remaja, Kota Gorontalo.

Hal tersebut  dikonfirmasi oleh Kepala Biro Humas dan Protokol Wardoyo Pongoliu, Selasa (4/6/2019).

“Jadi seperti biasa, tim terdiri dari forkopimda dan pimpinan OPD dibagi menjadi dua. Satu tim mendampingi bapak gubernur, tim dua bersama pak wagub,” jelas Wardoyo.

Rusli Habibie, pimpinan OPD dan Forkopimda dan pemangku adat sejak pagi sudah berkumpul di rumah jabatan Gubernur.

Salat Idulfitri  di Masjid Agung Baiturrahim dimulai pukul 07.00 Wita dengan imam Ridwan Jama qari nasional asal Gorontalo dan khatib oleh Dr Lahadji, Rektor Institut Agama Islam Negeri Sultan Amai Gorontalo. Sebagai bilal dilakukan oleh Syaraadaa Masjid Baiturrahim.

Gubernur Rusli Habibie khusu mengikuti takbir sejak pagi sebelum salat dimulai, demikian juga saat salat dan waktu khatib naik mimbar untuk memulai khutbah Idulfitrinya.

Usai salat, Gubernur Rusli Habibie dan Ny Idah Syahidah dikerumuni warga yang ingin menyalami dan menyampaikan ucapan Idulfitri.

Dengan tertib Rusli Habibie melayani jabat tangan, swafoto hingga diajak ngobrol sejenak oleh sejumlah masyarakat dan tokoh.

 “Setelah salat akan ada open house di Rujab Gubernur, Wagub dan Sekda. Semua masyarakat tanpa terkecuali diundang untuk bersilaturahim dan menyantap hidangan khas lebaran. Hari kedua lebaran dijadualkan untuk bupati/wali kota,” pungkasnya.

 

Pewarta: Isam - Humas

Dipublikasikan pada Kota Gorontalo

GORONTALO – Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim didampingi Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Gorontalo, Nurinda Rahim melaksanakan salat Idulfitri 1440 Hijriyah bersama ribuan umat Islam di Lapangan Taruna Remaja, Kota Gorontalo, Rabu (5/6/2019).

Hadir juga pada salat Idulfitri ini anggota DPR Roem Kono, Wakil Wali Kota Gorontalo Ryan Kono, Ketua DPRD Kota Gorontalo Fedriyanto Koniyo, Sekda Provinsi Gorontalo Darda Daraba, Sekda Kota Gorontalo Ismail Madjid, unsur Forkopimda dan sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah Provinsi Gorontalo dan Kota Gorontalo.

Bertindak sebagai khotib Rasyid Nomba dari Kementerian Agama Kota Gorontalo dan imam H Marjuki Pakaya yang sehari-harinya menjabat sebagai Ketua Baznas Kota Gorontalo.

Dalam khotbahnya, Rasyid Nomba mengatakan bahwa Ramadan merupakan sarana untuk menggapai ridha Ilahi kapan dan di mana saja umat muslim berada.

Ramadan adalah karunia Allah yang tidak terhingga agar umat muslim menjadi insan yang bertakwa dan dengan ketakwaan tersebut akan semakin cerdas dalam menemukan jalan keluar persoalan-persoalan pribadi, masyarakat, dan bangsa.

“Sesungguhnya jatah usia kita itu sangat terbatas. Tak kala bulan Ramadan telah berlalu, harusnya detik-detik dzikir dan nikmatnya ibadah membekas dalam hati kita. Bukan sebaliknya, terhapus oleh kegembiraan duniawi. Ramadan boleh saja berlalu, tetapi kecintaan kita kepada Allah dan amal-amal kebaikan jangan pernah berkurang,” ujar Rasyid Nomba.

Lebih lanjut ia memaparkan khutbahnya, Ramadan telah mengajarkan setiap muslim kepada hakikat diri sebagai hamba Allah yang sejati dengan inti kekuatan yakni keimanan serta persatuan dan kesatuan.

Iman telah mengantarkan kepada kemuliaan, serta persatuan dan kesatuan akan membuat umat muslim kokoh dalam menebar kebaikan.

“Hari ini kita lupakan silang sengketa yang terjadi akibat perbedaan, akhirilah semua permusuhan dan benci di hati kita. Mari kita saling memaafkan dan songsong hari yang fitri dengan kebersamaan dan persaudaraan,” pesan Rasyid Nomba kepada jamaah salat Idulfitri.

Usai salat, Wagub Idris Rahim memberi pernyataan agar silaturahmi, persatuan dan kesatuan yang telah dibina selama ini terus dijaga. Ia mengajak umat Islam untuk mengimplementasikan nilai dan amalan-amalan Ramadan di luar bulan Ramadan.

“Mari kita tingkatkan iman dan takwa kita di luar bulan Ramadan. Jaga terus silaturrahim kita untuk kemajuan pembangunan daerah,” tandasnya.

Usai salat Idulfitri Wagub Idris Rahim saling bermaaf-maafan dan berjabatan tangan dengan jemaah. Selanjutnya Wagub bersama Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Gorontalo Nurinda Rahim menghadiri halal bihalal di rumah jabatan Gubernur Gorontalo.

Pewarta : Haris - Humas

Dipublikasikan pada Kota Gorontalo

GORONTALO – Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pembangunan Daerah (Bapppeda) Provinsi Gorontalo, Budiyanto Sidiki memberikan penjelasan terkait pendapat dan masukan Adhan Dambea, salah seorang anggota DPRD Provinsi terpilih periode 2019-2024.

Pada salah satu media dalam jaringan, Adhan Dambea menyarankan pengembangan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr  Hasri Ainun Habibie (RS Ainun) ditunda. Menurutnya, pembangunan dengan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) menelan anggaran yang sangat besar dan harus ditanggung oleh APBD selama 20 tahun.

“Menurut hemat saya, beliau hanya mengkonfirmasi beberapa hal yang memang bisa jadi belum terinformasikan secara utuh kepada pak AD. Oleh sebab itu saya mungkin ingin menambahkan saja supaya informasinya menjadi utuh,” kata Budiyanto sidiki dalam catatan tertulisnya, Senin (3/6/2019).

Menurut Budi, pembangunan RS Ainun merupakan urusan wajib pemerintah daerah sebagaimana amanah UU No 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, UU No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan UU No 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit.

RS Ainun dipersiapkan menjadi layanan unggulan spesialistik, menjadi rumah sakit rujukan regional pengampu rumah sakit kabupaten dan Kota, serta menjadi RS Pendidikan untuk mengantisipasi berdirinya Fakultas Kedokteran UNG.

“Saran Pak AD agar pengembangannya melalui skema APBD juga menjadi bagian dari alternatif yang dikaji. Hasil kajian menunjukan bahwa Skema KPBU ternyata lebih baik dan dipandang bisa mendorong pemanfaatan ABPD setiap tahun yang terbatas untuk keperluan pembangunan infrastruktur lainnya yang juga sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” tutur Budiyanto Sidiki.

Terkait masalah kemiskinan di daerah yang dikaitkan dengan anggaran pengembangan RS Ainun, Budiyanto Sidiki menilai pengentasan kemiskinan tetap menjadi komitmen pemerintah khususnya Gubernur Gorontalo Rusli Habibie dan Wakil Gubernur Idris Rahim.

Buktinya porsi anggaran cukup besar telah dan terus diberikan untuk pembiayaan Program Bantuan Pangan Non Tunai Daerah (BPNTD), PBI Jamkesta, Rumah Layak Huni, Bazar Pangan dalam kegiatan Bhakti Sosial NKRI Peduli dan berabagai bantuan lainnya.

Pembayaran dengan skema KPBU nanti dalam perencanaannya tidak akan sampai mengambil proporsi pembiayaan terhadap program-progarm penanggulangan kemiskian. Biaya tersebut diambil dari alokasi 10 persen dari anggaran kesehatan setiap tahunnya.

“Keberadaan RS Ainun akan lebih maksmial dalam pemberian layanan kesehatan kepada masyrakat pasca pengembangan dengan skema KPBU. Bahkan akan menjadi bagian dari support terhadap program Kemiskinan, karena keberadaan RS Ainun nantinya dengan pelayanan lebih baik dari saat ini tentu akan dipertuntukkan juga bagi pelayanan kesehatan terhadap masyarakat miskin,” jelasnya.

Pada bagian akhir catatannya, Budi mengapresiasi masukkan dan kiritikan Adhan dan masyarakat lain sebagai bentuk kepedulian untuk mewujudkan pelayanan rumah sakit kesehatan ketiga (Tertiary Health Care). Pihaknya membuka ruang bagi semua pihak untuk berdiskusi dan berdialog untuk kemajuan daerah, khususnya pengembangan RS Ainun ke depan.

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Pemerintah Provinsi Gorontalo menggelar tradisi Tonggeyamo untuk menetapkan 1 Syawal 1440 Hijriyah atau Hari Raya Idul Fitri, bertempat di rumah jabatan Gubernur, Senin (3/6/2019). 

Tonggeyamo ini dilakukan dengan mendengarkan pengumuman penetapan 1 Syawal oleh pemerintah

Melalui Kementerian Agama, Pemerintah menetapkan 1 Syawal pada hari Rabu (5 Juni 2019). Hal itu sesuai dengan hasil sidang isbat yang dipimpin langsung oleh Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin bertempat di Auditorium HM Rasjidi.

Gubernur Rusli Habibie dan Wakil Gubernur Idris Rahim pada adat Tonggeyamo menyampaikan rasa syukur tahun ini pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri dilaksanakan serentak seluruh umat muslim.

Tidak ada perbedaan pelaksanaan puasa antara ormas islam dengan keputusan pemerintah pusat.

“Dari hasil sidang Isbat yang kita dengar bersama bahwa, hari Raya Idul Fitri telah ditetapkan jatuh pada hari Rabu 5 Juni 2019 dan Alhamdulillah tahun ini umat muslim NU maupun Muhammadiyah sama sama melaksanakan ibadah puasa serentak, tidak ada perbedaan,” kata Idris Rahim.

Idris Rahim menambahkan tahun ini umat muslim patut bersyukur karena puasa Ramadan digenapkan 30 hari.  Ini berarti Allah AWT memberikan kesempatan pahala lebih banyak di bulan penuh ampunan ini.

Adat Tonggeyamo merupakan tradisi masyarakat Gorontalo yang digelar setiap kali menyambut bulan suci Ramadan maupun penetapan 1 syawal. Hal itu sebagai pemberitahuan resmi lembaga adat dan pemerintah daerah kepada masyarakat.

 

Pewarta : Echin - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

MARISA  – Warga masyarakat tampak sumringah dan berseri-seri saat mencoba ruas jalan baru yang menghubungkan Duhiadaa dan Imbodu, Kabupaten Pohuwato.

Mereka terlihat senang dan bangga saat melintas jalan mulus ini. Ruas jalan Duhiadaa-Imbodu di Kecamatan Duhiadaa ini merupakan jalan provinsi dan salah satu akses antarprovinsi.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Gorontalo berhasil menuntaskan pekerjaan dan pemeliharaannya hingga selesai 100 persen. Kini semua warga yang melintas di jalan ini terlihat senang dan bangga.

“Ada beberapa ruas jalan yang kita tanggani karena ini adalah kewenangan provinsi, termasuk pemeliharaan jalan Duhiadaa-Imbodu,” kata Zulkarnain Habibie, Kepala Seksi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Gorontalo, Senin (3/6/2019).

Sebelumnya, jalan ini sempat mengalami kerusakan yang disebabkan faktor alam, banjir yang sempat meremdam Desa Duhiadaa termasuk ruas jalan ini, Kondisi ini diperparah karena terletak pada tanah dasar yang tidak stabil.

“Jalan sudah beraspal mulus, sudah bisa digunakan masyarakat sebelum lebaran tiba, semoga masyarakat yang melakukan mudik sudah merasa nyaman,” ujar Zulkarnain Habibie.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Gorontalo, Handoyo Sugiharto merasa bersyukur Jalan Duhiadaa-Imbodu yang panjangnya 18 kilometer lebih itu sudah selesai dikerjakan. Ini adalah komitmen untuk menjadikan jalan provinsi dengan status jalan mantap pada tahun 2021 dan bertekat melakukan pemerataan infrastruktur hingga ke pelosok.

 

Pewarta : Yudi – Dinas PUPR

Dipublikasikan pada Kabupaten Pohuwato

LIMBOTO  – Program Bakti Sosial dan NKRI Peduli yang dikemas bersama pasar murah dan pemberian bantuan lainnya akan terus dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo hingga 2022.

Kegiatan ini merupakan program unggulan yang akan terus dilaksanakan hingga akhir masa jabatan Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie dan Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim.

Pernyataan disampaikan oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi Gorontalo, Risjon Sunge, yang mewakili Gubernur Gorontalo pada pelaksanaan NKRI Peduli ke-112 yang dirangkaikan dengan Safari Ramadan di desa Datahu, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, Minggu (2/6/2019).

“Bakti Sosial ini dilaksanakan untuk membantu masyarakat kurang mampu, program ini akan terus berlanjut hingga akhir kepemimpinan Gubernur Rusli Habibie dan Wakil Gubernur Idris Rahim,“ kata Risjon Sunge.

Kepada warga Risjon Sunge menyampaikan permohonan maaf Gubernur Rusli Habibie yang tidak bisa menghadiri dan menyerahkan secara langsung bantuan untuk masyarakat Kecamatan Tibawa karena padatnya agenda gubernur yang hari ini juga melantik Walikota dan Wakil Walikota Gorontalo

“Permohonan maaf dari Pak Rusli Habibie, sampai dengan pukul 17.00 beliau masih menghadiri undangan acara adat mopobonelo dari bapak Walikota dan Wakil Walikota terpilih. Takutnya jika menunggu kehadiran beliau, masyarakat akan melewatkan waktu berbuka puasa. Beliau juga berpesan kepada saya, jangan kecewa tanpa gubernur bantuan akan tetap diserahkan,” ujar Risjon Sunge.

Pada pelaksanaan bakti sosial yang ke 112 kali ini, 1000 orang warga kurang mampu yang hadir diberikan santuan dari baznas masing masing Rp.100 ribu.

 

Pewarta : Echin - Humas

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo
© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo