>

GORONTALO  – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo kembali meraih prestasi dalam pengelolaan keuangan daerah. Hal itu ditandai dengan penghargaan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun anggaran 2018 yang diserahkan oleh Menteri Keuangan RI melalui Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Gorontalo, Senin (7/10/2019).

“Penyerahan penghargaan opini WTP atas LKPD tahun 2018 ini dilaksanakan di masing-masing daerah, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang diserahkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan koordinasi dan kerjasama antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat,” kata Kakanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Gorontalo Fahma Sari Fatma.

Fahma mengutarakan, hal yang membanggakan bahwa LKPD 2018 dari seluruh pemerintah daerah di Provinsi Gorontalo meraih Opini WTP. Menurutnya, perolehan Opini WTP atas audit BPK menandakan bahwa LKPD pemerintah daerah telah disajikan secara wajar atas aspek material sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan, terlaksananya Sistem Pengendalian Internal yang efektif, terdapat pengungkapan yang memadai, serta telah dipenuhinya seluruh ketentuan yang berlaku.

Sementara itu Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim dalam sambutannya memberi apresiasi kepada pemerintah daerah yang meraih Opini WTP atas LKPD 2018. Dikatakannya, keberhasilan meraih Opini WTP mengindikasikan bahwa pengelolaan keuangan daerah telah dilakukan secara efektif, efisien, transparan dan akuntabel.

“Opini WTP itu bukan tujuan akhir, tetapi merupakan sasaran antara untuk menuju pemerintahan yang baik dan bersih. Kita apresiasi Pemprov Gorontalo yang meraih 7 kali Opini WTP, termasuk juga Kabupaten Boalemo dan Gorontalo Utara yang baru dua tahun berturut-turut meraih Opini WTP,” ujar Idris.

Penyerahan penghargaan Opini WTP dirangkaikan dengan penganugerahan Treasury Awards tahun 2019. Treasury Awards diberikan kepada pemerintah daerah, satuan kerja instansi vertikal, dan Satuan Organisasi Perangkat Daerah pengelola APBN lingkup Provinsi Gorontalo yang mempunyai kinerja terbaik dalam pengelolaan keuangan dengan berbagai kategori.

Pemprov Gorontalo berhasil meraih Treasury Awards pada dua kategori. Pada kategori Pemerintah Daerah Pengelola Keuangan Daerah, Pemprov Gorontalo meraih peringkat ketiga setelah Kabupaten Boalemo dan Bone Bolango yang berada pada posisi pertama dan kedua. Sementara pada kategori Satuan Kerja Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan Pengelola Keuangan, Dinas Kesehatan dan Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo menempati urutan kedua dan ketiga, setelah Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Pohuwato di posisi pertama.

 

Pewarta : Haris - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Biro Humas Protokol Provinsi Gorontalo tampil memukau pada pagelaran Gorontalo Karnaval Karawo 2019, Minggu (06/10/2019).

Penampilan memukau tersebut terlihat dari antusias masyarakat yang hadir dan antri untuk berswafoto dengan peserta dari Biro Humas Protokol yang tahun ini mengangkat tema Kota Bunga Tomohon.

“Saya pribadi sangat puas dengan apa yang ditampilkan oleh Biro Humas dan Protokol pada hari ini. Dengan penampilan yang sangat cantik dan ciamik menampilkan keindahan bunga yang menjadi representasi dari Kota Tomohon. Maka tidak salah kalau tadi saya perhatikan juga mereka menjadi objek swafoto dari masyarakat yang hadir,” ungkap Kepala Biro Humas Protokol Masran Rauf saat diwawancarai via telepon.

Mengacu pada tema utama GKK 2019 yakni Wonderfull Celebes, Kota Bunga Tomohon sengaja dipilih untuk memperkenalkan kepada khalayak bahwa Tomohon adalah salah satu kota penghasil bunga-bunga indah di Indonesia.

“Sengaja kami pilih Kota Bunga Tomohon karena kan selama ini Sulawesi itu hanya dikenal dengan keindahan bawah lautnya, makanya kita angkat bunga-bunga ini untuk menunjukkan juga bahwa Sulawesi Utara khususnya Tomohon punya potensi lain, yakni sebagai Kota Bunga,” ungkap Ferdi Adam selaku Kepala Bagian Pengolahan Data dan Kemitraan Media Biro Humas Protokol.

Masih menurut Ferdi, persiapan yang dilakukan memakan waktu selama dua minggu. Mulai dari menyiapkan kostum, aksesoris, sinopsis dan koreografi. Seluruh kebutuhan tim disiapkan oleh personil Biro Humas Protokol.

GKK 2019 telah masuk dalam 100 calendar of event Kementrian Pariwisata Republik Indonesia. Perhelatan tersebut dihadiri dan dibuka oleh Menteri Pariwisata RI Arief Yahya. Sebanyak 32 peserta dari berbagai daerah ikut memeriahkan event ini.

Pewarta : Gina - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO  – Pemerintah Provinsi Gorontalo kembali menggelar Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) 2019 bertempat di depan rumah jabatan gubernur, Minggu (6/10/2019). Event yang masuk 100 kalender pariwisata nasional itu berlangsung meriah dengan karnaval busana karawo berbagai tema budaya daerah.

GKK 2019 dibuka oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya didampingi Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim. Sejumlah pejabat eselon I dan II Kementrian Pariwisata serta para kepala daerah se Gorontalo ikut hadir.

Event tahunan kali ini mengambil thema “Wonderful Celebes” atau pesona Sulawesi. Pulau Sulawesi sendiri dikenal dengan kekayaan alam dan budayanya. Contohnya dari Biro Humas dan Protokol mengambil tema Sulawesi Utara dengan Kota Bunga Tomohon yang artinya dikenal sebagai salah satu kota penghasil bunga terbesar di Indonesia. Inilah mengapa Kota Tomohon harus dikunjungi wisatawan.

Adapula Badan Keuangan Provinsi Gorontalo mengambil tema, Sulawesi Selatan. Sulawesi Selatan memiliki keanekaragaman budaya dan kearifan lokal yang Indah. Salah satu di antaranya adalah Bantimurung yang menjadi surga bagi ribuan spesies kupu-kupu

Dalam sambutannya Arief Yahya menyampaikan, GKK sudah dua tahun berturut-turut masuk dalam kalender top 100 even nasional. Hal ini tentu saja sangat membanggakan, mengingat masuk ke kalender tersebut sangatlah susah harus bersaing dengan seluruh daerah se Indonesia.

“Mengenai event Gorontalo salah satu provinsi yang banyak eventnya. Di Gorontalo ada 82 event, jarang sekali satu provinsi ada event sebanyak itu dan bahkan ada dua event yang masuk dalam kalender nasional yaitu Festival Karawo dan Festival Pesona Danau Limboto,” kata Arief Yahya.

Arief Yahya menambahkan mengenai tema yang dipilih sangat bagus yakni wonderful Celebes atau pesona Sulawesi. Menurutnya, dibalik semua itu daerah bagian Sulawesi mempunyai tujuan yang sama “Sulawesi bersatu” dalam bingkai NKRI.

Sementara itu Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim atas nama Pemprov Gorontalo mengucapkan terimakasih kepada semuah pihak utamanya Menteri Pariwisata RI yang sudah bersedia meluangkan waktu untuk hadir dan membuka langsung kegiatan GKK 2019 ini. Ia berharap event ini akan terus eksis dan meningkatkan daya tarik agar wisatawan yang berkunjung ke Gorontalo semakin banyak.

“Karena kegiatan ini sekaligus pula mendukung program perencanaan nasional, di bidang pariwisata untuk mencapai kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 20 juta orang dan wisatawan lokal dengan 375 juta orang, pada tahun 2020 nantinya,” tutur Idris Rahim.

Pewarta : Echin - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

LOMBONGO – Menteri Pariwisata RI Arief Yahya menegaskan bahwa untuk pengembangan pariwisata di Provinsi Gorontalo harus menggunakan konsep 3A, yaitu Akses, Amenitas, dan Atraksi. Hal itu disampaikannya saat berkunjung ke objek wisata alam Lombongo di Kabupaten Bone Bolango (Bonebol), Minggu (6/10/2019).

“Atraksinya Gorontalo sudah sangat bagus, tarian, budaya, dan alamnya bagus. Setelah kunjungan ke Lombongo ini saya lebih yakin lagi untuk atraksi sudah tidak ada masalah,” ujar Menpar Arief Yahya.

Untuk akses pariwisata, Menpar meminta agar pemasaran pariwisata Gorontalo dilakukan dengan menjadikan Manado sebagai penghubung. Menurutnya hal tersebut sudah menjadi kelaziman untuk memajukan satu destinasi wisata. Sedangkan untuk amenitas atau kemudahan, Arief menginstruksikan jajaran pariwisata di Provinsi Gorontalo untuk bekerja sama dengan maskapai penerbangan.

“Dulu Lombok menjadi Bali sebagai penghubung, demikian juga dengan Banyuwangi. Saya minta juga kepada rekan-rekan biro perjanalan wisata di Manado untuk mempromosikan destinasi wisata di Gorontalo. Bangun kerja sama dengan airline, kalau pakai darat waktunya terlalu lama,” imbuhnya.

Sementara itu terkait pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata di Kabupaten Bonebol yang akan diajukan ke Kemenpar, Wakil Gubernur Idris Rahim yang turut mendampingi Menpar Arief Yahya mengutarakan bahwa Pemprov Gorontalo sepenuhnya akan bersinergi mendukung hal tersebut. Berdasarkan aturan Kemenpar, minimal kawasan pengembangan pariwisata seluas 100 hektar.

“Di kawasan Lombongo ini ada lahan milik Pemprov Gorontalo dengan luas kurang lebih 32 hektar. Ini bisa kita masukkan dalam KEK pariwisata di Bone Bolango, secepatnya akan kita bahas bersama,” tutur Wagub Idris Rahim.

Pada kunjungannya ke objek wisata alam Lombongo, Menpar Arief Yahya bersama Wagub Idris Rahim dan sejumlah pejabat dari Kemenpar berkesempatan untuk melepas anak burung Maleo ke alam bebas hasil pengembangbiakkan oleh Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone. Sebelumnya kedatangan Menpar bersama rombongan disambut dengan upacara adat yang seluruh pelaksananya ada para siswa Sekolah Dasar.

 

Pewarta : Haris - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Menteri Pariwisata Arief Yahya menantang Gubernur Gorontalo Rusli Habibie untuk membuat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata. KEK menurutnya merupakan solusi terbaik jika Gorontalo ingin menjadi pariwisata sebagai program dan destinasi unggulan.

Arief menilai pengembangan pariwisata di Indonesia terkendala dalam aspek birokratisasi yang berbelit-belit. Selain itu masalah pembebasan lahan juga sering menjadi kendala sebelum dinyatakan clear dan clean.

“Jadi KEK adalah salah satu solusi untuk tiga hal. Pertama birokratisasi, kedua perizinan satu pintu dan ketiga cara cerdas (suatu daerah mengembangkan pariwisata) menurut saya,” ungkap Arief saat menghadiri rangkaian acara Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) 2019 di Hotel Grand Q, Kota Gorontalo, Sabtu (5/10/2019).

Dengan penetapan KEK pariwisata, banyak kemudahan yang didapatkan daerah dari pemerintah pusat. Infrastruktur dasar serta infrastruktur pendukungnya akan disiapkan seperti pembangunan jalan, listrik, air bersih dan internet. Menpar mencontohkan KEK Mandalika di Nusa Tenggara Barat.

“Mandalika itu satu jam dari bandara. Kita buatkan jalan byepass 18 kilo sekarang jarak tempuhnya kurang dari 30 menit,” imbuhnya.

KEK di Gorontalo diharapkan menjadi primary destination. Destinasi lain di daerah tersebut akan menjadi kawasan pendukung sehingga pariwisata dapat terintegrasi dengan baik. Hal itu tidak saja meningkatkan jumlah destinasi wisatawan, tetapi juga menambah lama tinggal wisatawan.

Pemprov Gorontalo melalui Bapppeda sedang mengusulkan obyek wisata Lombongo menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Sayangnya usulan tersebut terkendala luas lahan yang dipersyaratkan minimal 120 hektar. Luas lahan Lombongo hanya lebih kurang 32 hektar.

Kedatangan Menpar di Gorontalo untuk menjadi pembicara pada Celebes Tourism Meeting dalam rangkaian GKK 2019. Forum itu diikuti oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, Wakil Gubernur Idris Rahim, para kepala daerah kabupaten/kota serta pelaku pariwisata.

Forum tersebut juga menghadirkan Wagub Sulawesi Tengah Rusli Daeng Palabbi serta Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas selaku pembicara.

Rencananya Manpar juga akan menghadiri puncak Gorontalo Karnaval Karawo 2019 bertempat di depan rumah jabatan gubernur pada Minggu 6 Oktober besok. GKK menjadi satu dari 100 kalender event pariwisata nasional tahun 2019.

Pewarta: Isam

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Bidang Peternakan Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo bersama anggota legisslatif Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan  DPRD Prov Gorontalo melakukan kunjungan lapangan dalam rangka monitoring dan evalusi program bantuan peternakan dari pemerintah provinsi yang dialokasikan di Kabupaten Gorontalo.  

Kepala Dinas Pertanian melalui Kepala Seksi Produksi Peternakan Abdul Rahman turut mendampingi Komisi II dan langsung mengarahkan ke Kelompok Ternak Gemilang Desa Ombulo Kecamatan Limboto Barat dan Kelompok Mangenangan Desa Reksonegoro Kecamatan Tibawa Kabupaten Gorontalo, Minggu (6/10/2019).

Dalam kunjungan ini Komisi II mengapresiasi perkembangan ternak pada 2 kelompok petani tersebut.

"Program peternakan ini diharapkan tepat sasaran, selalu ada pembinaan, dan dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat," kata Espin Tulie.

Espin Tulie  menilai kemarau panjang yang mendera selama berbulan-bulan selama ini tidak menyurutkan semangat para peternak untuk memenuhi kebutuhan pakan ternaknya.

 

Pewarta : Oman Moningka – Dinas Pertanian

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas bicara blak-blakan soal strategi pemerintahannya untuk pengembangan pariwisata daerah. Berbagai jurus ia kemukakan saat menjadi pembicara pada Celebes Tourism Meeting (CTM) dalam rangkaian Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) 2019 bertempat di Hotel Grand Q, Kota Gorontalo, Sabtu (5/10/2019).

Abdullah punya prinsip dalam mengelola pariwisata. Ia menjadikan semua dinas adalah dinas pariwisata, setiap lokasi adalah destinasi pariwisata dan setiap program adalah atraksi.

Program sederhana dijadikan festival. Contohnya festival toilet bersih yang melibatkan pengelola destinasi wisata, sekolah, pemerintah dan swasta. Ada juga festival sungai bersih yang melibatkan banyak orang.

Abdullah sukses menyulap image Banyuwangi sebagai “desa santet” menjadi desa internet melalui program smart kampung. Ia juga berprinsip setiap pendatang adalah endorser, cerita adalah segalanya.

Ia mendorong Gorontalo untuk mengembangkan wisata alam. Menurutnya, wisatawan asing cenderung mencari obyek wisata gunung dan hutan yang sepi dari hiruk pikuk. Berbeda dengan mayoritas wisatawan lokal yang menjadikan keramaian Bali sebagai tujuan.

“Saya justru tanya, tidak ada yang kasih tau saya soal (taman laut) Olele. Tidak ada yang kasih tau saya bahwa bapak harus ke sini. Ini tidak boleh terjadi kepada tamu (ke Gorontalo) setelah saya. Setiap tamu yang datang tempel. Saya ada LO, setiap tamu yang datang tempel,” tandasnya.

Sementara itu Gubernur Gorontalo Rusli Habibie berjanji akan datang belajar pariwisata ke Banyuwangi. Ia menargetkan harus ada yang ilmu yang bisa diterapkan di Gorontalo.

“Tetapi saya katakan kembali dari Banyuwangi sudah harus action di Gorontalo. Jangan hanya belajar belajar apalagi MoU MoU tapi tidak ada realisasinya di daerah. Minimal apa yang sudah dibuat oleh Bupati Banyuwangi kita bisa ikuti dan terapkan di Gorontalo,” tutur Rusli.

Celebes Tourism Meeting merupakan forum bersama se Sulawesi yang turut dihadiri Menteri Pariwisata Arief Yahya. Forum membahas pengembangan pariwisata itu juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Rusli Daeng Pallabi dan jajaran, pemerintah kabupaten/kota serta pelaku industri pariwisata se Sulawesi.

 

Pewarta: Isam - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Pemerintah daerah masih menjadi pemain utama dalam menggerakkan pariwisata di Provinsi Gorontalo. Hal ini diungkapkan Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim dalam sambutannya dalam Celebes Tourism Meeting (Forum Pariwisata Sulawesi) yang dilaksanakan di Hotel Grand Q, Sabtu (5/10/2019).

“Selama ini, kami di Gorontalo membangun pariwisata itu masih digerakkan oleh pemerintah daerah. Masih banyak swasta yang belum tertarik terhadap destinasi wisata yang ada di Provinsi Gorontalo,” ungkap Idris.

Idris menjelaskan, untuk membangun pariwisata tentunya tidak mudah, perlu dukungan berbagai pihak dan juga adanya berbagai kegiatan pariwisata yang bisa menarik pengunjung baik dari dalam daerah dan luar daerah.

Ia berharap Pemerintah Provinsi Gorontalo di usianya yang ke 19 tahun bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui salah satu program unggulan yaitu pariwisata yang mendunia.

Di tempat yang sama, ketua panitia pelaksana, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo, Rifli Katili, mengatakan tujuan pelaksanaan Celebes Tourism Forum adalah sebagai forum silaturahmi dan sinergi program antara pemerintah pusat dan daerah serta antara provinsi dan kabupaten kota.

Rifli berharap forum ini sebagai sharing informasi dan pengalaman serta bagaimana mendorong pariwisata di daerah lainnya.

” Ke depan yang diharapkan adalah para regulator, asosiasi dan industri, kita yang ada di Sulawesi bersatu padu, bagaimana mempromosikan dan memajukan pariwisata yang ada di Sulawesi,” kata Rifli.

Celebes Tourism Meeting merupakan rangkaian dari Gorontalo Karnaval Karawo yang puncaknya akan dilaksanakan pada hari Minggu, 6 Oktober 2019.

Dalam forum ini pula ditandatangani Momenrandum of Understanding (MoU) antara ASITA Provinsi Gorontalo dan ASITA Provinsi Sulawesi Utara tentang pendistribusian turis Tiongkok dari Manado ke Gorontalo serta pemberian jasa konsultasi dalam rangka pembangunan destinasi di Gorontalo.

Forum ini dihadiri Menteri Pariwisata RI Arief Yahya, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, dan para pejabat lainnya baik dari Gorontalo maupun dari daerah lainnya.

 

Pewarta : Asriani - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

LIMBOTO  – Eksistensi Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Provinsi Gorontalo makin mantap di usia ke-74. TNI tidak saja terus berkempang dalam hal kemampuan dan tugas personil tetapi juga berkembang dalam hal satuan komando baik darat, laut dan udara.

Hal tersebut dikemukakan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie usai menghadiri upacara peringatan HUT ke-74 TNI yang dipusatkan di lapangan GOR David-Tonny, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Sabtu (5/10/2019).

“Eksistensi TNI di Gorontalo sangat kompak, kami bersinergi terutama dalam ketahanan pangan, pertanian dalam percetakan sawah. Babinsa juga ikut mengawal program pertanian dan mengawasi. Kami juga berterima kasih kepada TNI AL dan AU yang berfungsi untuk mengawal laut dan udara,” ucap Rusli saat diwawancarai wartawan.

Lebih lanjut Rusli mengemukakan, HUT ke-74 TNI akan dijadikan momentum untuk mengawal pembangunan Sekolah Calon Bintara (Secaba) di Gorontalo. Tanggal 7 Oktober nanti, para kepala daerah dan unsur pimpinan TNI ditunggu oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) terkait finalisasi pembangunan Secaba di Gorontalo.

“Pak Kasad sudah siapkan waktu, jam 13.00 kami ditunggu untuk memaparkan kesiapan pembangunan Secaba di Gorontalo. Insyaallah kalau ini jadi maka sudah ada dua lembaga pendidikan (di Gorontalo) yakni untuk Polri (SPN) dan Secaba TNI,” imbuhnya.

Sementara itu Danrem 133 Nani Wartabone Kolonel Czi Arnold AP Ritiauw menyebut TNI akan terus melakuan perluasaan postur TNI untuk menjangkau semua daerah. Sejak tahun 2018 lalu TNI AD membentuk Makorem 133 dan menambah dua Makodim di wilayah Pohuwato dan Gorontalo Utara.

 “Kita harapkan juga satuan TNI AL bisa naik status ke Tipe B. Begitu juga dengan Sat Radar TNI AU bisa melakukan peremajaan alutsista untuk mengawal wilayah udara,” jelasnya.

Peringatan HUT ke-74 TNI diisi dengan atraksi bela diri yong mo do, atraksi pembebasan sandera olrh Brigif 22/Ota Manasa. Ada juga defile pasukan yang diikuti oleh unsur TNI AD, AL, AU, Polri, SAR, Satpol PP, FKPPI dan Pramuka.

Pewarta: Isam - Humas

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo

LIMBOTO  – Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Provinsi Gorontalo menggelar upacara memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 yang dipusatkan di lapangan GOR David-Tonny, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Sabtu (5/10/2019).

Komandan Korem 133 Nani Wartabone Kolonel Czi Arnold AP Ritiauw bertindak sebagai inspektur upacara. Hadir dalam kesempatan tersebut Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, para kepala daerah kabupaten/kota, unsur Forkpimda serta para komadan dari berbagai satuan TNI.

“Saya bangga kepada seluruh prajurit dan PNS TNI yang telah menunjukkan profesionalitasnya dalam melaksanakan setiap tugas yang dipercayakan rakyat, bangsa dan negara. Saya yakin keluarga dan seluruh rakyat Indonesia bangga dengan profesionalitas TNI,” ucap Danrem saat membacakan sambutan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Panglima mengingatkan bahwa di HUT yang ke-74 tantangan TNI ke depan semakin besar. Perkembangan teknologi telah menggeser paradigma perang konvensional teritorial menjadi perang di pelbagai dimensi.

Perang siber dan perang informasi meski tidak menghancurkan namun merusak tatanan bangsa dan negara. Di tambah lagi dengan bencana alam yang dapat terjadi setiap saat, termasuk ancaman militer dan non militer yang selalu berubah setiap saat.

“Menghadapi kompleksitas ancaman di atas diperlukan postur TNI ideal sesuai kebijakan pertahanan negara dan kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan. Pembangunan postur TNI meliputi pembangunan kekuatan, pembinaan kemampuan dan gelar kekuatan TNI,” imbuh perwira tiga bunga itu.

Pada peringatan HUT TNI ke-74 digelar atraksi dari prajurit TNI berbagai kesatuan. Atraksi diawali dengan peragaan bela diri yong mo do. Puluhan prajurit unjuk kebolehan memperagakan teknik bela diri tangan kosong, bela diri dengan double stick, bela diri satu lawan satu serta atraksi lompat rintang.

Ada juga atraksi pembebasan sandra yang dilakukan oleh prajurit Brigade Infanteri (Brigif) 22/Ota Manasa.

Defile pasukan dari berbagai kesatuan serta parade kendaraan taktis ikut digelar. Peringatan hut diakhiri dengan pemotongan tumpeng oleh Danrem, Danlanal serta Dansat Radar Gorontalo.

 

Pewarta: Isam - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo