>

GORONTALO – Pemerintah Provinsi Gorontalo optimistis proyeksi pendapatan pada alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020 mendatang akan mengalami peningkatan. Nilainya peningkatan Rp50.397.545.493,00- menjadi Rp2.006.064.139.749,00 dari tahun 2019 ini.

Hal tersebut sebagaimana terungkap saat Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menyerahkan kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Selasa (16/7/2019).

“Mengalami peningkatan 2,58 persen dibandingkan pendapatan daerah pada APBD 2019 sebesar Rp1.995.666.594.256,00,” kata Sekretaris Daerah Darda Daraba yang didaulat membacakan sambutan gubernur.

Pendapatan tersebut sejalan dengan proyeksi belanja daerah yang akan difokuskan untuk pengentasan kemiskinan, kebutuhan infrastruktur dan fasilitas umum, pendidikan dan akses kesehatan masyarakat.

“Ada juga program untuk pengembangan ekonomi masyarakat, mendorong penguatan ketahanan pangan serta upaya dalam pengembangan potensi-potensi unggulan dan kewilayahan daerah,” imbuhnya.

Melalui usulan KUA-PPAS 2020 yang akan dibahas oleh DPRD tersebut, Pemprov Gorontalo menetapkan beberapa indikator dan target pembangunan pada 2020 nanti. Diantaranya Pertumbuhan Ekonomi 6,69 persen, Indeks Gini 0,39 poin, Indeks Pembangunan Manusia 68.71 poin serta Persentase Penduduk Miskin turun menjadi 15.00 persen.

Di hari yang sama, DPRD juga telah menyetujui usulan Perubahan KUA-PPAS 2019 untuk dilanjutkan pada pembahasan Perubahan APBD 2019 sesuai dengan mekansime dewan.

 

Pewarta: Isam – Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim mendukung sepenuhnya  lomba orienteering yang dikemas dalam kegiatan Sprint Celebes 1942 Jilid IV yang akan digelar oleh Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Alaska Fakultas Teknik Universitas Negeri Gorontalo.

Hal itu diungkapkannya saat menerima pengurus Mapala Alaska di ruang kerja Wagub kompleks Gubernuran Gorontalo, Selasa (16/7/2019).

“Saya himbau seluruh instansi dan Organisasi Perangkat Daerah dapat mendukung kegiatan Mapala ini. Apalagi kegiatan ini bertaraf nasional dan akan dihadiri oleh banyak peserta dari luar Gorontalo,” kata Wagub Idris Rahim pada kesempatan itu.

Orienteering adalah olahraga yang membutuhkan kemampuan dan keterampilan navigasi menggunakan peta dan kompas untuk menyelesaikan suatu lintasan dari titik kontrol satu ke titik kontrol lain dalam waktu sesingkat mungkin. Olahraga ini memadukan keselarasan berpikir, kecepatan, dan kekuatan fisik.

“Titik koordinat ditetapkan oleh panitia, selanjutnya peserta berlomba berlomba mencari titik koordinat itu menggunakan kompas dan peta. Yang tercepat dialah pemenangnya. Lomba ini bertujuan untuk menguji kemampuan setiap peserta dalam membaca kompas dan peta,” jelas Ani, selaku Ketua Ketua Divisi Fotografi dan Jurnalistik Mapala Alaska saat diwawancarai usai bertemu dengan Wagub Idris Rahim.

Ani menambahkan, lomba orienteering Sprint Celebes 1942 Jilid IV akan diikuti oleh peserta dari Mapala seluruh Indonesia. Sesuai rencana, lomba orienteering akan dilaksanakan pada tanggal 12 November 2019 berlokasi di Dulamayo, Kabupaten Gorontalo.

 “Total hadiahnya Rp30 juta. Biaya pendaftaran untuk gelombang pertama hingga akhir Agustus sebesar Rp200 ribu dan gelombang kedua pada bulan September sebesar Rp225 ribu,” tandas Ani.

Untuk informasi pendaftaran dapat dilihat di Website www.sprintcelebes1942.com

 

Pewarta : Haris - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Ketua Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Idah Syahidah mengajak kaum muda, terutama kaum milenial untuk menunjukkan kepedulian kepada para orang lanjut usia (lansia).

Hal ini dikatakan Idah Syahidah pada peringatan Hari Lanjut Usia Nasional ke-23 tingkat Provinsi Gorontalo di halaman rumah jabatan Gubernur Gorontalo yang dibuka Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Darda Daraba, Selasa (16/7/2019).

“Peringatan hari lansia ini semata-mata bukan hanya untuk para lansia tapi juga untuk kaum muda atau bahasa gaulnya kaum milenial. Kenapa? karena saya inginkan kaum milenial yang ada di Gorontalo bisa membuat kegiatan positif misalnya dengan melibatkan para oma-opa ini, di ajak wisata atau hal menyenangkan lainnya,” kata Idah Syahidah.

Idah Syahidah menambahkan kaum milenial bisa mencontoh bagaimana para lansia mengawal tumbuh kembang generasi mereka. Kaum milenial juga bisa bertanya tentang pengalaman hidup yang inspiratif serta menjadi suri tauladan bagi generasi mereka dari para lansia.

“Pasti di setiap keluarga itu ada ayah atau ibu, oma atau kakek yang selalu menceritakan kehebatan mereka saat muda dulu. Di sinilah ke tauladan dari lansia bisa diwariskan dan diteladani oleh generasi penerus,” kata Idah Syahidah yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Gorontalo.

Para lansia yang hadir dalam kegiatan ini mendapatkan paket bantuan bahan pokok berupa beras, gula dan minyak goreng serta uang.

Peringatan ke-23 HLUN ini, diikuti oleh 500 lansia se-Provinsi Gorontalo, 200 relawan dan pihak-pihak terkait dari Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan. Diakhir acara, beberapa lansia mendapatkan kesempatan untuk menampilkan kebolehannya berupa tari dana-dana dan paduan suara.

 

Pewarta : Ecin - Humas

Dipublikasikan pada Kota Gorontalo

GORONTALO  -  Badan Pendidikan dan Pelatihan Provinsi Gorontalo memperoleh Akreditasi A untuk kegiatan Latihan Dasar  (Latsar) dan akreditas  B untuk pelaksanaan pendidikan dan Pelatihan (Diklat) PIM tingkat III dan PIM tingkat IV.

Capaian ini  disampaikan Erna Irawati, Kepala Pusat Program dan Perencanaan Pengembangan Kompetensi Aparat Sipil Negara Lembaga Administrasi Negara (LAN), Kamis (11/7/2019).

Erna Irawati juga memaparkan hasil penilaian akreditasi Badan Pendidikan dan Pelatihan Provinsi Gorontalo merupakan satu-satunya lembaga diklat yang ada di Provinsi Gorontalo yang terkreditasi.

Masa berlaku penilaian akreditas ini selama 3 tahun untuk pelaksanaan diklat PIM III dan PIM IV, sedangkan untuk kegiatan Diklat Latsar CPNS selama 5 tahun.

“Gubernur Gorontalo, Wagub serta Sekretaris Daerah Provinsi Gorotalo sangat mendukung program pengembangan SDM Aparatur di Provinsi Gorontalo,”kata Sofian Ibrahim, Kepala Badan Diklat Provinsi Gorontalo, Selasa (16/7/2019).

Bentuk dukungan pimpinan provinsi ini, kata Sofian Ibrahim, dalam wujud perhatian dengan peningkatan alokasi anggaran pengembangan  kompetensi ASN, dukungan sarana dan prasarana kediklatan seperti asrama baru, lahan kantor baru dan lain-lain.

Hasil penilaian akreditas ini merupakan peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan nilai akreditasi 3 tahun yang lalu.

“Ada beberapa catatan yang perlu ditindaklanjuti antara lain kelengkapan sarana prasarana, perbaikan SDM, peningkatan pemanfaatan teknologi informasi kediklatan (IT) serta perbaikan bahan ajar dari fasilitator/widyaiswara. Hal ini akan menjadi perhatian dari Badan Diklat untuk dioptimalkan pada proses rakreditasi ke depan,”tutur Sofian Ibrahim.

Penilaian akreditasi ini merupakan hasil akhir dari rangkaian penilaian lembaga diklat Pemerintah di Provinsi Gorontalo yang dilakukan sepanjang Januari sampai dengan Mei 2019.

“Tujuan akreditasi ini untuk menjaga kualitas penyelenggara diklat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN),” ujar Sofian Ibrahim.

Selain Erna Irawati, pengumuman penilaian akreditasi yang dilaksanakan di Lembaga Admiistrasi Negara Jakarta ini dihadiri Muhammad Taufiq Deputi Bidang Kebijakan Pengembangan Kompetensi ASN LAN, Sofian Ibrahim Kepala Badan Diklat Provinsi Gorontalo, Henry A Abay Sekretaris Badan Diklat dan Pejabat Esselon III Badan Diklat, serta Pimpinan Lembaga Diklat se-Sulawesi.

 

Pewarta : Moh. Azwar Baruadi -  Badan Pendidikan dan Pelatihan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Sejumlah ruas jalan di Provinsi Gorontalo semakin nyaman dimanfaatkan masyarakat pengguna. Ini berkat pembangunan yang diakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Gorontalo.

Untuk memastikan kulitas jalan ini, Kepala Dinas PUPR, Handoyo Sugiharto melakukan peninjauan di sejumlah pekerjaan peningkatan kualitas dan pelebaran jalan provinsi, Senin (15/7/2019)

“Kami melakukan monitoring pelaksanaan pekerjaan jalan di jalan Thaib Gobel, Boidu-Dulamayo, Gorontalo-Tapa-Atinggola dan Alhamdulillah semua pekerjaan sedang dilaksanakan sesuai dengan prosedur” kata Handoyo Sugiharto.

Untuk menghasilkan pekerjaan jalan sesuai dengan kontrak dan kualitas jalan yang mantap, Handoyo Sugiharto  mengungkapkan mereka menggunakan layanan Unit Pelayanan Terpadu Daerah (UPTD) Balai Pengujian Material Jalan dan Bangunan yang ada di Dinas PUPR untuk memonitoring pekerjaan tersebut.

“Kami turunkan tenaga laboratorium milik dinas PUPR untuk memonitor dan mengontrol kualitas pelaksanaan yang ada di beberapa pekerjaan,” ujar Handoyo Sugiharto.

Dari sejumlah pekerjaan peningkatan kualitas dan pelebaran jalan yang saat ini sedang dikerjakan yaitu jalan jalan Thaib Gobel dengan target pekerjaan sepanjang 4,7 kilometer, jalan Gorontalo-Tapa-Atinggola dengan target pekerjaan sepanjang 2 kilometer dan jalan Boidu-Longalo-Dulamayo target sepanjang 1,5 kilometer.

Handoyo juga berharap pekerjaan peningkatan kualitas jalan yang sedang dilaksanakan saat ini, bisa selesai tepat waktu, sesuai spesifikasi dan sesuai kontrak.


Pewarta : Yudi- Dinas PUPR

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Desa Tolinggula Tengah Kecamatan Tolinggula Kabupaten Gorontalo Utara dan Kelurahan Polohungo Kecamatan Limboto Kabupaten Gorontalo berhasil meraih juara I Lomba Desa dan Kelurahan tingkat Provinsi Gorontalo tahun 2019.

Pengumuman lomba ini Desa dan Kelurahan ini diumumkan Kepala Dinas Peberdayaan Masyarakat Desa Administrasi kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi Gorontalo kepada bupati/walikota se-Provinsi Gorontalo, senin (15/7/2019).

Pengumuman lomba sudah ditetapkan melalui SK Gubernur Gorontalo Nomor 198/13/VII/2019 tanggal 3 Juli 2019 tentang Penetapan Hasil Evaluasi Perkembangan Desa/Kelurahan dan Lomba Desa/Kelurahan tingkat Provinsi Gorontalo.

Dalam pengumuman ini Desa Tolinggula Tengah Kecamatan Tolinggula Kabupaten Gorontalo Utara  mengalahkan Desa Suka Makmur Kecamatan Patilanggio Kabupaten Pohuwato sebagai juara II dan Desa Talulobutu Kecamatan Tapa Kabupaten Bone Bolango sebagai Juara III.

Juara I lomba kelurahan diraih oleh Kelurahan Polohungo Kecamatan Limboto Kabupaten Gorontalo,   juara II diraih oleh Kelurahan Tomulabutao Kecamatan Dungingi Kota Gorontalo dan posisi juara III disabet oleh Kelurahan Libuo Kecamatan Paguat Kabupaten Pohuwato.

“Hasil lomba ini merupakan capaian yang sangat membanggakan. Hal ini mengindikasikan bahwa semangat desa dan kelurahan membangun sudah betul-betul diimplementasikan dengan tata kelola desa yang semakin baik. Selamat kepada pemerintah dan masyarakat desa Tolinggula dan Kelurahan Polohungo atas pencapaian ini,” kata Kadis PMD-Administrasi Dukcapil, Slamet Bakri didampingi Kepala Bidang Bina Pemerintahan Desa, Drs. Supandi Moerad.

Slamet Bakri menambhkan, Desa Tolinggula dan Kelurahan Polohungo akan mewakili Provinsi Gorontalo pada ajang Lomba Desa Tingkat Nasional

 

Pewarta : Nini Maku - Dinas PMD Adminduk Capil

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO –Sebanyak 25 paket bantuan perlengkapan sekolah diserahkan kepada siswa oleh Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Provinsi  Gorontalo.

Penyerahan ini dilakukan oleh Kepala Dinas Risjon Kujiman Sunge dan Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Sosial PP dan PA Provinsi Gorontalo, Yusni Trisya Sunge Pakaya dan dihadiri Sekretaris Dinas Sosial Iskandar Misilu, Kepala  Bidang dan Kepala Seksi di lingkup Dinas Sosial PP dan PA Provinsi Gorontalo.

Penyerahan ini dilakukan secara simbolis kepada 3 orang siswa antara lain kepada Adelia Maulina Dautina (6) siswa Sekolah Dasar, anak dari Lindawati Nuri, Nurfadila Pakaya (13) siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) anak dari ayah  Suleman Pakaya dan Patria Anisa Lagarutu  (15)siswa Sekolah Menengah Umum (SMU) anak dari Ardin Latjengke.

“Penyerahan santunan dan bingkisan kepada anak pegawai Golongan 1, Pegawai Tidak Tetap, satuan pengamanan, dan cleaning service  dapat memotivasi etos kerja sehingga mewujudkan kepedulian terhadap mereka. Selain itu  bermaksud mengetuk kepekaan kita semua  untuk saling tolong menolong, membiasakan diri untuk menginfakkan sebagian rezeki,” kata Risjon Sunge, Senin (15/7/2019).

Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Sosial PP dan PA Provinsi Gorontalo, Yusni Trisya Sunge Pakaya menambahkan pemberian santunan dan bingkisan yang diselenggarakan oleh DWP ini diharapkan bisa meringankan beban biaya sekolah dan memotivasi mereka untuk terus belajar.

Bantuan ini merupakan bentuk solidaritas dan partisipasi anggota DWP  sebagai wujud semangat dan nilai kepedulian terhadap sesama.

 

Pewarta : Yoan Talib - Dinas Sosial PP dan PA

Dipublikasikan pada Kota Gorontalo

GORONTALO – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo mengharapkan dukungan masyarakat dan Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk mensukseskan Sensus Penduduk(SP) 2020. Hal itu disampaikan Kepala BPS Provinsi Gorontalo Herum Fajarwati saat bertemu Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim, Senin (15/7/2019).

 “Tahun depan kami ada kegiatan besar yaitu SP 2020. Kami membutuhkan dukungan masyarakat dan Pemerintah Gorontalo hingga ke level RT/RW untuk suksesnya SP 2020,” kata Herum Fajarwati.

Herum Fajarwati menjelaskan, momen SP 2020 merupakan sejarah baru bagi bangsa Indonesia. Dibandingkan pelaksanaan SP sebelumnya, kali ini dilakukan secara terintegrasi dengan menggunakan data Administrasi Kependudukan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, serta pendataan keluarga dari BKKBN.

“SP 2020 akan menuju pada satu data kependudukan. Selama ini masih ada perbedaan data penduduk versi BPS, Dukcapil, dan BKKBN, pada SP 2020 semuanya akan terintegrasi,” jelas Herum Fajarwati.

Terkait pelaksanaan SP 2020 di Provinsi Gorontalo, Idris Rahim menyarankan agar BPS segera mengagendakan rapat koordinasi yang menghadirkan Pemprov Gorontalo dan Kabupaten/Kota. Menurutnya hal itu sangat penting sebagai langkah sosialisasi dan informasi tentang tahapan pelaksanaan SP 2020 di Provinsi Gorontalo.

“Jika perlu kita hadirkan sampai ke para camatnya agar pelaksanaan SP 2020 terinformasi dengan baik ke seluruh masyarakat,” ujar Idris.

Lebih lanjut Wagub Gorontalo dua periode tersebut mengajak seluruh masyarakat Provinsi Gorontalo untuk mensukseskan momen 10 tahunan pelaksanaan SP. Diutarakannya, data kependudukan sangat dibutuhkan oleh pemerintah tidak saja untuk memastikan penduduk Indonesia, tetapi juga agar pelaksanaan program pemerintah lebih tepat sasaran seperti dalam penyediaan sarana pendidikan dan kesehatan, pemukiman, dan sanitasi.

 “Untuk itu saya mengajak seluruh pihak mulai dari tingkat provinsi, kabupaten/kota, para camat, lurah, kepala desa, dan seluruh masyarakat Gorontalo untuk sama-sama mensukseskan SP 2020,” pungkas Wagub Idris Rahim.

 

Pewarta : Haris- Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO –  Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Darda Daraba mengingatkan kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) harus  mampu menyelesaikan masalah kepegawaian yang ada di internal masing-masing instansi.

“Kalau bisa diselesaikan tingkat OPD, jangan naik lagi,” pinta Darda Daraba saat membuka kegiatan Governor Coaching bagi pejabat Pimpinan Tinggi, Administrator, dan Pengawas di lingkup Pemprov Gorontalo, Senin (15/7/2019) di hotel Maqna.

Sekda menjelaskan  terkait penanganan kasus-kasus kepegawaian itu berjenjang, dan kepala OPD harus mampu menyelesaikan masalah “rumah tangganya” itu terlebih dahulu. Bukannya meminta rumah  tangga sebelah untuk masuk dan turut campur menyelesaikan masalah internal mereka.

“Kalau ada yang bisa diselesaikan di tingkat OPD, selesaikan itu, karena bapak  yang panglimanya di OPD itu. Siapa lagi kalau bukan bapak,” tegas darda.

Di tempat yang sama Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Gorontalo  Zukri Surotinojo menjelaskan,  terkait  penanganan kasus-kasus disiplin ASN, kasus-kasus kepegawain terkait ASN ini mulai ada peningkatan dan pergeseran masalah.

“Bukan hanya masalah yang ringan-ringan terkait  dengan persoalan internal di kantor, tapi juga kadang ada persoalan di luar yang kita harus tangani,” jelas  Zukri.

Mantan Karo Humas dan Protokol ini menambahkan, untuk kasus-kasus kepegawaian ataupun disiplin ASN terbagi dalam tiga tingkatan yaitu kasus ringan, sedang dan berat.

 

Pewarta : Asriani - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Angka kemiskinan di Provinsi Gorontalo turun 0,31 persen dari bulan September 2018 yang sebesar 15,83 persen menjadi 15,52 persen pada bulan Maret 2019.

Berdasarkan persentase tersebut, jumlah penduduk miskin Gorontalo berkurang sebanyak 2,27 ribu orang dari 188,30 orang pada bulan September 2018 menjadi 186,03 orang pada Maret 2019.

“Hari ini BPS merilis angka kemiskinan secara nasional. Alhamdulillah jumlah dan persentase kemiskinan di Gorontalo menurun sebesar 0,31 persen jika dibanding bulan September 2018,” kata Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Herum Fajarwati, usai melaporkan perkembangan kemiskinan kepada Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim, Senin (15/7/2019).

Herum Fajarwati menambahkan, penurunan angka kemiskinan tersebut diikuti oleh penurunan tingkat kedalaman dan keparahan kemiskinan pada periode Maret 2018 – Maret 2019.

Indeks Kedalaman Kemiskinan pada Maret 2018 sebesar 3,060 turun 0,415 poin menjadi 2,645 pada Maret 2019. Demikian pula halnya Indeks Keparahan Kemiskinan dari 0,750 menjadi 0,635 pada periode yang sama.

“Tingkat ketimpangan atau gini ratio juga mengalami penurunan sebesar 0,01 poin, dari 0,417 pada September 2018 menjadi 0,407 pada Maret 2019. Ini adalah perkembangan yang menggembirakan dan merupakan hasil dari program-program pembangunan di Provinsi Gorontalo,” tutur Herum Fajarwati.

Menanggapi turunnya angka kemiskinan Provinsi Gorontalo, Idris Rahim mengatakan penurunan tersebut merupakan dampak dari komitmen Pemerintah dalam melaksanaan program pembangunan yang pro rakyat. Hal itu terlihat dari rilis BPS yang menyebutkan bahwa penurunan angka kemiskinan lebih dominan dipengaruhi oleh komoditi makanan.

Lima jenis komoditi makanan yang berpengaruh paling besar terhadap nilai garis kemiskinan baik di perkotaan maupun perdesaan di antaranya adalah beras, roti, kue basah da kering, ikan, dan cabe rawit. Sedangkan untuk komoditi non makanan yang paling dominan adalah perumahan, pendidikan, angkutan di perkotaan dan bensin di perdesaan.

 “Dari data yang ada, program yang dilaksanakan oleh Pemprov Gorontalo seperti Bantuan Pangan Non Tunai Daerah, pasar murah, bantuan benih, pendidikan gratis, dan bantuan Rumah Hunian Idaman Rakyat, memberi kontribusi besar terhadap penurunan kemiskinan. Ke depan kita akan tetap fokus pada program pro rakyat sehingga kemiskinan di Gorontalo akan terus menurun,” papar Idris Rahim.

 

Pewarta : Haris - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo