>

KABUPATEN BONE BOLANGO, PUPR – Dengan dasar Undang-undang nomor 2 tahun 2012 tentang pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum. Dinas Pekerjaan Umum dan Pentaan Ruang (PUPR) provinsi Gorontalo yang telah ditunjuk sebagai sekertariat tim persiapan pengadaan tanah untuk pembangunan waduk Bulango Ulu dan telah melakukan pendataan awal terhadap lahan, bangunan, tanaman dan apa saja yang berada di lahan atau bidang tanah milik masyarakat tersebut di kecamatan Bolango Ulu, Minggu (28/04/2019)

Dalam setiap pembangunan kepentingan umum pasti akan menggunakan lahan atau tanah milik masyarakat yang harus di bebaskan oleh pemerintah, untuk waduk Bulango Ulu sendiri yang saat ini masih dalam proses tahap persiapan akan di gunakan proses ganti untung pada setiap lahan milik masyarakat yang akan terkena dampak dari rencana pembangunan waduk tersebut.

“Dalam penilaian nanti oleh tim appresial akan dinilai secara manusiawi atau dikatakan tidak yang namanya ganti rugi tapi ganti keuntung, Itu semua di daerah-daerah lain yang kami laksanakan telah terlaksana dengan baik,” Jelas kepala SATKER pembangunan bendungan Bulango Ulu Zulyadi.

Zulyadi menambahkan bukan hanya lahan milik masyarakat yang akan di ganti untung, tapi apa saja yang berada di atas maupun di bawah lahan tersebut. Tapi itu semua harus di buktikan secara detail dengan bukti-bukti kepemilikan yang sah, dan biasanya yang akan di nilai lebih dulu bagian atas seperti bangunan dan tanaman milik masyarakat seobyek mungkin.

Perwakilan sekertariat tim persiapan Sultan Kalupe juga memberikan gambaran pada masyarakat pemilik lahan, bahwa dalam proses penilaian tidak ada yang namanya ganti rugi, tapi yang ada hanya ganti untung.

“Jadi setelah di sampaikan harganya di musyawarahkan dengan bapak ibu kemuadian bapak ibu misalnya minta uang tunai saja,saya minta relokasi,saya minta ganti yang lain-lain misalnya. Itu semua bisa di musyawarahkan nanti, kemudian setelah di musyawarah sudah ada kesepakatan lagi. Maka di berikanlah ganti untung itu kepada bapak ibu dalam bentuk via rekening atau dalam bentuk tukar menukar atau pengantian tanah,bangunan dan sebagainya.” Jelas Sultan saat memberikan penjelasan pada konsultasi publik.-

Pewarta – Yudi/PUPR

Editor – Dahlan/PUPR

Dipublikasikan pada Kabupaten Bone Bolango

Dinas Kominfo, Kab. Gorontalo – Dinas Kominfo dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Gorontalo kembali menggelar Focus Grup Discussion (FGD) tentang internet cerdas, kreatif dan produktif bertempat di Aula Hotel Milana Kecamatan Limboto Kabupaten Gorontalo, Rabu (24/4/2019).

Kegiatan itu dibuka langsung oleh Kabid Informasi Komunikasi Publik Dinas Kominfo dan Statistik Provinsi Gorontalo Ibu Yulindawaty p. Rauf yang mewakili Kepala Dinas Kominfo dan Statistik Prov. Gtlo. Dalam sambutannya Yulindawaty menjelaskan dengan perilaku internet cerdas, kreatif dan produktif seseorang bisa terhindar dari penyebaran berita bohong dan hoax.

“Internet ibarat pisau bermata dua, disatu sisi akan membawa dampak positif jika digunakan secara benar karena menjadi wadah kreativitas dan inovasi bagi pengguna, disisi lain akan membawa dampak negative jika digunakan secara salah karena bahaya yang tersembunyi yang disebabkan penyalahgunaan internet,” jelas Yulindawaty.

“Dalam kegiatan diskusi ini melahirkan rekomendasi antara lain; Membentuk komunitas anti Hoax, Mengaktifkan kembali TIK di Kabupaten/Kota, Memilih duta Incakap di kalangan siswa/pelajar dan mahasiswa, Mengadakan Deklarasi yang didukung Kominfo Pusat, Melakukan festival TIK, Menjadikan rekam jejak di medsos sebagai bahan pertimbangan untuk mengeluarkan SKCK dan terakhir Memantau Kegiatan di Grup sosmed, “tambahnya

Kegiatan yang dihadiri oleh 60 peserta dari beberapa unsur seperti pelajar, mahasiswa dan masyarakat dengan menghadirkan 2 narasumber ahli di bidangnya, yakni Ervan, ST, MT Akademisi UNG dan Reza Mediansyah, S.Sos, M.Si dari Komisioner KPID

Pewarta :  Dinas Kominfo

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo
Senin, 29 April 2019 10:31

Gorontalo Raih ANRI Awards 2019

MAKASSAR, Badan Penghubung – Provinsi Gorontalo meraih anugerah Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Awards tahun 2019. Provinsi Gorontalo berhasil menempati peringkat III pada kategori Lembaga Kearsipan Daerah Provinsi Terbaik Nasional Wilayah I.

ANRI Awards 2019 diserahkan oleh Kepala ANRI, Mustari Irawan, kepada Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim pada malam penganuegrahan yang berlangsung di Hotel Rinra, Makassar, Sabtu (27/4/2019).

Penganugeran ANRI Awards juga diisi dengan lomba pameran Khasanah ANRI. Pada pameran ini, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo berhasil meraih prestasi Terbaik Pertama. Disusul oleh Provinsi Sulawesi Selatan dan Kabupaten Tana Toraja, masing-masing peringkat kedua dan ketiga.

Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Kearsipan Nasional 2019 yang dihadiri oleh kepala daerah provinsi dan kabupaten/kota seluruh Indonesia, juga dilakukan peluncuran Maskot ANRI.

“Prestasi ini merupakan buah dari kerja keras dari jajaran Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Provinsi Gorontalo. Saya berharap ke depan prestasi ini bisa lebih ditingkatkan,” tandas Wagub Idris Rahim disela-sela meninjau stan Gorontalo pada pameran kearsipan.

Pewarta : BP Makassar
Editor : Haris - Humasprov

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Jakarta – Badan Penghubung Provinsi Gorontalo (BPPG), melaunching Pin Salvador Dali dan Buku Stor of 2018, di Hotel Ibis Menteng Jakarta, Kamis, (25/4/2019). Launching ini merupakan rangkaian dari kegiatan training “Mind Setting” yang dilaksanakan oleh BPPG bekerjasama dengan ITTC (Integrasi Tri Tama Cendikia).

Launching penyematan Pin Salvador Dali dan penyerahan buku Story of 2018 ini disaksikan langsung oleh Asisten I Bidang Pemerintah, Syukri Botutihe, Kepala bidang Pembinaan BKD Provinsi Gorontalo Gathan Dokliwan, Founder ITTC Agus Sunario, serta Direktur Utama ITTC Hanny Hendrani.

Peluncuran pin Salvador Dali dan Story Book of 2018 ini merupakan salah satu program inovasi di BPPG. Sebagaimana diketahui bahwa Salvador Dali atau “Salvador Dali Sponge” merupakan nama terumbu karang yang diambil dari pelukis asal Spanyol, Salvador Dali, dikarenakan bentuknya yang mirip dengan karyanya. Uniknya, Salvador Dali Sponge yang lebarnya bisa sampai 2 meter ini ,hanya dapat ditemui di Gorontalo.

“Oleh karena itu, untuk mempromosikan Salvador Dali Sponge ini, Kami selaku Badan Penghubung Provinsi Gorontalo meluncurkan cinderatama ikon Gorontalo yaitu pin berbentuk terumbu karang Salvador Dali ini,” jelas Arfan Jusuf, selaku Kepala Badan Penghubun Provinsi Gorontalo

Arfan menambahkan, selain itu BPPG juga meluncurkan Story book of 2018. Dimana dalam buku ini berisi tentang seluruh kegiatan dari Gubernur, Wakil Gubernur, serta Sekertaris daerah Provinsi Gorontalo dan BPPG selama tahun 2018 di Jakarta, lewat galeri foto dan penjelasan kegiatan yang ada di buku tersebut.

“Dengan adanya buku ini, masyarakat Gorontalo akan lebih memahami bahwa pemerintah telah bekerja keras selama setahun terakhir dalam memajukan Provinsi Gorontalo, ” tandasnya.

Pewarta : Jusni BPPG

Editor : Echin/Humasprov

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

KOTA GORONTALO, PUPR – Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) provinsi Gorontalo Romen S. Lantu yang mewakili Kepala dinas PUPR provinsi Gorontalo menghadiri sidang tim koordinasi pengelolaan sumber daya air (TKPSDA) wilayah sungai Randangan di Quality hotel kota Gorontalo, Rabu (24/04/2019)

Sidang yang di buka secara resmi oleh kepala bidang prasarana wilayah badan perencanaan pembangunan daerah (BAPPEDA) provinsi Gorontalo Sulastri Husain yang mewakili ketua TKPSDA itu di hadiri oleh Kepala bidang SDA dinas PUPR provinsi Gorontalo Romen S. Lantu yang mewakili ketua harian TKPSDA, tenaga ahli subagian dinas kelembagaan kementrain PUPR hendarti sebagai narasumber dan para anggota TKPSDA.

“Sidang TKPSDA adalah sidang komisi dan sidang pleno yang menyangkut sungai Randangan yang Alhamdulillah pada hari ini sidang yang pertama di periode kedua di tahun 2019, yang telah menghasilkan beberapa point yang perlu di sepakati oleh anggota.” Jelas Romen saat wawancara.

Sidang TKPSDA untuk provinsi Gorontalo sendiri ada tiga yaitu sungai Randangan, sungai Bulango Bone dan sungai Paguyaman. Dari beberapa point yang perlu di sepakati bersama merupakan hasil paparan komisi bahwa seluruh anggota TKPSDA berkomitmen untuk melaksanakan seluruh apa yang di hasilkan dari kesepakatan di pleno.

“Saya berharap yang perlu di selamatkan itu adalah kualitas air yang ada di sungai-sungai randangan yang akhir-akhir ini sudah tercemar dengan kondisi pertambangan yang ada di Marisa enam sampai Marisa tujuh, oleh karena itu penting untuk di antisipasi, di sepakati dan selesaikan pada komisi.” Lanjut Romen.

“Kami dari pihak pemerintah mengapresiasi dari pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) karena kedepan prioritas dengan ketahanan air. Dari pusat ini sudah di susun satu dokumen pola dan rencana yang bisa menjadi acuan di dalam pengelolaan sumber daya air.” Jelas Sulastri Husain saat wawancara

Kepala bidang prasarana wilayah BAPPEDA provinsi Gorontalo juga menambahkan bahwa TKPSDA inti dari kegiatan sidang TKPSDA ini adalah untuk membahas singkronisasi program dan kegiatan di wilayah sungai Randangan di tahun 2019 ini dan akan mereview kembali apa saja program atau kegiatan yang telah di laksanakan pada tahun sebelum yang termasuk di dalamnya soal bagaimana cara mengantisipasi sedimen yang masuk ke sungai-sungai yang ada di Randangan.-

Pewarta – Yudi/PUPR

Editor – Dahlan/PUPR

Dipublikasikan pada Kota Gorontalo

KOTA GORONTALO, Humas – Untuk menjaga hubungan industrial yang baik antara pengusaha dan karyawan/buruh, Kementrian Tenaga Kerja melalui Direktorat Kelembagaan dan Kerjasama Hubungan Industrial menggelar Pelatihan Teknik Negosiasi yang berlangsung di Hotel Maqna, Rabu (24/4/2019).

Direktur kelembagaan dan kerjasama hubungan industrial Aswansyah menjelaskan, dewasa ini hubungan industrial antara pengusaha dan karyawan sering diperhadapkan pada berbagai permasalahan. Hal itu harusnya bisa dihindari jika semua mengendepankan semangat bernegosiasi yang beretika untuk kemaslahatan bersama.

“Oleh karena itu perlu dibangun hubungan industrial yang harmonis, berkeadilan serta bermartabat melalui dialog sosial yang konstruktif,” ujar Aswansyah.

Sementara itu Kepala Bidang Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas PNM, ESDM dan Nakertrans Provinsi Gorontalo, Amir Hadju menjelaskan, bimtek yang digelar sejak tanggal 24 hingga 24 April itu bisa memberikan bekal bagi pengusaha dan karyawan tentang teknik komunikasi dan negosiasi dua arah yang baik dan solutif.

“Harapannya hubungan karyawan dan pengusaha bisa bersinergi agar usaha berjalan sehat dan maju. Setiap masalah dalam perusahaan bisa diselesaikan dengan musyawarah dan mufakat,” jelas Amir.

Pelatihan Teknik Negosisi menghadirkan dua narasumber dari Kementrian Tenaga Kerja. Materi tentang Teknik Negosiasi dibawakan oleh Idris Palar. Materi teknik komunikasi dan strategi negosiasi disampaikan oleh Agus Guntur.

Pewarta: Isam

Dipublikasikan pada Kota Gorontalo

BANDUNG, Humas – untuk meningkatkan SDM pariwisata di daerah, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie ingin mengirimkan siswa siswi terbaiknya sekolah di Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung (STPB) di Jawa Barat. Keinginan itu disampaikan Rusli saat menghadiri peluncuran Calender of Event Pariwisata Gorontalo 2019 di kampus tersebut, Rabu (24/4/2019).

“Tadi saya sudah sampaikan ke ibu Kadis (Pariwisata) untuk segera bikinkan draf MoU dengan STPB, kita mengirimkan beasiswa bagi putra putri Gorontalo belajar pariwisata di sini,” tegas Rusli Habibie.

Selain menjadi sekolah kedinasan Kementrian Pariwisata, sekolah yang dulunya bernama NHI itu sudah melahirkan alumni-alumni handal bidang pariwisata. Ia berharap ilmu dari sekolah tersebut bisa diserap oleh putra putri daerah.

Menurut Gubernur Gorontalo dua periode itu, SDM pariwisata sangat penting untuk daerah. Sebab ia menilai, jika ukurannya sumber daya alam maka Gorontalo punya potensi yang tidak kalah dengan daerah lain bahkan negara lain.

“Keindahan laut kita punya, gunung, pantai juga punya. Tapi semua belum terkelola dengan baik,” imbuhnya.

Selain masalah SDM, ia menilai Gorontalo tak punya banyak sumber pendanaan untuk membiayai destinasi wisata. APBD yang hanya Rp1,9 triliun tidaklah cukup. Butuh peran pihak swasta untuk berinvenstasi pada destinasi wisata Gorontalo.

Terkait dengan Calender of Event Pariwisata Gorontalo, ada dua event yang masuk 100 Event Pariwisata Nasional 2019. Gorontalo Carnaval Karawo yang rencanakan digelar 6 Oktober 2019 serta Festival Danau Limboto yang dihelat tanggal 21-25 September 2019.

Pewarta: Isam - Hmsprov

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Bandung, Humas – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berbagai ilmu tentang pengembangan wisata daerah. Menurutnya, ada perubahan paradigma wisata zaman dulu dan zaman sekarang, khususnya bagi generasi milenial. Hal yang lazim disebut sebagai esteem tourism.

“(Generasi) kita datang (ke tempat wisata) foto-foto seperlunya, menikmati sebanyak-banyaknya. Tapi untuk generasi Z, menikmati seperlunya, foto-foto sebanyak banyaknya. Jadi mereka datang, ngantri, bayar, foto-foto, dapat like di instagram happy lahir dan batin,” jelas Ridwan Kamil saat memberikan sambutan pada Peluncuran Calender of Event Pariwisata Gorontalo 2019 bertempat di Kampus Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung (STPB), Jawa Barat, Rabu (24/4/2019).

Ia berharap, Provinsi Gorontalo bisa meniru upaya pengembangan destinasi wisata seperti yang dilakukan oleh Jabar. Ridwan menjadikan Negeri Pasundan sebagai Provinsi Pariwisata.

Strateginya dengan tiga langkah yakni memperbaiki akses potensi wisata, potensi pariwisata disulap berkelas nasional dan internaisonal serta strategi menciptakan Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata seperti Nusa Dua di Bali.

“Pariwisata itu bisnis kegembiraan. Jadi terjemahkan aja bagaimana bikin orang gembira. Contoh kegembiraan di kolong jembatan. Kita rubah kolong jembatan menjadi nyaman dan orang bisa bergembira,” imbuhnya.

Peluncuran Calender of Event Pariwisata Gorontalo 2019 sengaja digelar di Jawa Barat. Selain diintegrasikan dengan pembukaan Travel Mart oleh STPB Bandung, momentum ini diharapkan bisa menjadi pelajaran untuk pengembangan wisata Gorontalo.

“Kami ke sini ingin belajar. Kedua ingin mengajak investor untuk datang dan berinvestasi di Gorontalo. Kami siapman perizinan yang mudah dan murah. Ketiga kami ingin ada pengembangan SDM pariwisata,” ungkap Gubernur Gorontalo Rusli Habibie.

Pewarta: Isam

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

BANDUNG, Humas – Dua agenda pariwisata Provinsi Gorontalo masuk dalam 100 kalender event pariwisata nasional. Event tersebut yakni Gorontalo Carnaval Karawo yang rencanakan digelar 6 Oktober 2019 serta Festival Danau Limboto yang dihelat tanggal 21-25 September 2019.

Peluncuran Calender of Event Pesona Pariwisata Gorontalo 2019 digelar di Aula Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung, Jawa Barat, Rabu (24/4/2019). Peluncuran ditandai dengan penekanan tombol video promosi wisata Gorontalo oleh Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Kawasan Pariwisata Anang Sutoni, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

“Kami merasa bangga kalender pariwisata Gorontalo masuk dalam Top 100 Calender of Event Nasional. Kami dari Kementrian Pariwisata akan bersama sama dengan pemerintah daerah akan membangun pariwiaata Gorontalo,” kata Anang

Menurutnya, untuk bisa masuk 100 event pariwisata nasional, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh daerah. Salah satunya event tersebut rutin digelar selama tiga tahun berturut-turut dan memiliki dampak pertumbuhan industri pariwisata.

“Apakah event tersebut memiliki communication value, comercial value dan creative value,” imbuhnya.

Di tempat yang sama, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie meminta agar peluncuran Calender Of Event tidak menjadi acara seremonial saja. Ia berharap jajaran Dinas Pariwisata Pemprov Gorontalo untuk belajar tentang pengelolaan destinasi wisata dari Jawa Barat.

“Makanya kemarin saya tanya ke ibu kadis, apa alasannya dibikin di Jawa Barat? Kita ingin belajar pak jawabannya. Makanya saya setuju. Kita punya banyak potensi wisata alam namun belum cukup dikembangkan dengan baik,” jelas Rusli.

Melalui acara yang dihadiri oleh pengusaha dan pelaku pariwisata nasional dan mancanegara itu, Gubernur Rusli mengajak kepada semua pihak untuk datang dan berinvestasi di daerah. Potensi wisata laut seperti Olele, wisasata Hiu Paus dan potensi alam sebagai ekowisata masih banyak yang bisa dikembangkan di Gorontalo. (Hmsprov - Isam)

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

KOTA GORONTALO, PUPR – Dinas pekerjaan umum dan tata ruang (PUPR) provinsi Gorontalo mengadakan konsultasi publik untuk pembebasan lahan saluran daerah irigasi (DI) Lomaya-Pilohayanga kecamatan Bulango Utara di aula sekertariat dinas PUPR provinsi Gorontalo, Senin (22/04/2019)

Konsultasi publik atau musyawarah ganti kerugian yang di pimpin langsung oleh kepala bidang tata ruang dinas PUPR provinsi Gorontalo Sultan Kalupe itu di hadiri oleh perwakilan balai wilayah sungai (BWS) II sulawesi dan pemilik lahan yang terkena dampak rencana pembangunan saluran DI lomaya-pilohayanga.

“Setelah di lakukan survei, pendataan dan penilaian oleh tim appraisal pada hari ini kita melakukan musyawarah bentuk ganti kerugian dan juga menyampaikan kepada pemilik lahan atau yang berhak besarnya nilai ganti kerugian yang di hitung oleh tim appraisal beserta nominatif yang telah di susun.” Jelas Sultan kalupe saat di wawancarai.

Dari jumlah pemilik lahan yang terkena dampak rencana pembangunan saluran DI lomaya-pilohanyanga itu berjumlah 23 orang dan yang hadir saat itu hanya 20 orang pemilik lahan atau yang berhak, dari sisa 3 orang pemilik lahan yang tidak bisa hadir saat itu di karenakan belum keluarnya peta bidang dari pihak badan pertanahan nasional (BPN) karena lokasi lahan mereka berada di sungai.

“Dari 20 pemilik lahan atau yang berhak atas lahan tersebut sudah setuju dan sepakat dengan lokasi dan harga yang di sampaikan yang telah di nilai oleh tim appraisal, sehingga proses selanjutnya adalah tinggal melengkapi administrasi dan akan di proses untuk pembayaran terhadap yang sudah di nilai tadi.” Lanjut Sultan

Terkait luasan yang di gunakan untuk pembangunan saluran DI lomaya-pilohanyanga sendiri terbilang kecil hanya 3,3 hektar, Panjang saluran DI lomaya-pilohanyanga sekitar 1.3 kilometer dan lebarnya pun berfariasi dari 17 sampai 20 meter sesuai dengan tipe saluran yang akan di bangun nanti dan di targetkan pekerjaan pembangunan fisik akan selesai di tahun 2019 oleh pihak BWS II sulawesi .-

Pewarta – Yudi/PUPR

Editor – Dahlan/PUPR

Dipublikasikan pada Kota Gorontalo
© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo