Menteri KP Bantu Nelayan Gorontalo Rp7,9 Miliar

0
658
Menteri KP Edhy Prabowo didampingi Gubernur Gorontalo Rusli Habibie dan sejumlah kepala daerah menabur benih udang vaname di Mootinelo, Kecamatan Kwandang, Gorontalo Utara, Kamis (11/6/2020). Di tambak rakyat itu Edhy melepas 28 ribu benih lobster dan menyerahkan bantuan senilai Rp7,9 miliar untuk lima kabupaten dan kota. (Foto: Salman-Humas).

GORONTALO UTARA, Humas – Kunjungan kerja Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Edhy Prabowo membawa berkah bagi nelayan Gorontalo. Edhy menyerahkan bantuan senilai Rp7,9 Miliar untuk nelayan di lima kabupaten dan kota saat menabur benih udang vaname di Desa Mootinelo, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara, Kamis (11/6/2020).

Bantuan terdiri dari Rp4 miliar untuk Kabupaten Gorontalo Utara, Rp185 juta untuk Kota Gorontalo, Rp3,24 miliar untuk Bone Bolango, Rp289 juta untuk Boalemo serta Rp250 juta untuk Kabupaten Pohuwato. Bantuan untuk bioflok, premi asuransi perikanan bagi pembudidaya ikan kecil, benih ikan nila serta sarana dan parasarana budidaya.

Edhy Prabowo mendorong nelayan pembudidaya untuk memanfaatkan kredit usaha rakyat (KUR) untuk membiayai modal budidaya perikanan. Ia menyebut pemerintah mengalokasikan Rp195 triliun melalui jasa perbankan dengan bunga yang rendah.

KKP juga mengalokasikan Dana Bantuan Layanan Umum (BLU) untuk kredit modal kelautan perikanan. Kredit lebih nurah dari KUR itu diharapkan bisa diakses nelayan secara berkelompok melalui rekomendasi pemerintah daerah.

“Di KKP kita punya anggaran Rp1 triliun untuk BLU. Syaratnya benar benar masyarakat serius untuk dibantu. Jangan nanti dibantu tapi dananya tidak digunakan atau dipakai untuk yang lain,” jelas Edhy.

Menteri Edhy berharap nelayan di Gorontalo makin serius untuk budidaya dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan. Salah satu caranya dengan meningkatkan komunikasi dan koordinasi antar pemerintah kabupaten, kota, provinsi hingga KKP.

Artikel Terkait  Tim Gabungan Diturunkan Bersih Kampung Pasca Banjir Gorontalo

“Yang jelas tidak ada lagi program pusat yang tidak diketahui daerah. Gubernur tidak harus ketemu saya. Gubernur cukup mengutus Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan. Begitu juga bupati, pasti kami layani,” pungkasnya.

Pewarta: Isam

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini