Mendagri Minta KDH Turun Lapangan, Rusli Habibie Bisa Jadi Teladan

0
851
Gubernur Gorontalo Rusli Habibie bersama istri Idah Syahidah menyerahkan bantuan pangan bersubsidi kepada warga di Desa Diluato, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, (9/7/2021). Bantuan program Bakti Sosial NKRI Peduli itu diserahkan bagi korban kebakaran barak karyawan penebang tebu pabrik gula setempat. (Foto: dok. Kominfo).

KOTA GORONTALO, Kominfo – Menteri Dalam Negeri Tito Carnavian baru baru ini memberikan pernyataan bahwa Kepala Daerah (KDH) diminta turun langsung menyapa rakyat untuk menyalurkan bantuan sembako. Menurutnya, semua sumber daya APBD harus dikerahkan membantu rakyat di tengah pandemi covid-19 seperti sekarang ini.

Apa yang dikemukakan Mendagri Tito seiring sejalan dengan sikap Gubernur Gorontalo Rusli Habibie selama penanganan covid-19. Bukan hanya APBD yang dikerahkan membantu rakyat, raganya dan orang orang terdekatnya juga ia relakan terpapar covid-19. Jika ada kepala daerah yang harus diteladani, nama Rusli layak masuk di daftar teratas.

Sejak Covid-19 melanda Gorontalo 9 April 2020, Pemprov Gorontalo tidak berhenti menyalurkan bantuan untuk warga. Program bakti sosial NKRI Peduli yang sejak 2012 digulirkan makin digencarkan. Jika dulu sasarannya hanya warga kurang mampu, tahun ini meluas ke pengemudi bentor/ojek online, pelaku pariwisata, karyawan hotel, kuli pelabuhan, bandara, terminal dan sebagainya.

Nilainya juga mungkin receh bagi kaum berada, tapi bagi rakyat kecil sangat besar artinya. Beras 5 kg, minyak 1 liter, gula 1 kg, minyak goreng 1 liter, ikan segar 1 kg, serta rempah rempah bawang merah, bawang putih dan cabai masing masing setengah kilogram.

Tahun 2021 bantuan Pemprov Gorontalo sedikit mengerucut setelah dievaluasi oleh BPK. Program bantuan harus dilakukan dengan sistem tender. Akibatnya rempah rempah yang nominalnya fluktuatif dan mudah basi terpaksa harus dihilangkan. Beras ditambah jadi 10 kg, minyak goreng 2 liter, gula 1 kilogram dan ikan segar 1 kg.

Artikel Terkait  4.743 KPM Korban Banjir Kota Gorontalo Terima Bantuan Pangan

“Bantuan ini bukan uang saya. Ini uang yang kami kumpulkan dari ASN pemprov dalam bentuk zakat mal, dikelola oleh BAZNAS dan dibagikan kepada rakyat,” kata Gubernur Gorontalo Rusli Habibie di setiap turun lapangan Baksos NKRI Peduli yang digilir di tiap kecamatan.

Ada dua metode yang digunakan pemprov agar bantuan bahan pokok itu sampai di tangan warga yang membutuhkan. Pertama, kerjasama dengan BAZNAS Provinsi. Jadi setiap item bantuan dibeli habis oleh BAZNAS dan disalurkan secara gratis.

Metode kedua, melalui subsidi APBD Pemprov Gorontalo. Metode ini cukup lambat teralisasi karena harus ditender dengan nilai anggaran Rp18 miliar. Semua bahan pokok harus ditender, pemenang harus menyanggupi menyediakan semua bahan pokok yang akan didistribusi ke  90.000 Kelompok Penerima Manfaat.

“Pak Presiden selalu berpesan agar negara hadir di tengah-tengah rakyat. Apa yang kami lakukan sebagai bukti bahwa negara hadir dan peduli dengan ibu bapak sekalian,” poin penegasan Rusli di setiap kunjungannya.

Data Dinas Sosil Provinsi Gorontalo menyebutkan, Baksos NKRI Peduli hingga Juli 2021 sudah menjangkau 34 kecamatan, 221 desa dan 19.604 KPM. Termasuk warga terdampak lainnya seperti buruh pelabuhan, bandara, terminal, supir angkutan umum, bentor, ojek online, pelaku pariwisata dan lain sebagainya.

Rekapitulasi penerima bantuan pangan bersubsidi program Baksos NKRI Peduli yang digelar di berbagai kecamatan se Provinsi Gorontalo periode Januari hingga Juli 2021. (Sumber: Dinas Sosial).

Gubernur Rusli layak diteladani dalam hal kesungguhannya menangani dampak covid-19. Dana Alokasi Umum (DAU) APBD Pemprov Gorontalo yang hanya Rp940 miliar rela direfocusing Rp75,2 miliar untuk penanganan covid. Rp14 miliar di antaranya untuk membiayai insentif nakes.

Artikel Terkait  Masyarakat Gorontalo Antusias Ikuti Vaksinasi Covid-19

Serapan anggaran untuk insentif nakes juga terbilang sangat baik. Hingga 23 Juli 2021 pemprov sudah membayarkan Rp7,57 miliar atau 52,72 Persen dari total insentif nakes.

Rinciannya Rp1,22 miliar untuk 154 orang dokter spesialis, Rp761 juta untuk 193 orang dokter umum dan dokter gigi serta Rp471 miliar untuk 783 orang bidan dan perawat. Ada juga insentif bagi 203 tenaga kesehatan lainnya sebesar Rp866 juta.

Selain bansos, refocusing anggaran dan insentif nakes, hal yang perlu diteladani dari Rusli Habibie adalah semangatnya melayani rakyat. Tanggal 21 Juli ia dan istrinya dinyatakan positif covid-19 usai menyapa warga di Kabupaten Boalemo dan Pohuwato. Hampir setiap pekan keduanya turun di kecamatan untuk memastikan negara hadir di tengah rakyat meski terinfeksi covid-19 jadi taruhannya.

Orang orang di sekitar Rusli juga banyak yang jadi korban penularan covid-19. Tiga dari empat ajudannya positif covid-19, dua sopir mobil dinasnya, satu dokter pribadinya bahkan tiga petugas humas yang saban hari mendokumentasikan kegiatannya. Pun begitu dengan asisten rumah dinasnya.

Sebagai gubernur dua periode, Rusli Habibie sudah mencurahkan semua hati, pikiran dan raganya untuk rakyat. Persis seperti yang diminta Mendagri.

Pewarta: Isam

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini