WEBSITE RESMI

PEMERINTAH PROVINSI GORONTALO

Masuk Revolusi Industri 4.0, Guru Diminta Tingkatkan Kompetensi

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie (kiri) menyerahkan secara simbolis bantuan untuk sekolah SMA/SMK/SLB di Provinsi Gorontalo di sela perayaan Hari Guru ke-73 yang berlangsung di Museum Gorontalo, Kamis (29/11/2018). Beragam bantuan diserahkan di antaranya bantuan personal komputer SMK sebanyak 745 uni senilai Rp8,9 miliar, bantuan pembangunan RPS SMK 4 unit senilai Rp2,4 miliar serta bantuan alat praktik siswa SMK sebanyak 13 unit senilai Rp4.1 milar. (Foto: Salman-Humas).

KOTA GORONTALO, Humas – Memasuki era revolusi industri 4.0 para guru diminta meningkatkan kompetensi belajar. Jika tidak, maka guru tidak saja tertinggal dari siswanya tetapi juga kualitas pendidikan di daerah akan tertinggal dengan daerah lain.

Hal tersebut ditegaskan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie saat memberikan arahan pada peringatan Hari Guru ke-73 tingkat Provinsi Gorontalo yang digelar di Halaman Museum Gorontalo, Kamis (29/11/2018).

“Revolusi industri 4.0 sekarang maka era digital sudah tidak bisa ditawar lagi. Dunia ini hanya sebesar HP digenggaman kita, semuanya ada di situ. Jika guru tidak belajar, belajar dan belajar maka akan tertinggal termasuk teringgal dari murid-muridnya,” tegas Rusli.

Bagi Rusli, tantangan guru saat ini yaitu memangkas jarak kualitas pendidikan antara yang berada di Jawa dan luar Jawa. Sebab, banyak sekolah maju di Jawa yang saat ini menerapkan pendidikan berdasarkan kemauan dan kemampuan anak. Tidak justru memaksakan anak didik dengan melahap semua mata pelajaran meski tidak mereka senangi.

“Ada sekolah sekolah sudah menjuruskan dari SD, SMP, SMA. Kira kira si anak ini butuhnya apa? keinginannya apa, hobinya apa. Kalau kita di sini semua dipaksakan. Anak tidak suka matematika, dipaksakan terus,” imbuhnya.

Gubernur Gorontalo dua periode itu juga mengingatkan bahwa masalah pendidikan menjadi modal utama membangun daerah. Rusli menyebut Gorontalo bukan daerah kaya raya akan hasil bumi seperti di Papua, Kalimantan dan daerah lain.

“Kalimantan punya batu bara dan lain lain, kita apa? Mengandalkan Kopra? Sekarang harganya anjlok. Makanya (pendidikan) ini yang harus kita pikirkan bersama-sama. Bantu saya bapak ibu guru untuk mendidik anak anak kita lebih cerdas. Tidak ada yang kita siapkan selain SDM yang unggul, berahlak dan berkarakter,” tandasnya.

Guru juga diharapkan mampu merubah mainset anak didik agar lulus tidak berharap menjadi PNS. Paradigma lama yang sudah harus ditinggalkan. Menurut Rusli, siswa harus sejak dini diajarkan cara berwirausaha dengan memanfaatkan berbagai potensi daerah.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Rusli juga menyerahkan beragam bantuan untuk sekolah SMA/SMK. Di antaranya bantuan personal komputer SMK sebanyak 745 senilai Rp8,9 miliar, bantuan pembangunan RPS SMK 4 unit senilai Rp2,4 miliar serta bantuan alat praktik siswa SMK sebanyak 13 unit senilai Rp4.1 milar.

Untuk Bidang Ketenagaan, Rusli menyerahkan TKD untuk guru non sertifikasi bagi 829 guru senilai Rp10,4 milar, voucher Tunjangan Profesi Guru (TPG) untuk 1.603 orang senila Rp72,4 milar. Ada juga insentif bagi 1.645 Guru Tidak Tetap (GTT) SMA/SMK/SLB senilai Rp33,8 miliar.

Pewarta: Isam

Bagikan Berita

Facebook
Twitter
Pinterest