Ketua TP-PKK Gorontalo Dukung LPP Sweet Media Berdayakan Perempuan

0
757
Ketua TP-PKK Provinsi Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie (tengah, jilbab kuning), berkumpul bersama ibu – ibu yang tergabung dalam kelompok binaan LPP Sweet Media khusus di Kec. Suwawa, Bone Bolango. Saat membuat kerajinan tangan dari karung beras menjadi Keset Kaki. (Foto : Andika Humas)

KAB BONE BOLANGO, Humas – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Gorontalo Idah Syahidah, mendukung Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (LPP) Sweet Media  dalan hal memberdayakan perempuan khususnya kaum ibu ibu rumah tangga dalam hal agar bisa menghasilkan pekerjaan sendiri.

LPP Sweet Media adalah sebuah lembaga pendidikan dan pelatihan yang berpengalaman dalam pemberdayaan masyarakat. LPP ini telah memiliki banyak jaringan di beberapa daerah se Indonesia. Untuknya ketika LPP ini memilih Gorontalo sebagai salah satu daerah kerja mereka, Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam hal ini Tim Penggerak PKK Provinsi Gorontalo, mendukung penuh kegiatan – kegiatan LPP sweet media ini.

“Saya sangat mendukung sekali, khususnya kaum ibu – ibu rumah tangga sebagai sasaran dari program program mereka. Biasanya kan ibu-ibu itu kalau di rumah tidak yang mereka lakukan , apalagi kalau suami sudah berangkat kerja anak anak berangkat sekolah paling hanya duduk nonton tv. Tak ada gunanya , setidaknya dengan ini ibu – ibu bisa berkreatifitas,” kata Idah saat melakukan pertemuan dan melihat langsung kinerja LPP Sweet Media dengan sekelombok binaan ibu – ibu yang sudah dihimpun dalam hal mengelolah kerjaninan tangan sendiri, di kec. Suwawa, Kab. Bone Bolango, Kamis, (9/8/2018).

Istri Gubernur Gorontalo ini menambahkan, dengan adanya kegiatan yang sangat bermanfaat seperti ini, maka ke depan diharapkan masyarakat Gorontalo bisa menghasilkan berbagai produk olahan yang berkualitas yang bernilai ekonomis tinggi, sehingga bisa memberikan peningkatan penghasilan, yang otomatis meningkatkan kesejahteraan masyarakat

Artikel Terkait  Tingkatkan Profesionalisme, Staf Kepegawaian Setdaprov Ikuti Bimtek

“Apalgi sore ini ibu-ibu diajarkan bagaiman cara membuat keset kaki. Hanya dengan modal 10 ribu saja kita bisa membuat kerajinan tangan yang indah. Bahan – bahan bekas sepeti karung beras 10 kilo, kemudian ada benang, jarum, sisa-sisa pakaian tiras kita ukir jadi indah. Ini kalau kita pasarkan harga keset yang bagus kaya gini bisa sampai 60 ribu perbuah. Ibu – ibu untung 50 ribu tiap keset,” tambahnya

Idah Syahidah (tengah, jilbab kuning) berfoto bersama ibu ibu kelompok binaan LPP Sweet Media khusus di Kec. Suwawa, Kab. Bone Bolango (Foto : Andika)

Sementara itu Direktur LPP Sweet Media Van Sweet Pulubuhu yang turut hadir dalam kesempatan tersebut menjelaskan, lembaga yang ia miliki ini telah melakukan hal yang sama di beberapa kota se Indonesia seperti di Jakarta, Depok, Bandung, Serpong dan kemudian memilih Gorontalo. Hal ini dilakukan karena Gorontalo sendiri telah diamati di desa desa tidak banyak program permberdayaan bagi perempuan. Apalagi programnya  ini mendapat dukungan penuh dari ketua TP-PKK Idah Syahidah

Van juga menjelaskan kegiatan pemberdayaan bagi ibu – ibu ini akan dilakukan setiap seminggu sekali. Dimana ibu ibu akan dibagi perkelompok binaan di tiap tiap desa atau kecamatan se Kab/Kota. Kemudian ditiap kecamatan yang sudah ada kelompok binaanya akan membuat sebuah hasil karya yang berbeda beda

“Contohnya sekarang kita ada di Suwawa kita mau buat karpet sebenarnya. Tapi kita mulai dulu dari yang kecil, kita buat dulu keset kaki. Kemarin juga di kec. Tibawa kami ajarkan memanfaatkan tongkol jagung yang bisa diolah menjadi seperti hiasan lampu, tempat tisu, meja hias, dan sebagainya. Kami juga sudah ke Limboto, Datahu, Tolotio. Jadi nanti kami usahakan setiap kelompok binaan yang kami bentuk, menghasilkan karya yang berbeda beda, biar punya ciri khasnya,” tutur Van

Artikel Terkait  240 KK Miskin di desa Sidoarjo, Nikmati Bantuan Ikan Gratis

Selain memberdayakan kaum perempuan LPP Sweet Media ini juga membuka program “rumah singgah” bagi anak-anak terlantar, pengamen jalanan, anak-anak tidak mampu dan putus sekolah.

 

Pewarta : Ecin Humas

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini