Jawab Tantangan Gubernur, UMKM Gorontalo Sulap Nira Aren Jadi Hand Sanitizer

0
574

 

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie saat memperkenalkan hand sanitizer buatan UMKM lokal Gorontalo, Senin (27/04/2020). Foto : Alfred – Humas

KOTA GORONTALO, Humas – Di tengah langkanya hand sanitizer (cairan pencuci tangan) akibat merebaknya virus corona, berbagai pihak berlomba mengatasi kelangkaan itu.

Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dibawah binaan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Gorontalo memanfaatkan nira aren sebagai salah satu bahan utama pembuatan hand sanitizer.

UMKM badan usaha resmi dengan nama CV Covindo Mardinatama menjawab kelangkaan hand sanitizer. Setiap harinya badan usaha ini memproduksi nira aren sebanyak 600 liter yang diubah menjadi 48 liter alkohol dengan kadar 70 persen.

“Nira aren ini kami beli langsung dari petani nira yang ada di Gorontalo. Sehari 600 liter, sehingga dalam sebulan kami mampu menekan 18.000 liter angka pembuatan dan peredaran cap tikus/miras di Provinsi Gorontalo, untuk kami ubah menjadi hand sanitizer,” jelas Iskandar Uno selaku Direktur CV Covindo Mardinatama, Senin (27/04/2020).

Bahan baku etanol hand sanitizer dibuat melalui proses destilasi atau dipanaskan, dengan suhu 70 derajat celcius. Proses destilasi kemudian menghasilkan uap. Uap itulah yang selanjutnya di dinginkan dan menghasilkan cairan dengan kandungan alkohol.

Sebelum sampai ditangan masyarakat, produk ini menggunakan jasa berbagai elemen masyarakat. Mulai dari petani, UMKM, hingga pengemudi ojol atau bentor yang mendistribusikan kepada masyarakat.

“Kita memilih bagaimana caranya di tengah pandemi ini semua terberdayakan. Dari petaninya, pemasaran juga lewat UMKM, tidak melalui toko, kemudian diantarkan juga lewat ojol atau abang bentor. Jadi akan memberikan peningkatan ekonomi bagi masyarakat kecil,” lanjutnya.

Artikel Terkait  Kemkominfo Gelar Dialog Publik 4 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK

Selain telah mengantongi sertifikat produksi dari Kementerian Kesehatan RI, keunggulan lain dari produk ini adalah dijual setengah harga dari harga pasaran, sehingga terjangkau oleh masyarakat gorontalo

“Untuk ukuran 100ml kalau dipasaran itu harganya bisa Rp.38 ribu, kalau di kami cuma dibawah Rp.20 ribu. Begitu juga untuk ukuran 250 ml harganya sekitar Rp.100 ribu, kalau di kami dibawah Rp.50 ribu,” tandasnya.

Terobosan yang dilakukan oleh UMKM Gorontalo ini sesuai dengan arah Gubernur pada kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) Senin pagi. Ia juga menyampaikan kebanggannya terhadap produk lokal anak muda UMKM Gorontalo.

Pewarta : Gina

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini