Jamu Fordetak PTKIN Indonesia, Wagub Promosikan Kerajinan Gorontalo

0
86
Foto bersama peserta Fordetak PTKIN Indonesia dengan Wagub Gorontalo H. Idris Rahim pada ramah tamah di rumah jabatan Wagub, Jumat (25/10/2019). (Foto : Haris – Humas)

KOTA GORONTALO, Humas – Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim mempromosikan dan sekaligus mengajak peserta Forum Dekan Tarbiyah dan Keguruan (Fordetak) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se Indonesia untuk membeli berbagai produk kerajinan Gorontalo.

“Kami punya kain sulaman Karawo dan ada juga upiah karanji atau kopiah khas Gorontalo. Saya berharap bapak ibu dapat membelinya sebagai oleh-oleh untuk dibawa pulang ke daerah asal. Jangan lupa juga selama di Gorontalo bisa jalan-jalan menggunakan bentor, kalau perlu tarifnya tidak usah ditawar,” ujar Wagub Idris Rahim dalam sambutannya pada ramah tamah dengan peserta Fordetak PTKIN di halaman rumah jabatan Wagub, Jumat (25/10/2019).

Selain itu Idris juga meminta kepada peserta Fordetak PTKIN untuk meluangkan waktunya untuk menikmati berbagai destinasi wisata yang ada di Gorontalo. Diutarakannya, setiap kegiatan yang berskala nasional maupun internasional yang digelar di Provinsi Gorontalo harus dijadikan sebagai momentum untuk memperkenalkan dan mempromosikan berbagai potensi unggulan daerah baik berupa produk kerajinan maupun destinasi wisata.

“Dengan demikian kehadiran tamu-tamu dari luar daerah bisa membawa dampak dan manfaat bagi pertumbuhan ekonomi Gorontalo, khususnya peningkatan kesejahteraan masyarakat Gorontalo,” imbuhnya.

Terkait pelaksanaan Fordetak PTKIN di Gorontalo, Wagub Gorontalo dua periode tersebut berharap dapat menghasilkan rekomendasi yang nantinya bisa disinergikan dengan program Pemprov Gorontalo dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Artikel Terkait  Wagub Dorong ASN Badan Keuangan Gorontalo Tingkatkan Kapasitas Diri

“Mayoritas penduduk kita kurang lebih 97 persen beragama Islam. Tantangannya ke depan, kita harus berupaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia baik dari segi pendidikan maupun kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt,” tutup Idris.

Fordetak akan berlangsung selama tiga hari dari tanggal 25 hingga 27 Oktober 2019 dan diikuti oleh 78 peserta utusan dari 58 Perguruan Tinggi Islam Negeri se Indonesia. Fokus bahasan Fordetak yakni menyangkut penguatan kelembagaan dalam menyikapi perubahan global dengan narasumber yaitu Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Kamaruddin Amin dan Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Arskal Salim.

Pewarta : Haris

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini