Isolasi Mandiri Gubernur Rusli Berakhir Minggu Ini

0
873
Gubernur Gorontalo Rusli Habibie didampingi Kepala BPBD Provinsi Gorontalo saat mengikuti zoom meeting Rakor nasional Badan Meteorologi bersama Presiden RI Joko Widodo, Kamis (29/7/2021). (Foto – Ecin)

Kota Gorontalo, Kominfo –Pemeriksaan kedua RT PCR kepada Gubernur Gorontalo Rusli Habibie dan istri Idah Syahidah menunjukkan hasil negatif pada Senin pekan ini. Meski begitu, Gubernur dua periode itu masih harus karantina mandiri 10 hari yang berakhir Minggu pekan ini.

Terkait isolasi mandiri yang dijalaninya, gubernur dua periode ini menyadari betul banyak pro kontra dari perspektif publik. Bahkan di beberapa akun media sosial, publik membandingkan isolasi mandiri Rusli dengan pernyataannya yang mewajibkan warga isolasi terpusat di fasilitas yang dibiayai pemerintah.

“Kondisi saya dengan ibu itu sehat, alhamdulillah. Apa  yang diributkan orang ini, saya yang lebih tahu kondisi tubuh sendiri. Saya mengikuti saran dari dokter, baik dokter di sini, juga konsultasi dengan dokter ahli paru di Jakarta, kebetulan dr Agus ini adalah Ketua Asosiasi Dokter Paru se Indonesia. Saya konsultasi obat-obatan yang dikonsumsi, tidak perlu isolasi terpusat dan yang penting tetap kosisten dan harus banyak berolahraga,” cerita Rusli usai mengikuti zoom meeting Rakor nasional Badan Meteorologi bersama Presiden RI Joko Widodo, Kamis (29/7/2021).

Rusli menambahkan isolasi mandiri bukan berarti dia tidak patuh prokes dan aturan. Ia hanya menempatkan diri sebagai kepala daerah. Jika dia di isolasi terpusat, pasti banyak pekerjaan yang akan terbengkalai. Memang wakil gubernur dan jajaran Pemprov Gorontalo bisa membantu, namun kondisi pandemi yang semakin tinggi ini membuat ia merasa semua tenaga harus digerakkan.

Artikel Terkait  POS RRI Gorontalo Bantu 30 Kaum Dhuafa

“Seharusnya orang melihat dari kepentingan saya sebagai gubernur, harus tetap bertanggung jawab dengan tugas-tugas saya. Apalagi dengan adanya Inmendagri nomor 26 tahun 2021 di situ mengatakan Gorontalo masuk PPKM level 3. Saya harus berbagi tugas dengan pak wagub karena kasihan pak wagub banyak tugas juga. Apalagi kalau waktu tugas kita tabrakan, pak wagub tidak bisa menggantikan saya. Lagi pula kegiatan-kegiatan kemasyarakatan masih saya serahkan ke pak wagub, saya pimpin rapat saja dan hanya lewat zoom,” tegasnya.

Meski demikian, Rusli menyadari betul kesembuhannya yang sudah negatif dari covid-19 adalah doa dari seluruh masyarakat Gorontalo. Ia mengucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya untuk semua masyarakat yang sudah turut mendoakan kesembuhannya bersama istri Idah Syahidah.

“Alhamdulillah ini berkat doa rakyat Gorontalo untuk saya segera pulih, kembali kuat, saya juga tidak merasakan sakit apa-apa, makan biasa, penciuman jelas, banyak minum vitamin. Besok saja saya harus  memimpin rapat bersama Pemda Kota Gorontalo lewat zoom. Kita harus waspada dengan Kota ini, rumah sakit saja sudah mau full, tingkat penularan tinggi, bisa-bisa Kota Gorontalo akan naik ke level 4. Ini yang saya maksudkan kita tidak boleh lengah, saya tidak mau duduk diam seperti  dianggap berlibur 10 hari kalau karantina terpusat, sementara tanggung jawab saya besar,” tandasnya.

Pewarta : Echin

Editor : Isam

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini