>

 

GORONTALO - Belum cukup dengan program layanan angkutan perintis tersebut yang berbiaya sangat rendah, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie saat ini telah mempersiapkan lagi layanan tambahan untuk menekan beban biaya transportasi dalam pengeluaran rumah tangga.

Ada 2 sasaran program baru ini yaitu untuk masyarakat perkotaan dan anak usia sekolah khususnya Sekolah Menengah Atas (SMA).

Untuk angkutan perkotaan, Rusli Habibie sudah mempersiapkan layanan transportasi murah dan nyaman melalui layanan Bus Rapid Transit (BRT) Trans NKRI yang akan melayani angkutan kawasan perkotaan SUKAGOLIS, yaitu Suwawa-Kabila-Kota Gorontalo-Limboto Isimu di mana untuk tahap 1 tahun ini akan dibuka koridor 1 yang melayani rute Suwawa-Kabila-Kota Gorontalo dengan titik awal di shelter Kampus Baru UNG di Suwawa menuju pusat kota menghubungkan pusat perbelanjaan (City Mall, Pasar Sentral), fasilitas kesehatan (Rumah Sakit Aloei Saboe, Rumah Sakit Bunda, Rumah Sakit Islam), pusat pendidikan (Kampus UNG, Kampus Universitas Ichsan) serta fasilitas umum dan fasilitas sosial lainnya (ATM, Bank, RRI, TVRI, dan lain-lain)

Untuk anak usia sekolah, Rusli Habibie akan menyiapkan layanan Bus Siswa NKRI Gratis yang dipersiapkan melayani anak-anak usia sekolah khususnya Sekolah Menengah Atas di daerah yang belum terlayani dengan angkutan umum.

“Untuk tahun ini direncanakan akan melayani wilayah Kabupaten Bone Bolango di Kecamatan Bone dan  Boneraya, Kabupaten Gorontalo Utara di Kecamatan Tolinggula dan Cempaka Putih, Kabupaten Gorontalo di Kecamatan Biluhu, dan Kabupaten Pohuwato di Kecamatan Wonggarasi dan Kecamatan Taluditi-Puncak Jaya,” kata Kepala Dinas Perhubungan, M Jamal Nganro, Senin (12/8/2019).

Melalui program layanan  bus siswa gratis ini, Rusli habibie berharap besaran pengeluaran biaya transportasi dalam rumah tangga masyarakat Gorontalo dapat lebih ditekan dan dapat meningkatan APM/APK dan lama usia sekolah sehingga masyarakat Gorontalo yang unggul , maju dan sejahtera bisa diwujudkan.

 

​Pewarta : Monika Oktaviarni – Dinas Perhubungan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Pemerintah Provinsi Gorontalo di bawah kepemimpinan Rusli Habibie dan Idris Rahim terus berupaya melakukan sinergitas dengan Pemerintah Pusat guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat Gorontalo.

Hal ini diungkapkan oleh M Jamal Nganro, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo pada Sosialisasi Peraturan Menteri (PM) nomor 7 tahun 2019 tentang pemasangan dan pengaktifan sistem identifikasi otomatis bagi kapal yang berlayar di wilayah perairan Indonesia bertempat di Kantor KSOP Kelas III Gorontalo, Rabu (7/8/2019).

Dalam sambutannya, M Jamal Nganro menjelaskan Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Perhubungan terus mendorong sinergitas dengan instansi terkait keselamatan di perairan yang sebelumnya telah dilakukan MoU dengan Politeknik Ilmu pelayaran (PIP) Amurang dan PIP Makassar mengenai pelaksanaan Diklat Pemberdayaan Masyarakat khususnya untuk nelayan.

“Diharapkan kepada masyarakat dengan adanya PM nomor  7 tahun 2019 ini segera dimanfaatkan, Peraturan Menteri ini baru dikeluarkan dan akan berlaku pada tanggal 20 Agustus 2019, sehingga perlu adanya sosialisasi kepada seluruh instansi terkait agar pemanfaatan Peraturan Menteri ini bisa dimaksimalkan di lapangan,” kata M Jamal Nganro.

Jamal menegaskan tujuan PM nomor  7 tahun 2019 adalah untuk memudahkan stakeholder jika terjadi kecelakaan di laut dan bisa mendeteksi kapalnya serta mempermudah dalam memantau pergerakan kapal, termasuk jika ada kapal penyelundupan. Dalam Permen ini diperuntukkan pada kapal penumpang dan barang minilal 35 GT  dan kapal ikan minimal 60 GT.

Sosialisasi yang dilaksanakan oleh Kementerian Perhubungan, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Distrik Navigasi Kelas I Bitung bersama Kantor Keysahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas III Gorontalo, terkait pemasangan dan pengaktifan Sistem Identifikasi Otomatis atau Automatic Identification System (AIS), dihadiri Instansi dan Stakeholder Pelayaran yang ada di Gorontalo.

AIS  wajib diaktifkan dan dipasang pada kapal di perairan indonesia yakni untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan pelayaran, untuk mempermudah pengawasan terhadap tindakan-tindakan ilegal mempermudah Kegiatan SAR dan Investigasi apabila terjadi kecelakaan kapal, untuk mempermudah monitoring pergerakan kapal-kapal dialur pelabuhan serta alur-alur strategis lainnya.

Di akhir sambutannya, Jamal menegaskan bahwa setiap pengusaha kapal atau pemilik kapal diwajibkan untuk menyiapkan AIS karena merupakan bagian dari keamanan dan keselamatan dalam berlayar.

 

Pewarta : Monika Oktaviarini – Dinas Perhubungan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO –  Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie berhasil meyakinkan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Perhubungan untuk menjadikan Bandara Djalaludin menjadi Embarkasi Haji Penuh.

Keberhasilan ini tertuang dalam pembahasan studi tinjau ulang  (review) Rencana Induk Bandara Djalaluddin yang dipaparkan oleh konsultan di depan sejumlah stakeholder dalam sebuah rapat di Direktorat Bandar Udara, Kementerian Perhubungan, Jakarta.

Rapat yang dipimpin Kepala Sub-Direktorat Tatanan Kebandarudaraan dan Lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Budi Sujatmiko ini dihadiri Kepala Bandara Djalaluddin dan Bappeda Provinsi Gorontalo.

“Alhamdulillah para tim teknis Kementerian Perhubungan mendukung dimasukkan dalam review rencana induk untuk mengakomodir menjadi bandara haji penuh, bandara alternatif  Sam Ratulangi Manado, kargo udara dan penerbangan internasional dalam mendukung program pariwisata,” kata M. Jamal Nganro, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo, Kamis (11/7/2019).

Perjuangan untuk menjadikan bandara Djalaludin Gorontalo sebagai embarkasi haji penuh dan bandara internasional ini tidak mudah.

“Bapak Gubernur telah memperjuangkan Bandara Djalaludin menjadi Embarkasi Haji Penuh dari beberapa tahun lalu, kemudian dari hasil studi ini akan dijadikan dasar pembuatan keputusan Menteri Perhubungan tentang Rencana Induk Bandara Djalaluddin Gorontalo tahun 2019-2038,” ujar M Jamal Nganro.

Dengan dijadikannya Bandara Djalaludin Gorontalo menjadi Embarkasi Haji Penuh, maka jamaah calon haji tidak perlu ke Makasar, yang artinya penerbangan dari Gorontalo langsung ke Arab Saudi, jelas Jamal Nganro. 

Untuk bandara haji kesiapan infrastruktur diproyeksikan tahun 2022 dapat terwujud dengan ketentuan daerah dapat menyiapkan lahan kurang lebih 50 ha untuk perpanjangan landasan menjadi 3.000 m dan pembangunan taxiway paralel dan pembangunan  Apron untuk pesawat khusus angkutan haji.

“Bandara Djalaluddin termasuk salah satu bandara yang akan dikaji untuk diusulkan menjadi bandara internasional dalam mendukung program pariwisata,” kata M. Jamal Nganro menegaskan.

 

Pewarta : Monika Oktaviarini - Dinas Perhubungan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO -  Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo melakukan inspeksi keselamatan lalu lintas dan angkutan lebaran (rampcheck) terhadap kendaraan di 2 terminal di Kota Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo, Minggu (2/6/2019).

Di Terminal Dungingi Kota Gorontalo, sebanyak 15 unit kendaraan diperiksa, yang meliputi tujuan Bitung 7 unit, Manado 5 unit dan dan Kotamobagu 3 unit, semuanya di Provinsi Sulawesi Utara.

Sedang di Terminal Isimu, Kabupaten Gorontalo juga 15 kendaraan angkutan umum yang diperiksa. Ke-15 unit ini berasal dari Manado 10 unit, Bitung 2 unit, Kotamobagu 2 unit dan dari kendaraan angkutan perintis dari Malango 1 unit.

“Kendaraan yang diberikan surat pernyataan 1 unit,” kata Abdul Karim Rauf, Kepala Bidang Angkutan Jalan, Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo.

inspeksi keselamatan lalu lintas dan angkutan lebaran dilakukan untuk memastikan moda angkutan darat yang digunakan masyarakat ini laik jalan. Jika ditemukan kendaraan yang tidak sesuai dengan standar keamanan maka Dinas Perhubungan langsung mengambil tindakan.

Inspeksi hari ini adalah yang terakhir dilakukan Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo menjelang Hari Raya Idulfitri.

 

Pewarta : Monika Oktaviarini – Dinas Perhubungan

 

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

LIMBOTO - Dalam rangka mempersiapkan Angkutan Udara Lebaran Tahun 2019/1440 H Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara Kelas I Djalaluddin Gorontalo menggelar apel pembukaan posko angkutan lebaran Tahun 2019/1440 H.

Apel yang dilaksanakan pada Rabu (29/5/2019) ini dihadiri Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo beserta jajaran, Kepolisian, BMKG, Jasa Raharja, Basarnas dan instansi terkait lainnya.

Bandara Djalaluddin merupakan salah satu bandara yang ditunjuk sebagai titik pengendalian dari total 36 titik di seluruh Indonesia.

Pada kesempatan itu pula Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo melakukan peninjauan posko angkutan lebaran di Bandara Djalaluddin untuk memastikan kesiapan posko dan sarana prasarana yang ada di Bandara Djalaluddin.

“Kami harapkan tahun ini pelayanan di Bandara Djalaluddin semakin baik dari tahun-tahun sebelumnya dengan mengedepankan 3S + 1C yaitu Safety (keselamatan), Security (keamanan),  Service (pelayanan) dan Compliance (kepatuhan),” kata Jamal Nganro, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo.

Jamal Nganro menambahkan apa yang sudah baik akan tingkatkan dan apa yang menjadi kekurangan pada tahun lalu akan evaluasi dan diperbaiki, agar angkutan lebaran dapat berjalan lancar, dibutuhkan sinergitas antar instansi pemerintah dan juga dukungan masyarakat.

“Alhamdulillah tahun ini kita didukung kurang lebih 500 personil yang terdiri dari Pemerintah Daerah, Kepolisian, BMKG dan Basarnas yang siap bertugas selama 16 hari masa angkutan lebaran yaitu tanggal 29 Mei s.d 13 Juni 2019,” jelas Jamal Nganro.

Untuk meningkatkan pelayanan, posko angkutan lebaran Bandara Djalaluddin juga dilengkapi dengan informasi yang dibutuhkan masyarakat,  salah satunya adalah informasi mengenai tarif batas atas dan batas bawah kelas ekonomi sesuai dengan ketentuan KM 106 Tahun 2019.

“Dengan keberadaan posko angkutan lebaran ini, kami memberikan ruang yang seluas-luasnya kepada masyarakat pengguna jasa transportasi udara untuk menyampaikan permasalahan atau hal-hal yang dirasa kurang untuk dicarikan solusi yang terbaik dan kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan keberadaan posko ini dengan sebaik-baiknya,” tambah Jamal Nganro.

 

Pewarta : Monika Oktaviarini - Perhubungan

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo

GORONTALO – Bandar udara Jalaluddin Tantu Gorontalo akan mengoptimalkan sistem keamanan bandara dan penerbangan sebagai upaya peningkatan kualitas layanan selama arus mudik dan balik Idulfitri 2019 ini.

Bandar udara Jalaluddin Tantu Gorontalo merupakan salah satu dari 36 bandara yang ditunjuk sebagai titik pengendalian angkutan lebaran.

Pernyataan ini disampaikan oleh Kolonel (Lek) Power Sihaloho, Kepala Bandara Udara Jalaluddin Tantu Gorontalo.

Menurut Kolonel (Lek) Power Sihaloho angkutan lebaran tahun ini dilaksanakan selama 16 hari, mulai 29 Mei hingga 13 Juni 2019. Puncak arus lebaran diperkirakan terjadi pada 30-31 Mei.

Pada masa tersebut, Kolonel (Lek) Power Sihaloho juga meminta perhatian semua pihak untuk meninjau dan memastikan kemampuan dan kapasitas operasinal bandara terkait fasilitas, personal dan persediaan.

“Kami juga memperhatikan semua pelayanan di area sisi uadar termasuk overlay mulai 29 Mei sampai dengan 13 Juni,” kata Power Sihaloho, Kamis (30/5/2019).

Beberapa hal lain yang menjadi perhatiannya yang disampaikan saat apel angkutan lebaran di bandara Jalaluddin Tantu Rabu lalu, adalah memastikan tingkat keselamatan keamanan serta pelayanan bandara terkait operasi pesawat udara, penumpang dan barang.

Konsistensi pemeriksaan keamanan terhadap penumpang dan barang harus sesuai prosedur, termasuk memasang lampu penerangan yang cukup dan tidak membahayakan keselamatan penerbangan pada area yang gelap di daerah keamanan terbatas.

“Kami juga melakukan publikasi notam apabila dilakukan perpanjangan atau pun perubahan sementara jam operasional bandara terkait jadwal penerbangan selama angkutan udara lebaran ini,” jelas Power Sihaloho.

Pada apel angkutan lebaran di bandara ini juga dihadiri Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo, Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) Gorontalo, Kantor  Kesehatan Pelabuhan Kelas III, kantor BMKG, Balai Karantina Pertanian Kelas II, Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I, PT Angkasa Pura Suport, Kantor Unit Angkasa Pura Logistik, Garuda Indonesia, Lion Air, Citilink, Koperdjal Angkasa, dan Basarnas.

 

Pewarta : Monika Oktaviarini - Perhubungan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Pemerintah Provinsi Gorontalo meminta penerapan ticketing kapal penyeberangan (fery) menggunakan system online.

Permintaan ini disampaikan oleh Jamal Nganro, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo saat memimpin Apel gelar pasukan Posko Terpadu Angkutan Lebaran 1440 H/2019, Rabu lalu

Permintaan ini berdasar hasil evaluasi pelaksanaan angkutan lebaran tahun 2018, terdapat beberapa hal yang menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk ditingkatkan dalam pelayanan terhadap pemudik di pelabuhan penyeberangan.

Penerapan Sistem ticketing online ini diharapkan akan mengurangi penumpukan penumpang di pelabuhan. Sistem ini diharapkan membuat masyarakat pengguna kapal fery  lebih nyaman dalam melakukan pemesanan.

“Jangan sampai masyarakat menumpuk berjubel-jubel saat memesan tiket di pelabuhan penyeberangan,” kata Jamal Nganro, Kamis (30/5/2019).

Perhatian Pemerintah Provinsi Gorontalo ini juga diharapkan akan meningkatkan kualitas pelayanan terhadap pemudik di pelabuhan penyeberangan. Warga yang menggunakan moda angkutan laut ini merupakan warga yang ada di sekitar Teluk Tomini.

Jamal juga meminta para petugas mengedepankan kesabaran dan memberikan pelayanan, serta senantiasa memposisikan diri sebagai pelayan masyarakat yang dapat diandalkan.

Tahun 2019 ini upaya yang dilakukan adalah penjualan tiket dilakukan H-3 sebelum kapal berangkat, pada saat angkutan lebaran (H-7 hingga H+7) setiap hari ada layanan kapal fery sehingga masyarakat tidak perlu khawatir tidak dapat mudik.

 

Pewarta : Monika Oktaviarini - Perhubungan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo mengadakan Apel Gelar Pasukan Posko Terpadu Angkutan Lebaran 1440 H/2019, Rabu (29/5/2019).

Apel akbar yang digelar di Pelabuhan Penyeberangan Gorontalo ini diikuti oleh sejumalh instansi, antara lain Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah  XXI Provinsi Gorontalo, KSOP Kelas III Gorontalo, Polsek KP3 Gorontalo, Perwakilan dari unsur TNI/POLRI, Basarnas, KKP Gorontalo, serta stakeholder lainnya.

Dalam kegiatan ini, Jamal Nganro Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo bertindak selaku pembina apel.

Dalam sambutannya, Jamal Nganro mengatakan salah satu tujuan dibentuknya Posko Angkutan Lebaran Terpadu tahun 2019 adalah untuk memantapkan koordinasi antarpetugas instansi terkait serta pihak-pihak di luar pemerintah, termasuk asosiasi dan lembaga masyarakat yang terlibat langsung dalam penyelenggaraan angkutan lebaran.

Periode Posko Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2019 ini dimulai pada H-7-H+7, dari 29 Mei hingga 13 Juni 2019 atau selama 16 hari .

Jamal Nganro menjelaskan sebagai  tindak lanjut  Instruksi Presiden Nomor 3 tahun 2004 tentang Koordinasi Penyelenggaraan Angkutan Lebaran Terpadu, Kementerian Perhubungan sebagai koordinator pusat bersama dengan seluruh stakeholder terkait.

Semua unsur ini terlibat dari persiapan awal melalui koordinasi, evaluasi, kajian-kajian dan survey-survey lapangan bersama, semua itu untuk mewujudkan penyelenggaraan angkutan lebaran yang lebih baik.

Tagline angkutan lebaran kali ini adalah mudik bareng asyik lancar,” kata Jamal Nganro, Kamis (30/5/2019).

Untuk mewujudkan “mudik bareng asyik lancar“ pemerintah telah membuat beberapa kebijakan-kebijakan dalam hal pengaturan lalu lintas dan angkutan yang akan diterapkan. semua kebijakan ini berorientasi kepada semangat dan kepentingan yang lebih besar bagi masyarakat, agar pelaksanaannya berjalan dengan baik.

“Aparat petugas di lapangan diharapkan dapat melaksanakan tugas dengan baik, sehingga dapat memberikan kontribusi yang optimal untuk kelancaran angkutan lebaran,” ujar Jamal Nganro.

Para petugas ini harus mengedepankan kesabaran dan memberikan pelayanan, serta senantiasa memposisikan diri sebagai pelayan masyarakat yang dapat diandalkan.

 

Pewarta : Monika Oktaviarini - Perhubungan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

LIMBOTO – Sebanyak 4 bus di Terminal Isimu Kabupaten Gorontalo mendapat inspeksi keselamatan lalu lintas dan angkutan lebaran (Rampcheck) oleh Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo.

Rampcheck H-7 ini merupakan yang kedua kalinya dilakukan dalam menyongsong arus mudik dan arus balik Hari Raya Idulfitri. Sebelumnya, pada H-15 Dinas Perhubungan dan instansi terkait juga melakukan hal yang sama.

“Rampcheck di Terminal Isimu ini yang kedua kali setelah sebelumnya dilakukan pada H-15. Kami ingin memastikan masyarakat yang mudik dengan kendaraan angkutan umum terjamin keselamatan, kemanan dan kenyamannya,” kata kata Jamal Nganro, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo, Rabu  (29/5/2019).

Inspeksi ini dilakukan Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo bersama Direktorat Lalu Lintas dan Direktorat Narkoba Polda Gorontalo, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XXI dan Petugas Penguji Kendaraan Bermotor (IPKBI).

Pada hari yang sama, Dinas Perhubungan juga melakukan inspeksi keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan di Terminal Dungingi, Kota Gorontalo.

Total kendaraan yang diperiksa di Terminal Dungingi sebanyak 12 unit, yang terdiri tujuan Bitung Sulawesi Utara 5 unit, tujuan Manado Sulawesi Utara  2 unit, tujuan Kotamobagu Sulawesi Utara  2 unit, tujuan Palu Sulawesi Tengah 2 unit, dan tujuan Anggrek (angkutan perintis) 1 unit.

Dari 12 unit kendaraan di Terminal Dungingi Kota Gorontalo, petugas menyatakan semuanya laik jalan.

Jamal Nganro menjelaskan pelaksanaan ramcheck ini meliputi 3 tahapan, tahap awal dilaksanakan pada H-15, rampcheck kedua H-7, dan terakhir pada H-3.

 

Pewarta : Monika Oktaviarini - Dishub

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo

GORONTALO – Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo melakukan inspeksi keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan (rampcheck) di Terminal Dungingi, Kota Gorontalo, Rabu (29/5/2019).

Rampcheck tahap kedua ini dilakukan sebagai upaya Untuk meningkatkan pelayanan dan kelancaran arus lalu lintas orang dan barang pada masa angkutan lebaran 2019.

“Rampcheck ini yang kedua kali setelah sebelumnya dilakukan pada H-15. Kami berharap masyarakat dapat mudik dengan aman dan nyaman,” kata kata Jamal Nganro, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo, Rabu  (29/5/2019).

Total kendaraan yang diperiksa sebanyak 12 unit, yang terdiri tujuan Bitung Sulawesi Utara 5 unit, tujuan Manado Sulawesi Utara  2 unit, tujuan Kotamobagu Sulawesi Utara  2 unit, tujuan Palu Sulawesi Tengah 2 unit, dan tujuan Anggrek (angkutan perintis) 1 unit.

Dari 12 unit kendaraan di Terminal Dungingi Kota Gorontalo, petugas menyatakan semuanya laik jalan.

Jamal Nganro menjelaskan pelaksanaan ramcheck ini meliputi 3 tahapan, tahap awal dilaksanakan pada H-15, rampcheck kedua H-7, dan terakhir pada H-3.

Sejak awal kegiatan inspeksi kendaraan angkutan umum ini, Dinas Perhubungan telah melibatkan berbagai instansi terkait dengan angkutan darat, seperti Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo, Direktorat Lalu Lintas Polda Gorontalo, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XXI, Direktorat Narkoba Polda Gorontalo, Badan Narkotika Nasional Provinsi Gorontalo, PT AK Jasa Raharja, Organda, Dinas Perhubungan Kabupaten Boalemo, Pohuwato, Gorontalo, dan Kota Gorontalo serta  Petugas Penguji Kendaraan Bermotor (IPKBI).

“Kegiatan ini merupakan wujud sinergitas antara Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo dan Kabupaten/Kota serta dengan Kepolisian Daerah Gorontalo dalam rangka penegakan peraturan yang berlaku sebagai bentuk komitmen bersama melayani masyarakat,” papar Jamal Nganro.

 

Pewarta : Monika Oktaviarini - Dishub

Dipublikasikan pada Kota Gorontalo
Halaman 1 dari 2
© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo