>

GORONTALO  – Salah satu rangkaian acara Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) adalah Gorontalo Culinary Expo yang banyak mendapat perhatian pengunjung. Berbagai olahan makanan disajikan oleh masyarakat, teruma kaum wanita yang menjalankan industri rumah tangga.

Pameran ini dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo, Rifli Katili, di seputaran rumah dinas Gubernur. Ratusan produk makanan hadir dalam festival kuliner ini dan langsung mencuri perhatian para pengunjung.

“Saya atas nama Pemerintah Provinsi Gorontalo mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada peserta culinary expo yang telah mengambil bagian dan mengisi stand pada malam ini,” kata Rifli Katili, Sabtu (5/10/2019).

Rifli Katili menjelaskan kegiatan festival kuliner ini merupakan bagian dari upaya kita untuk mendorong agar pelaksanaan Gorontalo Karnaval Karawo memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi lokal, dan juga memberikan dampak kepada para Industri Kecil Menengah (IKM). Para pelaku usaha ini umumnya kaum perempuan.

“Mari kita terus dukung berbagai program pemerintah dan juga ekonomi kreatif yang ada di Gorontalo,” ajak Rifli Katili. Culinary expo ini merupakan yang pertama kali digelar sejak Gorontalo Karnaval Karawo 9 tahun dilaksanakan .

Festival kuliner akan berlangsung selama 3 malam, mulai 4-6 Oktober. Para penikmat kuliner dapat memilih produk yang diingankan, rata-rata adalah produk yang berbahan lokal dan sangat familiar dengan para pelaku.

Pesona kuliner ini dipancarkan dari 42 peserta yang menyajikan aneka makanan khas Gorontalo.

Para pengunjung yang meminati makanan ini tidak hanya dari Gorontalo, namun juga banyak yang berasal dari luar daerah, seperti Rima, salah seorang pengunjung dari Sulawesi Utara. .

Ikan sagela dan segala turunannya menjadi salah satu favorit makanan yang banyak dijual oleh peserta yang mengisi stand pameran.Pengunjung pun tertarik untuk mencoba berbagai makanan yang dijual dalam festival makanan tersebut.

 

Pewarta : Asriani - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Jumat, 04 Oktober 2019 23:24

Pasar Murah Kunjungi Warga Kabila

KABILA – Pemerintah Provinsi Gorontalo kembali menggelar pasar murah untuk membantu kebutuhan pangan warga. Kali ini menyapa warga di Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango, Jumat (4/10/2019).

Warga antusias untuk membeli bahan pokok dengan harga serba Rp5.000,-. Ada delapan bahan pokok yang dijual yakni beras lima kilogram, minyak goreng satu liter, gula pasir satu kilogram dan telur 10 butir. Ada juga ikan tuna dan rempah-rempah seperti bawang merah, bawang putih serta rica masing-masing setengah kilogram.

Delapan paket sembako hanya ditebus dengan harga Rp60.000,-. Sebanyak 1.500 warga yang hadir sebelumnya sudah diberikan kupon melalui Dinas Sosial Provinsi Gorontalo.

“Saya kemarin sempat di bully, dituduh, dicurigai bahwa sembako seperti ini hanya untuk agenda politik. Saya buktikan setelah Pileg dan Pilpres saya tetap jalan terus (untuk gelar pasar murah). Jangan pernah menyakiti dan meninggalkan rakyat yang telah memilih kita,” ungkap Rusli.

Hal menarik lain dari pelaksanaan pasar murah yaitu hadirnya anggota DPR RI Idah Syahidah yang juga istri gubernur. Dirinya sedang berada di Gorontalo usai dilantik beberapa hari lalu. Rusli berharap Idah bisa memperjuangkan kepentingan rakyat khususnya menambah kuota untuk Program Keluarga Harapan (PKH).

“Saya sampaikan ke ibu jika belum ada agenda rapat kamu segera pulang, lihat kebutuhan masyarakat dan itu yang disampaikan ke pemerintah pusat. Kebutuhan PKH kita kira-kira 135 ribu KK. Tahun ini baru sekitar 65 ribu KK. Ini tugasnya ibu,” jelas Rusli.

Mantan Bupati Gorontalo Utara itu berjanji program pasar murah akan terus bergulir hingga akhir masa jabatannya tahun 2022 nanti. Selain untuk meringankan beban pangan warga, pasar murah diharapkan dapat menekan inflasi atau lonjakan harga pangan di pasaran.

Dipublikasikan pada Kabupaten Bone Bolango

GORONTALO – Event pariwisata Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) yang kesembilan kalinya dilaksanakan oleh Pemprov Gorontalo bekerja sama dengan Kantor Perwakilan BI Gorontalo, selain untuk mempromosikan Karawo sebagai sulaman khas Gorontalo, ini juga sebagai ajang untuk menggali kreativitas pengrajin melalui berbagai lomba. Salah satunya lomba Mo “Karawo” Tradisional Handmade yang diselenggarakan di gedung Bele Li Mbui, Jumat (4/10/2019).

Sekda Darda Daraba yang membuka kegiatan tersebut mengatakan, lomba ini mengajak para pengrajin untuk meningkatkan keterampilan dalam rangka mendesain, mengiris, menyulam, dan mengikat.

“Keempatnya ini pasti membutuhkan keterampilan. Kalau keterampilan ini selalu di asah terus menerus maka karawo ini saya pastikan tidak kalah dengan kain kain lainnya,” kata Sekda

Darda berharap perlombaan ini bisa memberikan efek yang baik.

“Kalau ini bisa bagus, bisa meningkatkan keterampilan ibu ibu, bisa memperlihatkan hasil yang memuaskan. Tentunya kalau dipasarkan bisa laku di pasar lokal maupun internasional yang dampaknya bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat Gorontalo itu sendiri,” harap Darda.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Rifli Katili mengatakan lomba Mo “Karawo” Tradisional Handmade merupakan kegiatan yang ke empat dari rangkaian pelaksanaan Gorontalo Karnaval Karawo 2019 yang mengusung tema “Wonderful Celebes”.

Kegiatan ini diharapkan agar para pengrajin ini menemukan pola yang baru sesuai dengan kebutuhan pasar dan layak untuk dijual. Sebab kenapa? Karena Karawo ini tidak lagi milik orang Gorontalo tapi sudah meluas hingga ke manca negara.

 “Ini tentunya satu kebanggaan untuk kita semua,” ujar Rifli

Rifli juga mengatakan, ada yang menarik dari lomba ini, selain diikuti 44 pengrajin Karawo dari kabupaten kota se Provinsi Gorontalo, lomba ini juga mengikut sertakan anak-anak Sekolah Dasar dan SMK.

“Mereka (anak sekolah) bukan peserta tapi diikutkan untuk memotivasi anak-anak yang tujuannya agar mereka punya inovasi , kreativitas dan tidak terpaku pada motiv dan pola yang lama,” tandas Rifli.

Untuk penilaian lomba ini dilihat dari aspek keindahan mengiris, keindahan menyulam dan keindahan mengikat.

 

Pewarta: Nova - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mengurus perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM) atau sekarang disebut Smart SIM. Smart SIM yang diperpanjang yaitu jenis SIM C kendaraan roda dua dan SIM B2 untuk kendaraan alat berat.

Gubernur Rusli memanfaatkan jasa mobil SIM keliling yang mampir di rumah jabatan, Jumat (4/10/2019). Rusli diambil foto dan rekam sidik jari dan tanda tangannya. Untuk pengurusan SIM B2 Gubernur Rusli diarahkan ke Satlantas Polres Gorontalo Kota.

“Alhamdulillah hari ini saya bisa memperpanjang SIM. Sekarang pelayanannya sudah cukup bagus, bahkan sekarang sudah ada pelayanan SIM mobile untuk melayani perpanjangan SIM C dan SIM A,” ucap Rusli.

Mantan Bupati Gorontalo Utara itu menghimbau kepada masyarakat pengguna jalan untuk tidak lalai mengurus administrasi berkendara. Rusli mengaku pernah mendapati sejumah orang yang tidak memiliki SIM masuk ke rumah rumah warga untuk menghindari razia polisi.

“SIM itu kan surat izin mengemudi jadi harus punya izin agar tidak berurusan dengan polisi. Saya juga menghimbau agar mentaati seluruh rambu-rambu lalu lintas. Apalagi sopir angkutan kota karena mereka membawa penumpang,” imbuhnya.

Sementara itu, Kasi SIM Polda Gorontalo Kompol Wawan Andi Susanto mengemukakan, Smart SIM yang diluncurkan oleh Korlantas Mabes Polri 22 September lalu memiliki berbagai keunggulan. Selain sebagai bukti kemampuan mengendarai, Smart SIM merekam data perilaku pengemudi.

 “Jadi di dalam smart sim ini berisi data data forensik kepolisian, kedua berisi data perilaku pengemudi dan yang ketiga ada chip e-money yang bisa digunakan untuk membayar tol atau pembayaran online lainnya,” tuturnya.

Wawan menyebut penerapan Smart SIM di Gorontalo sudah menjangkau semua daerah. Meski begitu, bagi pengendara yang SIM lamanya masih berlaku tetap diakui. Pengurusan Smart SIM bisa dilakukan paling lambat dua minggu sebelum masa berlaku SIM lama berakhir.

 

Pewarta: Isam-Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO  – Sebanyak lima desainer Gorontalo  memamerkan karya adibusananya pada event Karawo Fashion Contest 2019 yang berlangsung di Grand Palace Convention Center, Kota Gorontalo, Kamis (3/10/2019). Karawo fashion contest merupakan bagian dari event pariwisata Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) yang digelar tanggal 2 hingga 6 Oktober 2019.

Lima desainer tersebut memamerkan karya sulaman tangan dalam berbagai bentuk. Seperti gaun, kemeja dan jaket. Ada juga karawo yang disulam pada aksesoris tas pinggang. Karya-karya yang ditampilkan masing masing desainer memilik tema dan corak warna sendiri.

Agus Lahinta dari Rumah Karawo misalnya, ia memamerkan karya dengan tema “tanah”. Belasan desain berwarna coklat dihadirkan dalam berbagai varian yang masing masing dibawakan oleh para model.

Sulaman karawo dihadirkan ke dalam bentuk dress dipadukan dengan rok dan aksesoris tas tangan. Ada pula dress dipadu dengan celana, desain pada jaket, gaun pesta, serta kemeja berbagai model untuk pria. Desain motif karawo juga bervariasi dan lebih besar ukurannya menghiasi setiap busana yang ditampilkan.

“Acara ini merupakan suatu wujud kepedulian pemerintah provinsi dan Bank Indonesia untuk mengangkat dan mempromosikan karawo di Indonesia dan manca negara. Ini upaya yang harus konsisten dilakukan untuk menjadikan karawo sebagai brand yang dikenal lebih luas,” ungkap Sekda Darda Daraba saat memberikan sambutan.

“Pesan pak gubernur agar para desainer menampilkan karya terbaik. Mudah mudahan lahir karya baru, inovasi karawo yang lebih baik dan inovatif sehingga bisa bersaing dengan kain daerah lain,” imbuhnya.

Di tempat yang sama, Kadis Pariwisata Provinsi Gorontalo Rifli Katili menyebut kontes ini merupakan bagian dari rangkaian acara GKK 2019. Sehari sebelumnya sudah digelar acara mokarawo atau cara mendesain dan menyulam kain karawo berbagai motif yang diikuti oleh 75 pengrajin.

“Perlu kami sampaikan bahwa kita pernah mengikuti Indonesia Fashion Week tahun 2017. Peserta dari karawo fashion contest ini juga pernah mengikuti New York Fashion Week di Amerika pada tahun 2017 lalu,” ungkap Rifli.

Bagi peserta yang juara I dan II pada kegiatan ini akan mewakili Gorontalo pada Indonesia Fashion Week 2020 nanti. Diharapkan sulaman karawo bisa bersaing dengan busana lain karya desainer-desainer ternama Indonesia.

Rangkaian acara Gorontalo Karnaval Karawo 2019 masih menyisakan sejumlah agenda di antaranya mo karawo traditional handmade untuk lomba mengiris dan menyulam karawo tanggal 4 Oktober 2019. Ada juga Gorontalo Cullinary Expo 4-6 Oktober, Celebes Tourism Meeting pada 5 Oktober serta acara puncak GKK 2019 pada 6 Oktober 2019.

 

Pewarta : Isam - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim membuka lomba Keluarga Sadar Hukum (Kadarkum) tingkat Provinsi Gorontalo yang digelar di aula Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Provinsi Gorontalo, Kamis (3/10/2019).

Dalam sambutannya Idris mengatakan, lomba Kadarkum memiliki banyak manfaat di antaranya menciptakan masyarakat yang cerdas dan taat hukum serta menghindari pelanggaran hukum oleh masyarakat yang disebabkan oleh ketidaktahuan terhadap hukum dan aturan perundang-undangan yang berlaku. Idris menuturkan, lomba Kadarkum merupakan salah satu strategi dalam meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap hukum dengan tujuan terciptanya masyarakat yang berbudaya hukum.

“Diseminasi dan pembudayaan hukum harus dimulai dari komunitas terkecil yaitu keluarga. Jika seluruh anggota keluarga tahu dan taat terhadap hukum, pasti akan tumbuh budaya patuh dan taat hukum dalam masyarakat,” kata Wagub Idris Rahim.

Idris berharap melalui kegiatan Kadarkum akan terbangun lingkungan yang aman dan tertib yang merupakan salah satu tujuan dari pembangunan hukum nasional. Dengan mengetahui, memahami, serta meningkatnya kesadaran hukum, diharapkan setiap individu dalam masyarakat lebih teliti dan cermat dalam mengambil langkah dan tindakan dalam kehidupan sehari agar tidak bertentangan dan melanggar hukum yang berlaku.

“Jika kesadaran dan ketaatan masyarakat terhadap hukum semakin meningkat, maka pelanggaran hukum bisa dieliminir dan pada akhirnya akan terwujud lingkungan yang aman, damai, dan tertib,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala Kanwil Kemenkumham Provinsi Gorontalo Agus Subandriyo menjelaskan, lomba Kadarkum merupakan bagian dari pembangunan hukum secara menyeluruh yang meliputi materi hukum, struktur hukum, serta pembangunan kesadaran hukum masyarakat dan aparat pemerintah. Agus menambahkan, tujuan lomba Kadarkum meliputi tiga hal yaitu mencerdaskan hukum, menumbuhkan kesadaran hukum, dan meningkatakan ketaatan hukum. Diharapkannya para peserta lomba Kadarkum akan menjadi pelopor untuk memberikan contoh yang baik kepada masyarakat untuk mentaati hukum.

“Cerdas, sadar, dan taat hukum, merupakan pola gerak dan tingkah laku masyarakat. Cerdas saja belum tentu taat hukum, begitu juga sadar saja belum tentu taat hukum, jadi ketiganya menjadi satu kesatuan,” jelas Agus.

Lomba Kadarkum diikuti oleh enam kelompok utusan dari kabupaten/kota se Provinsi Gorontalo yang masing-masing beranggotakan lima orang. Pemenang lomba Kadarkum tingkat provinsi akan mewakili Gorontalo pada lomba Kadarkum tingkat nasional.

 

Pewarta : Haris - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO -  Kelompok Mawar utusan dari Kota Gorontalo berhasil keluar sebagai juara pertama lomba Keluarga Sadar Hukum (Kadarkum) tingkat Provinsi Gorontalo yang digelar di aula Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Provinsi Gorontalo, Kamis (3/10/2019).

Kelompok Mawar berhasil mengumpulkan total nilai 725 poin dari tiga tahap lomba. Disusul di tempat kedua Kelompok Dahlia dari Kabupaten Bone Bolango dengan 500 poin dan Kelompok Melati dari Kabupaten Gorontalo dengan nilai 340 poin di posisi ketiga. Sementara Kelompok Bougenvile dari Kabupaten Boalemo, Anggrek dari Kabupaten Pohuwato, dan Anyelir dari Gorontalo Utara, secara berurutan berada di tempat keempat, kelima, dan keenam.

“Lomba ini bukan semata soal menang dan kalah. Tetapi yang terpenting adalah kelanjutannya ke depan. Kami berharap para peserta menjadi pionir dalam meningkatkan kesadaran dan ketaatan hukum di masyarakat,” kata Kepala Kanwil Kemenkumham Provinsi Gorontalo Agus Subandriyo.

Materi soal lomba Kadarkum meliputi Undang-Undang (UU) Nomor 21 Tahun 2007 Tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang, UUNomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, UU Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, UU Nomor 11 Tahun 2008 junto UU Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, serta UU Nomor 5 Tahun 2018 Tentang Perubahan Atas UU Nomor 15 Tahun 2003 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2002 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme menjadi UU.

Sementara tim juri pada lomba tersebut sebanyak lima orang, masing-masing perwakilan dari Polda Gorontalo, Badan Narkotika Nasional Provinsi Gorontalo, Pengadilan Negeri Gorontalo, Dinas ESDM, Transmigrasi dan Ketenagakerjaan Provinsi Gorontalo, serta Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Gorontalo.

Atas keberhasilannya tersebut, Kelompok Mawar berhak mewakili Provinsi Gorontalo pada lomba Kadarkum tingkat nasional tahun 2019.

 

Pewarta : Haris - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Sebanyak 75 pengrajin Karawo atau kain sulaman khas Gorontalo mengikuti pelatihan desain motif Karawo di gedung Grand Palace Convention Center, Kota Gorontalo, Rabu (2/10/2019). Kegiatan pelatihan tersebut merupakan rangkaian dari Gorontalo Karnaval Karawo tahun 2019 yang digelar oleh Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo.

“Karawo ini merupakan kerajinan tradisional yang kita andalkan dan tentunya perlu terus ditingkatkan kualitas sehingga bisa bersaing di pasar nasional bahkan hingga internasional,” kata Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Gorontalo, Sutan Rusdi, dalam sambutannya saat membuka pelatihan tersebut.

Melalui pelatihan desain motif Karawo, Sutan berharap kapasitas para pengrajin Karawo lebih meningkat dengan melahirkan produk dengan desain motif yang lebih bervariasi. Terkait hal itu Sutan mengajak para mahasiswa dan pelajar yang turut mengikuti pelatihan tersebut untuk mampu menciptakan motif-motif Karawo dengan memanfaatkan kemajuan teknologi.

“Bagi mahasiswa dan pelajar yang memiliki hobi desain bisa menyalurkan bakatnya untuk menghasilkan desain motif Karawo melalui aplikasi teknologi,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo Rifli Katili menjelaskan, pelatihan desain motif Karawo merupakan rangkaian kegiatan Gorontalo Karnaval Karawo tahun 2019 yang tahun ini sudah kesembilan kalinya dilaksanakan oleh Pemprov bekerja sama dengan Kantor Perwakilan BI Gorontalo.

Rifli menuturkan, pelatihan desain motif Karawo bertujuan untuk meningkatkan kemampuan para pengrajin dalam menghasilkan motif Karawo yang sesuai dengan tren fashion yang berkembang. Dikatakannya bahwa selama ini motif Karawo masih sangat terbatas dan Karawo hanya identik dengan motif kembang.

 “Karawo ini sudah sampai ke mancanegara, untuk itu kita harus mampu mengembangkan motif-motif Karawo yang mengikuti tren fashion nasional dan dunia. Ke depan kita juga berharap Karawo tidak hanya dikenakan pada kegiatan formal saja, tetapi melekat dalam keseharian masyarakat Gorontalo khususnya generasi milenial,” pungkasnya.

Narasumber pada pelatihan tersebut yaitu I Wayan  Sudana dan Hasdiana Saleh dari Jurusan Seni Rupa Fakultas Teknik Universitas Negeri Gorontalo, serta Agus Lahinta praktisi dari Rumah Karawo binaan Kantor Perwakilan BI Gorontalo.

 

Pewarta : Haris - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Dewan Pimpinan Daerah Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (DPD FSPMI) Gorontalo, menggelar aksi buruh di depan Kantor Gubernur Gorontalo, Rabu (2/10/2019).

Aksi buruh yang berlangsung selama satu jam tersebut menuntut tiga hal, menolak kenaikan iuran BPJS,  menolak Revisi UU nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, dan  menolak Peraturan Pemerintah nomor 78 tahun 2015 tentang pengupahan.

”Tuntutan yang kami sampaikan adalah 3 isu utama, yang pertama adalah tolak kenaikan iuran BPJS, kemudian yang kedua tolak Revisi UU No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, kemudian yang ketiga adalah tolak atau cabut PP No. 78 tahun 2015 tentang pengupahan,” ungkap Meiske Abdullah, Koordinator Lapangan (Korlap) aksi buruh.

Dari 3 tuntutan tersebut menurut Meiske Abdullah, yang paling krusial adalah rencana revisi Undang-undang ketenagakerjaan yang tidak proburuh. Itu terlihat dari adanya wacana pengurangan pesangon bagi buruh. Organisasinya juga menyoroti rencana penambahan masa kerja buruh kontrak, yang sebelumnya maksimal 3 tahun menjadi 5 tahun.

Sementara itu Wakil Gubernur Gorontalo, Idris Rahim yang menerima aksi buruh ini menjelaskan, terkait rencana kenaikan iuran BPJS, Pemprov Gorontalo siap jika nanti harus menanggulangi iuran bagi lebih kurang 200 ribu warga miskin dari yang sebelumnya Rp23 ribu menjadi Rp42 ribu per bulan per orang, karena hal tersebut sejalan dengan visi misi Pemerintah Provinsi Gorontalo.

“Saat ini kami baru menganggarkan Rp50,6 miliar untuk iuran sebesar Rp23 ribu per bulan per orang. Jika naik menjadi Rp42 ribu maka ada selisih Rp50,2 miliar yang harus dianggarkan ulang, sehingga yang harus ditanggung Pemerintah Provinsi Gorontalo mencapai Rp100 miliar lebih,” kata Idris Rahim.

Idris Rahim menyebut, aspirasi massa buruh tentang undang-undang ketenagakerjaan, akan ditampung dan disampaikan ke pemerintah pusat, khususnya kepada anggota DPR yang baru saja dilantik.

 

Pewarta : Gina - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

JAKARTA  – Menteri Koordinator Perekonomian (Menko Perekonomian) Darmin Nasution memaparkan perkembangan infrstruktur di Indonesia pada Seminar Nasional Infrastruktur bertempat di Ayana Midplaza, Jakarta, Rabu (2/10/2019).

Darmin menyebut pemerintah pusat di era pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla selama 5 tahun terakhir telah memperkuat kelembagaan infrastruktur dan pendanaannya. Dalam hal kelembagaan terlihat dari penguatan Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP), pembentukan PT Sarana Multi Infrastruktur dan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII).

Dalam hal pendanaan, pemerintah telah merumuskan model pembiayaan infrastruktur bekerjasama dengan pihak swasta atau yang lazim disebut Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Skim ini memungkinkan infrastruktur dibangun oleh pihak swasta tanpa menghilangkan kepemilikan aset oleh pemerintah.

“Katakanlah membangun lapangan terbang. Pemerintah bisa membangun tanpa kehilangan kepemilikan. Kita tahu masyarakat kita sensitif skali (soal kepemilikan) sehingga kita coba merumuskan skim dengan melibatkan swasata,” kata Darmin Nasution.

Pihaknya menyebut pemerintah pusat sukses membangun 226 proyek strategis nasional selama lebih kurang lima tahun terakhir. Proyek itu ditambah dengan tiga program lain yakni program 35 ribu megawatt listrik, program pengembangan pesawat terbang dan program reforma agraria.

“Bukan hanya infrastruktur lebih banyak, tetapi jika dibandingkan di awal pemerintahan, infrastruktur kita tercapai dengan baik jika dibandingkan dengan negara lain. Misalkan indeks daya saing infrastruktur kita tahun 2010 di peringkat 82, tahun 2018 meningkat menempati posisi 52,” bebernya.

Sementara itu, di tempat yang sama Gubernur Gorontalo Rusli Habibie yang turun hadir fokus pada program KPBU yang sejak beberapa tahun terakhir sedang diupayakan. KPBU untuk mendukung pengembangan RS Ainun Habibie menjadi rumah sakit tersier tipe B di Gorontalo.

“Ada yang menarik dari seminar ini bahwa Pak Deputi Bidang Percepatan Infrastruktur menyinggung daerah di Aceh yang sukses membangun Rumah Sakit Zainoel Abidin dengan skema KPBU. Nah ini yang saya akan perintahkan ke dinas teknis untuk belajar tentang skema tersebut,” jelas Rusli usai acara.

Ia berharap agar program KPBU RS Ainun bisa terus berlanjut sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Lebih daripada itu, ia menilai berbagai program infrastruktur di daerah sudah sejalan dan selaras dengan program pemerintah pusat.

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo