>
Super Admin PPID

Super Admin PPID

LIMBOTO – Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie mengingatkan bagi mereka yang ingin maju pada pemilihan kepala daerah (pilkada) di 3 kabupaten di Provinsi Gorontalo tahun depan untuk lebih mengedepankan visi, bukan malah mencari cari kesalahan lawan, apalagi lapor-melapor.

Menurut Rusli, daripada sibuk mencari kelemahan orang lain, lebih baik persiapkan diri dengan ide dan gagasan untuk membangun daerah ini.

” Saya ingatkan, kalian harus membuat konsep, membuat ide-ide, menjual gagasan, visi misi, itu yang kalian sosialisasikan ke masyarakat,” kata Rusli tegas saat mengikuti dialog publik melalui Radio RRI dan Radio Suara RH di Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Minggu (13/10/2019).

Rusli menambahkan, agar mengakhiri cara-cara usang seperti ini, apalagi sudah masuk privasi orang, panggil LSM untuk lapor lapor kesalahan orang.
Daerah kita ini bersendikan sara’, sara’ bersedikan Kitabullah, yang punya budaya, adat dan disebut sebagai serambi Madinah.

” Kemukakan, perlihatkan kita sebagai calon pimpinan daerah yang mempunyai budaya dan karakter yang mumpuni, bukan mencari-cari kesalahan orang,” jelas Rusli.

Tahun 2020, tiga kabupaten akan mengikuti pilkada yaitu Kabupaten Bone Bolango, Kabupaten Gorontalo, dan Kabupaten Pohuwato.

Dialog yang disiarkan RRI dan Radio Suara RH itu turut dihadiri Kapolda Gorontalo Irjenpol Rachmad Fudail dan Danrem 133/NW Kolonel Czi. Arnold AP Ritiauw.

 

Pewarta : Anie - Humas

 

GORONTALO  - Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Program NKRI Jilid 1 dan Jilid 2 menggagas dan menuangkan konsep kebijakan sektor kelautan dan perikanan berbasis pada pengelolaan economi perikanan dari hulu – hilir.

Konsep ini merupakan pengelolaan sektor Kelautan dan perikanan yang dimulai dari penguatan dan pemenuhan sarana dan prasarana kebutuhan pelaku usaha perikanan sampai pemenuhan kebutuhan pemasaran hasil perikanan.

Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Gorontalo sejak tahun 2012 sampai sekarang melalui penganggaran berbasis Money Follow Program dengan kebijakan penganggaran 70 persen menunjang kegiatan publik dan 30 persen kegiatan operasional.

Pola penganggaran ini berhasil meningkatkan produksi perikanan Gorontalo dari tahun ke tahun. Tercatat sejak tahun 2012 – 2018 secara berurutan meningkat, tahun 2012 sebanyak 85,815 ton, 2013 sebanyak 92,171 ton, 2014 sebanyak 103,018 ton, 2015 sebanyak 105,517 ton, 2016 sebanyak 115,873 ton, 2017 sebanyak 136,157 ton dan 2018 sebanyak 142,411 ton.

Bila dipresentasekan kenaikan selama 7 tahun terakhir ini sebesar 65,95 persen atau naik 56,596 ton.

Dalam rapat evaluasi bulanan yang digelar pada Senin (7/10/2019) Kepala Dinas, Sila N Botutihe saat memimpin rapat evaluasi tersebut menjelaskan bahwa kenaikan produksi perikanan tidak lepas dari program dan kegiatan utama yaitu restrukturisasi armada perikanan tangkap, modernisasi pelabuhan perikanan serta zona potensi perikanan tangkap.

“Kami benahi sarana dan prasarana perikanan tangkap dari hulu hingga hilir ini, Kapal sudah sesuai kebutuhan, pelabuhan diperbaiki agar layak untuk didaratkan ikan serta segala kemudahan perizinan agar kapal yang melaut tidak ada kendala,” kata Sila Botutihe.

Sila Botutihe juga memaparkan DKP Provinsi Gorontalo telah membekali nelayan dengan alat yang mampu mendeteksi keberadaan ikan, perangkat ini merupakan hasil kerja sama DKP dengan Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasiona (LAPAN) yaitu Zona Potensi Penangkapan Ikan (ZPPI) sehingga nelayan saat turun ke laut sudah memiliki sasaran Fishing Ground  yang pasti.

Alat ini mampu memberi panduan ke lokasi ikan berkumpul, alat ini memiliki kemampuan mendeteksi keberadaan ikan

“khusus nelayan Gorontalo telah memiliki samboyan Nelayan ke laut menangkap ikan bukan mencari ikan” ujar Sila Botutihe.

Peningkatan Produksi perikanan ini membawa dampak positif bagi masyarakat, antara lain adalah meningkatkan Nilai Tukar Nelayan (NTN) Gorontalo yang melebihi NTN Nasional yaitu 1,77 persen : 1,64 persen per tahun dan meningkatkan pertumbuhan konsumsi ikan Gorontalo melebihi Nasional yaitu 7,67 persen : 6,82 persen pertahun.

Pewarta : Yanto - DKP

GORONTALO – Sepekan jelang pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin nanti, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mengimbau kepada masyarakatnya untuk menjaga stabilitas keamanan daerah. Hal itu disampaikan Rusli saat mengikuti dialog publik melalui Radio RRI dan Radio Suara RH di Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Minggu (13/10/2019).

“Saya mengimbau atasnama pemerintah daerah, Pak Danrem, Pak Kapolda juga untuk menyongsong pelantikan Bapak Presiden dan Wakil Presiden dengan menjaga stabilitas keamanan,” pinta Gubernur Rusli.

Ia mengaku prihatin atas peristiwa penikaman yang menimpa Menko Polhukam Wiranto beberapa hari lalu. Kejadian memalukan itu diharapkan tidak terjadi lagi khususnya di daerah Gorontalo yang dikenal ramah dan saling menghargai satu sama lain.

“Ini menjadi cobaan bagi kita semua. Mudah mudahan beliau kembali sehat. Persoalan semacam ini mudah-mudahan menjadi yang pertama kali dan terakhir. Menjadi contoh bagi kita sebagai bangsa yang besar, bangsa yang berbudaya dan beragama,” imbuh mantan Bupati Gorontalo Utara.

Sosok Jenderal (Purn) Wiranto tidak asing bagi warga Gorontalo. Wiranto muda pernah menghabiskan karier militer di Gorontalo sejak berpangkat Letnan Dua hingga menjadi Komandan Bataliyon berpangkat Letnan Kolonel.

Wiranto muda juga mempersunting gadis Gorontalo bernama Rugaiya Usman. Keduanya sejak awal tahun 2000-an merintis sekolah tingkat SMA yang diberinama Wira Bhakti di Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango.

 

Pewarta: Isam/Anie - Humas

BANYUWANGI – Kesuksesan Kabupaten Banyuwangi dalam mengembangkan sektor pariwisata tak lepas dari peran serta masyarakat. Tak tanggung-tanggung dari miliaran rupiah anggaran yang digunakan untuk menggelar even Gandrung Sewu, hanya sekitar Rp800 juta yang dibiayai oleh pemerintah daerah.

“Pak Bupati Banyuwangi menaksir biaya untuk pagelaran Gandrung Sewu ini berkisar antara Rp5 miliar hingga Rp6 miliar. Dari anggaran itu kontribusi pemda hanya Rp800 juta. Ini menjadi inspirasi bagi kita bahwa ke depan partisipasi masyarakat harus lebih didorong untuk setiap atraksi wisata di Gorontalo,” kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo, Rifli Katili, usai mendampingi Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim menghadiri Gandrung Sewu di Pantai Marina Boom, Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (12/10/2019).

Rifli mengakui, pada Gorontalo Karnaval Karawo lalu, partipasi masyarakat tersebut sudah ada. Tetapi menurutnya, tantangan ke depan bagaimana meningkatkan partisipasi masyarakat lebih besar lagi pada setiap even atau atraksi wisata, baik yang digelar oleh pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota.

“Partisipasi itu menunjukkan rasa memiliki yang besar dari masyarakat, sehingga tidak sepenuhnya atraksi wisata mengandalkan pembiayaan dari pemerintah. Ini yang akan kita adopsi ke depan,” imbuhnya.

Gandrung Sewu merupakan salah satu atraksi dari Majestic Banyuwangi Festival 2019. Gandrung Sewu adalah pagelaran budaya berupa tarian kolosal yang diikuti oleh 1.400 penari yang menceritakan perjuangan rakyat Blambangan sebagai cikal bakal dari Kabupaten Banyuwangi. Tarian kolosal tersebut sudah tiga kali berturut-turut masuk dalam 10 terbaik kalender pariwisata nasional oleh Kementerian Pariwisata.

 

Pewarta : Haris - Humas

BANYUWANGI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2017-2022 telah menetapkan Delapan Program Unggulan, salah satunya adalah Pariwisata yang mendunia.

Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim mengatakan, ditetapkannya pariwisata sebagai program unggulan tersebut bertujuan untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Provinsi Gorontalo.

“Sektor pariwisata diharapkan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi. Banyak daerah yang telah berhasil membuktikan hal itu, salah satunya Kabupaten Banyuwangi yang mampu menekan angka kemiskinan dari 20 persen menjadi 7,8 persen berkat kemajuan pariwisatanya,” kata Wagub Idris Rahim usai menyaksikan pagelaran kolosal Gandrung Sewu di Pantai Marina Boom, Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (12/10/2019).

Belajar dari keberhasilan Kabupaten Banyuwangi tersebut, Idris mengutarakan pentingnya koordinasi dan sinergitas seluruh organisasi perangkat daerah provinsi dan kabupaten/kota untuk mengembangkan sektor pariwisata. Selain itu partisipasi masyarakat juga menjadi kunci keberhasilan dalam mengembangkan sektor pariwisata.

“Kita perlu mengadopsi cara Kabupaten Bayuwangi dalam memajukan sektor pariwisata. Seluruh OPD dan masyarakatnya saling bahu membahu mendorong pengembangan pariwisata di Banyuwangi,” ujar Idris.

Lebih lanjut Wagub menuturkan, pengembangan sektor pariwisata harus dikelola secara terintegrasi dari segi kebudayaan, lingkungan, dan seni, sehingga secara keseluruhan Gorontalo bisa menjadi destinasi yang menarik bagi wisatawan. Menurutnya, destinasi wisata yang indah harus didukung oleh lingkungan yang bersih dan tertata baik, serta atraksi kebudayaan yang dikemas menarik.

Ditambahkannya, pengembangan sektor pariwisata juga harus melibatkan dan memberdayakan masyarakat lokal di sekitar destinasi wisata, sehingga masyarakat secara langsung bisa merasakan dampak dari pengembangan destinasi wisata tersebut.

“Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama untuk mengembangkan pariwisata Gorontalo yang lebih mendunia,” tandasnya.

 

Pewarta : Haris - Humas

TAPA – Pemerintah Provinsi kembali menggelar adventure offroad bagi para pecinta otomotif di Gorontalo pada Sabtu, (12/10/2019). Ajang ini digelar untuk memeriahkan HUT ke-74 TNI yang turut diikuti oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, Danrem 133/Nani Wartabone Kolonel Czi Arnold AP Ritiauw serta Dandim 1304 Gorontalo Letkol Inf. Alan Surya Lesmana.

Rute offroad kali ini mengambil lokasi di seputaran sungai Bulango di Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango. Lokasi itu sengaja dipilih karena terkenal angker bagi para petualang mobil bermesin 4×4 WD.

Baru beberapa menit laga dimulai, offroader sudah dibuat susah payah untuk menaklukkan arus sungai Bulango. Mobil sekaliber Wrangler buatan Amerika yang menjadi tunggangan Gubernur Rusli Habibie menjadi salah satu korbannya.

Adrenalin Rusli diuji saat mencicipi obstacle di rawa-rawa. Ban mobil kirinya terperosok ke dalam lumpur. Semakin pedal gas ditekan, ban mobil semakin ditelan lumpur. Mobil berkekuatan 230 tenaga kuda itu pun terpaksa ditarik dengan zonder.

Bukan hanya tunggangan gubernur yang merasakan ganasnya sungai Bulango. Beberapa peserta bernasib sama. Mobilnya harus ditandu keluar oleh zonder. Ada yang bahkan harus ditarik oleh dua mobil sekaligus agar bisa kembali melanjutkan permainan uji ketangkasan mengemudi itu.

Tantangan berikutnya menaklukkan arus sungai. Meski airnya yang tidak begitu besar karena kemarau, tidak berarti sungai Bulango terasa enteng. Beberapa mobil peserta nampak kelimpungan mencari bagian sungai yang relatif lebih dangkal. Salah melangkah maka mobil akan terperosok dan berlanjut pada mesin yang mati.

Puncak dari kesulitan offroad terjadi saat mencoba melewati tebing di sekitar sungai. Tunggangan Gubernur Rusli harus mengalami patah as tengah karena terbentuk tebing. Akibatnya ia harus berganti mobil untuk bisa melanjutkan offroad hingga ke garis finish.

Keseruan hari itu berakhir di lapangan Taruna Remaja, Kota Gorontalo. Di garis finish peserta dihibur dengan puluhan door prize dengan hadiah utama satu unit lemari es. Gubernur Rusli juga mengajak Danrem 133/Nani Wartabone dan semua peserta untuk makan di lapak warga yang biasa berjualan di sekitar lokasi.

 

Pewarta: Isam - Humas

TAPA  – Sebanyak 9 orang penjual ikan keliling warga Bone Bolango menerima bantuan sepeda motor berkotak pendingin yang diserahkan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, Sabtu (12/1/0/2019).

Bantuan untuk berjualan ikan keliling itu diserahkan di sela-sela pelaksanaan Bakti Sosial NKRI Peduli di Desa Talulobutu, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango.

“Saya berharap, bantuan yang diberikan dapat meringankan kerja para penjual ikan keliling yang sebelumnya berjualan hanya menggunakan sepeda,” harap Gubernur Rusli.

Di tahun 2019, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Gorontalo menyiapkan 74 unit motor berkotak pendingin yang disebar di enam kabupaten/kota. Khusus untuk Kabupaten Bone Bolango, sembilan motor berkotak pendingin dianggarkan dengan nilai Rp182,835 juta.

Sementara itu, Idrus Abdullah warga Desa Mongiilo Kecamatan Bulango Ulu yang menjadi salah satu penerima motor berkotak pendingin mengaku senang dengan bantuan tersebut. Menurutnya, bantuan ini lebih memudahkannya dalam menjangkau para pelanggannya.

“Biasanya kalau berjualan ikan menggunakan sepeda, kalau ke tempat yang jauh pasti lelah. Alhamdulillah sekarang sudah ada motor. Jadi kalau mau ke tempat jauh tidak susah lagi. Pelanggan juga lebih banyak,” ungkap Idrus.

Selain menyerahkan bantuan motor berkotak pendingin, pemprov menggelar pasar murah yang menjual tujuh bahan pokok. Ada beras lima kg, gula satu kg, minyak satu liter dan telur 10 butir. Ada juga bawang merah, bawang putih dan cabe masing masing setengah kilogram. Semuanya cukup ditebus dengan harga Rp55 Ribu.

 

Pewarta: Gina - Humas

TAPA – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Tentara Nasional Indonesia (TNI), Pemerintah Provinsi Gorontalo menggelar Bakti Sosial NKRI Peduli, di Desa Talulobutu Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango, Sabtu (12/10/2019).

Pada pelaksanaan pasar murah tesebut, Pemprov menjual tujuh bahan pokok dengan harga murah. Ada beras lima kg, gula satu kg, minyak satu liter dan telur 10 butir. Ada juga bawang merah, bawang putih dan cabe masing masing setengah kilogram. Semuanya cukup ditebus dengan harga Rp55.000,-.

“Pak Danrem meminta kami untuk bikin kegiatan anak muda. Jadi, saya bilang Pak Danrem, kita bikin acara otomotif yakni offroad tapi tolong juga masyarakat yang kurang mampu, kurang lebih 1500 orang kita kumpul untuk kita berikan sembako murah,” ungkap Gubernur Gorontalo Rusli Habibie dalam sambutannya.

Gubernur berharap subsidi bahan pangan tersebut dapat membantu meringankan beban warga. Harga bahan pokok seperti rica sedang melonjak naik di pasaran yakni Rp120.000,- per kilogramnya. Bawang merah seharga Rp25.000,- per kilogram dan tomat Rp5.000,- per kilogram.

Sementara itu, Komandan Korem 133 Nani Wartabone Kolonel Czi Arnold AP Ritiauw menegaskan, TNI siap mendukung program-program pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Gorontalo.

“Selain rasa aman, kami juga bertugas membantu kesejahteraan masyarakat. Sudah banyak yang kami lakukan, seperti membangun mahyani, mengajar anak sekolah, membantu pertanian, termasuk hari ini bersama pemprov Gorontalo menggelar offroad dan bakti sosial,” imbuhnya.

Selain pasar murah, banyak kegiatan yang dilakukan oleh Korem 133/NWB. Diantaranya lomba karapan sapi, lomba dayung, lomba budaya dan lomba goyang Sarjojo yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat.

 

Pewarta: Gina - Humas

BANYUWANGI – Kunjungan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas pada rangkaian Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) 2019 yang memaparkan keberhasilannya mengembangkan sektor pariwisata, ditindaklanjuti oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo dengan kunjungan studi tiru ke Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Rombongan Pemerintah Provinsi Gorontalo dipimpin oleh Wakil Gubernur Gorontalo, Idris Rahim didampingi Kepala Dinas Pariwisata, Rifli Katili melihat dari dekat konsep pengembangan pariwisata Banyuwangi.

Rombongan Pemprov Gorontalo tiba di Banyuwangi dan disambut oleh Asisten Administrasi Pembangunan dan Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuwangi, Suyanto Waspo Tondo Wicaksono, di Pendopo Kantor Bupati Banyuwangi, Jumat (11/10/2019).

“Pemerintah Provinsi Gorontalo memenuhi undangan Bupati Banyuwangi untuk melihat dari dekat seperti apa pariwisata di Banyuwangi. Kita akan melihat langsung konsep pariwisata yang diutarakan Bupati Abdullah Azwar Anas pada Celebes Tourism Meeting di Gorontalo Karnaval Karawo beberapa waktu lalu,” kata Rifli Katili.

Rifli Katili menjelaskan, Pemprov Gorontalo akan mempelajari kemudian mengadopsi konsep Banyuwangi dalam menurunkan angka kemiskinan dengan mendorong sektor pariwisata. Menurutnya hal itu sejalan dengan tekad Pemprov Gorontalo menjadikan pariwisata sebagai salah satu program unggulan pada periode kedua kepemimpinan Gubernur Rusli Habibie dan Wagub Idris Rahim.

“Kehadiran pak Anas di Gorontalo meninggalkan kesan pada pak Gubernur. Menurut pak Gubernur apa yang Bupati Banyuwangi lakukan itu sesuatu yang sederhana, mudah diterapkan dan juga praktek nyata serta dampaknya luar biasa. Sehingga pak Gubernur sangat mendukung inisiatif kami yang ingin belajar langsung ke Banyuwangi,” tutup Rifli Katili.

Menurut rencana, rombongan Pemprov Gorontalo akan menghadiri Festival Gandrung Sewu, acara Ngopi Sewu, serta melihat dari dekat keindahan alam Banyuwangi dengan mengunjungi Kawah Ijen.

 

Pewarta : Haris - Humas

GORONTALO – Penyusunan program Komisi Pmenanggulangan HIV AIDS (KPA) Provinsi Gorontalo harus mengacu pada prinsip money follow program. Penggunaan anggaran hanya digunakan untuk membiayai program nasional yang mendukung pencapaian tujuan dan sasaran pembangunan daerah dalam penanggulangan bahasa HIV/AIDS.

“Jangan kebalik. Ketika programmu dibuat, maka uang itu akan menyesuaikan. Dalam menyusun APBD tentukan dulu programnya baru anggarannya,” kata Darda Daraba, Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo saat pembahasan rencana kerja KPA tahun anggaran 2020, di hotel New Rahmat, Jumat (11/10/2019).

Ia menegaskan Dalam penyusunan program kerja KPA tahun 2020 harus mengevaluasi program pencegahan HIV AIDS yang sudah dijalankan KPA dan membandingkan dengan tahunsebelumnya.

“Untuk berbicara rencana kerja 2020, kita harus punya benchmark terlebih dahulu. Musti ada patokan, misalnya sampai dengan Desember hasilnya bagaimana. Apakah eksisting tahun ini bisa menekan laju epidemic penyebaran HIV AIDS atau malah meningkat,” kata Darda Daraba.

Ketua Pelaksana KPAP itupun berharap, keseriusan dari semua pihak untuk bergerak untuk memberikan kontribusi sehingga bersama sama mampu menjawab permasalahan yang terjadi dan yang belum direspon secara maksimal dalam program pencegahan dan penanggulangan HIV AIDS di Provinsi Gorontalo.

Sementara itu, Sekretaris KPA Provinsi Sabri Panigoro mengatakan, tahun depan KPA tetap akan fokus pada program pencegahan karena tujuan dari KPA ini bagaimana memberdayakan masyarakat. Artinya masyarakat sama sama mengatasi masalah makin lajunya peningkatan HIV Aids.

“Kegiatan yang kita laksanakan pada tahun 2019 ini mudah-mudahan bisa kita tingkatkan lagi di tahun 2020, maka kita hari ini juga mengundang sekretaris KPA kabupaten kota dan pengelola keuangan,” tandasnya.

 

Pewarta: Nova - Humas

© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo