>

GORONTALO –  Pengawasan pengelolaan arsip sangat penting untuk menciptakan tertib arsip di lembaga kearsipan kabupaten maupun kota di Provinsi Gorontalo.

Tertib arsip ini dapat dirasakan saat dibutuhkan, dapat dengan mudah dan cepat memperolehnya sehingga pelayanan ke masyarakat sangat cepat dan berkualitas.

Hal ini disampaikan oleh Yosep Koton, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo pada rapat penyusunan laporan monitoring tindak lanjut hasil pengawasan kearsipan kabupaten/kota, Rabu (9/10/2019).

Yosep Koton menjelaskan sejumlah peraturan seperti Undang-Undang nomor 43 tahun 2009 tentang kearsipan, turunannya Peraturan Pemerintah nomor 28 tahun 2012 dan Peraturan Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia nomor 38 tahun 2015 tentang pedoman pengawasan Kearsipan.

Regulasi ini menegaskan penyelenggaraan kearsipan bertujuan untuk menjamin terciptanya arsip, ketersediaan arsip yang autentik dan terpercaya, terwujudnya pengolahan arsip yang andal, perlindungan kepentingan negara dan hak-hak keperdataan, keselamatan dan keamanan arsip, keselamatan aset nasional dan mendinamiskan penyelenggaraan kearsipan nasional, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang kearsipan.

Agar tujuan tersebut dapat tercapai, maka penyelenggaraan kearsipan harus sesuai dengan prinsip, kaidah dan standar kearsipan. Untuk menjamin pencipta arsip baik di pusat maupun di daerah menyelenggarakan  kearsipan maka dilaksanakan pengawasan kearsipan.

“Pengawasan kearsipan merupakan tanggung jawab Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) sebagai penyelenggaraan kearsipan nasional,” kata Yosep Koton.

Kegiatan yang menghadirkan tim monitoring TLHP Kabupaten Gorontalo Utara, Boalemo, Pohuwato, Bone Bolango, Kabupaten Gorontalo serta Kota Gorontalo ini dilaksanakan di hotel Grand Q selama 2 hari dengan narasumber Nurgamah dari ANRI.

 

Pewarta : Domy – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

TILANGO -  Ada yang berbeda pada pelayanan Perpustakaan Keliling (Perpusling) Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo. Kali ini, untuk lebih menarik perhatian bagi siswa, Tim Perpusling menyodorkan hadiah kepada siswa siswi di 3 sekolah yang berani tampil menceritakan kembali isi buku yang telah mereka baca.

“Dengan hadiah atau bingkisan sederhana yang kita berikan kepada para siswa ini, intinya kita dari Dinas Arpus Provinsi Gorontalo ingin lebih mendorong dan menumbuhkan minat baca anak-anak sekolah,” kata Kepala Bidang Perpustakaan, Syahrudin Porindo pada pelaksanaan perpustakaan keliling di halaman Kantor Kecamatan Tilango Kabupaten Gorontalo, Rabu (18/9/2019).

Syahrudin mengutarakan, pada awalnya Dinas Arpus setiap harinya melayani para pembaca di kantor saja. Namun pelayanan di kantor ini dinilai belum cukup, untuk itu Dinas Arpus melakukan pelayanan dengan cara penggunaan perpustakaan keliling.

“Memang untuk tahun ini target pembaca atau pemustaka yang harus kita capai adalah sebesar 21.000 pemustaka dan hingga akhir agustus baru sekitar 11 ribuan, sehingga itu kita menjemput bola dengan mendatangi sekolah-sekolah,”tutur Syahrudin Porindo.

Menurutnya, minat baca masyarakat di Provinsi Gorontalo baru 39 persen, masih dibawah rata-rata nasional yakni sebesar 52 persen. Salah satu program Dinas Kearsipan dan Perpustakaan yakni Perpusling menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan minat baca pada masyarakat.

Jenis buku yang sering dibaca oleh para siswa pada layanan perpusling pada umumnya yang bergenre fiksi dan buku cerita. Untuk pelayanan di desa Dinas Arpus Provinsi Gorontalo membawa buku-buku yang disesuaikan dengan kondisi geografis, misalnya saja desa yang ada di pinggiran laut atau pantai maka buku yang ditawarkan adalah buku yang berisi tentang kelautan.

Pada pelaksanaan perpusling kali ini ada tiga sekolah yang telah dilayani yaitu SD N 6 Tilango, SDN 8 Tilango dan SD N 9 Tilango dengan total sekitar 90 siswa. Masing-masing sekolah juga turut mempersembahkan yel-yel untuk meramaikan kegiatan perpusling tersebut. Hadir pula pada perpusling tersebut, Camat Tilango Evy S. Neu, pengurus perpustakaan desa serta aparat kantor Kecamatan Tilango.

 

Pewarta : Boerhand - Humas

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo

GORONTALO- Sebanyak 51 pengurus baru Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI)  Provinsi Gorontalo masa bakti 2019-2022 dikukuhkan oleh Ketua Umum IPI Pusat T Syamsul Bahri.

Pengukuhan ini dilaksanakan di ruang pertemuan Hotel Horison Nayumi, Kota Gorontalo, Kamis (12/9/2019).

 "Hari ini anda sudah dikukuhkan sebagai Pengurus Daerah Provinsi Gorontalo dan selamat menjalankan tugas. Anda adalah sebagian dari puluhan ribu pengurus dari Sabang sampai Merauke yang bertugas untuk meningkatkan budaya minat baca di masyarakat Indonesia menjadi SDM lebih maju dan lebih baik sehingga bisa bersaing di tingkat internasional," kata Syamsul Bahri pada saat pengukuhan.

Syamsul Bahri mengingatkan tugas mulia pustakawan walau tidak digaji tetapi tetap semangat untuk mencerdaskan anak bangsa agar menjadi SDM yang berkualitas.

Dalam pengukuhan tersebut, Yosef P Koton Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo menyampaikan ucapan selamat kepada Hans Ruchban sebagai Ketua IPI Provinsi Gorontalo yang baru dan Erna Harmain sebagai Wakil Ketua.

 Yosef juga menyampaikan, pustakawan memiliki peran yang sangat penting sehingga tidak bisa dipandang sebelah mata terhadap profesi ini.

“Profesi pustakawan sama dengan profesi dokter, dosen san sebagainya bila ditekuni dengan profesional manfaatnya akan sangat dirasakan masyarakat dan juga pustakawan itu sendiri. Dengan dikukuhnya pengurus ini, maka harus segera melakukan inovasi baru dengan program untuk meningkatkan budaya minat baca siswa, mahasiswa bahkan di masyarakat sehingga SDM kita menjadi lebih baik, dan kesejahteraannya dapat lebih meningkat,” papar Yosep Koton.

 

 Pewarta : Domy - Diarpus

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Perpustakaan Nasional Republik Indonesia melaksanakan sosialisasi pengembangan program revitalisasi transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial bekerja sama dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo.

Kegiatan ini berlangsung di Hotel Horison Nayumi, Kota Gorontalo, Kamis-Sabtu (12-14/9/2019).

Sosialisasi pengembangan revitalisasi perpustakaan ini dibuka oleh dibuka oleh Kepala Pusat Pengembangan Pustakawan Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Opong Sumiyati, diikuti oleh 50 orang perwakilan dinas kearsipan dan perpustakaan dari provinsi dan kabupaten/kota.

“Mohon maaf kepada Kepala Dinas dan seluruh peserta atas ketidakhadiran Kepala Perpusnas karena dalam kegiatan ini karena sementara mengikuti Diklat Lemhanas,” kata Opong Sumiyati mengawali sambutan pembukaan.

Opong Sumiyati mengatakan kegiatan sosialisasi pengembangan program revitalisasi perpustakaan ini  dilaksanakan di hampir seluruh provinsi dan pada hari ini Provinsi Gorontalo beroleh kesempatan untuk dilaksanakannya kegiatan ini.

Opong Sumiyati menyampaikan tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan literasi informasi berbasis teknologi Informasi Komunikasi (TIK), meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat, mempererat peran dan fungsi perpustakaan agar tidak hanya sekedar tempat penyimpanan dan peminjaman buku.

“Fungsi perpustakaan sebagai wahana pembelajaran sepanjang hayat dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Opong Sumiyati.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo, Yosef Koton menambahkan sasaran program revitalisasi perpustakaan bukan hanya untuk anak sekolah tapi masyarakat umum seperti pemuda, perempuan dan juga pelaku usaha mikro termasuk kelompok marginal.

“Kelompok marginal seperti penyandang disabilitas juga disasar dalam program revitalisasi perpustakaan ini,” kata Yosep Koton.

Semua sasaran ini dicakup sebagai upaya untuk pemberdayaan dan pengembangan perpustakaan sehingga dapat meningkatkan kualitas SDM dan dapat  meningkatkan produktifitas dan kesejahteraan masyarakat.

 

Pewarta : Suleman - Dinas Arpus

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Sebanyak 50 orang pustawakan yang berasal dari provinsi, kabupaten dan kota Gorontalo, Universitas Negeri Gorontalo, Politeknik Kesehatan (Poltekes), IAIN Sultan Amai dan Pustakawan SMA di Provinsi Gorontalo mengikuti sosialisasi sertifikasi pustakawan, Kamis (12/9/2019).

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo bertempat di Hotel Horison Nayumi, Kota Gorontalo.

Sosialisasi sertifikasi pustakawan dibuka oleh Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo, Yosef P Koton.

“Tujuan sosialisasi sertifikasi pustakawan adalah upaya peningkatan kualitas pustakawan yang lebih profesional dan kompeten dalam pengelolaan perpustakaan serta diharapkan lebih memberikan pelayanan yang terbaik kepada para pemustaka,” kata Syahrudin Porindo, Kepala Bidang Perpustakaan.

Sebagai narsumber dalam sosialisasi ini adalah Kepala Pusat Pengembangan Pustakawan Perpustakaan Nasional, Opong Sumiyati.

“Kami berharap pustakawan menjadi ujung tombak dalam pengembangan perpustakaan di Provinsi Gorontalo. Ada 3 aspek yang menjadi standar seorang pustakawan yang berkualifikasi yaitu kualifikasi pendidikan, Kompetensi dan Sertifikasi,” kata Yosep Koton.

Yosep Koton  juga mengingatkan salah satu yang sangat penting bagi pustakawan adalah sertifikasi karena dengan sertifikasi menjadi bukti bila seorang pustakawan itu profesional dalam pengembangan dan pengelolaan perpustakaan.

“Tugas pustakawan ke depan adalah bagaimana menjadikan perpustakaan itu sebagai pusat belajar dan pengembangan ketrampilan serta keahlian masyarakat dalam berbagai bidang kehidupan untuk meningkatkan kualitas SDM dan kesejahteraan,” jelas Yosep Koton.

 

Pewarta : Suleman - Dinas Arpus

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Perpustakaan Nasional Republik Indonesia bekerja sama dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) pengelola perpustakaan se-Provinsi Gorontalo bertempat di Hotel Horizon Nayumi, Kota Gorontalo.

Bimbinga teknis ini berlangsung selama 2 hari, Selasa- Rabu (10-11/9/2019 yang diikuti 100 orang dari perwakilan kabupaten dan kota serta perguruan tinggi.

“Bimtek pengelola perpustakaan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi tenaga pengelola perpustakaan agar memiliki kecakapan yang dapat mendukung pengembangan dan pendayagunaan perpustakaan,” kata Yosep Koton, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo saat membuka kegiatan ini, Selasa (10/9/2019).

Yosep Koton  menjabarkan beberapa kompetensi yang akan ditingkatkan dalam bimbingan teknis ini adalah perpustakaan pusat belajar masyarakat sepanjang hayat, kemampuan melakukan komunikasi asertif, dan membuat infografis sederhana di perpustakaan.

“Sasaran utama kami adalah pustakawan dan atau tenaga pengelola perpustakaan umum provinsi, kabupaten/kota, desa serta tenaga pengelola perpustakaan sekolah,” ujar Yosep Koton.

Opong Sumiyati, Kepala Pusat Pengembangan Pustakawan Perpusnas selaku ketua tim sekaligus mewakili kepala perpustakaan nasional menyampaikan apresiasi kepada Dinas dan peserta yang antusias mengikuti kegiatan ini.

“Kami mewakili kepala Perpustakaan Nasional mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kesungguhan peserta serta kerja sama dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo,” papar Opong Sumiyati.

Dalam pembukaan ini, Yosef Koton menekankan arti penting perpustakaan yang berfungsi sebagai wahana pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi dan rekreasi untuk meningkatkan kecerdasan dan keberdayaan bangsa, fungsi perpustakaan ini menjadi tantangan bagi pengelolanya untuk menciptakan sebuah perpustakaan yang bisa menjadi tempat menggali ilmu pengetahuan dan informasi.

Kebijakan untuk memajukan dunia perpustakaan dinilai merupakan opsi yang paling realistis dalam mengembangkan potensi masyarakat agar menjadi manusia yang berilmu, beriman, dan bertakwa kepada tuhan yang maha esa dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab dalam mendukung program program pemerintah.

“Pepatah tua mengatakan tak ada masa kini kalau tak ada masa lalu, Tak ada masa depan kalau tak ada masa kini. Masa lalu itu adalah guru yang paling hebat tempat belajar dan menjadi cermin bagi masa kini dan juga masa depan dan masa lalu itu ada pada bahan koleksi di perpustakaan,” ujar Yosep Koton.

 

Pewarta : Suleman - Dinas Kearsipan dan Perpustakaan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Sabtu, 07 September 2019 20:00

ANRI Selesaikan Audit Kearsipan Gorontalo

GORONTALO – Tim audit Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) membacakan risalah hasil audit kearsipan sekaligus penandatangan bersama Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo di ruang kerja Kepala Dinas, Jumat (6/9/2019).

Tim audit yang diwakili oleh Nurgamah,  Arsiparis Madya dan Dian Karina Lestari, Pranata telah melakukan audir arsip dengan mengambil sampel di beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Biro Pemerintahan.

Audit kearsipan eksternal pada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan ini menggunakan metode pengisian formulir, wawancara dan pengamatan langsung oleh tim audit ANRI.

“Aspek yang diaudit adalah ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan bidang kearsipan dalam penetapan kebijakan kearsipan, aspek pembinaan kearsipan, pengolahan arsip inaktif dengan retensi sekurang-kurangnya 10 tahun, pengelolaan arsip statis, aspek sumber daya manusia kearsipan, aspek organisasi kearsipan, aspek pra sarana dan sarana kearsipan dan pendanaan,” kata Nurgamah.

Pada akhir pelaksanaan audit kearsipan eksternal ini menghasilkan risalah sementara hasil audit dan telah ditanda tangani oleh Ketua tim audit Nurgamah serta Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Yosef P Koton,  yang dihadiri oleh Kepala Bidang Kearsipan Mustari Sumaga, fungsional kearsipan, pengawas dan pelaksana pada bidang kearsipan.

"Risalah ini nantinya akan dibawa dan dirapatkan kembali oleh para deputi di ANRI dan akan menghasilkan nilai," jelas Nurgamah.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo, Yosef P Koton mengharapkan nilai yang didapatkan lebih tinggi dari tahun lalu, dari kriteria cukup menjadi kriteria baik karena semua tugas dan fungsi Dinas Kearsipan dan Perpustakaan sudah dijalankan sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku.

Berdasarkan Undang-Undang nomor 43 tahun 2009 tentang Kearsipan (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2009 nomor 152, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5071), Peraturan Pemerintah nomor 28 tahun 2012 tentang Pelaksanaan Undang-Undang nomor 43 tahun 2009 tentang Kearsipan (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2012 nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5286), dan Peraturan Arsip Nasional Republik Indonesia nomor 6 tahun 2019 tentang Pengawasan Kearsipan, Arsip Nasional Republik Indonesia telah melaksanakan audit kearsipan terhadap Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo yang dilaksanakan dari tanggal 3-6 September 2019.

 

Pewarta :  Domy - Dinas Kearsipan dan Perpustakaan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) menggelar pengawasan kearsipan eksternal di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo selama 4 hari, Selasa-Jumat (3-6/9/2019).

Tim pengawasan kearsipan nasional ini adalah Nurgamah, Arsiparis Madya dan Dian Karina Lestari, Pranata Arsip. Mereka diterima oleh Syahrudin Porindo, Kepala Bidang Perpustakaan selaku Plh Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan.

 “Selamat datang kepada tim pengawas eksternal ANRI Nurgamah di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, permohonan maaf dari Keplaa Dinas atas ketidakhadiran beliau karena sementara berada di luar daerah menghadiri kegiatan Perpusnas,” kata Syahrudin Porindo, Selasa (3/9/2019).

Kepada Plh Kepala Dinas Nurgamah menyampaikan bahwa audit kearsipan adalah proses identifikasi masalah, analisis dan evaluasi bukti yang dilakukan secara independen objektif dan profesional berdasarkan standar kearsipan untuk menilai kebenaran, kecermatan, kredibilitas, efektifitas, efisien dan keandalan penyelenggaraan kearsipan.

“Audit eksternal adalah audit kearsipan yang dilaksanakan oleh tim pengawas kearsipan eksternal atas penyelenggaraan kearsipan pada pencipta arsip dan lembaga kearsipan,” kata Nurgamah.

Nurgama menjelaskan dasar pelaksanaan pengawasan kearsipan eksternal adalah Undang-Undang nomor 43 tahun 2009 tentang kearsipan, Peratiran Pemerintah nomor 28 tahun 2012 tentang pelaksanaan Undang-Undang nomor 43 tahun 2009 tentang kearsipan, keputusan Kepala ANRI nomor 53 tahun 2018 tentang instrumen audit kearsipan, peraturan ANRI nomor 6 tahun 2019 tentang pengawasan kearsipan.

Nurgama juga menjelaskan ada 8 item yang diaudit oleh tim dari ANRI, yaitu ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan bidang kearsipan dalam penetapan kebijakan kearsipan, program kearsipan, pengelolaan arsip inaktif dengan retensi sekurang kurangnya 10 tahun, penyusutan arsip, pengelolaan arsip statis, SDM kearsipan, kelembagaan dan prasarana dan sarana.

Pengawasan  kearsipan eksternal di dinas ini dihadiri oleh seluruh panitia persiapan audit eksternal yang diketuai oleh Arsiparis Ahli Madya Rosnawaty Ishak dan pejabat Arsiparis serta pejabat administrator, pengawas, pelaksana dan PTT serta PKL.

 

Pewarta: Suleman - Dinas Kearsipan dan Perpustakaan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo memusnahkan dokumen non-arsip 269 berkas, Jumat (30/8/3019).

Ratusan berkas non-arsip tersebut berasal dari Bidang Sekertariat Dinas Kearsipan dan Perpustakaan  sebanyak 113 berkas, Bidang Kearsipan sebanyak 130 berkas dan Bidang Perpustakaan sebanyak 21 berkas.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo Yosep P Koton, mengatakan tujuan dari pemusnahan berkas non-arsip adalah untuk tertib penataan arsip dan menghindari adanya penumpukan dokumen non-arsip yang tidak perlu di Ogranisasi Perangkat Daerah.

Kadis juga menjelaskan behwa dokumen non-arsip yang dimusnahkan ini hanya berupa undangan yang tidak ada kaitannya dengan tupoksi OPD dan tidak termasuk dalam Jadwal Retensi Arsip (JRA ).

Dalam kegiatan pemusnahan berkas non-0arsip Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan didampingi oleh para pejabat fungsional arsiparis, sekertaris dinas, pejabat administrator dan pengawas.

Pemusnahan berkas non arsip dilakukan secara total dengan menggunakan mesin pencacah arsip sehingga baik fisik dan informasi arsip musnah dan tidak dikenali lagi.

 

Pewarta : Suleman - Dinas Kearsipan dan Perpustakaan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo memusnahkan berkas non-arsip 269 berkas, Jumat (30/8/3019).

Ratusan berkas non-arsip tersebut berasal dari bidang sekertariat Dinas Kearsipan dan Perpustakaan  sebanyak 113 berkas, bidang kearsipan sebanyak 130 berkas dan bidang perpustakaan sebanyak 21 berkas.

“Tujuan pemusnahan ini agar efisien dan efektif kerja serta penyelamatan informasi dari pihak yang tidak berhak,” kata Yosep Koton, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo.

Yosep Koton  juga menjelaskan kriteria pemusnahan ini adalah tidak memiliki nilai guna, telah habis retensi dan berketerangan dimusnahkan berdasarkan jadwal retensi arsip, tidak ada peraturan perundang-undangan yang melarang, tidak berkaitan dengan penyelesaian proses hukum.

Pemusnahan berkas non-arsip berlangsung di aula dinas disaksikan oleh Yosep Koton didampingi Rosnawaty Ishak Arsiparis Ahli Madya, Trisye Mooduto Arsiparis Ahli Muda, Sekretaris Dinas Fauzi Makruf,  Kepala Bidang Kearsipan Mustari Sumaga, Kepala Bidang Perpustakaan Syahrudin Porindo serta pejabat pengawas kearsipan masing masing Sukri Ngabito dan Feri Hulukati.

Adapun pemusnahan berkas non-arsip dilakukan secara total dengan memasukkan berkas ke dalam mesin pencacah arsip sehingga fisik dan informasi arsip musnah dan tidak dapat dikenali lagi.

 

Pewarta : Suleman - Dinas Kearsipan dan Perpustakaan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Halaman 1 dari 5
© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo