>
Kamis, 09 Mei 2019 11:04

Memastikan Ketersediaan dan Kelancaran Distribusi BBM dan Elpiji 3 kg, Biro P2E Melakukan Sidak

Oleh
Beri rating
(0 suara)

Menindaklanjuti rekomendasi hasil High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (HLM TPID) Provinsi Gorontalo, Biro Pengendalian Pembangunan dan Ekonomi (P2E) Setda Provinsi Gorontalo melaksanakan Sidak Ketersediaan BBM dan Elpiji. Sidak ini sudah merupakan kegiatan rutin tahunan yang dikoordinasikan oleh Biro P2E Bersama Pihak Pertamina, TNI, Polri, Satpol PP dan OPD Terkait. Kegiatan sidak ini dilaksanakan menjelang peringatan Hari-Hari Besar Keagamaan. Menjelang datangnya Bulan suci Ramadhan 1440 H, Pemerintah Provinsi Gorontalo melakukan inspeksi mendadak (SIDAK) ke Kota Gorontalo, Kabupaten Gorontalo dan Kabupaten Bone Bolango pada tanggal 29-30 April 2019.

Adapun pelaksanaan SIDAK ini ditujukan ke pangkalan-pangkalan, SPBU, rumah makan yang diduga terjadi penyimpangan penggunaan baik BBM atau Elpiji. Untuk rumah makan sendiri telah tertuang dalam surat edaran Gubernur Gorontalo Nomor: 542/PNM-ESDM-Trans/432 tanggal 26 Juni 2017 bahwa Hotel, Restoran dan Rumah Makan atau usaha lainnya yang mempunyai penghasilan lebih dari Rp. 1.500.000,-/ bulan diminta untuk menggunakan tabung Elpiji 5,5 Kg atau Elpiji non subsidi lainnya. Untuk Rumah Makan yang ditemukan menggunakan tabung elpiji 3 kg agar menukarkan tabungnya dengan tabung elpiji bright gas 5,5 kg.

Untuk pangkalan, terdapat beberapa pangkalan yang menjual tabung Elpiji 3 Kg diatas HET yang ditetapkan oleh SK Bupati masing-masing, ditemukan juga pangkalan yang menjual LPG hanya setengah dari quota, sedangkan setengahnya disimpan atau ditahan. Untuk itu pihak Pertamina telah memberikan peringatan kepada pemilik pangkalan tersebut.

Sedangkan di SPBU ditemukan pelanggaran berupa bolak baliknya pengendara yang melakukan pengisian bahan bakar Premium, penyalahgunaan rekomendasi pembelian premium oleh Nelayan yang diberikan baik oleh Dinas Perikanan Kabupaten maupun Dinas Pertanian Kabupaten.

Pada akhirnya pelaksanaan Inspeksi mendadak (Sidak) ini bertujuan untuk mengantisipasi kelangkaan elpiji bersubsidi jelang puasa Ramadhan 1440 H juga meminimalisir pelanggaran baik yang dilakukan oleh SPBU atau pangkalan, agar tidak terlalu panik dalam melakukan pembelian BBM bersubsidi Premium secara berulang-ulang, juga sebagai bentuk sosialisasi kepada masyarakat yang mampu agar tidak lagi menggunakan tabung gas bersubsidi ukuran 3 Kg dan beralih menggunakan Bright gas ukuran 5,5 Kg maupun elpiji non subsidi lainnya.

Pewarta : Biro P2E

 

 

Baca 32 kali

Tinggalkan komentar anda

Pastikan anda mengisi semua kolom yang bertanda asterik (*). Tidak boleh menggunakan Kode HTML.

© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo