>
Super Admin PPID

Super Admin PPID

LIMBOTO – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Gorontalo, akan menjadikan Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Tempat Pembuang Akhir (TPA) Talumelito sebagai tempat wisata dan arena olah raga otomotif.

TPA Talumelito ini berada di Desa Talumelito Kabupaten Gorontalo yang melayani pengelolaan sampah kabupaten dan kota.
“TPA Talumelito menjadi lokai pengelolaan sampah dari Kota Gorontalo maupun Kabupaten, indentik dengan berbau busuk. UPT TPA Talumelito berusaha untuk menjadikan tempat ini sebagai lokasi agrowisata yang keren, juga tempat edukasi dan bahkan jika disetujui sebagian lahan TPA ini akan dijadikan tempat arena offroad dan motor cross” kata Kepala UPT TPA Talumelito, M Agus Dama saat. Kamis (18/7/2019)
Untuk wujudkan itu, Agus Dama telah memproduksi sendiri cairan antibau busuk, yang ramah lingkungan dan telah diujicobakan pada mobil-mobil pengangkut sampah dan akan digunakan pada lahan pembuangan sampah.
“Untuk menghilangkan bau busuk kami telah membuat cairan antibau dari campuran tetes tebu, air kelapa, gula batu dan MA-11 dan kami mencobanya pada mobil pengangkut sampah, Alhamdulillah berhasil,” ujar Agus Dama.

Percobaan produksi cairan antibau busuk ini akan diperbesar untuk digunakan pada kawasan TPA Talumelito yang luas.
Selain cairan antibau yang diproduksi, pengelola TPA ini juga memproduksi pupuk kompos dan gas metan yang merupakan hasil olahan sampah atau limbah yang berada di lokasi tersebut.

Agus Dama berharap lahan TPA Talumelito bisa menjadi tempat referensi obyek wisata, edukasi dan arena otomotif. Luas lahan TPA Talumelito sekitar 25 hektar yang layakdigunakan untuk olahraga otomotif.


Pewarta : Yudi – Dinas PUPR

GORONTALO – Sebanyak 136 ekor sapi mendapat layanan pemeriksaan kesehatan dari program Mobile Keswan Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo.

Pemeriksaan ternak sapi masyarakat ini tidak dipungut biaya, bahkan pemiliknya didatangi langsung di desa-desa.

“Pelayanan kesehatan hewan ini gratis. Kami melakukan pemeriksaan hewan milik petani jika menemukan ada sapi yang sakit kami akan langsung diobati dan yang sehat diberikan suplemen vitamin dan obat anthelmintik,” kata Fenny Rimporok, Kepala Seksi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Kamis (18/7/2019).

Pemeriksaan ternak warga ini mendapat sambutan yang baik dari para petani peternak, mereka terbantu dengan kedatangan petugas yang mendatangi mereka.

Sejak Rabu kemarin, kegiatan mobile keswan ini menyisir ternak di Desa Hutabohu Kecamatan Limboto Barat, petugas melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap ratusan ekor sapi secara maraton di satu lokasi. Para petani yang mengetahui ada pemeriksaan gratis ini langsung  menggoiring ternaknya ke lokasi pemeriksaan.

“Sebanyak 136 ekor sapi yang sudah kami dilayani, dan hari ini 59 ekor yang dilayani di Desa Ilotidea Kecamatan Tilango,” papar Fenny Rimporok.

Program “Mobile Kewsan” adalah layanan yang dikembangkan Bidang Peternakan Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo untuk pelayani masyarakat peternak dengan mendatangi langsung para petani dan peternak di desa-desa.

Mobile Kewsan ini merupakan layanan untuk mengembangkan populasi sapi di desa-desa yang masyarakatnya memelihara sapi.

“Sesuai dengan arahan Kepala Dinas, Bidang Peternakan melalui Seksi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner terus melakukan mobile Keswan yang langsung turun ke desa-desa,” kata Fenny Rimporok.

Mobile Keswan yang didukung tenaga teknis ini melakukan pelayanan pengobatan dengan dibantu satuan tugas peternakan yang ada di setiap kecamatan.

Selain pelayanan kesehatan hewan, tim mobile keswan ini juga melakukan edukasi ke peternak agar mampu memberikan pakan dan minum yang cukup, memperhatikan sanitasi kandang, dan perlakuan lainnya yang menunjang pengembangan ternak.

 

Pewarta : Oman Moningka - Dinas Pertanian

GORONTALO – Keluarga Sudirman Husain di Kelurahan Bulotadaa Timur, Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo mendapat bantuan tanggap darurat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo.

Sudirman Husain adalah korban kebakaran yang menghanguskan rumahnya pada Senin (15/7/2019).

Kronologi kejadian kebakaran ini dipicu oleh arus pendek listrik saat penghuni rumah memasang pompa air. Ruslianto Husain yang saat itu sedang menyalakan saklar untuk mengetes aliran listrik pompa air.

Saat itu juga terdengar bunyi yang disertai asap tebal dari atas rumah, material rumah yang kering pun terbakar pada pukul 12:30 wita.  Akibat kebakaran ini keluarga Sudirman Husain mengalami kerugian Rp350 juta.

Untuk meringankan beban hidup akibat bencana ini, Kepala BPBD Provinsi Gorontalo, Sumarwoto menyerahkan bantuan.

“Ini merupakan Bantuan Tanggap Darurat untuk korban bencana kebakaran yang menimpa keluarga Sudirman Husain di Kelurahan Bulotadaa Timur, semoga bisa membantu mereka,” kata Sumarwoto, Kamis (18/7/2019).

Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui BPBD memberi bantuan berupa beras 1 koli (50 kg), mi instan 2 dos, selimut, matras, kidware, tenda 2 buah, dan perlengkapan sekolah 1 set.

Sumarwoto berpesan agar masyarakat mencermati rumahnya masing-masing terutama instalasi listriknya, dihindari saklar yang tumpang tindih karena bisa mengakibatkan konsleting yang memicu kebakaran.

 

Pewarta : Iswandy Jusuf - BPBD

TILONG KABILA – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo melaksanakan monitoring dan evaluasi (Monev) tindak lanjut hasil pengawasan penyelenggaraan kearsipan tahap 2 di Kabupaten Bone Bolango.

Tim monitoring ini diketuai oleh Rosnawaty Ishak, Arsiparis Madya dengan anggota Masita Kiyai Demak, dan Fery Hulukati.

Kegiatan Monev berlangsung selama 4 hari mulai Rabu-Sabtu (17-20/7/2019) dan diterima oleh Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Bone Bolango, Syamsia Melu, di ruang kerjanya.

Rosnawaty Ishak menyampaikan tujuan Monev ini untuk melihat langsung penyelenggaraan kearsipan apakah sudah berjalan sesuai dengan UU nomor 43 tahun 2009 tentang kearsipan, Peraturan Pemerintah nomor 28 tahun 2012 tentang pelaksanaan UU nomor 43 tahun 2009 tentang kearsipan dan peraturan kepala Arsip Nasional

“Pengawasan ini dilaksanakan berjenjang mulai dari Arsip Nasional melaksanakan pengawasan kearsipan di pemerintah pusat dan daerah sementara pemerintah provinsi melaksanakan pengawasan penyelenggaraan kearsipan yang dilakukan oleh OPD di lingkungan provinsi dan kabupaten/kota,” kata Rosnawaty Ishak, Kamis (18/7/2019).

 

Pewarta : Suleman - Dinas Kearsipan dan Perpustakaan

GORONTALO – Bidang Peternakan Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo mengembangkan layanan kepada masyarakat peternak dengan Program “Mobile Kewsan”

Mobile Kewsan ini merupakan layanan untuk mengembangkan populasi sapi di desa-desa yang masyarakatnya memelihara sapi.

“Sesuai dengan arahan Kepala Dinas, Bidang Peternakan melalui Seksi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner terus melakukan mobile Keswan yang langsung turun ke desa-desa,” kata Fenny Rimporok, Kepala Seksi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner , Kamis (18/7/2019).

Mobile Keswan yang didukung tenaga teknis ini melakukan pelayanan pengobatan dengan dibantu satuan tugas peternakan yang ada di setiap kecamatan.

Selain pelayanan kesehatan hewan, tim mobile keswan ini juga melakukan edukasi ke peternak agar mampu memberikan pakan dan minum yang cukup, memperhatikan sanitasi kandang, dan perlakuan lainnya yang menunjang pengembangan ternak.

“Semua kami layani, baik keluarga peternak yang mendapat bantuan sapi dari pemerintah maupun masyarakat umum lain,” ujar Fenny Rimporok.

Dari layanan pemeriksaan kesehatan hewan melalui program mobile keswan ini, Bidang Peternakan mendapat informasi jika para sapi peternak rata-rata sehat, namun ada beberapa ekor yang terlihat kurus karena mengidap cacingan,  ada juga yang mengalami gangguan sakit kulit.

“Semua sudah kami layani pengobatannya,” kata Fenny Rimporok.

Layanan Mobile Keswan ini merupakan wujud kepedulian Pemerintah Provinsi Gorontalo terhadap petani peternak, program ini juga merupakan bagian penting pembangunan Dinas Pertanian Bidang Peternakan Seksi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner  untuk mengembangkan populasi sapi.

 

Pewarta : Oman Moningka – Dinas Pertanian

ANGGREK – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie dijuluki sebagai Bapak Pembangunan oleh sejumlah wartawan. Julukan itu lahir saat sejumlah wartawan ikut mendampingi Gubernur Rusli saat meninjau pekerjaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Anggrek di Kabupaten Gorontalo Utara, Kamis (18/7/2019).

“Harus diakui di bawah kepemimpinan Pak Rusli Pembangunan Gorontalo begitu pesat. Tidak salah jika beliau disebut Bapak Pembangunan,” ujar salah satu wartawan.

Beberapa fakta dilapangan coba diungkap. Mulai dari pembangunan Bandara Djalaluddin yang baru yang diresmikan tahun 2016. Pengoperasian Bendung Randangan di Kabupaten Pohuwato yang mampu mengaliri sembilan ribu hektar sawah baru.

Ada juga peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) 100 MW yang diresmikan Presiden Jokowi 2016 lalu. Pemanfaatan jalan Gorontalo Outer Ring Road (GORR) yang menghubungkan tiga kabupaten/kota serta pembangunan Waduk Bulango Ulu yang pada bulan Agustus 2019 akan dimulai peletakkan batu pertama.

Di bidang Sumber Daya Manusia, Gubernur Rusli berperan besar lahirnya Sekolah Polisi Negara (SPN) yang saat ini sudah dimanfaatkan mendidik calon bintara. Pembangunan Korem 133 Nani Wartabone berkat lahan hibah pemprov, serta rencana pembangunan Sekolah Calon Bintara (Secaba) TNI AD yang saat ini ia perjuangkan ke pusat.

“Jangan lupa PLTU Anggrek ini juga sudah beroperasi. Belum lagi Rumah Sakit Ainun Habibie yang sebentar lagi akan dikerjasamakan dengan pihak swasta. Semua berkat usaha pak Gubernur untuk meyakinkan pemerintah pusat,” salah satu PNS yang ikut dalam rombongan menimpali.

Terkait dengan progres pembangunan PLTU Anggrek yang dikunjunginya, Rusli menilai sudah sangat memuaskan. Dari dua unit pembangkit masing-masing 1×25 Megawatt, saat ini sudah beroperasi 1 unit. Sisanya ditargetkan rampung Desember 2019 nanti.

“Jadi alhamdulillah cita-cita saya, perjuangan saya, janji kampanye saya pada 2011 untuk memenuhi kebutuhan listrik sudah terpenuhi. Sekarang kami tinggal mengundang investor untuk datang karena kebutuhan listrik kita sudah surplus,” ujarnya.

Ketika disinggung soal julukan “Bapak Pembangunan”, Rusli hanya tersenyum. Ia menyerahkan sepenuhnya penilaian atas kinerjanya kepada masyarakat.

“Ya silahkan saja rakyat yang menilai saya. Tugas saya bekerja mewujudkan cita-cita kita bersama untuk Gorontalo yang semakin maju,” pungkasnya.

 

Pewarta: Isam - Humas

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie meninjau pengoperasian PLTU Anggrek di Kabupaten Gorontalo Utara. (Foto: Salman-Humas).

ANGGREK – Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkapasias 25 megawatt di Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara mulai beroperasi. Kepastian beroperasinya pembangkit ini diperoleh saat Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie meninjau proses pekerjaan, Kamis (18/7/2019).

“Alhamdulillah Kami didampingi Bupati Gorontalo Utara melihat progres pekerjaannya sangat puas. Dari 2 unit masing-masing kapasitas 25 megawatt, satu unit sudah masuk sistem. Artinya sudah berproduksi, sudah menghasilkan listrik dan sudah digunakan oleh PLN Sulawesi Utara dan Gorontalo,” kata Rusli Habibie.

Rusli Habibie menyebut beroperasinya PLTU Anggrek sangat berarti bagi masyarakat. Rusli ingat bagaimana proyek yang sempat terkatung-katung di zaman gubernur sebelumnya tahun 2008 lalu, hampir tidak jadi dibangun. Ketika itu, rencana pembangun PLTU Anggrek nyaris dipindahkan ke provinsi lain sebelum akhirnya ia berhasil meyakinkan pemerintah pusat.

“Tahun 2011 begitu saya disahkan oleh MK sebagai pemenang Pilgub, sorenya saya dengan Pak Marten Taha, Ketua DPRD langsung ketemu Pak Nur Pamuji Dirut PLN. Saya bicarakan bagaimana kelanjutan listrik di Anggrek. Untungnya belum terlambat, karena uang pembangunannya itu mau dipindahkan ke Sumatera Utara,” kenang Mantan Bupati Gorontalo Utara ini.

Pembangunan PLTU Anggrek setelah itu tidak berjalan mulus. Beberapa kendala sempat mendera baik teknis dan non teknis. Pergantian Presiden tahun 2014 membawa angin segar. Beberapa kali pertemuan dengan Presiden dimanfaatkan Rusli untuk curhat soal listrik. Bak gayung bersambut, krisis listrik di Gorontalo berangsur teratasi.

Sebelum PLTU Anggrek beroperasi, ada PLTG Paguat 2×50 MW diresmikan Presiden Jokowi tahun 2016 lalu. Saat ini ada juga pembangunan PLTG Tomilito dengan kapasitas yang sama. Itu artinya jaringan interkoneksi listrik Sulawesi Utara dan Gorontalo semakin surplus.

“Jadi alhamdulillah cita-cita saya, perjuangan saya, janji kampanye saya pada 2011 untuk memenuhi kebutuhan listrik sudah terpenuhi. Sekarang kami tinggal mengundang investor untuk datang karena kebutuhan listrik kita sudah surplus,” ujarnya.

Pihak pekerja proyek PLTU Anggrek menargetkan satu pembangkit tersisa akan beroperasi akhir Desember 2019. Saat ini progres pekerjaannya sudah mencapai 94 persen.

Pewarta: Isam - Humas

TIBAWA –  Idah Syahidah, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Gorontalo terus berupaya memerangi keterbelakangan dan kemiskinan di daerah ini.

Salah satu yang dilakukan adalah memastikan semua orang bisa mengenyam pendidikan, tidak terkecuali orang dewasa, semua harus menuntaskan pendidikan.

Pendidikan dianggap cara ampuh dalam memutus keterbelakangan dan kemiskinan di Gorontalo.

Bekerjsama dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) LPP Sweet Media, Idah Syahidah berkeliling pelosok untuk memastikan semua warga Gorontalo terlayani pendidikannya.

“Tidak ada lagi anak putus sekolah, semuanya harus menuntaskan pendidikan, kami akan memfaslitasi kebutuhan yang pendidikan,” kata Idah Syahidah saat menggelar kegiatan bersama LPP Sweet Media di desa Buhu, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, Rabu (18/7/2019).

Idah menjelaskan konsep belajar ini sama seperti pada PKBM, bedanya di PKBM ini tidak hanya untuk anak anak dengan 7-18 tahun namun ada orang dewasa yang sudah berusia senja tetapi masih produktif. Kelompok dewasa inilah yang didorong dan difasilitasi untuk mengikuti pendidikan melalui Paket A, B dan C.

Program PKBM LPP Swee Media ini sudah ia rencanakan bahkan sebelum dirinya terpilih menjadi anggota DPR. Idah Syahidah menganggap kelompok dewasa yang masih produktif namun belum mengenyam pendidikan di bangku pendidikan harus digerakkan dari sekarang untuk belajar hingga mendapat pengakuan tamat belajar dari negara.

“Saya bertekat menyejahterakan kaum perempuan terlebih kaum ibu. Wanita harus cerdas sejak dalam kandungan hingga sampai tua, karena wanita adalah kunci sukses untuk keluarganya,” ujar Idah Syahidah.

Direktur Utama LPP Sweet Media, Van Sweet Pulubuhu, PKBM Sweet Media memiliki program pendidikan dan pelatihan yang diperuntukkan bagi warga Gorontalo, lembaga ini memiliki pengalaman dalam pemberdayaan masyarakat terutama di pelosok desa.

LPP Sweet Media terus mendorong dan memfasilitasi kaum ibu dan anak-anak yang putus sekolah untuk belajar kembali hingga mendapatkan ijazah sesuai tingkat pendidikan yang di ambil.

Van Sweet Pulubuhu  menjelaskan semua biaya pendidikan ditanggung Idah Syahidah selaku pembina LPP sweet media. Untuk program di Desa Buhu ini, PKBM sudah memfasilitasi lebih 100 orang ibu dan anak yang putus sekolah dan ingin kembali sekolah.

Kegiatan belajar yang diterapkan juga mudah, tim LPP Sweet Media setiap minggu tiga kali mendatangi mereka dan mengajar di lokasi.

“Kami yang ke lokasi mereka. Kami juga membuka volunteer guru yang secara sukarela ingin membantu mengajar,” ujar Van Sweet Pulubuhu.

 

Pewarta : Echyn - Humas

GORONTALO – Sepekan jelang pemberangkatan Jamaah Calon Haji (JCH) Provinsi Gorontalo, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Provinsi Gorontalo menggelar rapat final chek seluruh persiapan pelaksanaan pemberangkatan. Rapat dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim di Asrama Haji Gorontalo, Kamis (18/7/2019).

“Kita ingin mematangkan seluruh persiapan agar pemberangkatan jemaah haji untuk musim haji 1440 hijriah dapat berjalan lancar. Sengaja kita hadirkan seluruh pihak yang terlibat dalam PPIH untuk memaparkan kesiapan sesuai tugas dan tanggung jawabnya masing-masing,” kata Idris Rahim.

Dari paparan oleh Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Gorontalo, Mahmud Bobihu, untuk kesiapan fasilitas Asrama Haji Gorontalo yang menjadi tanggung jawabnya, persiapannya sudah mencapai 95 persen.  Demikian pula halnya kesiapan pihak bandara untuk penerbangan jemaah haji dari Gorontalo menuju Makassar dan selanjutnya menuju Mekkah, persiapannya sudah mencapai 100 persen.

“Kamar-kamar di Asrama Haji sudah bersih dan tong-tong air juga sudah dikuras. Tinggal menunggu pengasapan atau fogging dari Kantor Kesehatan Pelabuhan yang dijadwalkan pada hari Senin depan,” jelas Mahmud.

Lebih lanjut Mahmud menuturkan, untuk memberikan kesempatan kepada jemaah haji beristirahat, tahun ini untuk proses seremonial penerimaan jemaah di Asrama Haji ditiadakan. Begitu pula untuk mempercepat proses pemberangkatan, PPIH Gorontalo juga akan meniadakan acara seremonial seperti pembagian living cost pada saat pemberangkatan.

Sementara itu dari pihak Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo melaporkan bahwa seluruh jemaah haji Provinsi Gorontalo telah melakukan vaksinasi. Untuk paspor, pihak Keimigrasian juga sudah merampungkan seluruh paspor jemaah haji.

“Alhamdulillah dari paparan seluruh masing-masing pihak, persiapan pemberangkatan jemaah haji sudah 98 persen. Kita akan berusaha untuk memberikan pelayanan terbaik kepada tamu-tamu Allah sejak pemberangkatan hingga pemulangan nanti,” tandas Wagub Idris Rahim.

Turut hadir pada rapat tersebut Kepala Otoritas Bandara Wilayah V Makassar, Agus Priyanto, General Manager PT. Angkasa Pura Makassar, Wahyudi, Ketua PPIH Provinsi Gorontalo Darda Daraba, Manager Lion Air, Garuda Indonesia, dan seluruh pihak terkait.

Jemaah haji Provinsi Gorontalo untuk musim haji 1440 Hijriah/2019 Masehi berjumlah 1.181 orang ditambah 13 petugas kelompok terbang (kloter). Jemaah haji Gorontalo dibagi dalam tiga kloter, yaitu kloter 27 jemaah haji asal Kota Gorontalo, kloter 29 asal Kabupaten Gorontalo, Pohuwato, dan Bone Bolango, serta kloter 34 jemaah haji asal Kota Gorontalo, Bone Bolango, Boalemo, dan Kabupaten Gorontalo Utara.

 

Pewarta : Haris - Humas

TAPA  – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Gorontalo menyosialisasikan bahaya HIV/AIDS di kalangan pelajar SMA/SMK se-Provinsi Gorontalo.

Jika sebelumnya KPA hanya menyosialisasikan bahaya HIV/AIDS, kali ini bertempat di SMA Negei 1 Tapa, Kabupaten Bone Bolango, kali ini tentang bahaya LGBT. LGBT ini adalah Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender/transeksual.

“Indonesia sudah 73 tahun merdeka, akan tetapi penjajah yang merusak masa depan anak bangsa masih saja kita temui. Contohnya yah sekarang ini banyak yang mengidap penyakit HIV AIDS tidak bisa dipungkiri itu karena adanya pergaulan bebas di usia remaja,” kata Idah Syahidah, Ketua Tim Asistensi KPAP Gorontalo, Kamis (18/7/2019)..

Idah Syahidah memaparkan, di Gorontalo komunitas LGBT sudah semakin banyak ditemukan, khususnya kaum LSL atau Lelaki Suka Lelaki. Idah meminta generasi muda khususnya pelajar bergaul secara sehat dan tidak terjerumus pada perilaku yang bertentangan dengan budaya dan ajaran agama, seperti LSL.

“Kita ini sudah darurat narkoba, darurat AIDS, ditambah lagi dengan darurat LSL. Kita tidak bisa lagi tinggal diam, LSL akan merusak masa depan adik-adik, dan risiko tertular HIV/Aids sangat besar. Oleh karena itu hindari dan jauhi perilaku yang dapat menjerat adik-adik pada perilaku yang menyimpang ini,” kata Idah Syahidah.

Sosialisasi yang dihadiri ratusan siswa SMA 1 Tapa tersebut, diakhiri dengan dialog dan tanya jawab antara peserta dan Ketua Tim Asisetensi KPAP. Berdasarkan data yang diperoleh tim KPA, hingga Maret 2019 penderita HIV/AIDS di Provinsi Gorontalo mencapai 484 orang penderita.

 

Pewarta : Echin - Humas

© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo