>

GORONTALO – Sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Provinsi Gorontalo memiliki prospek yang sangat baik untuk dikembangkan. Hal itu diutarakan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Erwin Rijanto pada pengukuhan Kepala Perwakilan BI Gorontalo di Kantor Perwakilan BI Gorontalo, Jumat (27/9/2019).

“Untuk memajukan sektor UMKM di Gorontalo, Dewan Gubernur BI memandang Budi Widihartanto sebagai figur yang tepat untuk memimpin Kantor Perwakilan BI Gorontalo saat ini. Beliau sangat cocok memimpin BI Gorontalo karena beliau ini ahlinya dalam pengembangan UMKM,” kata Erwin Rijanto.

Erwin menegaskan, sebagai mitra strategis pemerintah daerah, KPw BI Gorontalo harus mampu berkontribusi secara positif dan optimal dalam pengembangan ekonomi dan keuangan daerah yang lebih baik. Selain pengembangan UMKM, Deputi Gubernur BI Bidang Stabilitas Sistem Keuangan tersebut juga meminta kepada jajaran KPw BI Gorontalo untuk mengembangkan pariwisata Gorontalo yang menurutnya memiliki potensi yang cukup besar.

“Potensi pariwisata Gorontalo yang sangat luar biasa. Ada Pulau Saronde, Pulau Cinta, dan Taman Laut Olele, serta yang paling istimewa adalah hiu pausnya. Tidak ada negara yang punya hiu paus seperti di Gorontalo, tidak terlalu jauh dari pantai bisa langsung berinteraksi dengan hiu paus, nilai jualnya sungguh luar biasa. Jika kita bisa mengembangkan UMKM yang dikaitkan dengan pariwisata, saya yakin Gorontalo bisa menjadi provinsi andalan di Indonesia,” ujar Erwin Rijanto.

Sejalan dengan hal itu Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim berharap pergantian tampuk pimpinan di KPw BI Gorontalo dapat bersinergi dengan pemerintah daerah dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pengendalian inflasi di Provinsi Gorontalo. Berdasarkan data KPw BI Gorontalo, pertumbuhan ekonomi Provinsi Gorontalo pada Triwulan II tahun 2019 sebesar 6,69 persen atau lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional pada periode yang sama sebesar 5,05 persen.

“BI Gorontalo memiliki kedudukan dan peran yang sangat strategis dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi tersebut. BI bersama pemerintah daerah juga mampu bersinergi mengendalikan tingkat inflasi di Gorontalo melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah. Saya berharap di bawah kepemimpinan pak Budi Widihartanto sinergitas dan koordinasi ini bisa lebih ditingkatkan demi kesejahteraan masyarakat Gorontalo,” ujar Wagub Idris Rahim.

Pengukuhan Kepala Perwakilan BI Gorontalo merupakan tindak lanjut dari pelantikan 46 pimpinan satuan kerja di lingkungan BI. Ricky P. Gozali yang sebelumnya memimpin KPw BI Gorontalo menduduki jabatan baru sebagai Kepala Divisi Departeman Internasional, sementara Budi Widihartanto sebelumnya dari Direktorat UMKM BI.

 

Pewarta : Haris - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mengancam akan keluar dari kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) jika klaim rumah sakit di Gorontalo belum dilunasi. Penegasan itu disampaikan Rusli saat menerima audiensi Deputi Direksi Wilayah Suluttenggomalut, Dasrial di kediaman pribadi, Kota Gorontalo, Jumat (27/9/2019).

“Saya katakan kalau ini tidak diselesaikan dan berlarut-larut, maka saya akan menarik diri dari BPJS. Saya ajak Bupati dan Walikota untuk ikut. Kita bikin sendiri dan tidak perlu terintegrasi dengan BPJS pusat,” imbuhnya.

Penegasan itu menurut Gubernur Rusli untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan operasional rumah sakit dan dokter di Gorontalo. Ia tidak ingin masyarakat menjadi korban karena keterlambatan pembayaran BPJS. Di sisi lain pemerintah provinsi rutin membayar iuran setiap bulan lebih kurang Rp4,5 miliar.

Data Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo menyebutkan saat ini BPJS masih menanggung hutang klaim di 15 rumah sakit se Provinsi Gorontalo. Begitu juga dengan Puskesmas,  Klinik dan Praktek Dokter Mandiri. Angkanya cukup banyak yakni lebih kurang Rp75 miliar.

“yang jelas kita rutin membayar premi setiap bulan. Tahun ini hampir dua ratus ribu orang yang kita tanggung. Tapi saya kaget, ternyata klaim BPJS untuk RS Ainun belum terbayar dari bulan April sampai Agustus kemarin,” imbuhnya.

Jika Pemprov Gorontalo dan enam kabupaten/kota benar keluar, maka BPJS berpotensi kehilangan 361.154 orang peserta yang preminya dibayarkan melalui APBD setiap bulannya. Rinciannya 177.908 Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari APBD provinsi senilai Rp4.041.884.000,- per bulan dan 183.245 PBI dari enam kabupaten/kota senilai Rp4.214.635.000,- per bulan.

 “Saya ajukan salah satu solusinya begini, Ini kan tagihan RS Ainun (RSUD provinsi) setiap bulan lebih kurang Rp2 miliar, naah bagaimana kalau premi yang kita bayar ke BPJS Rp4 miliar itu kita potong dulu, sisanya masuk BPJS. Ini contoh solusinya,” tambah mantan Bupati Gorontalo Utara itu.

Sementara itu, Deputi Direksi BPJS Wilayah Suluttenggomalut, Dasrial menyebut BPJS saat ini mengalami defisit pembiayaan. Iuran PBI yang dibayarkan oleh pemda, pemerintah pusat dan iuran mandiri tidak mampu menutupi semua klaim rumah sakit se Indonesia.

Hingga Agustus 2019 BPJS sudah membayar kliam hampir Rp300 miliar di Provinsi Gorontalo. Rinciannya Rp250 miliar untuk pembayaran kliam 15 rumah sakit pemerintah maupun swasta, serta 50 miliar untuk pembayaran klaim Puskesmas, Klinik dan tempat praktek dokter.

“Kami sampaikan ke pak Gubernur itu pembiayaan yang sudah kita lakukan sampai bulan Agustus ini,” ucap Dasrial.

Dasrial mengapresiasi pemerintah Provinsi Gorontalo yang tepat waktu dalam membayar iuran peserta PBI. Menurutnya tidak banyak pemerintah yang membayar keikutsertaan masyarakatnya secara proporsional.

Pemprov Gorontalo, Pemkot Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo sudah melunasi iuran PBI hingga bulan Agustus 2019. Sisanya seperti Kabupaten Bone Bolango dan Pohuwato sudah melunasi hingga bulan Juli, kecuali Kabupaten Boalemo yang baru melunasi hingga bulan April 2019.

“Untuk pembayaran kliam kita terkendala oleh defisit atau cash flow. Itu terjadi di seluruh Indonesia. Pembayaran di Gorontalo sendiir tidak bisa kita pilah-pilah. Sebab listingnya, kliam yang masuk lebih awal mengajukan itu kita proses. Sesuai pengajuan dana secara Nasional,” papar Dasrial.

 “Kondisi ini terjadi di seluruh Indonesia. Tetapi untuk Gorontalo saya sudah sampaikan bahwa untuk Gorontalo tertunda bayar itu sekitar Rp 75miliar,” pungkasnya.

 

Pewarta: Isam - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie resmi menandatangani Surat Keputusan tentang Peresmian Pimpinan Dewan DPRD Gorontalo Utara (Gorut), Jumat (27/9/2019). Hal itu dikonfirmasi Pelaksana Tugas Kepala Biro Humas dan Protokol Masran Rauf, Jumat (27/9/2019).

“Alhamdulillah hari ini SK-nya sudah ditandatangani Bapak Gubernur. Jadi sudah bisa dijemput dan segera dilaksankan proses pelantikan pimpinan dewan,” ucap Masran.

Lebih lanjut kata Masran, proses penerbitan SK sepenting itu tidak semudah yang dibayangkan. Ia harus melalui kajian dari Biro Pemerintahan dan Biro Hukum selaku instansi teknis. Proses penandatangannya pun harus melalui paraf koordinasi mulai dari tingkat kepala biro, para asisten, sekda hingga wakil gubernur.

“Jadi ini hanya soal waktu saja. Jika prosesnya sudah selesai maka akan ditandatangani,” imbuhnya.

Sementara itu di tempat terpisah, Kepala Biro Hukum Ridwan Hemeto menjelaskan, saat ini masih ada dua SK Pimpinan Dewan yang masih berproses yakni SK Pimpinan Dewan Pohuwato dan Kota Gorontalo.

“Untuk permohonan Pimpinan DPRD Pohuwato baru diserahkan Pemkab setempat Rabu kemarin, sementara untuk Kota Gorontalo masih sedang dalam kajian hukum,” pungkasnya.

 

Pewarta : Isham - Humas

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo Utara

TALAGA BIRU –  Sebanyak 100 ibu rumah tangga menerima bantuan benih cabai rawit dari Dinas Pangan Provinsi Gorontalo. Bantuan benih diserahkan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia Erwin Rijanto bersama Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim di sela-sela peresmian green house UMKM cabai rawit Kelompok Hasrat di Desa Dumati, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, Kamis (26/9/2019).

“Pemprov Gorontalo bersinergi dengan Kantor Perwakilan BI Gorontalo mendorong program ekonomi kerakyatan melalui sektor pertanian karena mayoritas penduduk kita adalah petani. Artinya, jika kita sentuh pertanian, pasti rakyat Gorontalo akan sejahtera,” kata Wagub Idris Rahim.

Sementara itu Kepala Dinas Pangan Provinsi Gorontalo, Sutrisno menjelaskan, bantuan benih cabai rawit disalurkan melalui Kelompok Rumah Pangan Lestari (KRPL) untuk pemberdayaan kelompok wanita tani melalui program Bunda Cinta Babe atau Ibu Rumah Tangga Cinta Budidaya Ayam dan Cabai. Ke depan kata Sutrisno, pihaknya akan mensinergikan program KRPL dengan program sosial Kantor Perwakilan BI Gorontalo dalam mewujudkan ketahanan dan kemandirian pangan, serta pengendalian inflasi di Provinsi Gorontalo.

“Melalui program ini kita ajak para ibu rumah tangga memanfaatkan pekarangan rumahnya untuk pemenuhan pangan dan gizi keluarga, sekaligus untuk menambah penghasilan keluarga. Para ibu rumah tangga tidak perlu lagi mengeluarkan uang untuk ke pasar membeli cabai, cukup dipetik di halaman rumah,” jelas Sutrisno.

Lebih lanjut Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan Dinas Pangan Provinsi Gorontalo, Zakiya Moh Baserewan menuturkan, pada tahun 2019 ini Dinas Pangan Provinsi Gorontalo menyalurkan bantuan cabai rawit, tomat, bawang, sayuran, dan buah kepada 75 KRPL yang tersebar di seluruh wilayah Provinsi Gorontalo.

“Setiap kelompok wanita tani yang anggotanya berjumlah 30 orang, masing-masing kita beri 10 polibag benih cabai rawit, tomat, bawang, sayuran, dan buah. Budidaya tanaman hortikultura ini dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumah,” tandas Zakiya.

 

Pewarta : Haris - Humas

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo

TALAGA BIRU – Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Bidang Stabilitas Sistem Keuangan , Erwin Rijanto, meresmikan green house Kelompok Hasrat salah satu Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Gorontalo di Desa Dumati, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, Kamis (26/9/2019).

“Sektor UMKM terbukti memiliki ketahanan terhadap gejolak ekonomi. Sudah saatnya UMKM naik kelas melalui pendekatan ekspor serta pemanfaatan teknologi, sehingga melalui pengembangan UMKM diharapkan dapat membuka lapangan kerja, bertambahnya investasi, menjaga stabilitas harga, dan pada akhirnya dapat mendorong pemerataan dan pertumbuhan ekonomi,” kata Deputi Gubernur BI Erwin Rijanto dalam sambutannya.

Deputi Gubernur BI mengutarakan, hingga Triwulan I tahun 2019, BI telah melakukan pembinaan terhadap 898 UMKM di seluruh Indonesia. Kelompok UMKM yang dibina BI bervariasi mulai dari komoditas hasil pertanian, produk makanan dan minuman olahan, hingga produk industri kreatif. Khusus di wilayah Kabupaten Gorontalo terdapat 14 kelompok UMKM binaan KPw BI Gorontalo. Jumlah tersebut merupakan 50 persen dari total UMKM binaan KPw BI Gorontalo.

“Tahun ini merupakan tahun ketiga program pengembangan UMKM cabai rawit oleh Kelompok Hasrat di bawah binaan BI Gorontalo. Kami berharap penerapan teknologi dan green house ini menjadi pilot project untuk mendorong kemandirian cabai di Provinsi Gorontalo,” imbuhnya.

Sementara itu Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim mengapresiasi upaya KPw BI Gorontalo dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi Provinsi Gorontalo melalui pengembangan kelompok UMKM khususnya di sektor pertanian. Menurutnya, sebagai daerah dengan mayoritas penduduknya bekerja di sektor pertanian, sinergitas antara KPw BI Gorontalo dengan pemerintah daerah diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Idris juga berharap pengembangan UMKM cabai rawit menjadi solusi dalam pemenuhan pasokan cabai rawit yang selama ini merupakan komoditi volatile food yang sangat berpengaruh terhadap tingkat inflasi di Gorontalo bersama komoditi bawang dan tomat.

“Ke depan saya berharap UMKM cabai rawit binaan KPw BI Gorontalo ini tidak hanya ada di Dumati, tetapi lebih banyak lagi tersebar di seluruh wilayah Provinsi Gorontalo,” harap Wagub Idris Rahim.

Pada kegiatan tersebut Deputi Gubernur BI bersama Wagub Idris Rahim turut menyerahkan bantuan benih cabai rawit dari Dinas Pangan Provinsi Gorontalo. Sebanyak 100 benih cabai rawit yang diserahkan kepada ibu rumah tangga di Desa Dumati tersebut merupakan program Bunda Cinta Babe atau Ibu Rumah Tangga Cita Budidaya Ayam dan Cabai.

 

Pewarta : Haris - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim menjadi pembicara utama pada seminar Hari Statistik Nasional (HSN) tahun 2019 yang digelar oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo di aula BPS Provinsi Gorontalo, Kamis (26/9/2019).

Dalam materinya Wagub Idris Rahim mengangkat pentingnya pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang profesional dan handal dalam mewujudkan satu data kependudukan yang berkualitas. Materi tersebut sejalan dengan tema peringatan Hari Statistik Nasional yang mengambil tema ‘Menuju Indonesia Maju Dengan SDM Unggul dan Data Kependudukan Berkualitas’.

“Menghadapi persaingan di era globalisasi dan digitalisasi, serta era revolusi industri 4.0, dituntut SDM yang memiliki daya saing. Indonesia maju jika SDM kita profesional, berkualitas dan handal,” ujar Wagub Idris Rahim.

Terkait penyajian data, baik menyangkut kependudukan maupun perekonomian, Idris mengutarakan perlunya sinergitas antara BPS dengan seluruh instansi terkait untuk menghasilkan data yang lebih paripurna menuju satu data Indonesia. Idris menyoroti masih terjadinya perbedaan data yang disajikan oleh masing-masing instansi.

“Masing-masing instansi pasti berbeda datanya, seperti data kemiskinan, data produksi pertanian, perikanan, dan sebagainya. Sehingga itu ke depan perlu sinergitas untuk mewujudkan satu data demi kepentingan perencanaan pembangunan yang lebih terarah untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya di Provinsi Gorontalo,” imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala BPS Provinsi Gorontalo Herum Fajarwati yang pada kesempatan itu mengutarakan pekerjaan rumah bangsa Indonesia dalam penyediaan basis data tunggal kependudukan. Menurutnya masih terdapat perbedaan data penduduk antara Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, BKKBN, dan BPS.

 “Di sinilah instansi penyedia data memiliki peran yang sangat penting untuk menuju satu data Indonesia. Apalagi bapak Presiden Jokowi telah menegaskan bahwa data adalah jenis kekayaan baru bangsa yang lebih berharga daripada minyak, sehingga salah satu tantangan Indonesia ke depan adalah memperbaiki untuk menuju satu data kependudukan Indonesia,” tandas Herum.

Seminar HSN 2019 diikuti oleh 78 peserta utusan dari organisasi perangkat daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota, instansi vertikal, akademisi, serta perwakilan media massa. Narasumber pada seminar tersebut Ketua Koalisi Kependudukan Provinsi Gorontalo Nelson Pomalingo dan Kepala Dinas Kominfo dan Statistik Provinsi Gorontalo Djamal Nganro.

 

Pewarta : Haris - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO –  Pemerintah Provinsi Gorontalo akan memaksimalkan kegiatan Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya, selama berada di Gorontalo dalam rangka menghadiri Gorontalo Karnaval karawo (GKK) 2019.

Hal tersebut dibahas  dalam rapat yang dipimpin  Sekda Provinsi Gorontalo, Darda Daraba, di ruang Dulohupa Kantor Gubernur, Kamis (29/9/2019).

Sekda meminta kepada semua OPD untuk mempersiapkan semuanya, dan memaksimalkan agenda Menteri Pariwisata di Gorontalo,  mulai dari kesiapan acara GKK, pesertanya, lokasi serta sarana dan prasarana.

“Saya minta pada rapat berikutnya, buatkan layoutnya supaya jelas, oh ternyata di titik ini masih ada yang kurang. Tinggal tambahin dan buatkan hitam di atas putih untuk memperjelas siapa yang berbuat apa, untuk mempermudah kerjaan kita,” kata Darda .

Selain menghadiri puncak GKK, Arif Yahya akan menghadiri kegiatan Celebes Tourism Meeting di hotel Grand Q, Welcome Dinner di rumah jabatan gubernur, serta berkunjung ke tempat wisata Lombongo, Hiu Paus, dan Benteng Otanaha. Rencananya Arif Yahya berada di Gorontalo selama dua hari, 5  hingga  6 September 2019.

Sementara itu persiapan GKK terus dimatangkan, Kepala Dinas Pariwisata, Rifli Katili menggelar rapat yang khusus membahas persiapan per kegiatan. Sejumlah rangkaian GKK akan digelar mulai 2 Oktober 2019 seperti Mokarawo Design Training, Karawo Fashion Contest (3 Oktober), Mokarawo Traditional Handmade (4 Oktober), Gorontalo Culinary Expo (4-6 Oktober), Celebes Tourism Meeting (5 Oktober) dan puncaknya adalah Gorontalo Karnaval Karawo (6 Oktober).

“Kami terus mempersiapkan kegiatannya, mengecek sampai pada penanggung jawab kegiatan terkecil,” kata Rifli Katili.

Rifli Katili berharap GKK 2019 yang merupakan salah satu dari 100 Calendar of Event (CoE) Kementerian Pariwisata ini dapat meraih sukses dalam memasarkan pariwisata Gorontalo, menyedot kunjungan wisatawan dan pada gilirannya akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.

Selain Menteri Pariwisata puncak GKK akan dihadiri juga Gubernur Provinsi Jawa Barat, Ridwan Kamil, Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, dan sejumlah kepala daerah di Sulawesi.

Dalam rapat ini hadir juga pimpinan Organisasi Perangkat Daerah Provinsi, Kepala Dinas Pariwisata Bone Bolango, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Bone Bolango dan ASITA Gorontalo.

 

Pewarta : Nova - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Gorontalo semakin gencar melakukan tes urine. Kali ini BNN Provinsi Gorontalo menyasar ASN dan PTT di Kantor Satpol PP, Linmas dan Kebakaran Provinsi Gorontalo, Kamis (26/09/2019).

“Tes urine kali ini untuk menindaklanjuti Inpres No. 6 tahun 2018 tentang Implementasi Rencana Aksi Nasional Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Ditindaklanjuti dengan Instruksi Gubernur No. 1379 tahun 2018 sebagai turunannya,” terang Muchars Daud selaku Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M), BNNP Gorontalo.

Kedatangan Tim BNNP Gorontalo ini disambut baik oleh Sekretaris Satpol, Ruli Lasulika. Seluruh tim selanjutnya diarahkan menuju aula untuk memulai pemeriksaan.

“Langkah ini kami sambut baik untuk menjaga kewibawaan petugas Satpol PP agar memberi contoh yang baik sebagai penegak perda,” ungkap Ruli.

Menurutnya, apabila ditemukan hasil positif dari tes urine tersebut, pihaknya tidak segan-segan melakukan tindakan tegas hingga berujung pemecatan, karena ini menyangkut perbuatan pidana.

Dari 34 orang anggota Satpol yang melakukan tes urine, seluruh hasilnya dinyatakan negatif

.

Pewarta : Gina - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

JAKARTA – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menyampaikan selamat kepada Dr.Eduart Wolok, ST, MT selaku Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG) periode 2019-2023. Eduart dilantik Menteri Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi (Menristekditi) Mohamad Nasir, Kamis (26/9/2019).

“Saya atasnama gubernur, pemerintah dan masyarakat Gorontalo mengucapkan selamat kepada saudara Eduart Wolok yang sekarang memimpin UNG,” ucap Gubernur Rusli yang ikut menghadiri prosesi pelantikan.

Lebih lanjut Rusli mengungkapkan, pemilihan rektor sudah selesai. Semua pihak yang terlibat harus kembali bersatu dan bersama bangun UNG. Tantangan tri dharma perguruan tinggi ke depan akan lebih berat.

“Segera konsolidasi kembali, saya mau juga segera bersatu kembali setelah sebelumnya sempat terpecah kemarin, untuk membangun masa depan UNG lima tahun ke depan,” ujarnya.

Selain melantik Rektor UNG, Menristekdikti juga melantik Rektor UNJ Dr. Komarudin, M.Si dan Rektor Universitas Sriwijaya Dr. Anis Saggaff. Ada juga tiga nama Direktur Politeknik yakni Direktur Politeknik Negeri Samarinda Ramli ST. M. Eng, Direktur Perkapalan Negeri Surabaya Ir. Eko Julianto, M.Sc. MRINA serta Direktur Politeknik Negeri Medan Abdul Rahman, SE, Ak, M.Si.

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Pencanangan Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) 2019 akan dilaksanakan pada Minggu pukul 06.00 Wita (29/9/2019) di Lapangan Taruna Remaja, Kota Gorontalo.

Pencanangan GKK ini dirangkaikan dengan aksi Gerakan Masyarakat Hidup  Sehat (Germas) Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo.

Menurut Rifli Katili, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo, pencanangan ini akan dilakukan bersama ribuan orang.

“Kami bersama ribuan masyarakat Kota Gorontalo dan daerah lain akan hadir bersama-sama mencanangkan GKK agar lebih menggaung. Karawo adalah budaya masyarakat Gorontalo yang menjadi ikon daerah kita,” kata Rifli Katili, Rabu (25/9/2019).

Dalam pencanangan GKK ini akan diramaikan dengan flashmob, senam zumba, pelayanan kesehatan, kesehatan tradisional, deteksi dini Penyakit Tidak Menular (PTM) dan donor darah.

“Kami berharap warga Provinsi Gorontalo untuk datang di Lapangan Taruna Remaja, terlibat langsung dalam pencanangan GKK,” ujar Rifli Katili.

Selain itu pengunjung juga akan dimanjakan dengan doorprize dari panitia, mereka telah menyiapkan banyak hadiah kejutan yang akan diberikan kepada masyarakat.

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo