>
Rabu, 04 September 2019 00:05

Dari Pinggir Hutan Gorontalo Gula Semut Terbang Ke Negeri Belanda

Oleh
Beri rating
(0 suara)
Penyadap gula aren di Kabupaten Gorontalo. (foto Jemi M) Penyadap gula aren di Kabupaten Gorontalo. (foto Jemi M)

TELAGA – Dua kelompok tani berbangga hati saat produk gula semut mereka untuk pertama kalinya dijual ke Negeri Kincir Angin, Belanda.

Ekspor perdana ini dilakukan melalui Pelabuhan Samudera Bitung, Sulawesi Utara, Selasa (3/9/2019) yang dihadiri Asisten Ekonomi Dan Pembangunan, Sukri Botutihe, Staf Ahli Ekonomi Dan Pembangunan Provinsi Gorontalo, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kepala Balai PengelolaPemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Wilayah XV Gorontalo, Kepala Bapppeda, Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan, Kepala Balai Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung (BPDAS HL) Bone Bolango, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gorontalo, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gorontalo, Kepala KPH Se-Provinsi Gorontalo, Sekcam Telaga dan Sekcam Telaga Biru, Kades Dulamayo Selatan dan Kades Tonala, Kelompok Tani Hutan "Huyula" Desa Dulamayo Selatan, dan Kelompok Tani Hutan "Puncak Waolo" Desa Tonala.

Uji coba ekspor melalui CV Manembo Aren untuk pengiriman uji coba perdana ini diminta sebanyak 500 kg. Setelah itu akan ditingkatkan kuantitasnya sesuai kemampuan petani.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Gorontalo, Fayzal Lamakaraka dalam sambutannya mengatakan ekspor perdana gula semut ini merupakan kebanggaan bagi Pemerintah dan masyarakat petani. Komoditas petani dipinggir hutan ini sudah mampu menembus pasar internasional hingga ke Belanda.

“Ekspor ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Gorontalo, kelompok Tani Hutan "Huyula" dan Kelompok Tani Hutan "Puncak Waolo", karena hasil olahan mereka yang bersumber dari Hasil Hutan Bukan Kayu ini telah dipasarkan sampai ke dunia internasional yakni ke Belanda,” kata Fayzal Lamakaraka.

Ekspor gula semut ini menjadi multiplier effect yang akan menggerakkan roda ekonomi daerah, warga yang terlibat akan menerima keuntungan dari kegiatan produksi gula semut dan akan meningkatkan kesejahteraan mereka.

"Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui seluruh UPTD KPH se-Provinsi Gorontalo dan bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Gorontalo selalu mendukung kegiatan ini dengan melaksanakan pengembangan areal perhutanan sosial sesuai dengan Program dari Pusat KLHK,” papar Fayzal Lamakaraka.

Untuk melaksanakan penanaman aren di lahan-lahan yang dikelola masyarakat, yang penyediaan bibitnya adalah Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungan dan Hutan Lindung (BPDAS-HL) Bone Bolango di Gorontalo.

Ketersediaan bahan baku pembuatan gula semut ini akan selalu ada sehingga permintaan pasar luar negeri akan terus dilayani para petani ini.

Pengiriman perdana gula semut ini difasilitasi oleh pembeli  CV Manembo Aren.

Gula semut merupakan salah satu Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang diproduksi oleh Kelompok Tani Hutan “Huyula” Desa Dulamayo Selatan Kecamatan Telaga dan Kelompok Tani Hutan “Puncak Waolo” Kecamatan Telaga Biru,  Binaan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah VI Gorontalo Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Gorontalo.

Pasar gula semut ini juga akan memasok kebutuhan PT Lotte Mart Indonesia yang difasilitasi oleh Mr Florian (dari TLFF) mulai bulan Oktober 2019, Pihak Lotte menginginkan pengiriman per bulan 2,5 ton. Produksi Gula Semut Binaan KPH VI Gorontalo ini sudah memenuhi uji laboratorium oleh PT Unilever Indonesia.

 

Pewarta : Nurmulianto Nasaru – Dinas LHK

Baca 216 kali

Tinggalkan komentar anda

Pastikan anda mengisi semua kolom yang bertanda asterik (*). Tidak boleh menggunakan Kode HTML.

© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo