>

GORONTALO - Bidang Peternakan Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo bersama anggota legisslatif Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan  DPRD Prov Gorontalo melakukan kunjungan lapangan dalam rangka monitoring dan evalusi program bantuan peternakan dari pemerintah provinsi yang dialokasikan di Kabupaten Gorontalo.  

Kepala Dinas Pertanian melalui Kepala Seksi Produksi Peternakan Abdul Rahman turut mendampingi Komisi II dan langsung mengarahkan ke Kelompok Ternak Gemilang Desa Ombulo Kecamatan Limboto Barat dan Kelompok Mangenangan Desa Reksonegoro Kecamatan Tibawa Kabupaten Gorontalo, Minggu (6/10/2019).

Dalam kunjungan ini Komisi II mengapresiasi perkembangan ternak pada 2 kelompok petani tersebut.

"Program peternakan ini diharapkan tepat sasaran, selalu ada pembinaan, dan dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat," kata Espin Tulie.

Espin Tulie  menilai kemarau panjang yang mendera selama berbulan-bulan selama ini tidak menyurutkan semangat para peternak untuk memenuhi kebutuhan pakan ternaknya.

 

Pewarta : Oman Moningka – Dinas Pertanian

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Dalam rangka mensukseskan pembangunan pertanian di Povinsi Gorontalo diperlukan program yang menyentuh kepada masyarakat petani yang ada di kabuapetan/kota. Program ini dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Untuk itu Dinas pertanian Provinsi Gorontalo melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) bidang pertanian tahun 2019. 

Monev ini dilakukan di seluruh kabupaten/Kota se-Provinsi Gorontalo pada Selasa-Kamis  (24-26/9/2019), diawali dari kunjungan lapangan ke kabupaten Boalemo, berlanjut ke Pohuwato, kemudian Kabupaten Gorontalo Utara, Kabupaten Gorontalo, Bone Bolango dan berakhir di Kota Gorontalo

“Tujuan kegiatan ini untuk memperoleh data dan informasi langsung dari lapangan mengenai pelaksanaan program Dinas pertanian periode 2019 khsususnya fisik dilapangan apakah sesuai dengan pemanfaataannya,” kata Mulyadi mario, Kepala Dinas Pertanian.

Dalam Kegiatan ini  lebih fokus ke pengembangan prasarana dan sarana air mendukung subsektor tanaman pangan mencakup irigasi air tanah, irigasi air permukaan embung dan dam parit.

Kegiatan penyaluran benih baik tanaman pangan maupun hortikultura, penyaluran bibit ternak, pembangunan fasilitasi pascapanen baik tanaman pangan, hortikultura maupun perkebunan. Monitoring dan evaluasi terintegrasi ini dapat menyimpulkan secara utuh, berhasil tidaknya kegiatan yang dilakukan oleh masing-masing kabupaten kota

“Untuk mencapai keberhasilan, saya mengharapkan kepada kelompok tani dan peternak dapat memanfaatkan program pertanian ini dengan sebaik-baiknya agar meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Mulyadi Mario.

 

Pewarta : Oman Moningka – Dinas Pertanian

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

 

PAYATO - Untuk mengakselerasi pencapian target pemenuhan populasi sapi potong dalam negeri, Kementerian Pertanian meluncurkan Program Upaya Khusus Sapi Induk Wajib Bunting (Upsus Siwab) yang dimulai tahun 2017 dan saat ini sudah memasuki tahun ke-3.

Upsus Siwab merupakan program yang terintegrasi dari sejumlah program pengembangan peternakan yang bertujuan untuk mempercepat peningkatan populasi sapi. Program Upsus Siwab 2019 Provinsi Gorontalo dilaksanakan di seluruh wilayah kabupaten, mengingat potensi sapi potong yang dimiliki relatif sama.

Salah satu entry point dari Upsus Siwab dilakukan dengan cara perkawinan sapi dengan menggunakan teknologi Insemiansi Buatan (IB), yang menargetkan IB tahun 2019 sebanyak 12.000 ekor/akseptor, selain teknologi IB pada program Upsus Siwab juga dioptimalkan penanganan gangguan reproduksi.

Penanganan gangguan reproduksi penting untuk meminimalisir penyakit pada reproduksi ternak yang dapat berdampak pada menurun produktifias.

Untuk menunjukkan keberhasilan pelaksanaan Upsus Siwab, Rabu (25/09/2019) dilaksanakan panen sapi pedet hasil Iseminasi Buatan yang berlokasi di Desa Tahele Kecamatan Popayato Timur Kabupaten pohuwato.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Pohuwato juga turut dihadiri Bupati Pohuwato, Syarief Mbuinga, yang memamerkan ratusan pedet hasil Inseminasi Buatan dari beberapa Kecamatan di wilayah Kabupaten Pohuwato.

"Rakyat Pohuwato sangat terbantu pada program ini, dan juga banyak meraup keuntungan. Masyarakat Peternak adalah ujung tombak keberhasilan di lapangan, tanpa kerja keras dari mereka program ini tidak akan berhasil,” tutur Syarif Mbuinga.

Kepala Bidang Peternakan, Kahar Gani, dalam sambutannya mengatakan sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Pohuwato. Hal ini menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Pohuwato memiliki komitmen yang sangat tinggi untuk mengembangkan sub sektor peternakan.

"Saya berharap kegiatan semacam ini juga dapat dilaksanakan dikabupaten lain agar dapat membangun semangat masyarakat dalam mengembangkan budidaya ternak sapi", ujar Kahar Gani.

 

Pewarta : Oman Moningka – Dinas Peternakan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

TALUDITI- Kunjungan Dinas Pertanian untuk melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) program pertanian 2019 di seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Gorontalo bertujuan memperoleh data dan informasi langsung dari lapangan.

Kunjungan Monev oleh Kadis Pertanian, Mulyadi D Mario dimanfaatkan untuk memberikan kuliah singkat kepada kelompok petani kakao di Desa Panca Karsa II Kecamatan Taluditi Kabupaten Pohuwato, mereka penerima bantuan.

Mulyadi Mario bangga terhadap petani kakao di Kecamtan Taluditi tersebut, karena banyaknya hasil produksi dari usaha mereka. Ia berbagi pengetahuan kepada petanitentang  tata cara pencegahan terhadap PBK (Penggerek Buah Kakao), hama utama.

Petani sulit mengidentifikasi apakah tanaman coklat  terserang hama PBK atau tidak. Apabila buah kakao dibelah, isinya sudah tidak beraturan akibat gerekan larva dari dalam buah. Petani menderita kerugian besar, sehingga upaya pembahasan PBK dan alternatif pengendaliannya menjadi penting.

“Jika pada hamparan tanaman kakao terserang berat, diprediksi tidak dapat menghasilkan, karena buah kakao menjadi rusak dan cacat akibat serangan hama ini. Perlu upaya semaksimal mungkin untuk mengendalikan serangan hama tersebut baik secara preventif maupun kuratif, setidaknya meminimalkan kerusakan dan kerugian,” kata Mulyadi Mario, Kamis (26/9/2019).

Ia menabarkan, cara pencegahan dan pengendaliannya adalah dengan melakukan kondomisasi atau pembungkusan. Kondomisasi atau sarungisasi berarti membungkus buah kakao dengan plastik. Caranya yaitu ujung bagian atas kantong plastik diikatkan pada tangkai buah, sedangkan ujung buah tetap terbuka. Dengan cara penyelubungan buah tersebut, hama tidak dapat meletakkan telur pada kulit buah sehingga buah terhindar dari serangan larva. Pembungkusan dilakukan ketika buah berukuran kecil, 8-12 cm.

“Untuk menjaga stabilitas tingkat serangan hama PBK 0 persen dapat dilakukan tindakan aplikasi insektisida satu kali pada saat panjang buah 8-12 cm, selanjutnya buah tersebut dibungkus plastik kemudian Panen sering, buah yang masak dijemur Disertai pemangkasan dan pemupukan sesuai dosis anjuran,” papar Mulyadi Mario.

 

Pewarta : Oman Moningka - Dinas Pertanian

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO -  Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo melakukan gerakan pengendalian (Gerdal) terhadap Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) belalang jenis kembara di Desa Hutokalo Kecamatan Sumalata Kabupaten Gorontalo Utara.

Perang terhadap hama ini dilakukan setelah ditemukan belalang kembara (Locusta migratoria) yang menyerang kawasan ladang jagung dengan potensi 100 ha.

Belalang kembara ini ditemukan sudah berkolompok/gregaria dan menyerang tanaman jagung varietas bisi 18 umur 45-95 hst.

Untuk mengantisipasi bermigrasinya belalang tersebut, Mulyadi Mario, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo langsung menugaskan Tim Brigade Proteksi Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Gorontalo melaksanakan Gerakan Pengendalian terhadap OPT tersebut .

Gerdal OPT Belalang Kembara dilaksanakan sejak Kamis (29/8/2019) melalui bimbingan teknis pengendalian OPT kepada Kelompok Tani Sinar Balabatu yang dipimpin oleh Kepala Seksi Pengamatan dan Peramalan OPT, Salma Tumulo beserta Ketua Brigade Proteksi, Max Ante dan Tim pengendali OPT dari Kabupaten Gorontalo Utara.

“Tujuan dilaksanakannya Gerdal OPT ini agar petani dapat melakukan tindakan pencegahan dan pemberatasan OPT sedini mungkin jika terindikasi wilayah tersebut mulai berkembang OPT belalang, sehingga OPT ini tidak berkembang ke daerah atau wilayah lain,” kata Mulyadi Mario, Selasa (3/9/2019).

Untuk membantu dalam pengendalian OPT, petani juga diberikan sarana seperti pestisida nabati dan handsprayer kepada kelompok tani Sinar Balabatu.

 

Pewarta : Oman Moningka - Dinas Pertanian

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo Utara

GORONTALO - Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo, Mulyadi D Mario, menegaskan masyarakat tidak perlu resah dengan kasus suspek antraks yang terjadi di Kabupaten Gorontalo.

Mulyadi D Mario menjelaskan arti kata suspek dalam kesehatan itu adalah penyakit klinis yang kompatibel atau memenuhi definisi kasus klinis tanpa tes laboratorium atau kasus dengan tes laboratorium sugestif tanpa informasi klinis.

“Kami masih melakukan tes laboratorium, jadi diminta kepada masyarakat agar tidak resah terhadap kasus ini, intinya dengan kasus suspek antraks yang terlapor pada 27 Agustus 2019, mayarakat tidak perlu resah karena sudah ada tindakan preventif dari Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo terhadap ternak sapi dan kambing yang rentan akan penyakit anthraks,” kata Mulyadi Mario, Senin (2/9/2019).

Hal yang sama diungkapkan oleh Kepala Bidang Peternakan Kahar Gani, ia menyatakan Dinas Pertanian mempunyai buffer stock obat-obatan dan vaksinasi antraks, ternak yang sehat dilakukan vaksinasi, dan yang sakit diobati.

Antraks tergolong penyakit bakteri Bacillus anthracis dapat dicegah melalui vaksinasi rutin dan program vaksinasi tersebut tidak di pungut biaya alias gratis.

“Masyarakat tak perlu khawatir, vaksin dan pengobatan rutin dilakukan oleh Pemerintah,” kata Kahar Gani

Ia juga menjelaskan kepada masyarakat apabila melihat ada kasus kematian ternak jangan langsung di laporkan bahwa ternaknya terinfeksi atau terkena virus anthraks. Karena semua harus melewati uji laboratorium untuk menentukan apakah ternaknya terpapar antraks atau tidak.

Kepala Seksi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Bidang Peternakan Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo Fenny Rimporok juga menjelaskan bagi masyarakat yang mempunyai ternak di daerah bisa meminta pengobatan atau vaksin,

“Kami siap membantu dan bekerja sama dengan Dinas Kabupaten/Kota untuk melakukan peninjauan langsung sekalian pengobatan atau pemberian vaksin. Masyarakat tidak perlu resah yang penting ternaknya diperhatikan baik itu dalam bentuk pakan, minum serta kebersihan kandang” ujar Fenny Rimporok.

Fenny Rimporok  yang juga seorang dokter hewan ini  menjelaskan proses tertularnya antraks dari hewan ternak ke manusia bisa melalui kontak langsung dan lewat pencemaran udara. Ketika Manusia positif terpapar antraks harus segera lapor dan memeriksakan diri di Puskesmas untuk dilakukan pengobatan, karena penyakit antraks bersifat zoonosis yang berarti bisa menular kepada manusia.

 

Pewarta : Oman Moningka – Dinas Pertanian

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

KABILA – Produktifitas pertanian di Provinsi Gorontalo terus dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan para petani, salah satu yang ditempuh adalah mengejar target Luas Tambah Tanam (LTT) Upsus.

Untuk itu Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo melakukan konsolidasi dengan pemerintah kabupaten/kota melakukan upaya agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai sampai akhir September 2019.

Seperti yang dilakukan di Desa Dutohe, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango, Kepala Pusat Penyuluhan  Kementerian Pertanian, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo bersama Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Gorontalo serta Gabungan Kelompok Tani melakukan gerakan pertanaman dengan menggunakan cara Tanam Benih Langsung (Tabela).

Sistem tanam padi dengan cara ditaburkan secara langsung sudah dikenal oleh petani Indonesia, terutama oleh petani yang membudidayakan padi gogo atau gogo rancah.

Salah satu dasar dikembangkannya sistem ini adalah untuk meningkatkan efisiensi produksi, terutama efisiensi dalam penggunaan tenaga kerja tanam.

Sistem tanam benih langsung (tabela) merupakan sistem penanaman tanaman padi tanpa melalui persemaian dan pemindahan bibit.

Menurut Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo Mulyadi D Mario, upaya ini bisa dijadikan motivasi penerapan teknologi Tanam Benih Langsung untuk percepatan tanam, dimana ketersediaan air masih ada saat musim kemarau.

“Kami melakukan gerakan ini adalah untuk memotivasi petani, meskipun dalam musim kemarau seperti ini masih tersedia cukup air kita manfaatkan agar air yang ada tidak terbuang dengan percuma dan kita dorong para petani untuk melakukan pertanaman dengan sistem Tabela,” kata Mulyadi Mario.

Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian Kementerian Pertanian, Lely Nuryati mengungkapkan kesiapan penyuluh dalam penerapan Tabela di Provinsi Gorontalo.

“Penyuluh sebagai garda terdepan dalam proses adopsi teknologi sudah kita bekali tentang teknologi penanaman padi menggunakan metode Tabela. Dengan penggunakan metode ini akan mempercepat Luas Tambah Tanam untuk provinsi Gorontalo,” papar Lely Nuryati

 

Pewarta : Oman – Dinas Pertanian

Dipublikasikan pada Kabupaten Bone Bolango

 

GORONTALO – Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo melakukan uji coba bantuan sarana pengolahan bawang merah di Kelompok Teni Jaya Huyula Desa Tinelo Ayula Kecamatan Bulango Selatan Kabupaten Bone Bolango, Jumat (30/8/2019).

Uji coba pengolahan bawang merah ini bertujuan untuk menumbuhkembangkan kreatifitas dan inovasi kelompok  dalam mengolah hasil komoditi bawang merah. Dengan menambahkan proses pengolahan ini nilai ekonomi bawang merah bertambah, lebih berdaya saing  dan meningkatkan kesejahteraan.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Dinas Pertanian Kabupaten Bone Bolango yang bekerjasama dengan Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo.

Plh Kepala Dinas Pertanian Bone Bolango, Sulastri Lamusu mengawali kegiatan dengan meminta petani untuk kreatif agar nilai tambah produk meningkat. Proses kreatif ini bisa didapat dengan saling belajar di dalam kelompok maupun melakukan komunikasi dengan pihak lain dan memanfaatkan sumber-sumber literasi yang ada.

Hadir juga dalam kegiatan ini Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Bone Bolango, Rosna Dewi Rayusum, Kepala Bidang Hortikultura, Mommy Igirisa dan Kepala Seksi Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo.

Kelompok tani Teni Jaya Huyula melakukan uji coba bantuan sarana pengolahan bawang merah yang sudah diserahkan melalui anggaran APBN TP 04 Dinas Pertanian Pertanian Provinsi Gorontalo tahun 2019.

Kepala Dinas Pertanian melalui Kepala Bidang Hortikultura meminta bantuan sara pengolah bawang merah ini dapat dimanfaatkan secara kolektif untuk meningkatkan nilai tambah dan membantu petani bekerja lebih inovatif dan efisien.

“Dengan kreatifitas dan teknologi sederhana, produk pertanian dapat ditingkatkan nilai tambahnya sejak di tangan petani, sehingga petani lebih banyak mendapatkan keuntungan,” kata Mommy Igirisa,

 

Pewarta : Oman Moningka – Dinas Pertanian

Dipublikasikan pada Kabupaten Bone Bolango

GORONTALO - Kementerian Pertanian mengapresiasi peran Brigade Alsintan sebagai pengelola dan pengendali distribusi pemanfaatan alat mesin pertanian, sehingga petani dapat memanfaatkannya dengan sistem pinjaman untuk meningkatkan produksi pertanian mendukung program Upaya Khusus Padi Jagung dan Kedelai (Upsus Pajale) di Provinsi Gorontalo. 

Hal ini disampaikan oleh Penanggung Jawab Upsus Kementerian Pertanian, Leli Nuryati dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Gorontalo saat meninjau Brigade Alsintan didampingi Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo, Muljadi D Mario, Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP), Awaludin Hippi dan Kepala Bidang Program dan Evaluasi, Riza Fakhrizal, Rabu (28/8 2019).

“Kami memberikan apresiasi kepada Brigade Alsintan yang dikelola Dinas Pertanian dan siapa pun boleh meminjan Alsintan tersebut baik perorangan maupun kelompok tanpa dipungut bayaran,“ kata Leli Nuryati yang juga menjabat Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Kementerian Pertaian.

Menurutnya, siapa saja boleh meminjam alsintan dari Brigade Alsintan meskipun tanpa biaya, tentunya dengan memenuhi ketentuan yang berlaku dengan mengajukan permohon peminjaman alsintan kepada Brigade Alsintan.

Kepala Dinas Pertanian Menyampaikan bahwa jika alsintan diserahkan langsung ke petani maka penguasaan alat di dominasi oleh perorangan, mahalnya biaya sewa alsintan, dan jika terjadi kerusakan petani tidak bisa melakukan perbaikan karena terbatasnya biaya pemeliharaan mengakibatkan pendeknya umur guna alsintan, terlebih lagi tidak berfungsinya mekanisme Unit Pengelola Jasa Alsintan (UPJA). 

“Petani merasa kesulitan saat terjadi kerusakan apa alsintan yang membutuhkan perbaikan cukup banyak apalagi jika sparepartnya harus dipesan dari luar negeri, akibatnya datangnya lama,” kata Kepala Bidang PSP Dinas Pertanian, Nurbaya Gani.

Leli Nuryati mengharapkan Brigade Alsintan Provinsi Gorontalo dapat meningkatkan perannya dalam membantu dan memberikan pelayanan Alsintan kepada petani untuk mendukung tercapainya peningkatnya produksi.

Selain itu, Leli mengharapkan petani memiliki kemauan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilannya dalam operasional Alsintan, bila perlu dapat memperbaiki yang rusak

 

Pewarta : Oman – Dinas Pertanian

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo

TELAGA – Dugaan penularan antraks terjadi di Kabupaten Gorontalo, kali ini menimpa SR alias Stenly warga Desa Mongolato, Kecamatan Telaga Kabupaten Gorontalo.

Beberapa hari terakhir Stenly dikabarkan mengeluhkan gatal-gatal ditubuhnya, sakit kepala dan demam.

Untuk menindaklanjuti dugaan tersebut, Kepala Dinas Pertanian Muljadi Mario menugaskan Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD) Laboratorium Veteriner, Bidang Peternakan turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan, Kamis (29/8/2019).

Stenly diduga tertular bakteri antraks karena keluhan sakit yang ia derita. Honorer di Pemerintah Kota Gorontalo ini juga memiliki riwayat ternak kambing yang mati mendadak selama sebulan terakhir.

Seminggu sebelum Iduladha lalu, ia pernah membeli enam ekor kambing di Kelurahan Huangobotu, Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo. Belakangan enam kambing yang ia beli semuanya mati di hari yang berbeda-beda.

“Beberapa minggu lalu, 6 kambing lain yang memang ia pelihara mulai kurang nafsu makan dan sakit-sakitan. Seekor sempat disembelih untuk dikonsumsi, 2 ekor lain disembelih dan dijual di daerah Kabupaten Pohuwato dan Boalemo,” kata Agustina Kilapong, Kepala UPTD Laboratorium Veteriner.

Stenly selanjutnya dirujuk di Rumah Sakit Aloe Soboe (RSAS) untuk mendapatkan perawatan lanjutan. Pihak Laboratorium Veteriner sudah mengambil sampel daging yang dikonsumsi dan masih tersimpan di lemari pendingin.

“Belum bisa kami pastikan apakah yang bersangkutan positif antraks. Sampel daging masih harus diperiksa dan yang bersangkutan masih berstatus suspek antraks,” kata Agustina Kilapong.

Rencananya hari ini tim dari Laboratorium Veteriner akan kembali turun untuk pelayanan kesehatan hewan. Semua ternak radius satu kilometer dari TKP akan diberikan anti biotik untuk mencegah penularan yang lebih masif.

 

Pewarta: Isam - Humas

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo
Halaman 1 dari 4
© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo