>
Rabu, 12 Jun 2019 17:43

Festival Gebyar Ketupat Di Gorontalo Utara Sukses Mendatangkan Wisatawan

Oleh
Beri rating
(0 suara)
Bupati Gorontalo Utara Indra Yasin menunjukkan sajian ketupat kepada Gubernur Gorontalo rusli habibie dan Forkopimda di Lapangan Kecamatan Atinggola, Kabupaten Gorontalo Utara, (Foto: Alfred-Humas). Bupati Gorontalo Utara Indra Yasin menunjukkan sajian ketupat kepada Gubernur Gorontalo rusli habibie dan Forkopimda di Lapangan Kecamatan Atinggola, Kabupaten Gorontalo Utara, (Foto: Alfred-Humas).

KWANDANG –  Festival Gebyar Ketupat di Kabupaten Gorontalo Utara sukses besar, termasuk mendatangkan wisatawan dari luar Provinsi Gorontalo yang datang untuk menikmati kuliner tradisional khas Jawa Tondano ini.

Perayaan lebaran ketupat yang dipusatkan di Lapangan Kecamatan Atinggola, Kabupaten Gorontalo Utara ini dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara.

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie bersama istri Ny Idah Syahidah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hadir. Pun begitu dengan Bupati Gorontalo Utara Indra Yasin dan jajarannya.

Acara semakin meriah karena dihadiri juga oleh Bupati Bolaang Mongondow Utara, Provinsi Sulawesi Utara, Depri Pontoh dan Wakilnya Amin Lasena. Ribuan orang dari berbagai daerah mendatangi lokasi ini. Mereka merayakan bakdo kupat, sebutan lebaran ketupat, dengan menikmati aneka kuliner yang disajikan masyarakat.

Gebyar Ketupat Pemprov Gorontalo tahun ini sengaja digelar di tempat yang berbeda. Biasanya tradisi warga Jawa Tondano itu dipusatkan di Desa Yosonegoro, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo. Titik sentral perayaan lebaran ketupat setiap tahunnya.

Selain untuk mengurai kemacetan di sekitar lokasi, juga untuk memberi kesempatan warga di perbatasan dengan Sulawesi Utara menikmati pesta santap ketupat dan lauk pauk secara gratis.

‘Kita harapkan bisa menghindari kemacetan karena semua masyarakat di Gorontalo tertuju ke kampung Jawa Tondano di Yososnegoro. Banyak juga masyarakat yang tidak kebagian makanan. Insyaallah tahun tahun berikutnya akan kita laksanakan lagi di daerah lain,” ujar Rusli.

Gubernur Rusli menjelaskan, inti dari pelaksanaan lebaran ketupat adalah persaudaraan. Warga dari berbagai lapisan saling kunjung mengunjungi, bersilaturahim dan memaafkan satu sama lain. Tradisi yang harus tetap dipertahankan.

“Warga Jawa Tondano bahkan warga asli Gorontalo dengan ihlas dan senang hati menerima tamu sambil menyiapkan makanan. Makanya kami ikut membantu salah satunya dengan menyiapkan daging bersubsidi. Kemarin kami siapkan 1.000 kupon untuk warga Atinggola. Tadinya harga daging Rp110.000 per kg kita hanya jual Rp50.000,” imbuhnya.

 

Pewarta: Isam - Humas

Baca 115 kali

Tinggalkan komentar anda

Pastikan anda mengisi semua kolom yang bertanda asterik (*). Tidak boleh menggunakan Kode HTML.

© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo