Print this page
Selasa, 03 September 2019 15:07

Belum Miliki Kamar Rawat Inap Kelas 1 dan 2, Rusli Habibie Tinjau RSD ZUS

Oleh
Beri rating
(0 suara)
 Gubernur Gorontalo Rusli Habibie didampingi Bupati Gorontalo Utara Indra Yasin saat meninjau operasionalisasi Rumah Sakit Umum Daerah Zainal Umar Sidiki (RSUD ZUS) di Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara. (Foto Salman) Gubernur Gorontalo Rusli Habibie didampingi Bupati Gorontalo Utara Indra Yasin saat meninjau operasionalisasi Rumah Sakit Umum Daerah Zainal Umar Sidiki (RSUD ZUS) di Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara. (Foto Salman)

KWANDANG – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie meninjau operasionalisasi Rumah Sakit Umum Daerah Zainal Umar Sidiki (RSUD ZUS) di Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut), Selasa (3/9/2019).

Peninjauan yang didampingi Bupati Gorut Indra Yasin dan Sekretaris Daerah Riwan Yasin itu untuk melihat dari dekat kondisi rumah sakit.

RS ZUS menjadi satu-satunya rumah sakit yang turun akreditas di Provinsi Gorontalo. Sebelumnya rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara ini akreditasi C namun hasil preview dari Kementerian Kesehatan turun menjadi tipe D.

Selain pemenuhan dokter spesialis yang belum sesuai, RS ZUS juga belum memiliki ruang rawat inap untuk kelas I dan Kelas II. Kekurangan tersebut harus bisa dibenahi agar bisa naik status.

Pada kunjungan tersebut, Gubernur Rusli melihat dari dekat sejumlah gedung. Salah satunya ruang rawat inap kelas III yang tidak lagi difungsikan. Ruang tersebut atapnya sudah rusak sehingga sering bocor ketika musim hujan.

“Ternyata rumah sakitnya masih cukup bagus cuma perawatannya yang kurang. Kita rapatkan dengan Pemkab Gorut agar penganggaran tahun 2020 yang 10 persen untuk kesehatan itu betul-betul diarahkan untuk maintenance dan pembangunan rumah sakit,” jelas Rusli.

Di bidang SDM dokter dan tenaga perawat, Rusli menilai sudah cukup baik. Mantan Bupati Gorontalo Utara itu berpesan agar Pemkab setempat mengevaluasi kembali kontrak dokter spesialis yang dulu pernah disekolahkan untuk mengabdi di daerah.

 “Ada beberapa dokter yang pernah kita kasih beasiswa, itu ada ikatan dinas dengan Pemda Gorut. Itu yang kita tarik lagi kalau nggak mereka kena pinalti atau mengembalikan biaya kuliah. Seingat saya dulu ada dan beberapa, sekarang sudah lulus,” imbuhnya.

Pada APBD Perubahan 2019 ini Pemprov Gorontalo memberikan bantuan keuangan khusus senilai Rp500 juta. Beberapa tahun terakhir juga diberikan bantuan sebesar tiga miliar Rupiah.

Pewarta : Isham - Humas

Baca 168 kali