>
Super Admin PPID

Super Admin PPID

GORONTALO - Bidang Peternakan Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo bersama anggota legisslatif Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan  DPRD Prov Gorontalo melakukan kunjungan lapangan dalam rangka monitoring dan evalusi program bantuan peternakan dari pemerintah provinsi yang dialokasikan di Kabupaten Gorontalo.  

Kepala Dinas Pertanian melalui Kepala Seksi Produksi Peternakan Abdul Rahman turut mendampingi Komisi II dan langsung mengarahkan ke Kelompok Ternak Gemilang Desa Ombulo Kecamatan Limboto Barat dan Kelompok Mangenangan Desa Reksonegoro Kecamatan Tibawa Kabupaten Gorontalo, Minggu (6/10/2019).

Dalam kunjungan ini Komisi II mengapresiasi perkembangan ternak pada 2 kelompok petani tersebut.

"Program peternakan ini diharapkan tepat sasaran, selalu ada pembinaan, dan dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat," kata Espin Tulie.

Espin Tulie  menilai kemarau panjang yang mendera selama berbulan-bulan selama ini tidak menyurutkan semangat para peternak untuk memenuhi kebutuhan pakan ternaknya.

 

Pewarta : Oman Moningka – Dinas Pertanian

GORONTALO – Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas bicara blak-blakan soal strategi pemerintahannya untuk pengembangan pariwisata daerah. Berbagai jurus ia kemukakan saat menjadi pembicara pada Celebes Tourism Meeting (CTM) dalam rangkaian Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) 2019 bertempat di Hotel Grand Q, Kota Gorontalo, Sabtu (5/10/2019).

Abdullah punya prinsip dalam mengelola pariwisata. Ia menjadikan semua dinas adalah dinas pariwisata, setiap lokasi adalah destinasi pariwisata dan setiap program adalah atraksi.

Program sederhana dijadikan festival. Contohnya festival toilet bersih yang melibatkan pengelola destinasi wisata, sekolah, pemerintah dan swasta. Ada juga festival sungai bersih yang melibatkan banyak orang.

Abdullah sukses menyulap image Banyuwangi sebagai “desa santet” menjadi desa internet melalui program smart kampung. Ia juga berprinsip setiap pendatang adalah endorser, cerita adalah segalanya.

Ia mendorong Gorontalo untuk mengembangkan wisata alam. Menurutnya, wisatawan asing cenderung mencari obyek wisata gunung dan hutan yang sepi dari hiruk pikuk. Berbeda dengan mayoritas wisatawan lokal yang menjadikan keramaian Bali sebagai tujuan.

“Saya justru tanya, tidak ada yang kasih tau saya soal (taman laut) Olele. Tidak ada yang kasih tau saya bahwa bapak harus ke sini. Ini tidak boleh terjadi kepada tamu (ke Gorontalo) setelah saya. Setiap tamu yang datang tempel. Saya ada LO, setiap tamu yang datang tempel,” tandasnya.

Sementara itu Gubernur Gorontalo Rusli Habibie berjanji akan datang belajar pariwisata ke Banyuwangi. Ia menargetkan harus ada yang ilmu yang bisa diterapkan di Gorontalo.

“Tetapi saya katakan kembali dari Banyuwangi sudah harus action di Gorontalo. Jangan hanya belajar belajar apalagi MoU MoU tapi tidak ada realisasinya di daerah. Minimal apa yang sudah dibuat oleh Bupati Banyuwangi kita bisa ikuti dan terapkan di Gorontalo,” tutur Rusli.

Celebes Tourism Meeting merupakan forum bersama se Sulawesi yang turut dihadiri Menteri Pariwisata Arief Yahya. Forum membahas pengembangan pariwisata itu juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Rusli Daeng Pallabi dan jajaran, pemerintah kabupaten/kota serta pelaku industri pariwisata se Sulawesi.

 

Pewarta: Isam - Humas

GORONTALO - Pemerintah daerah masih menjadi pemain utama dalam menggerakkan pariwisata di Provinsi Gorontalo. Hal ini diungkapkan Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim dalam sambutannya dalam Celebes Tourism Meeting (Forum Pariwisata Sulawesi) yang dilaksanakan di Hotel Grand Q, Sabtu (5/10/2019).

“Selama ini, kami di Gorontalo membangun pariwisata itu masih digerakkan oleh pemerintah daerah. Masih banyak swasta yang belum tertarik terhadap destinasi wisata yang ada di Provinsi Gorontalo,” ungkap Idris.

Idris menjelaskan, untuk membangun pariwisata tentunya tidak mudah, perlu dukungan berbagai pihak dan juga adanya berbagai kegiatan pariwisata yang bisa menarik pengunjung baik dari dalam daerah dan luar daerah.

Ia berharap Pemerintah Provinsi Gorontalo di usianya yang ke 19 tahun bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui salah satu program unggulan yaitu pariwisata yang mendunia.

Di tempat yang sama, ketua panitia pelaksana, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo, Rifli Katili, mengatakan tujuan pelaksanaan Celebes Tourism Forum adalah sebagai forum silaturahmi dan sinergi program antara pemerintah pusat dan daerah serta antara provinsi dan kabupaten kota.

Rifli berharap forum ini sebagai sharing informasi dan pengalaman serta bagaimana mendorong pariwisata di daerah lainnya.

” Ke depan yang diharapkan adalah para regulator, asosiasi dan industri, kita yang ada di Sulawesi bersatu padu, bagaimana mempromosikan dan memajukan pariwisata yang ada di Sulawesi,” kata Rifli.

Celebes Tourism Meeting merupakan rangkaian dari Gorontalo Karnaval Karawo yang puncaknya akan dilaksanakan pada hari Minggu, 6 Oktober 2019.

Dalam forum ini pula ditandatangani Momenrandum of Understanding (MoU) antara ASITA Provinsi Gorontalo dan ASITA Provinsi Sulawesi Utara tentang pendistribusian turis Tiongkok dari Manado ke Gorontalo serta pemberian jasa konsultasi dalam rangka pembangunan destinasi di Gorontalo.

Forum ini dihadiri Menteri Pariwisata RI Arief Yahya, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, dan para pejabat lainnya baik dari Gorontalo maupun dari daerah lainnya.

 

Pewarta : Asriani - Humas

LIMBOTO  – Eksistensi Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Provinsi Gorontalo makin mantap di usia ke-74. TNI tidak saja terus berkempang dalam hal kemampuan dan tugas personil tetapi juga berkembang dalam hal satuan komando baik darat, laut dan udara.

Hal tersebut dikemukakan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie usai menghadiri upacara peringatan HUT ke-74 TNI yang dipusatkan di lapangan GOR David-Tonny, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Sabtu (5/10/2019).

“Eksistensi TNI di Gorontalo sangat kompak, kami bersinergi terutama dalam ketahanan pangan, pertanian dalam percetakan sawah. Babinsa juga ikut mengawal program pertanian dan mengawasi. Kami juga berterima kasih kepada TNI AL dan AU yang berfungsi untuk mengawal laut dan udara,” ucap Rusli saat diwawancarai wartawan.

Lebih lanjut Rusli mengemukakan, HUT ke-74 TNI akan dijadikan momentum untuk mengawal pembangunan Sekolah Calon Bintara (Secaba) di Gorontalo. Tanggal 7 Oktober nanti, para kepala daerah dan unsur pimpinan TNI ditunggu oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) terkait finalisasi pembangunan Secaba di Gorontalo.

“Pak Kasad sudah siapkan waktu, jam 13.00 kami ditunggu untuk memaparkan kesiapan pembangunan Secaba di Gorontalo. Insyaallah kalau ini jadi maka sudah ada dua lembaga pendidikan (di Gorontalo) yakni untuk Polri (SPN) dan Secaba TNI,” imbuhnya.

Sementara itu Danrem 133 Nani Wartabone Kolonel Czi Arnold AP Ritiauw menyebut TNI akan terus melakuan perluasaan postur TNI untuk menjangkau semua daerah. Sejak tahun 2018 lalu TNI AD membentuk Makorem 133 dan menambah dua Makodim di wilayah Pohuwato dan Gorontalo Utara.

 “Kita harapkan juga satuan TNI AL bisa naik status ke Tipe B. Begitu juga dengan Sat Radar TNI AU bisa melakukan peremajaan alutsista untuk mengawal wilayah udara,” jelasnya.

Peringatan HUT ke-74 TNI diisi dengan atraksi bela diri yong mo do, atraksi pembebasan sandera olrh Brigif 22/Ota Manasa. Ada juga defile pasukan yang diikuti oleh unsur TNI AD, AL, AU, Polri, SAR, Satpol PP, FKPPI dan Pramuka.

Pewarta: Isam - Humas

LIMBOTO  – Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Provinsi Gorontalo menggelar upacara memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 yang dipusatkan di lapangan GOR David-Tonny, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Sabtu (5/10/2019).

Komandan Korem 133 Nani Wartabone Kolonel Czi Arnold AP Ritiauw bertindak sebagai inspektur upacara. Hadir dalam kesempatan tersebut Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, para kepala daerah kabupaten/kota, unsur Forkpimda serta para komadan dari berbagai satuan TNI.

“Saya bangga kepada seluruh prajurit dan PNS TNI yang telah menunjukkan profesionalitasnya dalam melaksanakan setiap tugas yang dipercayakan rakyat, bangsa dan negara. Saya yakin keluarga dan seluruh rakyat Indonesia bangga dengan profesionalitas TNI,” ucap Danrem saat membacakan sambutan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Panglima mengingatkan bahwa di HUT yang ke-74 tantangan TNI ke depan semakin besar. Perkembangan teknologi telah menggeser paradigma perang konvensional teritorial menjadi perang di pelbagai dimensi.

Perang siber dan perang informasi meski tidak menghancurkan namun merusak tatanan bangsa dan negara. Di tambah lagi dengan bencana alam yang dapat terjadi setiap saat, termasuk ancaman militer dan non militer yang selalu berubah setiap saat.

“Menghadapi kompleksitas ancaman di atas diperlukan postur TNI ideal sesuai kebijakan pertahanan negara dan kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan. Pembangunan postur TNI meliputi pembangunan kekuatan, pembinaan kemampuan dan gelar kekuatan TNI,” imbuh perwira tiga bunga itu.

Pada peringatan HUT TNI ke-74 digelar atraksi dari prajurit TNI berbagai kesatuan. Atraksi diawali dengan peragaan bela diri yong mo do. Puluhan prajurit unjuk kebolehan memperagakan teknik bela diri tangan kosong, bela diri dengan double stick, bela diri satu lawan satu serta atraksi lompat rintang.

Ada juga atraksi pembebasan sandra yang dilakukan oleh prajurit Brigade Infanteri (Brigif) 22/Ota Manasa.

Defile pasukan dari berbagai kesatuan serta parade kendaraan taktis ikut digelar. Peringatan hut diakhiri dengan pemotongan tumpeng oleh Danrem, Danlanal serta Dansat Radar Gorontalo.

 

Pewarta: Isam - Humas

GORONTALO  – Salah satu rangkaian acara Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) adalah Gorontalo Culinary Expo yang banyak mendapat perhatian pengunjung. Berbagai olahan makanan disajikan oleh masyarakat, teruma kaum wanita yang menjalankan industri rumah tangga.

Pameran ini dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo, Rifli Katili, di seputaran rumah dinas Gubernur. Ratusan produk makanan hadir dalam festival kuliner ini dan langsung mencuri perhatian para pengunjung.

“Saya atas nama Pemerintah Provinsi Gorontalo mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada peserta culinary expo yang telah mengambil bagian dan mengisi stand pada malam ini,” kata Rifli Katili, Sabtu (5/10/2019).

Rifli Katili menjelaskan kegiatan festival kuliner ini merupakan bagian dari upaya kita untuk mendorong agar pelaksanaan Gorontalo Karnaval Karawo memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi lokal, dan juga memberikan dampak kepada para Industri Kecil Menengah (IKM). Para pelaku usaha ini umumnya kaum perempuan.

“Mari kita terus dukung berbagai program pemerintah dan juga ekonomi kreatif yang ada di Gorontalo,” ajak Rifli Katili. Culinary expo ini merupakan yang pertama kali digelar sejak Gorontalo Karnaval Karawo 9 tahun dilaksanakan .

Festival kuliner akan berlangsung selama 3 malam, mulai 4-6 Oktober. Para penikmat kuliner dapat memilih produk yang diingankan, rata-rata adalah produk yang berbahan lokal dan sangat familiar dengan para pelaku.

Pesona kuliner ini dipancarkan dari 42 peserta yang menyajikan aneka makanan khas Gorontalo.

Para pengunjung yang meminati makanan ini tidak hanya dari Gorontalo, namun juga banyak yang berasal dari luar daerah, seperti Rima, salah seorang pengunjung dari Sulawesi Utara. .

Ikan sagela dan segala turunannya menjadi salah satu favorit makanan yang banyak dijual oleh peserta yang mengisi stand pameran.Pengunjung pun tertarik untuk mencoba berbagai makanan yang dijual dalam festival makanan tersebut.

 

Pewarta : Asriani - Humas

GORONTALO – Ayo cicipi pangan lokal Gorontalo yang khas dan gratis di stand pameran arena Gorontalo Karnaval Karawo, Kota Gorontalo.

Pameran makanan ini merupakan dukungan Dinas Pangan untuk mengenalkan produk makanan yang menjadi salah satu dari 16 subsektor ekonomi kreatif dalam upaya mendukung program Pemerintah Provinsi Gorontalo.

Keikutsertaan Dinas Pangan ini untuk menyukseskan dan mengenalkan pangan lokal ciri khas Gorontalo. Beragam kue dan sajian makanan pangan  lokal ini dibagi secara gratis ke pengunjung di stand pameran, Sabtu (5/10/2019).

Sutrisno, Kapala Dinas Pangan Provinsi Gorontalo mengatakan program gelar pangan sangat bermanfaat untuk pengunjung, mereka dapat mengetahui cara mengolah pangan lokal dengan berbagai macam varian produk seperti kue tradisional dan sajian makanan lainnya.

“Olahan pangan lokal memiliki nilai tambah ekonomi yang umumnya diciptakan oleh kaum perempuan. Penambahan nilai ini dapat meningkatkan nilai jual yang pada gilirannya akan meningkatkan kesejahteraan,” kata Sutrisno.

Sutrisno mengingatkan, menu pangan lokal harus memperhatikan kandungan nilai gizi yang seimbang dan aman untuk dikonsumsi.

Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan, Zakiya Beserewan selaku penanggung jawab pameran Gelar Pangan  menuturkan di stand ini juga akan dijual berbagai macam produk sagela dan aneka pangan organik salah satunya pangan lokal dari sagu Diniyohu yang akan disajikan gratis kepada pengunjung di stand gelar pangan..

“Silakan berkunjung ke arena pameran, kami juga menyediakan berbagai macam produk sagela dan aneka pangan organik” ujar Zakiya Beserewan.

 

Pewarta : Hariman - Dinas Pangan

BOALEMO – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Gorontalo terus memastikan layanan infrastruktur jalan terus ditingkatkan, termasuk di daerah pinggiran yang jauh dari ibu kota provinsi.

Pemerataan layanan infrastruktur hingga ke pelosok ini merupakan perwujudan visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Gorontalo.

Salah satunya adalah pembangunan ruas jalan Tangkobu-Pentadu di Kabupaten Boalemo.

 

Bahkan Kepala Bidang Bina Marga PUPR Provinsi Gorontalo, Abdul Fandit Ahmad sudah melakukan peninjauan dan pengawasan di beberapa pekerjaan peningkatan ruas jalan provinsi di daerah ini pada pertengahan September 2019 lalu.

“Pada Rabu (18/09/2019) kami sudah melakukan monitoring pekerjaan ruas jalan yang berada di Boalemo,” kata Abdul Fandit, Sabtu (5/11/2019).

Menurut Abdul Fandit pekerjaan Pembangunan Jalan Tangkobu-Pentadu yang Martual Check 0 persen (MC0) atau titik awal pekerjaannya yang dimulai dari Desa Bubaa dan ujungnya di desa Lito Kecamatan Paguyaman Pantai.

“Semoga pembangunan jalan ini daapt dimanfaatkan masyarakat, mendukung pekerjaan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat” ujar Abdul Fandit Ahmad.

Kepala Bidang Bina Marga ini berharap pembangunan jalan yang menggunakan anggaran APBD pada Dinas PUPR Provinsi Gorontalo, sebesar Rp7,027 miliar ini bisa bermanfaat, serta bisa menggerakkan pertumbuhan ekonomi di kecamatan Paguyaman Pantai.

“Kami selalu optimistis pembangunan jalan yang panjangnya 3180 meter ini bisa meningkatkan perekonomian serta kesejahteraan masyarakat. Karena pemerataan pembangunan infrastruktur yang merata hingga ke pelosok-pelosok merupakan wujud visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Gorontalo” papar Abdul Fandit Ahmad

 

Pewarta : Yudi – Dinas PUPR

GORONTALO - Farel (11) siswa SD Muhammadiyah, Kota Utara, Kota Gorontalo baru 2 hari mengiris serat lain untuk membuat sulaman karawo. Berbekal midangan, kain, jarum dan silet ia pilih serat kain yang hendak dipotong.

Sesekali seorang wanita paruh baya mengarahkan cara yang mudah untuk mengiris serat agar tidak rusak. Farel tidak sendiri, ada Nurfadila (12), dan Nisa (9) dan seorang gadis kecil yang juga sama-sama pakai seragam sekolah, mereka bergantian melakukan pengirisan, penyulaman dan mengikat serat kain.

Siswa sekolah dasar ini sedang menyelesaikan pola motif geometris di ajang Mokarawo Traditional Handmade atau lomba mengiris, menyulam dan mengikat yang diikuti banyak kelompok wanita pengrajin sulam karawo.

Para siswa ini tidak ikut lomba, keterampilan ini adalah eksibisi untuk memeriahkan Mokarawo Traditional Handmade di Bele li Mbui, salah satu rangkaian Gorontalo Karnaval Karawo (GKK).

"Kami hanya memperlihatkan bahwa pembinaan sulaman karawo pada anak-anak ini benar-benar kami lakukan," kaya Delvi Akase, staf Dinas Perindustrian Kota Gorontalo, Jumat (4/10/2019).

Delvi Akase menjelaskan sejak 2 tahun Pemerintah Kota Gorontalo melalui Dinas Perindustrian memprogramkan pembinaan sulaman karawo pada siswa sekolah dasar. Diakuinya oembinaan ini tidak intensif dengan mengenalkan kemampuan dasar membuat sulaman seperti mengiris serat lain, menyulam dan mengikat. Pekerjaannya pun masih sekitas pembuatan pola yang sederhana.

"Kami senang membuat karawo, tidak susah tapi juga tidak boleh cepat-cepat," kata Farel.

Mokarawo Traditional Handmade merupakan bagian dari pesta besar Gorontalo Karnaval Karawo, salah satu dari  100 Calendar of Event Kementerian Pariwisata.

Dalam lomba ini diikuti puluhan peserta dari kelompok-kelompok usaha sulam karawo di Gorontalo.

"Kami terus mendorong tumbuh kembangnya kerajinan tradisional Gorontalo ini melalui bidang Ekonomi Kreatif," kata Rifli Katili, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo.

Upaya pemuliaan kerajinan ini dilalukan dengan pembinaan dan pelatihan, yang pada akhir kegiatan adalah pesta kaum pengrajin karawo, Gorontalo Karnaval Karawo.

Tekad Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Pariwisata dalam memajukan kerajinan ini dilalukan dengan kolaborasi dengan berbagai instansi seperti Bank Indonesia dan Dinas Perindustrian.

"Gorontalo Karnaval Karawo adalah sarana mengenalkan sulaman ini kepada dunia," kata Ivone Reane Larekeng, Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata.

Ivone Larekeng yakin, upaya mengenalkan sulaman tradisional ini terus dilalukan melalui banyak cara, menggelar festival, promosi online dan offline dan jalur lainnya.

GORONTALO - Para pengrajin dan mereka yang terkait  perdagangan Sulaman Karawo saat ini sedang disibukkan dengan produksi.

Mereka harus memenuhi permintaan pasar yang terus  meningkat, termasuk pesanan dari luar Gorontalo yang terus mengantre.

"Permintaan sulaman karawo makin banyak, ada kenaikan 50 persen sejak digelar festival Gorontalo Karnanal Karawo," kata Nining Abdurahman Arif (35), Ketua Koperasi Wanita Metalik Jaya, Sabtu (5/10/2019).

Untuk memenuhi permintaan ini, ia harus menggerakkan 30 orang anggotanya, para anggota koperani ini juga dibantu keluarganya. Sehingga pekerjaan penyulaman karawo ini sesungguhnya melibatkan banyak orang.

"Memang kewalahan, tapi ini juga menyenangkan semua orang," sambung Nining Abdurrahman Arif.

Diakuinya, pasar luar daerah semakin terbuka sejak Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo dan Bank Indonesia menggelar Festival Gorontalo Karnaval Karawo. Kaum ibu di luar daerah tertarik dengan sulaman ini melalui media sosial, mereka kemudian memburunya melalui media internet.

"Mereka tertarik karena prosesnya yang rumit, mulai dari pencabutan serat kain, menyulam dan mengikatnya," kata Nining.

Jilbab adalah pesanan yang paling laris. Bunga-bunga sulaman karawo yang menghias di kain menjadi pemanis siapapun yang memakainya. Pasar jilbab karawo memang sedang bergeliat.

Jauh dari Ibu Kota Provinsi Gorontalo, Briskawati yanh warga Desa Diloato Kecamatan Paguyaman Kabupaten Boalemo menghentikan pesanan tas karawo hingga 3 bulan ke depan.

Ia dan pekerjanya tak sanggup lagi memenuhi permintaan pasar, termasuk 400 buah tas karawo pesanan dari Prancis.

"Hingga 3 bulan ke depan kami menghentikan pemesanan, kami masih fokus pada penyelesaian pesanan yang sudah ada," kata Briskawati.

Seperti sebuah lokomotif kereta api, Festival Gorontalo Karnaval Karawo ini telah membawa gerbong ekonomi para pengrajin melesat. Mereka harus memgikuti irama yang tinggi sambil meningkatkan kualitasnya.

Di Gorontalo tidak hanya Nining Abdurrahman Arif dan Briskawati, ada ribuan pengrajin yang setiap hari menekuni sulaman ini, mulai dari desainer, pengiris serat kain, dan penyulamnya. Belum terhitung mereka yang terlibat dalam jaringan perdagangannya.

Yang juga kecipratan kue ini adalah jasa ekspedisi, kuliner, juga penyedia kebutuhan bahan baku.

Roda ekonomi yang terus membaik dengan tingkat pertumbuhan di atas rata-rata nasional. Salah satu sumbangan geliat ekonomi ini berasal dari sektor pariwisata. Pariwisata Gorontalo memang sedang tumbuh, desa-desa yang memiliki potensi menganggarkan dananya untuk mempercantik diri, mengenalkan river tubing, jungle tracking, hiu paus, tarsius, pantai, mangrove, kuliner, kesenian, adat budaya hingga peninggalan masa lalu.

Potensi alam dan budaya yang dimiliki desa-desa ini bukan cerita di atas kertas, setidaknya ada 6 desa di kawasan penyangga taman nasional Bogani Nani Wartabonedi Kabupaten Bone Bolango yang mengembangkan ekowisata, juga di Kabupaten Pohuwato, Boalemo, Gorongalo Utara, dan Kabupaten Gorontalo.

Kekuatan lain yang turut mendukung pengembangan pariiwisata adalah para stakeholder seperti penerbangan, travel, hotel, jasa kepemanduan, dan pelaku usaha ekonomi kreatif. Peran dan kerjasama antarlembaga ini menghasilkan sinergi yang dibutuhkan semua pihak.

“Pariwisata memang menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi Gorontalo. Masyarakat dan pemerintah desa  juga sangat antusias mengembangkan potensinya,” kata Rifli Katili, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo.

Keseriusan pemerintah menggarap sektor pariwisata ini juga telah mengubah Gorontalo dari daerah transit wisatawan nusantara dan mancanegata menjadi daerah tujuan pariwisata. Namun jumlah kunjungan wisatawan ini harus ditingkatkan agar dapat memberi manfaat lebih beaar lagi kepada masyarakat.

“Gorontalo memiliki hiu paus, burung maleo, tarsius, babi rusa, keramahan warganya, juga adat istiadat yang memperkaya pengalaman hidup para wisatawan mancaneggara dan nusantara,” papar Rifli Katili.

Dinamika ekonomi pariwisata ini menghasilkan multiplier effect, semua yang saling terhubung langsung maupun tidak merasakan peningkatan ekonomi. Inilah pariwisata sebagai lokomotif penarik gerbong ekonomi Gorontalo.

Dinas Pariwisata menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi, di sisi mikronya geliatnya telah meningkatkan pendapatan, mengurangi pengangguran di desa-desa, dan menjalankan pemerataan kesejahteraan sebab pariwisata tidak mengenal desa atau kota, semua layak dikunjungi.

Namun sejumlah “pekerjaan rumah” masih menunggu agar pesta akbar pariwisata ini lebih menggema dan memiliki multiplier effect lebih besar. Pekerjaaan yang harus diselesaikan adalah memperpanjang waktu perhelatan dan menautkan dengan festival lain di kabupaten dan kota di daerah ini, seperti Festival Pesona Danau Limboto, Festival Pesona Otanaha, Festival Pesona Saronde, Festival Pohon Cinta, dan lainnya

Mengintegrasikan banyak festival ini tidak mudah, namun juga bukan tidak bisa. Koordinasi dan kerja sama terus menjadi jembatan komunikasi agar bisa terwujud, semuanya demi peningkatan pertumbuhan ekonomi, pengurangan pengangguran, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kami memiliki brand Gorontalo the Heart of Celebes yang menegaskan potensi besar pada kekayaan keanekaragaman hayati dan budaya, inilah pariwisata yang berkelas internasional,” kata Ivone Reane Larekeng, Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata.

© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo