>
Super Admin PPID

Super Admin PPID

GORONTALO – Para petani di sepanjang aliran irigasi Lomaya kini sudah bisa bernafas lega. Pasalnya air di Bendungan Lomaya mulai Senin kemarin sudah dibuka untuk warga.

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie meminta kepada pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi II untuk mempercepat proses perbaikan irigasi agar airnya segera dinikmati warga.

“Alhamdulillah kemarin sudah dibuka pintu airnya. Ini untuk menyahuti keinginan masyarakat khususnya para petani di irigasi Lomaya seperti Tapa, Telaga, Kota Gorontalo dan sekitarnya yang membutuhkan air,” ucap Gubernur Rusli, Selasa (8/10/2019).

Sementara itu, Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi II Adenan Rasyid mengungkapkan, pembukaan pintu air Bendungan Lomaya masih terbatas yakni 0,8 meter kubik per detik dari seharusnya 6,2 meter kubik per detik.

Hal itu dilakukan karena masih ada pekerjaan rehap kantong lumpur dan pembuatan saluran suplesi dari Bendungan Lomaya ke irigasi Pilohayanga. Ada penambahan debit air Bendungan Lomaya dari empat meter kubik per detik menjadi 6,2 meter kubik per detik.

“Kita membuat suplesi ke irigasi Pilohayanga karena bendungannya itu rusak. Karena ada suplesi itu makanya kita ada perubahan kantong lumpur dan salurannya. Perbaikan salurannya dari lebar 4 meter menjadi sekarang 7,5 meter,” jelas Adenan.

Bendungan Lomaya mampu mengairi lebih kurang 4.000 hektare sawah. Sementara Bendungan Pilohayanga mengairi sekitar 1.000 hektare. Saat ini sumber air kedua bendungan itu hanya mengandalkan dari Bendungan Lomaya.

 “Kemarin kita tidak bisa buru-buru membuka airnya karena umur konstruksi bangunan yang baru. Ini kan pelan-pelan kita buka nih, semoga bisa mengairi sawah warga,” pungkasnya.

Pewarta: Isam - Humas

GORONTALO  –  Alokasi Dana Desa Provinsi Gorontalo tahun 2020 naik menjadi Rp644 milyar di tahun 2020 dari angka sebelumnya dari Rp636 milyar di tahun 2019 atau mengalami kenaikan sebesar 1,2 persen. Angka

“Alhamdulillah setiap tahunnya dana desa setiap daerah itu meningkat. ini artinya komitmen bapak Presiden Joko Widodo untuk membangun republik ini dari desa sangat luar biasa,” ujar Sekda Provinsi Gorontalo dalam rapat koordinasi program inovasi desa (PID), di ballroom Grand Q hotel, Senin (7/10/2019).

Menurutnya, peningkatan dana desa ini menuntut peran seluruh stakeholder untuk mengawasi keuangan agar pemanfaatannya benar benar untuk kesejahteraan masyarakat melalui program program inovasi.

“Mau diapakan duit ini? Tergantung dari para pendamping. Untuk itu, tuntunlah para pemimpin desa  kita untuk pembangunan yang berkelanjutan demi anak cucu nanti,” harapnya.

Total dana desa dari pemerintah pusat yang masuk ke Provinsi Gorontalo dalam kurun waktu 5 tahun sejak 2015 sampai dengan 2019 mencapai 2.271 triliun.

Berdasarkan data dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil (BPMD-Dukcapil) Provinsi Gorontalo, pemanfaatan dana desa sukses membangun 16 jenis infrastruktur desa.

Jalan desa sepanjang 1.361,23 KM, jembatan 2.527 M, pasar desa 49 unit, Bumdes 5 unit, tambatan perahu 43 unit. Ada juga embung 18 unit, MCK 9.763 unit, Polindes 132 unit, PAUD 995 unit serta Posyandu 187 unit.

 

Pewarta : Nova - Humas

BOLIYOHUTO – Kunjungan silaturahim Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim ke Desa Sidodadi Kecamatan Boliyohuto Kabupaten Gorontalo disambut hangat tokoh masyarakat setempat, Warsito Somawiyono dan warga, Senin (7/10/2019).

Silaturahim wagub ke masyarakat merupakan salah satu aktifitas pemerintahan yang terus dilakukan untuk mensosialisasikan program-program yang dilakukan pemerintah Provinsi Gorontalo.

“Masyarakat harus mengetahui dan paham dengan program yang dilakukan oleh pemerintah, silaturahim adalah salah satu cara untuk mensosialisasikan hal tersebut,” jelas wagub.

Menurutnya, program pemerintah selalu ingin meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan tentu saja hal tersebut membutuhkan dukungan masyarakat. Guna suksesnya program pemerintah tersebut, Idris mengajak seluruh masyarakat untuk turut berpartisipasi membantu pemerintah serta menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

“Pemprov Gorontalo punya delapan program unggulan. Program ini akan terus dijalankan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, syaratnya masyarakat harus berpartisipasi serta jaga keamanan dan ketertiban lingkungan,” tandas wagub.

Kunjungan silaturahim H. Idris Rahim di lokasi tersebut disambut dengan musik gamelan khas Jawa.

Seperti diketahui, warga Desa Sidodadi sebagian besar berasal dari etnis Jawa yang bertransmigrasi ke Gorontalo. Secara turun temurun, etnis Jawa telah berbaur dan menyatu sebagai masyarakat Gorontalo.

 

Pewarta : Asriani/Nova - Humas

JAKARTA – Niat pemerintah daerah untuk membangun Sekolah Calon Bintara (Secaba) Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) hampir pasti bakal terealisasi tahun 2020 mendatang. Kepastian itu diperoleh setelah Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menemui Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Andika Perkasa di Markas Besar TNI AD, Jakarta, Senin (7/10/2019).

Pertemuan ini sudah kesekian kali digelar untuk mematangkan realisasi pembangunan Secaba. Tidak hanya itu, pertemuan yang dihadiri oleh para kepala daerah dan pimpinan DPRD kabupaten/kota itu juga untuk finalisasi rencana pembangunan dua Kodim dan sejumlah Koramil di beberapa kecamatan.

“Alhamdulillah hasil kunjungan kami ke Pak Kasad yang pertama Kodim bakal ditambah dua lagi yakni Bone Bolango sama Boalemo. Kedua, Koramil Koramil akan ditambah, ketiga pembangunan Secaba,” terang Gubernur Rusli.

Pembangunan infrastruktur militer itu juga mendapatkan dukungan dari para bupati, wali kota dan sejumlah pimpinan DPRD. Pada pertemuan sebelumnya di bulan Juli, beberapa bupati sudah menyerahkan hibah tanah untuk mendukung rencana tersebut.

Lahan Secaba punya dua alternatif. Pertama di Kabupaten Pohuwato seluas lebih kurang 25 hektare dan  lahan seluas 100 hektare yang disiapkan Pemkab Gorontalo.

“Kendalanya insyaallah nggak ada. Untuk anggarannya akan dialokasikan dari pemerintah provinsi dan kabupaten kota, para ketua ketua DPRD insyaallah akan setuju. Insyaallah tahun 2020 akan dibangun,” tegasnya.

Pembangunan Secaba diharapkan bisa membuka peluang bagi putra daerah untuk meniti karier di dunia militer yang pada gilirannya membuka lapangan kerja. Secaba juga akan mendukung upaya penambahan struktur organisasi TNI AD hingga ke kecamatan-kecamatan untuk memperkuat basis pertahanan dan keamanan di daerah.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo, Bupati Bone Bolango Hamim Pou, Bupati Boalemo Darwis Moridu, Bupati Gorontalo Utara Indra Yasin, Bupati Pohuwato Syarief Mbuinga serta Wakil Wakil Wali Kota Ryan Cono.

Sejumlah pimpinan DPRD provinsi dan kabupaten kota juga ikut hadir. Termasuk Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Tiopan Aritonang dan Danrem 133/Nani Wartabone Kolonel Czi Arnold AP Ritiauw.

Pewarta: Isam - Humas

GORONTALO – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo akan fokus mengembangkan pariwisata yang berbasis ekowisata untuk meningkatkan kunjungan wisatawan di daerah.

Pola ini mengacu pada kondisi Provinsi Gorontalo yang mempunyai alam yang indah, baik di darat maupun laut, yang semuanya berpotensi untuk dijadikan sebagai tempat wisata strategis. Belum lagi objek wisata yang belum tereksplorasi, baik tempat maupun situs bernilai sejarah.

“kita punya Taman Nasional Bogani Nani Wartabone, hutan mangrove, hutan lindung Nantu, serta taman laut Olele untuk dijadikan ekowisata,” kata Sekda Darda Daraba pada workshop pengembangan pariwisata di Provinsi Gorontalo yang mengangkat tema “optimalisasi pengelolaan ekowisata di Provinsi Gorontalo”, Senin (7/10/2019) di aula Bapppeda Provinsi Gorontalo.

Dikatakannya, konsep ekowisata ini sangat baik untuk dikembangkan karena salah satu kegiatan pariwisata yang berwawasan lingkungan dengan mengutamakan aspek konservasi alam, aspek pemberdayaan sosial budaya ekonomi masyarakat lokal, serta aspek pembelajaran dan pendidikan.

“Misalnya, di desa itu ada yang sesuatu yang menarik, itu yang kita angkat menjadi ekowisata Kalau buat wisata buatan seperti di Ancol, pasti membutuhkan alokasi biaya yang besar,” ujarnya.

Darda menambahkan, konsep wisata dapat menjadi penguatan budaya, lingkungan, dan peninggalan sejarah yang sekarang ini menjadi trend terbaru dalam aktifitas pariwisata diseluruh provinsi.

GORONTALO  – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo kembali meraih prestasi dalam pengelolaan keuangan daerah. Hal itu ditandai dengan penghargaan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun anggaran 2018 yang diserahkan oleh Menteri Keuangan RI melalui Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Gorontalo, Senin (7/10/2019).

“Penyerahan penghargaan opini WTP atas LKPD tahun 2018 ini dilaksanakan di masing-masing daerah, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang diserahkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan koordinasi dan kerjasama antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat,” kata Kakanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Gorontalo Fahma Sari Fatma.

Fahma mengutarakan, hal yang membanggakan bahwa LKPD 2018 dari seluruh pemerintah daerah di Provinsi Gorontalo meraih Opini WTP. Menurutnya, perolehan Opini WTP atas audit BPK menandakan bahwa LKPD pemerintah daerah telah disajikan secara wajar atas aspek material sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan, terlaksananya Sistem Pengendalian Internal yang efektif, terdapat pengungkapan yang memadai, serta telah dipenuhinya seluruh ketentuan yang berlaku.

Sementara itu Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim dalam sambutannya memberi apresiasi kepada pemerintah daerah yang meraih Opini WTP atas LKPD 2018. Dikatakannya, keberhasilan meraih Opini WTP mengindikasikan bahwa pengelolaan keuangan daerah telah dilakukan secara efektif, efisien, transparan dan akuntabel.

“Opini WTP itu bukan tujuan akhir, tetapi merupakan sasaran antara untuk menuju pemerintahan yang baik dan bersih. Kita apresiasi Pemprov Gorontalo yang meraih 7 kali Opini WTP, termasuk juga Kabupaten Boalemo dan Gorontalo Utara yang baru dua tahun berturut-turut meraih Opini WTP,” ujar Idris.

Penyerahan penghargaan Opini WTP dirangkaikan dengan penganugerahan Treasury Awards tahun 2019. Treasury Awards diberikan kepada pemerintah daerah, satuan kerja instansi vertikal, dan Satuan Organisasi Perangkat Daerah pengelola APBN lingkup Provinsi Gorontalo yang mempunyai kinerja terbaik dalam pengelolaan keuangan dengan berbagai kategori.

Pemprov Gorontalo berhasil meraih Treasury Awards pada dua kategori. Pada kategori Pemerintah Daerah Pengelola Keuangan Daerah, Pemprov Gorontalo meraih peringkat ketiga setelah Kabupaten Boalemo dan Bone Bolango yang berada pada posisi pertama dan kedua. Sementara pada kategori Satuan Kerja Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan Pengelola Keuangan, Dinas Kesehatan dan Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo menempati urutan kedua dan ketiga, setelah Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Pohuwato di posisi pertama.

 

Pewarta : Haris - Humas

GORONTALO – Biro Humas Protokol Provinsi Gorontalo tampil memukau pada pagelaran Gorontalo Karnaval Karawo 2019, Minggu (06/10/2019).

Penampilan memukau tersebut terlihat dari antusias masyarakat yang hadir dan antri untuk berswafoto dengan peserta dari Biro Humas Protokol yang tahun ini mengangkat tema Kota Bunga Tomohon.

“Saya pribadi sangat puas dengan apa yang ditampilkan oleh Biro Humas dan Protokol pada hari ini. Dengan penampilan yang sangat cantik dan ciamik menampilkan keindahan bunga yang menjadi representasi dari Kota Tomohon. Maka tidak salah kalau tadi saya perhatikan juga mereka menjadi objek swafoto dari masyarakat yang hadir,” ungkap Kepala Biro Humas Protokol Masran Rauf saat diwawancarai via telepon.

Mengacu pada tema utama GKK 2019 yakni Wonderfull Celebes, Kota Bunga Tomohon sengaja dipilih untuk memperkenalkan kepada khalayak bahwa Tomohon adalah salah satu kota penghasil bunga-bunga indah di Indonesia.

“Sengaja kami pilih Kota Bunga Tomohon karena kan selama ini Sulawesi itu hanya dikenal dengan keindahan bawah lautnya, makanya kita angkat bunga-bunga ini untuk menunjukkan juga bahwa Sulawesi Utara khususnya Tomohon punya potensi lain, yakni sebagai Kota Bunga,” ungkap Ferdi Adam selaku Kepala Bagian Pengolahan Data dan Kemitraan Media Biro Humas Protokol.

Masih menurut Ferdi, persiapan yang dilakukan memakan waktu selama dua minggu. Mulai dari menyiapkan kostum, aksesoris, sinopsis dan koreografi. Seluruh kebutuhan tim disiapkan oleh personil Biro Humas Protokol.

GKK 2019 telah masuk dalam 100 calendar of event Kementrian Pariwisata Republik Indonesia. Perhelatan tersebut dihadiri dan dibuka oleh Menteri Pariwisata RI Arief Yahya. Sebanyak 32 peserta dari berbagai daerah ikut memeriahkan event ini.

Pewarta : Gina - Humas

GORONTALO  – Pemerintah Provinsi Gorontalo kembali menggelar Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) 2019 bertempat di depan rumah jabatan gubernur, Minggu (6/10/2019). Event yang masuk 100 kalender pariwisata nasional itu berlangsung meriah dengan karnaval busana karawo berbagai tema budaya daerah.

GKK 2019 dibuka oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya didampingi Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim. Sejumlah pejabat eselon I dan II Kementrian Pariwisata serta para kepala daerah se Gorontalo ikut hadir.

Event tahunan kali ini mengambil thema “Wonderful Celebes” atau pesona Sulawesi. Pulau Sulawesi sendiri dikenal dengan kekayaan alam dan budayanya. Contohnya dari Biro Humas dan Protokol mengambil tema Sulawesi Utara dengan Kota Bunga Tomohon yang artinya dikenal sebagai salah satu kota penghasil bunga terbesar di Indonesia. Inilah mengapa Kota Tomohon harus dikunjungi wisatawan.

Adapula Badan Keuangan Provinsi Gorontalo mengambil tema, Sulawesi Selatan. Sulawesi Selatan memiliki keanekaragaman budaya dan kearifan lokal yang Indah. Salah satu di antaranya adalah Bantimurung yang menjadi surga bagi ribuan spesies kupu-kupu

Dalam sambutannya Arief Yahya menyampaikan, GKK sudah dua tahun berturut-turut masuk dalam kalender top 100 even nasional. Hal ini tentu saja sangat membanggakan, mengingat masuk ke kalender tersebut sangatlah susah harus bersaing dengan seluruh daerah se Indonesia.

“Mengenai event Gorontalo salah satu provinsi yang banyak eventnya. Di Gorontalo ada 82 event, jarang sekali satu provinsi ada event sebanyak itu dan bahkan ada dua event yang masuk dalam kalender nasional yaitu Festival Karawo dan Festival Pesona Danau Limboto,” kata Arief Yahya.

Arief Yahya menambahkan mengenai tema yang dipilih sangat bagus yakni wonderful Celebes atau pesona Sulawesi. Menurutnya, dibalik semua itu daerah bagian Sulawesi mempunyai tujuan yang sama “Sulawesi bersatu” dalam bingkai NKRI.

Sementara itu Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim atas nama Pemprov Gorontalo mengucapkan terimakasih kepada semuah pihak utamanya Menteri Pariwisata RI yang sudah bersedia meluangkan waktu untuk hadir dan membuka langsung kegiatan GKK 2019 ini. Ia berharap event ini akan terus eksis dan meningkatkan daya tarik agar wisatawan yang berkunjung ke Gorontalo semakin banyak.

“Karena kegiatan ini sekaligus pula mendukung program perencanaan nasional, di bidang pariwisata untuk mencapai kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 20 juta orang dan wisatawan lokal dengan 375 juta orang, pada tahun 2020 nantinya,” tutur Idris Rahim.

Pewarta : Echin - Humas

LOMBONGO – Menteri Pariwisata RI Arief Yahya menegaskan bahwa untuk pengembangan pariwisata di Provinsi Gorontalo harus menggunakan konsep 3A, yaitu Akses, Amenitas, dan Atraksi. Hal itu disampaikannya saat berkunjung ke objek wisata alam Lombongo di Kabupaten Bone Bolango (Bonebol), Minggu (6/10/2019).

“Atraksinya Gorontalo sudah sangat bagus, tarian, budaya, dan alamnya bagus. Setelah kunjungan ke Lombongo ini saya lebih yakin lagi untuk atraksi sudah tidak ada masalah,” ujar Menpar Arief Yahya.

Untuk akses pariwisata, Menpar meminta agar pemasaran pariwisata Gorontalo dilakukan dengan menjadikan Manado sebagai penghubung. Menurutnya hal tersebut sudah menjadi kelaziman untuk memajukan satu destinasi wisata. Sedangkan untuk amenitas atau kemudahan, Arief menginstruksikan jajaran pariwisata di Provinsi Gorontalo untuk bekerja sama dengan maskapai penerbangan.

“Dulu Lombok menjadi Bali sebagai penghubung, demikian juga dengan Banyuwangi. Saya minta juga kepada rekan-rekan biro perjanalan wisata di Manado untuk mempromosikan destinasi wisata di Gorontalo. Bangun kerja sama dengan airline, kalau pakai darat waktunya terlalu lama,” imbuhnya.

Sementara itu terkait pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata di Kabupaten Bonebol yang akan diajukan ke Kemenpar, Wakil Gubernur Idris Rahim yang turut mendampingi Menpar Arief Yahya mengutarakan bahwa Pemprov Gorontalo sepenuhnya akan bersinergi mendukung hal tersebut. Berdasarkan aturan Kemenpar, minimal kawasan pengembangan pariwisata seluas 100 hektar.

“Di kawasan Lombongo ini ada lahan milik Pemprov Gorontalo dengan luas kurang lebih 32 hektar. Ini bisa kita masukkan dalam KEK pariwisata di Bone Bolango, secepatnya akan kita bahas bersama,” tutur Wagub Idris Rahim.

Pada kunjungannya ke objek wisata alam Lombongo, Menpar Arief Yahya bersama Wagub Idris Rahim dan sejumlah pejabat dari Kemenpar berkesempatan untuk melepas anak burung Maleo ke alam bebas hasil pengembangbiakkan oleh Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone. Sebelumnya kedatangan Menpar bersama rombongan disambut dengan upacara adat yang seluruh pelaksananya ada para siswa Sekolah Dasar.

 

Pewarta : Haris - Humas

GORONTALO – Menteri Pariwisata Arief Yahya menantang Gubernur Gorontalo Rusli Habibie untuk membuat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata. KEK menurutnya merupakan solusi terbaik jika Gorontalo ingin menjadi pariwisata sebagai program dan destinasi unggulan.

Arief menilai pengembangan pariwisata di Indonesia terkendala dalam aspek birokratisasi yang berbelit-belit. Selain itu masalah pembebasan lahan juga sering menjadi kendala sebelum dinyatakan clear dan clean.

“Jadi KEK adalah salah satu solusi untuk tiga hal. Pertama birokratisasi, kedua perizinan satu pintu dan ketiga cara cerdas (suatu daerah mengembangkan pariwisata) menurut saya,” ungkap Arief saat menghadiri rangkaian acara Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) 2019 di Hotel Grand Q, Kota Gorontalo, Sabtu (5/10/2019).

Dengan penetapan KEK pariwisata, banyak kemudahan yang didapatkan daerah dari pemerintah pusat. Infrastruktur dasar serta infrastruktur pendukungnya akan disiapkan seperti pembangunan jalan, listrik, air bersih dan internet. Menpar mencontohkan KEK Mandalika di Nusa Tenggara Barat.

“Mandalika itu satu jam dari bandara. Kita buatkan jalan byepass 18 kilo sekarang jarak tempuhnya kurang dari 30 menit,” imbuhnya.

KEK di Gorontalo diharapkan menjadi primary destination. Destinasi lain di daerah tersebut akan menjadi kawasan pendukung sehingga pariwisata dapat terintegrasi dengan baik. Hal itu tidak saja meningkatkan jumlah destinasi wisatawan, tetapi juga menambah lama tinggal wisatawan.

Pemprov Gorontalo melalui Bapppeda sedang mengusulkan obyek wisata Lombongo menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Sayangnya usulan tersebut terkendala luas lahan yang dipersyaratkan minimal 120 hektar. Luas lahan Lombongo hanya lebih kurang 32 hektar.

Kedatangan Menpar di Gorontalo untuk menjadi pembicara pada Celebes Tourism Meeting dalam rangkaian GKK 2019. Forum itu diikuti oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, Wakil Gubernur Idris Rahim, para kepala daerah kabupaten/kota serta pelaku pariwisata.

Forum tersebut juga menghadirkan Wagub Sulawesi Tengah Rusli Daeng Palabbi serta Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas selaku pembicara.

Rencananya Manpar juga akan menghadiri puncak Gorontalo Karnaval Karawo 2019 bertempat di depan rumah jabatan gubernur pada Minggu 6 Oktober besok. GKK menjadi satu dari 100 kalender event pariwisata nasional tahun 2019.

Pewarta: Isam

© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo