>
Jumat, 21 Jun 2019 22:43

Pengerukan Danau Perintis Dikeroyok Tiga Kekuatan

Oleh
Beri rating
(0 suara)
Gubernur Gorontalo Rusli Habibie (dua kiri) didampingi Wabub Bone Bolango Kilat Wartabone (kiri) saat meninjau proses pembersihan Danau Perintis. (Foto: Salman-Humas). Gubernur Gorontalo Rusli Habibie (dua kiri) didampingi Wabub Bone Bolango Kilat Wartabone (kiri) saat meninjau proses pembersihan Danau Perintis. (Foto: Salman-Humas).

SUWAWA – Pembersihan Danau Perintis di Desa Huloduotamo, Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango dikeroyok oleh tiga kekuatan yakni Pemerintah Provinsi Gorontalo, Pemerintah Kabupaten Bone Bolango dan Balai Wilayah Sungai (BWS) II Kementrian PUPR.

Hal itu sesuai hasil rapat lintas sektor yang dilaksanakan di lokasi yang sama pekan lalu.

Proses pembersihan danau ini ditinjau Gubernur Gorontalo Rusli Habibie yang didampingi Wakil Bupati Bone Bolango Kilat Wartabone.

Pembersihan baru sebatas mengeruk beberapa titik danau yang mulai mengalami pendangkalan oleh enceng gondok dan tumbuhan lainnya.

“Kita putuskan untuk melakukan pembersihan dulu hari ini, kita lihat hasilnya seperti apa. Pak Bupati itu rencananya akan dibuka ini  440 hektar, karena ada sebagian yang sudah menjadi daratan karena pendangkalan,” kata Rusli Habibie, Jumat (21/6/2019).

Rusli Habibie berharap dalam jangka panjang, Danau Perintis bisa direvitalisasi peran dan fungsinya. Selain sebagai penampungan air dan irigasi, juga dijadikan sebagai kawasan pariwisata dan perikanan. Salah satu caranya dengan menyerahkan penanganannya kepada pemerintah pusat.

“Ternyata status danau ini tidak terdaftar sebagai milik Pemda Bone Bolango, makanya waktu rapat kita sepakat serahkan ke pemerintah pusat agar pembiayaan melalui APBN,” tutur Rusli Habibie.

Sementara itu, Wakil Bupati Bone Bolango Kilat Wartabone menyambut baik rencana penataan kawasan danau oleh Balai Wilayah Sungai. Ia mengakui jika pembiayaannya mengharapkan APBD Bone Bolango atau Pemerintah Provinsi Gorontalo tidak akan cukup.

“Memang kalo kita tangani ini tidak mungkin, karena butuh dana yang besar,” kata kilat Wartabone.

Kilat Wartabone juga mengakui jika Danau Perintis tidak masuk dalam aset daerah. Meski begitu, untuk proses pengalihan penataan pihaknya bersedia mengeluarkan surat atau legalitas lain jika benar-benar dibutuhkan sesuai ketentuan perundang-undangan.

 

Pewarta : Isam - Humas

Baca 79 kali

Tinggalkan komentar anda

Pastikan anda mengisi semua kolom yang bertanda asterik (*). Tidak boleh menggunakan Kode HTML.

© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo