Gubernur Gorontalo Resmikan Pemanfaatan Mobil Laboratorium Seharga Rp6,5 Miliar

0
957
Gubernur Gorontalo Rusli Habibie diambil sampel swab covid-19 untuk diperiksa PCR di mobil laboratorium Pemprov Gorontalo bertempat di halaman Rumah Jabatan Gubernur, Jumat (4/6/2021). Mobil seharga Rp6,5 miliar tersebut merupakan bantuan dari Kementrian Kesehatan melalui BTKLPP Kelas I Manado. (Foto: Salman).

KOTA GORONTALO, Kominfo – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie meresmikan pemanfaatan mobil laboratorium bergerak seharga Rp6,5 miliar bertempat di halaman Rumah Jabatan Gubernur, Jumat (4/6/2021). Mobil bantuan dari Kementrian Kesehatan RI itu diserahkan melalui Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas I Manado.

“Alhamdulillah saya bersyukur dan berterima kasih kepada Pak Menteri Kesehatan dan seluruh jajarannya atas kepercayaan memberikan mobil yang bisa dibawa ke kampung, daripada orang dari kampung disuruh kesini nah ini mobilnya yang dikirim,” kata Rusli saat diwawancarai wartawan.

Peresmian mobil laboratorium bergerak ditandai dengan pemeriksaan swab PCR bagi Gubernur Gorontalo Rusli Habibie Sekda Darda Daraba dan sejumlah pejabat dari Kemenkes RI. Bantuan ini semakin terasa spesial karena hanya ada 10 unit di Indonesia, salah satunya Gorontalo.

“Ini barangnya mahal, sehingga sopirnya dan SDM laboratoriumnya harus betul betul profesional. Tadinya kita berencana mau beli ini, Cuma harganya enam milyar lebih makanya kita berjuang di Kemenkes,” imbuhnya.

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie saat melihat dari dekat fasilitas laboratorium yang berada di mobil laboratorium bantuan dari Kementrian Kesehatan, Jumat (4/6/2021). Selain bisa memeriksa sampel covid-19, laboratorium tersebut juga bisa memeriksa sampel penyakit menular lain seperti TBC dan sebagainya. (Foto: Salman).

Sementara itu, Kepala BTKLPP Kelas I Manado, Suharto menjelaskan mobil laboratorium ini memiliki spesifikasi yang cukup canggih. Laboratorium bergerak mampu memeriksa sampel covid-19 sebanyak 200 sampai 250 per hari. Laboratorium ini juga bisa mendeteksi sampel penyakit menular lain seperti TBC dan sebagainya.

“Waktu membaca sampelnya juga cukup cepat hanya butuh waktu tiga jam,” jelas Suharto.

Artikel Terkait  Sungai Bone Diujicobakan untuk Offroad JWAG 2020

Mobil laboratorium membutuhkan daya listrik minimal 10.000 Watt serta akses jalan beraspal. Mobil dilengkapi dengan mesin genset namun dikhawatirkan daya listrik menjadi naik turun yang bisa mempengaruhi kualitas hasil pemeriksaan.

Dalam beberapa hari ke depan pihak BTKLPP akan melakukan bimbingan teknis bagi calon teknisi dan laboran terkait cara penggunaannya. Diharapkan petugas di Dinas Kesehatan sudah memiliki kompetensi yang dibutuhkan sebagai tenaga operasional.

Pewarta: Isam

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini