Gubernur Gorontalo Pastikan Stok Pangan Aman

0
167
Gubernur Gorontalo Rusli Habibie saat diwawancarai wartawan usai memimpin Rapat Forkopimda di Mapolda Gorontalo, Rabu (11/12/2019). Salah satu isu yang diangkat menyangkut stok pangan daerah jelang natal dan tahun baru. (Foto: Salman-Humas).

KOTA GORONTALO, Humas – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie memastikan stok pangan daerah aman saat memasuki natal dan tahun baru. Keamanan pangan ini sangat penting untuk menjaga lonjakan harga yang sewaktu-waktu bisa terjadi di penghujung tahun.

“Berikutnya kesiapan sembako menghadapi natal dan tahun baru. Tadi dilaporkan oleh Kadis Pangan dan Kadis Kumperindag cukup bagus, tersedia semua dan harganya terkendali. Elpiji dan BBM juga ada insyaallah sampai akhir tahun dan awal tahun,” ungkap Rusli usai memimpin Rapat Forkopimda di Mapolda Gorontalo, Rabu (11/12/2019).

Di tempat yang sama, Kadis Pangan Sutrisno menjelaskan sebanyak 11 komoditas pangan di Gorontalo terpantang stoknya aman dengan harga yang stabil. Misalnya untuk beras kebutuhan sebesar 14.333 ton sedangkan ketersediaan mencapai 26.922 ton dengan harga kisaran Rp8.100,- per kg. Gula pasir kebutuhan 1.563 ton tersedia 11.186 ton dengan harga di kisaran Rp12.300,- per kg.

“Untuk tepung terigu kebutuhan 118 ton ketersediaan 750 ton dengan harga kisaran Rp8.500,- per kg. Daging sapi kebutuhan 118 ton stok 3.802 ton harga Rp120.000 per kg, sementara daging ayam kebutuhan 237 ton stok 386 ton dengan harga Rp25.000,- per kg,” ungkap Sutrsino.

Harga yang disampaikan tersebut merupakan harga rata-rata di tingkat distributor. Nilainya akan sedikit mengalami perubahan tergantung jarak dan lokasi pasar yang dituju.

Artikel Terkait  Bupati Banyuwangi Berbagi "Jurus" Pengembangan Pariwisata di Gorontalo
Daftar harga kebutuhan pokok masyarakat di pasar yang didata Dinas Kumperindag tertanggal 11 Desember 2019.

Lebih lanjut Sutrisno menjelaskan, dalam rangka hari-hari besar keagamaan pihaknya sudah menyiapkan 10 kali operasi pasar dengan menyasar desa-desa rawan pangan se Provinsi Gorontalo. Enam kali diantaranya sudah dilaksanakan, sisanya empat kali menyasar desa-desa mayoritas beragama Kristen yang akan merayakan natal dan tahun baru.

“Jadi harga distribusinya yang kita pangkas. Komoditi seperti telur misalnya itu kita ambil dari produsen harganya hanya Rp1.400 sementara di pasaran dijual Rp2.000. Harga produsen itu yang kita jual sehingga lebih murah,” pungkasnya.

Pewarta: Isam/Gina

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini