Gubernur Gorontalo Berbagi Sembako dengan Warga Kristiani Gorut

0
263
Gubernur Gorontalo Rusli Habibie (tengah) didampingi istri Idah Syahidah (kiri) dan Wakil Bupati Gorut Thariq Modanggu saat menyapa warga di Desa Sembihingan, Kecamatan Biau, Kabupaten Gorut, Sabtu (26/12/2020). Gubernur menyapa warga kristiani di empat kecamatan sambil membagikan bantuan pangan bersubsidi secara gratis. (Foto: Salman-Humas).

GORUT, Humas – Momentum perayaan natal tahun 2020 dimanfaatkan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie untuk menyapa warganya yang beragama kristen. Kunjungan digelar di empat kecamatan di Kabupaten Gorontalo Utara yakni Kecamatan Biau, Sumalata, Monano dan Anggrek, Sabtu (26/12/2020).

Sebanyak 300 paket bantuan bahan pangan bersubsidi dibagikan gratis kepada warga di empat desa di Kecamatan Biau. Desa Sembihingan, Topi, Didingga dan Desa Biau sebagian didiami oleh umat Kristiani yang berasal dari suku Sangihe atau Sanger.

“Kalian orang Gorontalo yang berasal dari Sanger, dari Manado dan sebagainya. Jadi kalian warga saya, warga Gorontalo karena sudah tinggal dan menetap di sini,” ucap Rusli.

Atas nama gubernur dan pemerintah provinsi, Rusli menyampaikan ucapan natal kepada umat kristiani. Meski berpenduduk mayoritas muslim, Rusli berkomitmen akan memberikan perlakukan dan perhatian yang sama kepada semua warganya.

Hal senada juga dikatakan Rusli saat menyapa warga di Desa Puncak Mandiri, Kecamatan Sumalata. Di tempat itu, Rusli membagikan 300 paket untuk warga di tiga desa. Kecamatan Monano Juga kebagian 200 paket dan kecamatan Anggrek 200 paket.

“Bagi saya warga di Gorut tidak asing lagi. Puncak Mandiri ini saya dengan almarhum Pak David Bobihoe yang beri nama. Dulu Gorut hanya 48 desa dan 5 kecamatan sekarang sudah 123 desa dan 11 kecamatan,” kata Rusli saat menyapa warga di Kecamatan Sumalata.

Artikel Terkait  Partai Pengusung Paslon Langgar Protokol Kesehatan Bakal Disanksi

Mantan Bupati Gorut itu berharap toleransi dan kerukunan umat beragama yang terjalin baik dapat terus dipertahankan selama-lamanya. Warga diminta tidak mudah terprovokasi dengan isu suku, agama dan ras yang berpotensi merusak persatuan dan kesatuan bangsa.

Pewarta: Isam

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini