Komnas HAM Buka Posko Pengaduan Di Gorontalo

Ditulis oleh  Rabu, 11 September 2013 20:48

Gorontalo, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia membuka posko pengaduan kasus pelanggaran HAM di Universitas Gorontalo.


Kepala Bagian Pelayanan Pengaduan Komnas HAM Eko Dahana Djayakarta mengatakan di Gorontalo, Rabu, posko pengaduan baru digelar di Bali dan Gorontalo. "Posko ini sifatnya proaktif, tujuannya untuk mempermudah siapa saja yang ingin mengadu ke Komnas HAM sehingga tidak perlu ke Jakarta atau melalui email," ujarnya.


Posko tersebut akan dibuka di setiap daerah yang belum memiliki kantor perwakilan Komnas HAM. Hingga saat ini lembaga tersebut baru memiliki enam kantor perwakilan yakni di NAD, Sumatera Barat, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, Maluku dan Papua.


Ia menjelaskan setiap pengaduan yang disampaikan wajib dalam bentuk tertulis yang memuat informasi mengenai identitas pengadu dan atau pendamping, kronologis pengaduan dan tanda tangan pengadu baik selaku korban atau pendamping.


Berkas juga harus dilengkapi dengan fotokopi identitas pengadu/pendamping, dokumen pendukung yang terkait, serta surat kuasa jika pengaduan tersebut diwakili pihak lain. Menurutnya, pengadu memiliki hak untuk melakukan konsultasi, baik melalui telepon atau datang langsung ke Sub Bagian Penerimaan dan Pemilahan Pengaduan, serta berhak mendapatkan tanda terima penyerahan berkas.


Selain itu, pengadu berhak menanyakan perkembangan penanganan pengaduan, mendapatkan jaminan akan kerahasiaan identitas pengadu, serta tidak dipungut biaya dalam bentuk apapun. Ia berharap masyarakat Gorontalo yang mengalami pelanggaran HAM, bisa melaporkannya ke posko serta melengkapi berkas seperti ketentuan diatas.

 

Antara News Gorontalo

Baca 520 kali
Beri nilai item ini
(0 penilaian)

Tinggalkan komentar

Pastikan informasi yang bertanda (*) telah diisi. Kode HTML tidak diizinkan.

Berita Terbaru

  • Terpopuler
  • Komentar
  • Tag Berita

Berita Terkait